Sabar Yang Melampaui

Sabar Yang Melampaui
Perselingkuhan Dicky


__ADS_3

Dicky yang dirasa sudah tidak sanggup menyetir mobil akhirnya memutuskan untuk beristirahat di hotel terdekat di kawasan club' malam itu.


Setelah mereka sampai di kamarnya Dickypun membaringkan Raisa di ranjang hotel yang empuk dan mewah itu, entah mungkin memang Raisa sengaja memesan satu kamar saja agar dia bisa berduaan dengan Dicky.


"Mas jangan pergi...!" rengek Raisa manja masih melingkarkan tangannya keleher Dicky ketika Dicky akan beranjak tidur di sofa diruangan itu.


"Tapi Raisa aku ini pria sudah beristeri, tidak baik kalau aku tidur seranjang denganmu." saut Dicky walaupun sudah merasa pusing.


"Tapi aku menginginkanmu mas...!" saut Raisa yang kemudian dia mulai mencium Dicky.


Dicky benar benar tak kuasa untuk menolak ciuman Raisa, karena Raisa yang agresif Dickypun mulai memangut bibir Raisa, dan merekapun mulai terlena dengan ciuman itu.


Perlahan Dickypun mulai duduk dipinggir diranjang, mulai terasa suasana hangat dan desiran desiran perasaan yang tak tertahankan diantara mereka. Otak Dicky menolaknya karena dia masih ingat dengan Vivi dirumah yang mungkin sudah menunggunya pulang, tapi tubuh Dicky tak kuasa untuk menahan hasratnya yang juga mengingankan Raisa.


Otak dan tubuh Dicky mulai tidak sinkron, akhirnya otaknya harus kalah karena tubuhnya tak kuasa menahan sentuhan sentuhan yang diberikan oleh Raisa. Akhirnya Dickypun mulai membaringkan Dirinya di ranjang bersama Raisa.


Raisa mulai membuka satu persatu kancing kemeja yang dipakai Dicky tanpa melepaskan pangutan bibir mereka dan mulai berjelajah di dada bidang miliknDicky, tentu saja Dicky tidak bisa menolaknya, lagipula seekor kucingpun tidak akan menyia nyiakan ikan yang sudah ada dihadapannya, apalagi sang ikan yang minta dimakan duluan.


Dicky semakin bergelora karena sentuhan yang dibuat Raisa, diapun akhirnya memberikan sentuhan sentuhan yang sangat diinginkan Raisa, tangannya mulai berjelajah kesemua tubuh Raisa.


Karena Raisa yang memakai one sheet shoulder, gaun yang tidak ada lengannya satu juga hanya sebatas pahanya, Dicky dengan mudahnya melepasnya dan tidak menyia nyiakan kesempatan itu.


Dia mulai berada diatas tubuh Raisa, mulai menjelajahi gunung kembar milik Raisa, melahapnya dengan rakus seperti makanan yang enak yang tersaji didepannya.


"Aww...mas..pelan pelan dong!" pekik Raisa manja saat Dicky menggigit kecil puncak gunungnya.


Sentuhan yang dibuat oleh Dicky yang sangat mengesankam itu membuat Raisa mengeluarkan suara manja nan merdunya, dan Dicky seolah tak berdaya dibuatnya, dan membuat Dicky akhirnya membuka bagian bawah pakaiannya.


"Mas...." suara manja Raisa saat mereka memulai penyatuan mereka.


Dicky mulai menghentakan pinggulnya dengan Raisa dibawahnya yang juga ikut bergerak seirama dengan Dicky. Mereka sangat menikmati malam itu, malam yang akhirnya Raisa inginkan sesaat setelah dia mengenal Dicky.


Raisa memang sudah jatuh cinta pada Dicky sejak pandangan pertama, ketika bertemu untuk pertama kalinya bersama Sisca, tanpa dia tahu kalau Dicky ternyata sudah menikah.


Tapi setelah tahu Dicky yang sudah menikahpun dia tidak berhenti untuk menyukai Dicky dan malah sangat menginginkannya, entah itu hanya sebagai teman ranjang atau selingkuhannya saja.

__ADS_1


Dua jam lamanya mereka beraktifitas di ranjang panasnya itu, dan terdengar suara teriakan yang merdu dari Raisa saat Dicky mengakhiri pelapasannya. Lalu dia pun menghempaskan tubuhnya di pinggir Raisa karena letih.


Setelah itu merekapun tertidur tanpa sehelai benangpun hanya ditutupi selimut yang sudah tersedia.


*


Matahari sudah mulai naik saat dua insan yang sedang dimabuk asmara itu mulai terbangun dari tidurnya. Merekapun tersenyum saling pandang ketika baru saja membuka matanya.


"Mas.." Raisa yang mendekati Dicky lalu tidur dibahunya, dan mulai mengusap lembut dada Dicky dengan tangannya yang halus itu.


"Ya" saut Dicky tersenyum.


"Kamu hebat banget semalam!" ucap Raisa manja.


"Tentu saja, apa masih kurang?" saut Dicky menantang.


"iyya..aku mau lagi.." saut Raisa manja tanpa rasa malu sedikitpun.


"Tapi ini sudah siang,, apa orang tuamu tidak menghubungimu?" tanya Dicky.


"Santai aja mas, lagipula mereka juga sedang liburan, mana ingat aku!" saut Raisa menjelaskan.


"Biarkan saja dulu mas, nanti saja ya, aku ingin lagi.." saut Raisa manja.


Raisapun langsung menciumi Dicky dengan agresifnya, tanpa ada penolakan dari Dicky, diapun langsung menjelajahi tubuh Dicky dengan sentuhan sentuhan mautnya, yang membuat sosis dan telurnya itu mulai menegang kembali.


"Oh...Raisa.." Dicky mulai meracau saat bibir lembut Raisa mulai melahap sosis dan telurnya dengan lembut.


Beberapa menit Raisa menikmati sarapannya, begitu pula Dicky yang bergantian melahap roti lapis milik Raisa, Raisa mulai menegang, menahan hasratnya, suara desiran lembut mulai terdengar di ruangan hotel itu, dimana dua insan yang sedang dimabuk asmara itu memulai aktifitas ranjangnya kembali siang itu.


Raisa sudah mulai ada diatas tubuh Dicky, dia yang memimpin permainannya siang itu mulai menghentak dan bergoyang seirama dengan perasaan yang dia inginkan dan dengan suara suara indah yang keluar dari bibirnya.


Dicky hanya tersenyum berada dibawah kendali Raisa yang tidak akan ada pria manapun yang mampu menolaknya, dengan tubuh gemulainya itu, juga goyangan mautnya yang membuat pria bertekuk lutut padanya.


Satu jam berlalu pergulatan mereka diranjang membuat keringat bercucuran diseluruh tubuh mereka.

__ADS_1


"Aku mandi duluan ya!" saut Dicky tersenyum dan segera berlalu meninggalkan Raisa yang masih terkulai lemas di ranjangnya.


"Iya mas." saut Raisa membalas senyumannya.


Hah..akhirnya aku bisa juga mendapatkan pria itu, tak apalah aku jadi selingkuhannya pun, atau cuma sebatas teman ranjangnya, yang penting aku bisa memilikinya, oh mas Dicky.....gumam Raisa bermonolog dihatinya.


Dickypun menikmati guyuran shower di kamar mandi, ada rasa bersalah dihatinya karena sudah menghianati isterinya, tapi walau bagaimapun tidak dipungkirinya bahwa dia juga menikmati malam ini bersama Raisa.


Setengah jam kemudian dia keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang melingkar ditubuhnya.


"Hei, bersihkan diri kamu sana!" ucap Dicky pada Raisa yang masih asyik dengan selimutnya tanpa benang sehelaipun.


Raisa hanya tersenyum tanpa menjawab Dicky, dan kemudian mulai membersihkan dirinya di kamar mandi.


Setelah berpakaian rapi, Dickypun mulai menyalakan ponsel yang sengaja dia matikan tadi malam, dan dia melihat beberapa pesan dari Vivi dan juga beberapa panggilan tak terjawab.


Aku baik baik saja Vi, maaf semalam aku ketiduran di rumahnya Frans setelah main Ps sampai pagi dan aku akan segera pulang siang ini. Balas chat Dicky untuk Vivi melalui ponselnya.


"Mas apa kamu mau pulang sekarang?" tanya Raisa pada Dicky yang terlihat sudah rapi.


"Iya Raisa, aku harus pulang, isteriku dari semalam menghubungiku, dia mengkhawatirkanku karena sebelumnya aku tidak pernah tidak pulang kerumah." saut Dicky menjelaskan.


"Ya sudah tapi kamu janji ya kita pasti bertemu lagi." ucap Raisa yang bergelayut manja memeluk Dicky.


" Tentu saja." jawab Dicky sambil membalas pelukan Raisa.


"Ya sudah apa mau makan siang dulu?" tanya Raisa.


"Tidak sepertinya kita langsung pulang saja." saut Dicky.


"Ya sudah, ayo!" ajak Raisa yang langsung mereka pun keluar kamarnya dan langsung checkout dari hotel tersebut untuk selanjutnya ke cafe Ardi mengambil motor yang Dicky tinggalkan disana.


"Sampai jumpa ya mas." ucap Raisa yang mencium pipi kiri dan kanan Dicky.


"Sampai jumpa juga" saut Dicky yang segera memberikan kunci mobilnya setelah mereka sampai di parkiran cafenya Ardi.

__ADS_1


Dickypun melambaikan tangannya ketika mobil Raisa mulai beranjak pergi, tanpa dia sadari sedari tadi ada yang memperhatikannya di dalam cafe.


Bersambung....


__ADS_2