Sang Pemulung Kaya

Sang Pemulung Kaya
Bab 28. Tidak Semua Orang itu Jahat #1


__ADS_3

"Maafkan aku salsa" Gumam Andi lirih sambil memandang wajah salsa yang sedang terbaring pulas.


"Aku hanya belum mengerti bagaimana cara untuk dicintai olehmu. Aku hanya ingin kalian menurut dan mengikuti semua yang ku inginkan tanpa mempertanyakan nya. " Batin Andi ingin semua orang yang ada dibawah kebaikannya menuruti semua keinginan dirinya tanpa syarat.


Pemikiran seperti itu, menunjukkan bahwa Andi memang belum dewasa. Dia belum paham bagaimana caranya me-manage kebaikan supaya melahirkan kebaikan yang lebih besar.


Andi masih menganggap kebaikan akan menaklukkan semua hati setiap orang. Mungkin benar, tapi konteks kejadiannya tidak akan selalu memberikan efek positif seperti itu.


Andi masih butuh banyak waktu, untuk dapat memahami bagaimana cara kerja hati manusia selama ini.


Salsa pun terbangun setelah energinya kembali memenuhi tubuhnya yang sudah sangat lelah sebelumnya.


"Apakah dia langsung pergi begitu saja?, Setelah hasratnya terpenuhi?" Batin salsa merasa kesal.


Salsa tak tau, bila Andi cukup lama memandangi wajahnya ketika dia sedang tertidur pulas. Salsa akan lebih bangga lagi, bila tau bahwasanya Andi merasa sangat menyesal atas segala yang telah dilakukan Anwar pada dirinya selama ini.


***


Andi menyadari sikapnya yang kadang terlalu baik, yang terkadang mudah untuk di salah pahami oleh orang-orang yang mengenalnya.


Karena ekspektasi mereka sangat tinggi pada Andi. Membuat orang yang mengenal andi lebih mudah untuk merasa kecewa ketika Andi berubah. Mereka tak percaya bila Andi berubah menjadi pribadi yang tak sesuai seperti yang mereka pikirkan.


Andi berniat tak akan terlalu sering memperlihatkan sisi baiknya kepada orang-orang yang baru mengenalnya.


Karena beberapa hari ini, dirinya pun merasa gagal untuk mengenali dirinya sendiri.


Banyak hal yang terjadi di luar nalar Andi akhir-akhir ini.


"Aku harus cepat-cepat menguasai kekuatan yang aku miliki saat ini. Banyak hal yang di luar Kendaliku. Aku tak tahu apa yang akan terjadi ke depannya " batin Andi membulatkan niatnya untuk secepatnya meningkatkan kemampuannya.


Karena bahaya mungkin saja datang kapan saja menghampiri dirinya ataupun keluarganya.


~Diskotik~


"Selamat datang tuan!" Sapa dua penjaga pintu diskotik pada Andi sopan.


"Kenapa mereka sopan sekali?" Batin Andi merasa tak mengerti dengan sikap dua penjaga diskotik bertubuh besar ini.


"Memangnya Siapa dia?, Sampai kau memberiku kode VVIP?" Tanya seorang penjaga pada partnernya ini. Dia terlihat tak mengerti kenapa dia mengangkat ibu jari kirinya dibelakang punggungnya, sebagai kode bila tamu VVIP datang.


"Dia seseorang yang bahkan ketua kita saja, harus bersikap sopan ketika dia datang." Jawabnya serius kepada partnernya yang sepertinya tidak ikut briefing beberapa hari lalu, setelah kejadian kematian ketua Distrik yang tak jelas sebabnya.


Mereka yang hadir itu, semua di perintahkan untuk menghapal wajah yang di berikan oleh Ketua Zona Utara, sebisa mungkin hindari sikap tal sopan, jika siapa pun diantara anak buahnya melihat pemilik wajah salah satu di foto itu.


"Aku kabari bos baru kita dulu." Ucap penjaga 1 kepada partnernya.

__ADS_1


Lalu dia berjalan bergeser sedikit ke samping untuk menelpon, mengabari atasannya tentang siapa yang dia temui barusan.


"Iya tuan, saya akan menyampaikan kepada petugas bar" Jawab Penjaga kepada seseorang di balik telepon, yang sepertinya adalah atasan langsungnya.


Penjaga pintu pun segera masuk ke dalam diskotik, dan memberikan kode VVIP kepada semuanya pelayan, bahwa orang yang memakai baju Hoodie hitam itu adalah seorang VVIP. Yang tak lain adalah Andi


Mereka semua mengangguk mengerti. Lalu semua orang yang ada bertindak normal kembali.


Mereka berpikir secara profesional, mereka mengikuti apa yang sepertinya di inginkan oleh pelanggan VVIP.


Menurut mereka, Andi masuk ke diskotik ini dengan pakaian biasa dan tanpa pengawalan, itu menunjukkan dia sedang tak ingin diganggu ataupun ingin diperlakukan spesial seperti tamu VVIP biasanya. Karena tidak semua VVIP ingin menunjukkan Siapa dirinya, kadang mereka butuh waktu untuk mendapatkan momentum sekedar untuk healing.


Pelayan perempuan datang menghampiri Andi.


"Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanyanya sopan.


"Seperti?" Tanya Andi singkat,, membuat pelayan itu bingung.


"Misalnya, ada yang tuan butuhkan atau inginkan?" Jawab si pelayan.


"Iya,, seperti?" Andi mengulang pertanyaan.


Semakin membuat pelayan wanita berkeringat. Dia mulai menyadari dirinya telah salah menjawab maksud pertanyaan Andi.


"Ada juga, tempat judi di bawah sana tuan" Lanjutnya menjelaskan.


"Dan juga ada juga, judi Pertarungan yang menjadi masterpiece di tempat kami ini, jika tuan butuh sebuah tontonan, yang bisa membangkitkan adrenalin. Juga menjadi judi tingkat tinggi di kota ini." Lanjut wanita ini menjelaskan secar detail fasilitas yang di miliki tempat yang selama ini dia bekerja.


"Aku ingin yang kesehatan terjamin" Ucap Andi membuat pelayan wanita ini bingung. Karena ucapan Andi loncat-loncat, dia tak tau pertanyaan ini ditanyakan menanyakan fasilitas yang mana.


"Maksud tuan, wanita bayaran di sini?" Tanyanya memastikan. Karena kesalahan pelayanan akan sangat berakibat sangat fatal.


"Iya. Apa lagi,, bukannya kamu tadi menawarkan itu?" Jawab Andi datar.


"Tentu saja tuan,, kesehatan wanita yang bekerja di tempat ini, selalu di periksa secara rutin" Jawabnya Terlihat senang, jika pertanyaannya di respon biasa saja oleh Andi.


"Aku harus ke mana sekarang?" Tanya Andi, yang memang libidonya belum sepenuhnya terpuaskan.


Andi ingin melakukannya sampai dirinya puas, tanpa merasa bersalah.


"Tentu saja tuan. Silahkan.." Jawab pelayan wanita mempersilahkan Andi untuk mengikutinya menuju lift, dan naik ke lantai 5.


Gedung diskotik ini adalah sebuah bangunan 10 Lanta. Dimana, lantai 1 dan 2 adalah bar, lantai 3 dan 4 Kantor Administrasi gedung ini.


Dan lantai 5 dan seterusnya adalah gedung prostitusi yang menjadi buruan para pejabat dan pengusaha tingkat atas, karena harganya yang terkenal sangat mahal untuk pelayanan 1 malam saja.

__ADS_1


Harga terendah saja, itu sekitar 150 juta / malam.


Dan bisa miliaran bila seorang klien yang memiliki fetis aneh menginginkan artis baik yang memang tidak bekerja di bisnis prostitusi.


Pihak penyedia layanan, yang tak lain adalah pimpinan gedung ini sebelumnya, dan di lanjutkan oleh pimpinan baru yang sekarang.


Mereka akan melakukan propaganda untuk menjebak artis yang baik tersebut, atau bahkan akan mengancam keselamatan nyawa keluarganya sebagai Sandra, agar si artis baik tersebut bersedia melayani klien aneh tersebut.


"Ada permintaan khusus tidak tuan?, Tentang perempuan yang anda inginkan?" Tanya pelayan wanita itu pada Andi.


"Misalnya?" Tanya Andi.


"Misalnya anda menginginkan anak di bawah umur, atau artis yang terkenal baik-baik di luar sana, ataupun seseorang yang bisa anda perkosa, maaf aku mengatakan hal tersebut, karena beberapa klien di tempat ini terkadang memiliki fetis atau kebutuhan unik dalam memilih wanita yang mereka inginkan." jawabnya meminta maaf, karena menjelaskan hal yang tak perlu di jelaskan karena sedikit panik.


"Teleponlah atasanmu. Aku ingin bicara padanya" Perintah Andi pada pelayan tersebut.


pelayan wanita itu pun menghubungi atasannya, lalu memberikan telepon miliknya pada Andi.


"halo tuan,, ada yang bisa saya bantu?" Ucap suara itu menyapa Andi.


"Bukannya, kau bilang tempat ini akan menyediakan semua wanita yang klien inginkan?" Tanya Andi.


"Tentu saja tuan" jawab seseorang di balik telepon, yang saat ini sedang memperhatikan Andi bersama pelayan itu di dalam lift.


"Bagaimana, bila aku menginginkan wanita di sampingku saat ini, sebagai wanita yang bisa aku perkosa saat ini?" Tanya Andi pelan pada seseorang di sebrang sana.


Pimpinan baru tempat ini sedikit tercengang mendapatkan pertanyaan seaneh itu.


Sekalipun kliennya banyak yang memiliki fetis aneh, tapi tak pernah seaneh ini.


"Baiklah, silahkan tuan. Harganya dua kali lipat, karena dia bukan pekerja yang kami sediakan di bidang itu. Bagaimana?" Tanyanya pada Andi, yang suaranya tak terdengar oleh pelayan wanita, yang terlihat tenang-tenang saja.


"Masalahnya selalu uang?, Aku akan kirimkan Uangnya sekarang juga. Tapi aku minta, kamu hentikan lift ini. Aku ingin melakukannya di sini" ucap Andi terlihat tersenyum ke cctv, seolah mengetahui bila dirinya sekarang sedang diawasi.


"Aku ingin memperkosa mu boleh?" Tanya Andi kepada pelayan tersebut.


"Maksud tuan?" Ucap pelayan wanita itu sedikit kaget.


"Ckittt" suara lift berhenti.


"Jangan panik tuan, ini hanya gangguan teknis saja, saya akan segera menghubungi pihak maintenance. bisa Saya gunakan sebentar teleponnya tuan ?" Tanya pelayan itu meminta izin telepon miliknya yang sedang di gunakan oleh Andi.


"tak perlu,, " Jawab Andi sambil tersenyum.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2