Sang Pemulung Kaya

Sang Pemulung Kaya
Bab 21. Bahagia Ketika Membahagiakan


__ADS_3

Andi sampai di depan Rusun 10 Lantai, Rumah susun satu-satunya di Pantai Utara, yang memang khusus dibangun Untuk para karyawan yang bekerja di perusahaan milik Gangs Srigala Bulan.


"Jangan dulu turun dari mobil" Ucap Andi pada Maya tanpa penjelasan.


Walaupun tak mengerti dengan maksud Andi, Maya tetap menuruti perintahnya.


Andi pun menelepon pak Roy, Orang yang pernah membantu Andi ketika membeli rumah pertamanya, yang bekerja di perusahaan properti paling elit di kota ini.


"Halo pak Roy, selamat malam,, Saya Andi,, bila bapak masih ingat" Ucap Andi mengingatkan.


"Tentu mas,, saya pasti ingat semua pelanggan saya. Ada yang bisa saya bantu mas?" Tanya Pak Roy.


"Saya hanya ingin bertanya pak, bapak punya kenalan pengacara hebat untuk mengurus sebuah urusan hukum dalam Perihal kontrak perjanjian hutang?" Tanya Andi menjelaskan.


"Mungkin di perusahaan bapak,, ada pengacara hebat yang bisa bapak rekomendasi kan pada saya,, untuk mengurus masalah seperti itu?" Lanjut Andi menjelaskan maksudnya menelepon Pak Roy.


"Sebenarnya ada mas,, tapi sekarang saya sudah tak bekerja di Perusahaan Mahakam Group lagi,, ada sedikit masalah yang membuat saya harus resign dari sana."Jawab Pak Roy menjelaskan keadaannya sekarang.


"Tapi hubungan saya dengan Divisi Bidang Hukum di sana masih terjalin baik mas,, mereka masih bisa saya pinta bantuannya,, selama harganya cocok pak" lanjut pak Roy langsung membicarakan uang.


Pak Roy sebenarnya sangat malu berbicara seperti itu,, tapi saat ini,, dia sedang sangat butuh sekali uang untuk biaya hidupnya. Peluang apapun yang kira-kira bisa menghasilkan uang, akan dia ambil.


"Soal uang itu mudah untuk saya pak,, tapi urusan yang sedang saya hadapi sekarang adalah dengan Gang dari Klan Srigala Bulan" Ucap Andi pada Pak Roy.


Pak Roy sempat terdiam sejenak ketika mendengar urusan ini dengan Klan Srigala.


"Selama uangnya cukup,, urusan dengan siapa pun tak ada masalah mas" Jawabnya meyakinkan.


"Saya ingin pengacara hebat yang bapak sebutkan tadi,, apakah dia bisa membereskan masalah malam ini juga?" Pinta Andi pada pak Roy.


"Bapak bicarakan saja dulu dengannya,, bila dia sudah membuka harga,, bapak hubungi saya lagi" Ucap Andi tegas.


"Siap mas,, mohon tunggu sebentar. Saya akan mengabari orang itu" Jawab Pak Roy mengakhiri hubungan telponnya.


"Ibumu tinggal dengan siapa, bila kak Maya sedang bekerja?" Tanya Andi sesaat dia mengakhiri pembicaraannya dengan Pak Roy.


"Dengan mbok Yani,, dia pembantu rumah tangga keluarga ku, walaupun kami sedang dalam keadaan seperti ini,, dia tetap ingin mengikuti kami, walaupun aku sudah tak bisa menggaji" Jawab Maya menjelaskan pembantu setianya itu.


"Ayahmu dimana sekarang?" Lanjut tanya Andi pada Maya.

__ADS_1


"Ayahku harus bekerja di restoran miliknya sendiri,, layaknya tawanan, bahkan tak diizinkan menengok keluarganya sepanjang hutangnya belum lunas" Ucap Maya terlihat sedih kembali.


"Kita sebentar lagi,, menunggu dalam mobil. Semoga semua masalah keluarga kak Maya bisa selesai malam ini juga" Ucap Andi asal.


"Maksud Bapak bagaimana?" Tanya Maya benar-benar tak mengerti dengan maksud ucapannya Andi.


"Kita tunggu saja sebentar lagi" Ujar Andi menjawab kebingungan Maya.


Benar saja, smartphone milik Andi pun berdering,, terlihat pak Roy menelepon.


"Iya pak,, bagaimana?" Tanya Andi langsung.


"Dia bersedia mas,, asal mas mau membayarnya 2 Miliar" Ucap Pak Roy memberi tahukan keinginan sang pengacara.


"Baiklah akan saya kirim ke rekening Pak Roy. Kirimkan saja rekening Bapak " Pinta Andi pada pak Roy tak banyak pikir.


"Iya mas,, sebentar saya kirimkan" Jawab pak Roy.


Andi pun langsung mengirimkan uang ke rekening Pak Roy sebanyak 3 miliar.


Smartphone milik Andi pun kembali berdering.


"Kenapa mas,, mentransfer 3 miliar?" Tanya pak Roy terlihat terbata-bata, karena dia tak pernah menyangka bahwa Andi benar-benar mengirimkan uang tersebut. Bahkan melebihi jumlah yang dia sebutkan.


"Itu upah untuk bapak,, karena sudah bersedia membantu saya pak" Jawab Andi asal.


"Tapi, ini terlalu banyak mas" Jawab Pak Roy tak mengerti.


"Sudahlah pak terima saja. Lebih baik, bapak dan teman pengacara bapak cepat datang ke sini. Untuk mengurus semua hal yang saya minta sebelumnya" Ucap Andi tak mau bertele-tele.


"Iya mas,, saya dengan pak Raihan ke sana sekarang" Jawab pak Roy menyebutkan nama sang pengacara.


"Ok.. saya tunggu" jawab Andi singkat.


Maya hanya terdiam tak mengerti dengan semua pembicaraan Andi dengan orang dibalik telepon.


Maya tak pernah menyangka, bila semua yang dilakukan Andi malam ini adalah untuk menyelesaikan masalah keluarganya.


***

__ADS_1


"Mas,, saya sudah ada di lokasi sekitar rusun. Posisi mas di mana?" Tanya pak Roy yang ternyata sudah sampai di sekitar lokasinya.


"Saya tepat di parkiran depan Rusun. Bapak dan pak Raihan, langsung saja ke sini" Pinta Andi pada pak Roy.


"Iya mas,, saya segera datang" Jawab pak Roy cepat.


Andi dan Maya keluar dari mobil,, setelah melihat mobil yang membawa Pak Roy telah datang. Hanya saja, pak Roy datang dengan beberapa orang lainnya yang terlihat seperti dari pihak militer negara ini, bila melihat dari pakaian yang mereka kenakan.


"Melihat Andi dari jauh melambaikan tangan, Pak Roy pun menghampirinya.


"Selamat malam mas,," Sapa Pak Roy terlihat sopan.


Andi pun diperkenalkan dengan semua orang yang dibawa oleh pak Roy malam ini.


"Seperti itu mas, kenapa malam ini saya melibatkan pihak militer untuk menyelesaikan masalah ini." Ucap Pak Raihan menjelaskan kenapa dirinya melibatkan pihak militer dalam penyelesaian masalah ini.


Karena di dunia gangster, perjanjian akan bisa dipegang hasil kesepakatannya. Bila disaksikan oleh kelompok yang punya kekuatan yang setingkat atau lebih tinggi dengan kekuatan mereka.


Dalam kasus ini, pak Raihan memilih militer karena Zona Utara terkenal dengan petarungnya yang terkenal hebat-hebat. Maka pak Raihan pun harus memilih pihak yang setara dalam kemampuan kekuatan bertarung.


"Tenang mas,, kami di sini hanya untuk ikut mengamankan proses perjanjian yang akan di sepakati oleh kedua pihak" Ucap Letda. Kosman menjelaskan kapasitas dirinya dalam Masalah ini.


"Terimakasih banyak letnan,, anda sudah bersedia hadir untuk membantu saya malam ini" Ucap Andi sopan.


"Sebelum itu, saya perlu memahami detail permasalahannya dulu. Supaya saya bisa membuatkan perjanjian yang tak akan merugikan kita di kemudian hari" Pinta pak Raihan pada Andi.


Andi meminta pak Raihan untuk membicarakan dengan Maya langsung, supaya penjelasannya lebih jelas.


Tak kurang setengah jam, Pak Raihan menggali informasi dari Maya tentang Masalah keluarganya ini.


"Ini masalah mudah mas, tenang saja mas. Saya akan membereska Masalah ini secepatnya " Ujar Pak Raihan seolah meremehkan Kelompok Srigala Bulan.


"Mohon bantuannya pak" Ucap Andi pada pak Raihan.


Mereka semua pun berangkat menuju basecamp Gangster Zona Utara,, Andi pun mengikuti mereka di belakang mobil pak Raihan dan Letda. Kosman.


"Tenang saja kak,, masalah ini aku jamin akan selesai malam ini juga." Ujar Andi meyakinkan Maya.


"Terimakasih tuan,, kenapa tuan mau repot-repot membantu masalah keluarga saya?" Tanya Maya terharu.

__ADS_1


"Aku hanya ingin merasakan bahagia ketika bisa membahagiakan " Jawabnya asal.


__ADS_2