
Andi pun masuk ke dalam ruangan VVIP yang memiliki ruangan sangat luas dengan dekorasi nuansa Yakuza dan terdapat banyak sekali gambar dewa-dewi dari mitos pemujaan matahari.
Andi duduk diatas sofa yang di ikuti oleh Rossi dan Intan yang masih dengan tatapan kosongnya.
Melihat Keadaan intan saat ini, dia terlihat seperti orang yang sedang mengalami trauma yang sangat berat.
Andi baru menyadari penolakannya ketika kejadian dalam Lift, ternyata bukanlah kebohongan. Intan benar-benar hanya bekerja sebagai pelayan di Diskotik ini.
"Kamu temannya dia?" Tanya Andi pada Rossi.
"Iya tuan,, aku teman dekatnya" Jawab Rossi singkat, tak berani memandang Andi yang saat ini, hanya memakai kaos singlet saja.
"Apakah dia tak pernah mengambil pekerjaan sambilan seperti kamu?" Tanya Andi mulai menyelidiki kebenaran pengakuan intan.
"Tak pernah sama sekali tuan,, banyak pelanggan yang menginginkan dia. Tapi dia selalu menolaknya." Jawab Rossi menjelaskan tentang karakter sahabatnya ini.
"Dia hanya terpaksa harus bekerja di tempat ini. Karena, untuk memenuhi biaya perawatan kedua orangtuanya yang mengalami kecelakaan sekitar 3 tahun lalu, orang tuanya sudah cukup lama dalam keadaan vegetatif,, " Lanjutnya menjelaskan alasan kenapa Intan terpaksa bekerja di tempat seperti ini.
"Dia tadi mengatakan,, dia akan segera menikah,, apakah benar?" Tanya Andi penasaran.
"Kenapa tuan bisa mengetahuinya?, Tuan tamannya?" Tanya Rossi beruntun pada Andi.
"Maafkan saya tuan..".Ucap Rossi menyadari ketidak sopanan dan ketidak masuk akalan nya.
Mana mungkin, Intan akan hidup seperti ini, bila orang didepan nya ini adalah temannya.
"Aku kebetulan mendengar dia mengatakan hal seperti itu tadi" Jawab Andi singkat, tak berani menceritakan bahwa dia pelaku yang membuat Intan seperti saat ini.
"Kamu belum menjawab pertanyaanku sebelumnya?" Ucap Andi mengingatkan Rossi.
"Iya tuan.. dia akan dinikahi oleh salah satu tamu VIP di tempat ini, lebih tepatnya dia hanya akan dijadikan gundik untuknya.
Dengan janji dia akan membiayai seluruh pengobatan kedua orang tuanya " Ucap Rossi mulai menjelaskan detail masalah intan.
"Intan tadinya hanya seorang pelayan pengantar minuman, tapi ketika ada seorang pelanggan VIP yang memesan dan menginginkan wanita yang masih Virgin. Saat itu, hampir semua lantai tak memiliki stok wanita yang masih Virgin,, " Rossi berhenti menarik nafas ketika menceritakan kisahnya ini.
__ADS_1
"Karena ada pihak HRD yang membocorkan data pribadi Intan saat interview, akhirnya management memutuskan untuk menjadikan Intan sebagai wanita untuk memenuhi kebutuhan pelanggan VIP tersebut." Lanjutnya terlihat ragu untuk terus menceritakan kisah itu.
"Akhirnya intan di bawa paksa ke hadapan Pelanggan VIP tersebut,, Intan sangat mengerti dengan nasib yang akan terjadi padanya. Baginya sudah tak ada jalan kembali, jadi dia meminta syarat pada management dan pelanggan VIP tersebut, Intan meminta untuk biaya perawatan ke dua orang tuanya ditanggung oleh pelanggan atau oleh management." Rossi terus menjelaskan semua kejadian yang menimpa Intan.
"Akhirnya setelah mereka menyetujui persyaratan intan, Intan bersedia memberikan dirinya pada pelanggan tersebut" Ucap Rossi mengakhiri kisah intan yang sedikit dramatis.
"Tapi, kenapa dia akan menikahi Intan?, Bukannya dia juga, hanya akan menjadikan Intan sebagai pemuas nafsu pribadinya saja?" Tanya Andi masih tak mengerti, alasan Kenapa pelanggan itu ingin menikahi Intan.
"Dia ingin memiliki intan sendirian, dia tak ingin intan menjadi wanita penghibur dibawah management diskotik. Jadi si pelanggan VIP lebih memilih menebus Intan dengan cara melunasi hutang milik intan dan membayar pinalti kontrak kerja intan" Ujar Rossi menjelaskan informasi yang diketahuinya tentang Masalah Intan.
"Berapa besar hutang dan pinalti kontrak untuk memiliki intan?" Tanya Andi, membuat Rossi terdiam, karena tak mengerti dengan arah maksud pertanyaan Andi saat ini.
"Yang aku dengar, itu sekitar 5-6 Miliar tuan."Jawab Rossi ragu.
"Siapa yang harus aku hubungi jika ingin menebusnya?" Tanya Andi sambil melirik pada Intan, yang hanya diam tak bersuara.
"Ketua Distrik 8 tuan, anda bisa menghubunginya bila ingin membicarakan perihal penebusan pegawai di sini tuan " Ucap Rossi terlihat senang.
"Kenapa wajahmu terlihat bahagia?" Tanya Andi bingung denga respon wajahnya Rossi.
Rossi langsung menutup mulutnya, dia baru menyadari telah menyebutkan nama seorang Klien VIP.
Bila hal ini diketahui oleh Ketua Distrik, dijamin Rossi akan mendapatkan siksaan yang tak ringan.
"Maafkan saya tuan. Saya mohon, jangan anda laporkan saya, Karena telah menyebutkan nama barusan" Ucap Rossi memohon pada Andi dengan ketakutan.
"Arkan Mahardika?" Tanya Andi pada Rossi, yang semakin membuat Rossi semakin ketakutan.
"Kamu hubungi Ketua Distrik sekarang juga!" Perintah Andi pada Rossi.
"Saya tak memiliki kontaknya tuan. Mungkin, Intan memilikinya, karena saat ini intan sedang dalam proses pembebasan perjanjian dengan ketua distrik." Tebak Rossi yakin.
"Sepertinya orang yang aku telpon tadi, adalah ketua Distrik" Batin Andi.
"Kamu ambil Teleponnya" Pinta Andi pada Rossi untuk mengambil telepon milik intan di saku bagian dalam jas tipis pelayannya.
__ADS_1
Intan hanya diam, Ketika Rossi mengambil Smartphone miliknya dari kantong bagian dalam jas miliknya.
"Silahkan tuan,," Ucap Rossi menyodorkan smartphone milik Intan.
Andi pun memeriksa daftar panggilan terkahir, dan dia menemukan nama kontak bertuliskan "Bos Stun". Andi pun lalu menekan nama itu, dan panggilan pun terhubung.
"Ada apa, kamu ingin meminta bagianmu?, Jangan harap, bagianmu akan masuk ke dalam bunga yang harus kamu bayar..?" Tanya suara di balik telepon.
"Ini aku,,, Ruben Stun.. aku Andi, orang yang tadi memperkosa pegawai yang kamu jual padaku, dan juga yang kamu tonton di cctv Lift. Bagaimana, Seru tidak adegan yang aku buat?" Tanya Andi santai, membuat Punuk milik Ruben bergidik.
"Oh,, tentu tidak tuan . Mana mungkin aku berani tuan" jawab Ruben sopan.
"Ada hal penting apa tuan?" Tanya Ruben mengalihkan pembicaraan.
"Aku ingin menebus pegawaimu yang bernama Intan." Ucap Andi langsung.
"Menebus bagaimana maksud tuan?" Tanya Ruben pura-pura tak mengerti.
"Kamu sangat paham sekali dengan maksudku Bos Stun" Jawab Andi menyindir pertanyaan yang ditanyakan Ruben.
"Begini tuan,, Intan sudah dalam proses transaksi penebusan oleh klien kami yang lain tuan?," Jawab Ruben Jujur menjelaskan alasan keraguannya.
"Arkan Mahardika kan orang yang menginginkan Wanita ini?, Berapa banyak uang yang dia tawarkan?" Lanjut Andi bertanya pada Ruben.
"Ini bukan tentang uang tuan. Ruben Mahardika, bukan seseorang yang bisa aku singgung tuan.." Ucap Ruben mulai merasa bingung.
"Apa aku harus menghubungi Pak Beny, atasanmu, apakah kamu berani menyinggungnya? " Tanya Andi mulai kesal.
Mendengar nama atasannya di sebut, Ruben langsung gelagapan, karena dia akhirnya mengerti Siapa Andi sebenarnya.
Wajah Andi adalah salah satu dari beberapa wajah orang yang wajahnya di sebar kepada semua pegawainya, bukan hanya sekedar tak boleh bertindak tidak sopan. Juga tak boleh menolak keinginannya.
"Baik pak,, saya akan segera ke ruangan bapak" Jawabnya dengan suara yang sedikit ketakutan. Karena dia sadar sudah bertindak tak sopan pada kenalan Bosnya ini.
"Aku tunggu kedatangan mu" Jawab Andi singkat.
__ADS_1
...****************...