Sabar Yang Melampaui

Sabar Yang Melampaui
Kejadian tak terduga


__ADS_3

Tiga hari sudah Vivi tidak bekerja, hanya menghabiskan waktu bersama suaminya, bersantai dirumah, sesekali mereka jalan untuk mencari makan diluar atau hanya sekedar jalan jalan santai mencari camilan ringan untuk mereka bersantai sambil nonton televisi.


Klasik sih masalahnya adalah uang, setelah uang yang diberikan Reihan kemarin sudah mulai menipis dan juga tabungan yang sedikitpun ikut terkuras karena hanya diam dirumah, tapu kebutuhan makan dan juga lainnya harus terpenuhi, untuk itu Vivi harus mulai lagi bekerja didunia malam itu.


Dunia yang menyilaukan mata dengan sinarnya, sangat mudah sebenarnya untuk mencari uang disana, apalagi jika Vivi bisa dua vocher atau open BO. Hanya saja baginya apa yang dijalaninya sekarang sudah cukup, tidak perlu untuk menjual harga diri kepada para pria hidung belang itu.


"Mas, sekarang aku harus kerja lagi ya, aku cuma dikasi cuti 3 hari saja, dan hari malam ini aku harus mulai bekerja." ucap Vivi pada suaminya ketika mereka sedang menyantap makan siangnya.


"Sebenarnya aku masih kangen banget sama kamu, tapi apa boleh buat?" saut Dicky.


"Iya mas, kapan kapan kita bisa kan meluangkan waktu bersama kayak gini lagi, lagian uang aku uda habis mas, kalau aku ga kerja kita mau makan apa?" saut Vivi tersenyum sambil memegang tangan Dicky untuk menenangkannya.


"Ya uda nanti aku antar, sekalian aku juga ada janji dengan Sisca untuk membicarakan soal project cafenya malam ini." saut Dicky.


"Iya mas!" jawab Vivi.


*


Sore harinya mereka pun bersiap untuk pergi, Dicky mengantarkan Vivi ke tempat kerjanya dan setelah itu diapun langsung pergi meninggalkan tempat kerja Vivi.


Vivi pun segera masuk ke ruangan ladies untuk bersiap.


"Iyey, kemana aja, baru kerja lagi setelah sekian lama, honeymoon ya?" ceplos Cello.


"Honeymoon apanya..." saut Vivi tersenyum malu.


"Hai say," sapa mamih Rara yang kemudian cipika cipiki dengan Vivi.


"Hai, mih.." saut Vivi.


"Lama amat sih liburnya, banyak yang nanyain kamu tahu!" ucap mamih Rara.


"Iya aku perlu waktu bersama suamiku mih." jawab Vivi tersenyum.


"Ya sudah make up sana, bentar lagi pasti tamu tamu mulai pada berdatangan." saut mamih Rara.


"Ok mih." saut Vivi yang kemudian meninggalkan mamih Rara untuk berganti pakaian.


Satu jam menunggu akhirnya Vivi mendapatkan bokingan juga dari tamu.

__ADS_1


Kali ini dia dapat tamu para berondong, para pria yang masih muda mungkin anak kuliah atau baru lulus sma.


Di roomnya ada 3 orang tamu laki laki dan juga 3 orang ladies. Seperti biasa para ladies menuangkan minuman yang ada dimeja ke dalam gelasnya dan juga melayani tamu nya mau bernyanyi lagu apa.


Dua jam berlalu mereka berjalan seperti biasa, bernyanyi dan berjoget menikmati lagu dan irama music yang para tamu inginkan. Suasana berubah panas ketika para tamu sudah mulai mabuk, keadaan dimana mereka kehilangam setengah dari kesadarannya.


"Ayolah, kamu kenapa menolaku?" ucap tamu berondong yang kesal ketika Vivi menolak untuk dia cium.


"Maaf ya ga ada ciuman bibir." saut Vivi menolak secara lembut.


"Aku bayar deh, yuk ke toilet!" timpanya seraya merangkuk pundak Vivi dengan kasar.


"Eh sory ya aku ga bisa! Kalau mau kamu bisa boking ladies yang bisa BO" saut Vivi segera melepaskan tangannya dari pundaknya.


"Alah, kamu kan sama sama pe***r, jangan sok alim kamu!" saut laki laki itu yang mendorong tubuh Vivi sampai menabrak dinding room.


Laki laki itu mengunci tubuh Vivi dengan tangannya dan sudah merapatkan tubuhnya pada Vivi, dia juga mulai mencumbu leher Vivi dengan ganasnya.


"Lepasin! Kurang ajar! Lepasin!" teriak Vivi mencoba berontak melepaskan kukungan laki laki itu.


Vivipun berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan laki laki itu, akhirnya dia berhasil mendorong laki laki itu sampai dia terjatuh ke belakang.


Sontak terjatuhnya laki laki itu mengagetkan orang orang yang ada disana. Para tamu lain membantunya untuk bangun kembali dan mendudukannya di sofa.


"Dasar pe***r kurang ajar!" teriak laki laki itu geram.


"Eh kamu jangan kurang ajar ya, jangan mentang mentang aku pemandu lagu disini kamu bisa seenaknya!" teriak Vivi sudah emosi.


Para ladies yang disana segera menenangkan Vivi.


"Sudah Vi!" ucap Ika, salah satu ladies yang diboking bersama Vivi di ruangan itu.


"Dia kurang ajar, melecehkan aku ka!" saut Vivi mencoba menenangkan dirinya.


"Sudah sudah, ayo keluar!" saut Ika mencoba merangkul Vivi dan mengajaknya keluar room tersebut.


Ika kemudian mengajaknya ke ruangan ladies untuk menenangkan dirinya disana, setelah itu Ika pun kembali keruangannya karena masih harus menemani tamunya 1jam lagi.


Diruangan ladies masih ada para make up dan hair stylis yang memang bekerja sampai jam 12 malam, untuk mendandani para ladies yang sudah acak acakan karena pekerjaannya dan harus menerima tamu kembali.

__ADS_1


"Kenapa c Vero tuh, lemes banget." saut Cello yang bertanya pada Ika.


Ika pun menjelaskan kejadian yang dialami Vivi barusan.


"Ya ampun emang tuh brondong rese banget ya, kagak ada duit mau dilayani plus plus, jadinya gitu tuhhh!" saut Cello yang geram dengan khas feminimnya walaupun emosi.


"Sabar ya say!" timpa nya menenangkan Vivi.


Mamih Rara yang baru saja mau istirahat ke ruangan ladiespun dibuat heran karena Vivi yang sudah ada diruangan tersebut padahal jam bokingnya belum selesai.


"Ver, ko kamu disini sih!" ucap mamih Rara yang kemudian duduk disamping Vivi yang dandanannya sudah berantakan.


Vivi tak kuasa membendung air matanya lagi, dia berusaha kuat didepan orang tadi padahal dia sebenarnya lemah dan tak menduga sebelumnya kejadian ini akan menimpa dirinya. Dia seketika syok mendapatkan pelecehan yang dilakukan oleh tamunya yang memaksanya.


"Maaf mamihh.." Vivi hanya bisa mengucapkan kata itu dan kemudian memeluk mamih Rara sambil menangis sesegukan.


Mamih Rara hanya mengusap punggung Vivi tanpa bertanya, dia membiarkan Vivi meluapkan kesedihannya.


"Ada apa Vero sayang?" tanya mamih Rara menghapus air mata Vivi, setelah tangis Vivi mereda.


"Aku tadi dilecehkan tamuku mih di room, dia memaksaku untuk melayaninya di toilet." saut Vivu lirih.


"Ya ampun Ver..trus gimana?" saut mamih menekan nada suaranya geram.


"Aku berhasil mendorongnya mih sampai dia terjatuh, kemudian aku diantar Ika kesini tadi." timpa Vivi.


Mamih Rara memang seorang yang menyediakan para ladies di sana untuk menemani para tamu, tapi dia sangat menghargai bahwa tidak setiap ladies mau open BO terhadap tamunya.


"Kayaknya aku ga bisa kesana lagi mih, aku masih takut!" saut Vivi.


"Ya sudah biar mamih yang menyelesaikanya, kamu tenang aja, sebaiknya kamu rapikan dulu diri kamu, dan beristirahat disini." saut mamih Rara.


"Iya, makasi mih." saut Vivi tersenyum.


Kemudian mamih Rara pergi meninggalkan Vivi di ruangan ladies untuk kemudian menyelesaikan masalah dengan tamu yang sudah memboking Vivi.


Di ruangan ladies Vivi segera merapikan kembali dandanannya dibantu Cello karena dia harus kembali menerima tamu, karena tamu yang sebelumnya tidak memberi uang tips malah mendapatkan hal yang tidak diinginkan oleh Vivi.


Mudah mudahan kejadian tadi tidak pernah aku alami lagi, semoga tamu yang lainnya baik padaku, bathun Vivi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2