
*flash back on*
"Mas, boleh pesan minuman biasa?" tanya Vivi pada Reihan yang sedang menikmati rokok nya.
"Tapi sayang kamu kan baru pulih, lagi pula besok kamu kan harus ngantor!" saut Reihan.
"Aku uda gak apa apa kok mas, mas ga usah khawatir ya! boleh ya?" rengek Vivi manja pada Reihan sambil menyandarkan kepalanya di bahu Reihan.
"Ya sudah, tapi jangan salahkan aku kalau sampai kamu kenapa napa ya!" saut Reihan tersenyum smirk.
"Iya mas, iya!" saut Vivi.
Vivi pun keluar ruangan untuk mencari waiters untuk memesan minuman nya.
"Mas, aku mau yang biasa ya! kacang edamame nya satu porsi sama onion rings nya satu ya! terus orange jus nya satu, sama rokok nya sa*purna menthol ya" ucap Vivi pada waiters itu.
Vivi memesan satu botol minuman beralkohol dengan merk ternama "mar*el". Dia memang cocok minum whi*key itu daripada harus minum vo*ka yang terasa lebih strong untuknya.
"Iya mbak Vi, sebentar saya pesankan ya!" saut waiters itu.
Mereka sudah memanggil Vivi dengan namanya bukan dengan nya Vero lagi, karena Vivi yang menginginkan untuk mereka disana memanggil namanya Vivi bukan Vero.
Beberapa menit kemudian minuman yang dia pesan datang bersama camilan yang dia pesan. Vivi pun kemudian mulai menikmati semua makanan dan minuman nya di meja.
Vivi sudah tidak canggung lagi pada Reihan, seperti saat dia bekerja, dia melayani Reihan dengan baik, menuangkan minuman nya, sesekali Vivi menyuapi cemilan ke mulut Reihan. Reihan pun menikmati nya dengan senang hati.
Sekarang Vivi juga sudah tidak sedih lagi tentang suami nya Dicky, dia merasa lebih baik dengan Reihan, Vivi juga sedang malas membicarakan nya, dia hanya ingin menikmati malam ini bersama Reihan untuk menghilangkan rasa suntuk dan sakit hati nya.
"Kamu terlihat bahagia sekali malam ini sayang." ucap Reihan yang membelai pipi nya.
"Iya dong harus, apalagi sekarang aku mendapat kebahagian dari kamu!" saut nya
Vivi tersenyum sambil mengalungkan tangan di leher Reihan. Reihan mencium kening Vivi dengan lembut.
"Terima kasih karena mau menerima cintaku!" ucap nya.
__ADS_1
"Aku yang berterima kasih pada mu mas, karena kamu sudah hadir dalam hidupku bak malaikat penolongku!" saut Vivi tersenyum.
Tak lama suara ketukan pintu membuyarkan ketenangan mereka.
"Selamat malam, maaf mengganggu!" saut Mami Rara menghampiri kedua insan yang tengah mesra itu.
"Malam mi." mereka menjawabnya dengan kompak, dan Vivi pun melepaskan tangan nya dari Reihan kemudian beralih memeluk mami yang pernah menjadi bunda nya itu.
Mami Rara selalu senang kalau Vivi dan Reihan datang karena dari mereka Mami Rara bisa mendapatkan cuan yang lumayan, juga anak anak waiters dan lainnya, Reihan memang orang yang termasuk tidak pelit, dia selalu memberikan uang tips untuk para pekerja di karaoke itu, tak heran kalau para pekerja di sana sudah mengenal Reihan dan Vivi. Tak sedikit juga teman Vivi sesama pemandu lagu dulu iri sama Vivi karena bisa merubah keadaan nya dengan mantan tamu nya itu.
"Yuk sini Mi, biasa temenin kita minum ya!" ucap Reihan.
"Siap bos!" saut Mami Rara.
Kemudian Mami Rara pun menemani mereka minum dan sesekali bernyanyi menghibur mereka.
"Ayo Mi minum ini kita lagi rayain nih hari jadian kita berdua!" ucap Reihan sambil memeluk mesra Vivi dari belakang.
"What?? aslinya?" saut Mami.
"Apaaan sih mas, kayak abg aja pake jadian segala!" saut Vivi terkekeh.
"Apa tuh mih puber ke dua?" tanya Reihan heran sambil tersenyum
"Ya puber ke dua mas, maksudnya buat orang orang yang udah menikah tapi jatuh cinta pada yang lain, ya macam kalian ini lah!" saut Mami Rara tertawa.
Vivi dan Reihan pun tertawa mendengar kata kata dari Mami, mereka memang sudah tidak peduli orang lain mau berkata apa. Apalagi cuma ledekan dari Mami Rara yang memang betul kejadian nya seperti itu.
"Ni engga asyik nih kalau cuma bertiga , Mami cuma jadi kamcong aja! boleh panggil anak anak ga?" timpa Mami Rara
"Iya Mi, mas boleh boking Salsa sama Risma ga?" tanya Vivi pada Reihan yang masih memeluknya erat.
"Terserah kamu sayang!" saut Reihan mencium pipinya
"Mi panggil Cello mih, aku kangen deh sama dia! sama aku boking Salsa sama Risma ya!" saut Vivi.
__ADS_1
"Ok say, nanti Mami nyuruh anak panggilin Cello, Salsa sama Riama ya!"
Mami Rara keluar untuk menyuruh waiters memanggilkan Cello, Salsa dan Risma.
Beberapa menit kemudian mereka datang ke room yang di boking Vivi.
"Malam say., " sapa Cello yang baru datang langsung menyambar ke pelukan Vivi dan cipika cipiki dengan nya.
Cello tidak perduli melihat Reihan yang kaget karena harus melepas pelukannya.
"Malam beb, apa kabar?" saut Vivi.
"Baik say, kamu cantik banget deh! malam bos Reihan!" sapa Cello kemudian menyapa Reihan yang berada di samping Vivi.
"Malam!" jawab Reihan tersenyum ramah.
"Maaf tadi harus melepas pelukannya!" ledek Cello menutup mulut nya alay.
Hal yang dilakukan Risma dan Salsa sama seperti apa yang dilakukan Cello, cipika cipiki bergantiam pada Vivi. Mereka pun duduk di sofa dan mulai menikmati dentuman musik dan minuman minuman yang sudah tersedia di meja, bagi yang mau pesan yang lain juga mereka di bebaskan oleh Reihan.
"Hei kalian disini untuk menghibur Bos Reihan dan Vivi ya! bukan cuma minum doang! saut Mami Rara!" teriak Mami Rara.
"Siap Mi..!!" saut mereka kompak.
Kemudian mereka pun bergantian bernyanyi untuk menghibur Vivi dan Reihan, walaupun suara mereka pas pasan tapi cukup menghibur Vivi dan Reihan di room nya.
"Bagai mana sayang kamu senang?" tanya Reihan.
"Aku senang banget mas, makasih ya!" saut Vivi memeluk Reihan.
Malam itu mereka bersenang senang dengan dentuman suara keras di ruangan tersebut dan juga minuman beralkohol yang membuat mereka setengah sadar.
Bersambung...
Gimana kelanjutan kisah Vivi dan Reihan ya? apa akan berakhir di ranjang?
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya ya..!! jangan lupa like komen dan vote nya ya readers..
Terima kasih banyak..