
Vivi sudah kembali ke rumah sepulang kantor, dia sengaja tidak mampir kemanapun karena ingin langsung menemui suaminya, yang pagi tadi keluar rumah dalam keadaan emosi terhadapnya, dia ingin meminta maaf. Tapi ternyata suaminya belum pulang ke rumah, alhasil dia cepat cepat membersihkan dirinya dan kemudian mencari bahan masakan yang biasanya sudah dia stok di dalam kulkas.
Vivi memasak makanan kesukaan Dicky, berharap suaminya itu akan pulang cepat, dan bisa memaafkannya atas kesalahannya tadi pagi.
Dia menghabiskan waktu nya dengan membaca novel online, karena merasa bosan dengan acara televisi, sore sudah berganti menjadi malam, jam 9 malam ternyata Dicky belum juga pulang ke rumah, karena lelah Vivi akhirnya memutuskan untuk tidur.
Dia mencoba menghubungi Dicky lewat ponselnya, tapi tidak aktif, mengirimkan pesan juga hanya centang satu.
Ya sudahlah mungkin mas Dicky memang masih marah sama aku, dan dia tidak akan pulang ke rumah, lagipula aku sudah ngantuk, bathin Vivi.
*
"Sayang, kenapa kamu tidak ceraikan saja isteri kamu?" ucap Raisa sesaat mereka telah melakukan hubungan suami isteri di apartemen milik Raisa.
Dicky hanya diam, tidak menjawab pertanyaan dari Raisa. Sore itu selepas dari cafe nya Ardi, Raisa merayunya untuk pulang ke apartemen miliknya.
"Sayang kok kamu diam?" timpa Raisa kemudian.
"Entahlah aku juga bingung, terkadang aku tiba tiba sangat membencinya, tapi aku juga takut kehilangan dia lagi." sautnya.
"Mungkin kamu sangat mencintainya, makanya kamu tidak bisa menceraikannya!"
"Lalu apa kamu mencintaiku? atau hubungan kita hanya sebatas ranjang saja?" tanya Raisa kemudian.
Dicky menghembuskan nafasnya kasar, lalu dia bilang "tentu saja aku juga mencintaimu Raisa ku sayang..!" jawab Dicky sambil mencium pipi Raisa dengan gemasnya.
"Sudah kamu tidur, istirahat, besok kan kita harus ngantor!" ucap Dicky kemudian.
"Ahhh...sayang satu ronde lagi ya!!!" pintanya sambil merengek manja.
__ADS_1
Dicky selalu tidak kuat dengan godaan Raisa, entahlah dia memang pandai ketika sedang bermain di atas ranjang.
Raisa yang langsung ******* bibir Dicky, dia tidak bisa menolaknya, Raisa ******* rakus bibirnya dan juga sentuhan sentuhan tangannya, tentu saja membuat sosis itu kembali menegang.
Setelah puas dengan bibirnya, Raisa langsung ******* rakus sosis nya, memainkannya dengan lidahnya, yang membuat Dicky mengerang seketika karena sentuhan lidah nya. Deru nafas Dicky pun semakin menggebu saat Raisa mempermainkan kepala sosis nya.
"Ah, sayang!"ucap Dicky dengan mata yang sudah sendu.
Raisa memang pintar bermain di atas ranjang, tak heran kalau Dicky nyaman bisa berhubungan dengannya.
Setelah puas memainkan sosisnya, Raisa kemudian langsung memasukan roti lapis miliknya ke sosis itu, dia kemudian bersuara merdu melepas keinginannya, dia mulai menguasai permainan itu, mulai bergoyang perlahan, sesuai irama kebahagiannya kala itu, dan Dicky pun tak kalah mengeluarkan suara suara merdu pada malam itu, mengimbangi lawan mainnya dalam aktivitas ranjangnya.
"Mas Dicky sayang..!" rintihnya kala dia merasakan pelepasnya.
Raisa mulai merasa lemas dan pegal karena dia yang berpacu cepat menunggangi lawan main nya, akhirnya dia menyerah dan merebahkan dirinya diatas ranjang.
Dicky tersenyum puas melihat lawan mainnya kala itu sudah terkulai lemas tak berdaya dihadapannya, padahal dia masih jauh untuk pelepasannya.
Dicky pun mulai berpacu, menghentakan pinggulnya begitu lama begitu dalam, dan beberapa menit kemudian dia sampai pada putihnya, dan langsung terkulai lemas di samping tubuh Raisa, mereka sama sama tidak dalam sehelai benangpun akhirnya tertidur karena sama sama merasa lelah.
*
Keesokan paginya, Vivi belum juga mendapati suaminya pulang ke rumah, sudah kebiasaan Dicky kalau sedang bertengkar lebih memilih untuk tidak bertemu dahulu dengan Vivi, bedanya kalau dulu dia paling hanya menginap di rumah Frans, sahabatnya, tapi sekarang dia tidak pulang sudah pasti bermalam dengan kekasihnya.
Dengan rasa malas, Vivi bersiap ke kantornya, meninggalkan masakan yang telah di masak nya tadi malam, dia juga tidak berselera untuk sekedar sarapan pagi apalagi untuk memakan makanan yang dia masak itu.
Dia juga sedikit mempunyai perasaan yang aneh saat dia pergi ke kantor, rasa malas yang berlebihan, yang membuatnya tidak ingin pergi ke kantor pagi itu, namun karena dia belum ada satu bulan bekerja di sana dia tidak ingin bolos bekerja.
Dia memesan ojek online seperti biasa ketika hendak ke kantor, suasana jalan pun terlihat ramai lancar, tidak seperti biasa nya selalu macet.
__ADS_1
Brakkkk....
Tiba tiba motor ojek online yang dikendarai Vivi seketika menabrak mobil yang ada didepannya, karena mobil itu belok mendadak sang sopir tidak sempat mengerem kendaraannya.
Alhasil saat itu Vivi terhempas ke trotoar pinggir jalan, helm yang dia pakai pun sampai terlempar. Ramai orang berdatangan untuk menolong ke dua orang itu yang sama sama tak sadarkan diri, dan ada pula yang hanya menonton dan membuat video nya untuk disebarkan ke media sosial.
Akhirnya salah seorang dari mereka ada yang memanggil ambulance, sebelum menunggu ambulance datang Vivi dan sopir ojek online itu di bawa ke pinggir jalan untuk diamankan, karena kecelakaan itu membuat suasana jalan menjadi macet.
Beberapa menit kemudian ambulance datang,
Vivi yang tak sadarkan diri karena mengalami luka yang cukup serius dibagian depan kepala nya, langsung di angkat menuju tandu ambulance tersebut dan kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat.
Karena kedua pasien tidak sadarkan diri, para perawat di sana mencoba menghubungi nomer ponsel keluarga korban, nomer terakhir yang dihubungi Vivi kemarin malam adalah nomer suaminya, tapi ternyata nomer ponsel tersebut tidak aktif, dan yang terakhir menghubunginya yaitu nomer ponsel Reihan, yang di save Vivi masih dengan nama Nita, sore hari Reihan menelepon apa Vivi sudah sampai ke rumah apa belum, padahal kemarin Reihan hendak membawa Vivi untuk makan malam, tapi ternyata Vivi memilih untuk pulang ke rumahnya dan menolak ajakan Reihan sore itu.
"Selamat pagi, saya dari Rumah Sakit HS Bandung, maaf saya mendapatkan nomer ponsel ini dari seseorang bernama Vivi, nomer ponsel ini adalah nomer yang terakhir kali menghubunginya?" tanya seorang perawat melalui sambungan teleponnya.
Reihan masih di rumah saat ponselnya berdering dari nomer tak dikenalnya, dia penasaran kemudian mengangkat panggilan teleponnya.
Deggg...
Jantung Reihan berdetak dengan kencangnya mendengar nama Vivi dan Rumah Sakit pagi itu saat di hubungi ke nomer ponselnya tersebut.
"Pagi, ada apa ya? saut Reihan
"Sodari Vivi pagi ini mengalami kecelakaan dijalan Z dan sekarang belum sadarkan diri sedang kami tangani di ruangan ICU Pak!"
Seketika jantung Reihan bagaikan tertusuk duri tajam, seolah berhenti berdetak mendengar Vivi kecelakaan dan tidak sadarkan diri, tanpa sadar dia langsung bergerak cepat melajukan kendaraannya ke Rumah Sakit yang dituju.
Bersambung...
__ADS_1