Sang Pemulung Kaya

Sang Pemulung Kaya
Bab 51. Bruno Vs Lonceng Emas


__ADS_3

"Seharusnya, kamu cari informasi dulu, jika ingin berurusan dengan orang lain" Ucap Andi asal.


"Dan juga, seharusnya kamu berlatih lebih giat lagi terlebih dahulu, sebelum berpikir untuk mengalahkan ku " Lanjut Andi semakin memprovokasi Bruno.


Bruno terlihat sangat marah, juga ragu dengan provokasi Andi ini.


"Ku sarankan, sekarang kamu pulang saja. Dari pada kita saling melukai tanpa alasan tak jelas seperti ini." Ucap Andi berlagak takut.


Andi berharap, semoga Bruno berpikir jika sikapnya yang seperti sekarang ini, diartikan oleh Bruno, sebagai sikap Andi yang sedang merasa ragu dan takut.


Benar saja, Bruno langsung menyerang Andi tanpa ragu.


Untungnya, Bruno masih menyerang Andi dengan jurus sebelumnya.


Andi sengaja berdiam diri seperti sebelumnya.


Tapi bedanya saat ini, Andi mencoba menahan pukulan Bruno dengan kedua tangannya.


Karena, Andi masih trauma dengan rasa sakit yang saat ini pun masih belum hilang.


"Trakkkk"


Suara kepalan tangan Bruno beradu dengan punggung tangan milik Andi.


Dan tubuh Andi pun terdorong mundur sejauh 10 meter.


[Ding]


"5000 Kg, Damage yang diterima" Info Sistem.


[Ding]


"Skill Genta Emas berhasil diaktifkan" Info Sistem.


"Terimakasih kasih Bruno" Gumam Andi, berterimakasih pada musuhnya sendiri.


Memang terkadang seorang musuh lah, yang menjadikan diri seseorang berubah menjadi seorang yang hebat.


***


~Kantor Zona Utara~


"Halo, ada apa ?" Tanya Beny pada anak buahnya yang tadi menelpon Dirinya.


"Baiklah, aku segera ke sana" Jawab Beny setelah mendengar kabar yang di sampaikan oleh anak buahnya.


"Bruno Brengsek. Aku akan membunuhmu jika, anak itu sampai terluka" Gumam Beny kesal.


"Siapkan mobil, dan bawa beberapa Tim Serbu." Perintah Beny pada dua orang yang selalu mengikuti di belakang punggungnya.


"Baik tuan, laksanakan" Jawab dua orang itu, sembari pergi meninggalkan Beny sendirian di ruangan.

__ADS_1


***


Bruno tak membiarkan Andi setelah pukulan pertamanya itu, dia langsung menyusulnya dengan pukulan berikut nya.


Bruno tak tahu, jika Andi yang dia serang sekarang, bukanlah anak muda seperti sebelumnya.


Bruno tak mengetahui jika Skill Lonceng Emas milik Andi, sudah bisa di gunakan oleh Andi saat ini.


Sesaat sebelum pukulan kedua Bruno dia arahkan ke area dadanya Andi. Sebuah lonceng berwarna perak dengan sedikit percikan warna emas, seolah-olah terlihat seperti api mengelilingi tubuh Andi saat ini.


[Dertttttt]


Suara pukulan Bruno beradu dengan Pelindung lonceng emas yang mengelilingi tubuh Andi saat ini.


Tangan Bruno terasa sedang diparut oleh sesuatu yang tak dikenalnya, tapi, yang pasti rasanya sangat sakit.


Ketika Bruno mulai tak tahan dengan rasa sakit itu, dia bermaksud untuk menarik tangannya dari serangan menyakitkan yang di timbulkan dari putaran lonceng emas ini.


"Kenapa tanganku tak bisa ditarik?" Batin Bruno kaget, dan mulai khawatir.


Dia tersadar, ternyata anak ini memang menjebaknya selama ini. Andi pura-pura takut padanya, untuk mempermainkan dirinya, pikir Bruno saat ini.


Semakin Bruno ingin menarik tangannya, semakin berubah warna lonceng ini, dari warna perak berubah menjadi warna keemasan yang lebih bersinar seperti api menyala-nyala.


Tak lama setelah warnanya berubah, tangan Bruno pun tersedot melawati lonceng emas ini seolah berhasil menembus pertahanan lonceng ini.


Setelah tangan Bruno melesak masuk ke lubang lonceng, yang seperti sebuah lubang yang mencengkram dengan sangat kuat.


Bruno terombang-ambing ke kiri dan ke kanan mengikuti gerakan putaran lonceng emas ini.


Yang pada akhirnya, tubuhnya sudah terlalu lemah mengikuti gerakan random dari lonceng ini.


Mau tak mau, akhirnya Bruno jatuh, lalu terseret ke kanan ke kiri tanpa bisa melakukan apa-apa.


Bruno terlihat pasrah, hanya teriakan tak jelas yang keluar dari mulutnya.


Padahal, Bruno hanya terseret ke kanan dan kiri saja, tapi seolah semua gerakan ke kanan ke kiri dari lonceng menimbulkan rasa sakit yang sangat menyakitkan, untuk orang yang sedang terjebak dalam cengkeraman lubang lonceng ini.


Andi hanya bisa melihat musuh yang tadi terlihat hebat dan terkesan sangat kejam.


Saat ini, terlihat seperti seseorang yang sangat menyedihkan.


[Ding]


"Target musuh, semua pembuluh darahnya telah terkunci oleh jurus ini. Apakah user ingin memecahkan semua pembuluh darah intinya?" Tanya sistem.


Andi baru sadar, ternyata Skill pertahanan lonceng emas ini, bukan hanya Skill pertahanan. Bahkan ternyata bisa dipakai untuk menghancurkan lawan, ke tingkat kelumpuhan yang sangat parah.


"Tidak usah" Jawab Andi, tak mau sembrono mengambil keputusan. Andi bukan takut terhadap Bruno, tapi khawatir, ternyata Bruno adalah seorang tuan muda sombong di sebuah keluarga besar ataupun klan besar.


Setelah Andi menolak tawaran sistem, lonceng itu pun memutar semakin kencang, dan mulai membuat tubuh Bruno yang tadinya terseret, mulai menjadi melayang karena putaran satu arah yang semakin kencang.

__ADS_1


Dan ketika putaran lonceng di titik konstan melayangkan tubuh Bruno seperti gangsing.


Cengkraman lonceng ke tangan Bruno pun Mendadak terlepas.


Bisa dibayangkan seberapa kencang tubuh Bruno akan terlempar.


Tubuh Bruno melesat ke arah mobil-mobil yang dikendarai olehnya dan anak buahnya.


[Duarrrrr]


Suara tubuh Bruno menabrak mobilnya yang membuat mobil kuat tersebut, tidak dalam kondisi baik-baik saja, karena tertabrak oleh tubuh Bruno barusan.


Para anak buahnya yang masih tersadar, dalam keadaan ketakutan melihat benturan kencang yang disebabkan oleh tubuh Bosnya ini.


Mereka pun langsung mendekati tubuh Bosnya, yang sepertinya tulang di tubuhnya sudah banyak yang patah di beberapa bagian tubuhnya.


"Bos kamu tidak apa-apa?" Ucap anak buahnya, menanyakan pertanyaan bodoh yang akan membuat dirinya mati, jika seandainya Bosnya bisa bergerak untuk membunuhnya.


"Panggil ambulan" Ucap Andi, mengingatkan anak buah orang yang belum dikenalnya ini.


"Kalian masih ingin melawanku?"Tanya Andi pada anak buahnya Bruno yang masih terlihat berjaga-jaga menjaga tubuh Bosnya ini.


"Tidak tuan, Maafkan kami" Ucap salah satu pengawal senior di antara pengawal yang dibawa Bruno.


"Baiklah, aku akan pergi sekarang" Ucap Andi.


"Silahkan tuan, hati-hati di jalan" Jawab orang tersebut, sangat sopan seolah Andi adalah seorang tamu yang pantas untuk dihormati.


Padahal, Andi memukuli Bosnya sendiri di depan mata mereka sebelumnya.


"Ayo Bu, kita lanjutkan perjalanan penting kita.


" Ujar Andi sesaat setelah duduk didepan kemudi.


"Kamu tak apa-apa kan ndi?" Tanya Bu Syifa khawatir.


"Tidak apa-apa Bu" Jawab Andi, malah seolah tak terlihat ada sedikit pun rasa sakit yang dirasakannya saat ini.


Padahal Bu Syifa melihat dengan mata kepalanya sendiri, jika Anda terpental dan terpelanting cukup keras dan cukup jauh. Dan Bu Syifa sangat yakin, itu semua akan sangat menyakitkan.


Bu Syifa melihat dan memperhatikan seluruh tubuh muridnya ini, lalu terhenti di pandangan ketika memperhatikan wajah Andi.


"Kenapa?" Tanya Andi salah tingkah, karena Bu Syifa melihat wajahnya dengan pandangan sendu nya.


Bu Syifa tak menjawab kebingungan Andi. Bu Syifa malah menghambur ke arah tubuh Andi, lalu mulai mencium bibir Andi.


Ini pertama kalinya, Bu Syifa mencium Andi dengan inisiatif nya sendiri.


Andi cukup kaget, walaupun tak lama, karena hal ini lah yang selalu diinginkan Andi pada diri Bu Syifa. Ini menunjukkan, jika Andi sudah masuk ke dalam hatinya Bu Syifa.


Karena Bu Syifa tak terlihat ingin menghentikan ciumannya ini, Andi dengan Percaya dirinya, membalas semua perlakuan gurunya ini, dengan semua anggota tubuhnya yang lain, yang hampir saja, kejadian sebelumnya terjadi lagi.

__ADS_1


__ADS_2