Sang Pemulung Kaya

Sang Pemulung Kaya
Bab 23. Pengaruh Sebuah Nama


__ADS_3

Setelah persoalan terselesaikan dengan cara yang cukup di luar ekspektasi siapapun.


Letnan Kosman pun segera pergi setelah pamit kepada semuanya, khususnya pada Maya yang terkesan sangat sopan.


Andi dan Sisanya pun pergi bersama Beny untuk mengurus tentang permasalahan restoran milik ayahnya Maya.


Setelah sampai di restoran Ayahnya Maya, Beny pun menampar anak buahnya yang berjaga di pintu masuk. Mereka pun tersungkur dalam keadaan tak mengerti.


Setelah kekesalannya mereda,, Beny pun masuk mencari Ayahnya Maya,, dia tak henti-hentinya meminta maaf atas segala yang telah dilakukan oleh anak buahnya padanya.


Dia pun menjelaskan tentang latar belakang permasalahan ini terjadi,, dimana Keluarga Mahardika lah yang menjadi dalangnya,, tapi Beny menjanjikan akan membalas keluarga Mahardika atas semua yang telah mereka lakukan pada Pak Tony,, yang tak lain adalah ayahnya Maya.


"Saya tak mengerti dengan semua ini dan aku pun baru mengenal anda, tapi saya sangat berterima kasih pada Anda,, terimakasih atas segala bantuannya" Ucap Pak Tony sopan, membuat Beny tak enak hati.


"Jangan sungkan Pak,, malah kami yang seharusnya meminta maaf,, keteledoranku hampir saja mencelakai bapak dan keluarga,, aku sangat-sangat meminta maaf sebagai orang yang bertanggung jawab di Distrik ini" Ujar Beny sungguh-sungguh.


"Ke depan nya,, bila ada masalah apapun,, anda bisa mencari saya. Saya pasti akan membantu anda semampu kami " Lanjutnya berjanji.


"Terimakasih tuan sebelumnya,, aku hanya ingin menjalankan bisnis restoran ini dengan tenang,, itu cukup buatku" Ujar pak Tony mengutarakan keinginannya.


"Saya jamin pak,, tempat ini akan menjadi tempat paling aman ke depannya untuk bapak bisa menjalankan restoran ini,, saya bahkan akan menempatkan anak buah saya untuk berjaga sebagai pengaman di restoran bapak" Ucap Beny menawarkan jasa untuk menunjukkan niat baiknya.


"Tidak usah sampai seperti itu juga tuan,, mendengar restoran dan rumah milik kami telah kembali menjadi milik kami saja, saya sudah merasa senang tuan. Tak usah berlebihan. Saya bahkan tak tau harus membalasnya dengan cara apa?" Jawab Pak Tony pada Beny.


"Bapak jangan berterimakasih pada saya. anak bapak,, Maya lah yang pantas menerima kata itu. Tanpa dia, hari ini bisa saja jadi hari terakhir bagi kami. " Ujar Beny yang maksudnya tak dimengerti oleh pak Tony.


Pak Raihan pun menghampiri pak Tony untuk mengurus surat kepemilikannya kembali atas restoran dan rumah miliknya. Beny pun menyaksikan dan menunggu dengan sopan.


Setelah itu, mereka pun ditawari agar makan dulu di restoran ini oleh pak Tony,, tak satupun yang berani menolak tawarannya.


Andi hanya memperhatikan sikap semua orang berubah karena satu nama, yaitu "Jendral perang",, nama yang membuat orang takut hanya dengan mendengar namanya saja.


"Sehebat apa Jendral perang itu" Pikir Andi membayangkan kehebatan Sang Jendral.


"Terimakasih Ya tuan,, kamu sudah menyelesaikan semua masalah keluarga ku" Ucap Maya pada andi terlihat terharu.

__ADS_1


"Aku tak melakukan apa pun kak,, bahkan uangku pun mereka Tolak,, aku tak berjasa apa-apa di cerita ini" Jawab Andi Cuek.


"Tetap saja,, tanpa inisiatif dari anda,, aku pun tak akan dihadapkan pada penyelesaian seperti ini" Ujar Maya tetap menganggap Andi sebagai penyelamat di hidupnya.


Andi hanya terdiam menerima semua anggapan dari Maya.


Andi pun bermaksud untuk pulang dan pamit kepada Maya dan Ayahnya.


Pak Roy dan Pak Raihan serta Beny pun mengikuti Andi untuk pamit.


Setelah mereka keluar dari restoran itu yang di antarkan oleh pemilik restoran,, Andi pun tetap ingin membayarkan biaya yang sebelumnya sudah mereka sepakati.


"Tak usah tuan,, kami akan menjadi orang yang tak tahu malu,, jika harus menerima uang untuk menolong keluarga yang bahkan Jendral Perang pun menghormati mereka" Jawab Pak Raihan.


"Cukup,, sebut nama kami saja,, ketika suatu saat kalian bertemu dengan Jendral perang " Ujar Pak Raihan memohon.


Sebenarnya mereka bukan tak mau menerima bayaran yang akan diberikan Andi.


Tapi mereka melihat bayaran yang lebih besar dan lebih berharga dari pada sekedar uang,, yaitu 'koneksi'.


Tak terbayangkan apa yang akan mereka dapatkan ketika Jenderal Perang pun mengakuinya. Uang akan menjadi hal remeh ketika masa itu datang.


Mereka pun menanggapi sikap Andi dengan lebih sopan.


""Kak,, Kamu libur saja besok,, pasti besok akan banyak hal yang harus kamu dan ayahmu kerjakan" Ucap Andi pada Maya.


"Terimakasih tuan" Jawab Maya sopan.


"Besok akan saya kirim beberapa anak buah kepercayaan saya untuk membantu di sini, siapa tahu banyak pekerjaan berat, yang akan membutuhkan banyak tenaga. Semakin banyak orang bukannya semakin cepat selesai" Ujar Beny pada ayahnya Maya.


"Terimakasih tuan,," Jawab pak Tony sopan.


"Tak usah seperti itu. Ini sudah seharusnya saya lakukan" Jawab Beny tak enak padanya.


"Ting"

__ADS_1


Suara notifikasi di Smartphone milik pak Roy berbunyi.


"Anda telah menerima uang sebesar Rp. 15 miliar dari ******#" informasi yang tertulis di Smartphone miliknya.


"Kenapa mas andi mengirim uang sebanyak itu pada saya,, mas Andi salah kirim?" Tanya Pak Roy tak percaya.


"Tidak pak. Saya sengaja mengirimkan uang itu.


Itu bukan untuk biaya penyelesaian masalah hari ini. Itu hadiah dariku untuk orang baik seperti kalian." jawab Andi pada Pak Roy.


"Aku titip pada Bapak saja uang terimakasih dariku untuk semuanya,, untuk Proses transfer, saya percayakan kepada bapak saja,," lanjut Andi meminta tolong pada Pak Roy.


"Tak usah pak,, kami kan sudah bilang, kami tak usah dibayar untuk kasus ini,," Ucap Pak Raihan pada Andi.


"Tenang saja pak,, ini tak ada hubungannya dengan Jendral Perang,, ini hanya terima kasih dariku saja atas bantuan kalian" kilah Andi.


"Tapi tetap saja pak,, ini terlalu besar untuk kami terima" Ujar pak Roy kepada Andi yang mentransfer 3 kali lipat dari yang seharusnya di bayar.


"Tak apa pak.. hal baik selalu melahirkan kebaikan yang lebih besar,, kebaikan selalu seperti itu" Jawab Andi sok bijak.


Semua orang pun akhirnya rela menerimanya. karena hati mereka tak mungkin ingin menolak uang sebanyak itu,, sebenarnya saat ini, mereka sedang sangat membutuhkan nya.


"Aku pamit pak,, aku pulang sekarang pak." ucap Andi pada semuanya.


"Iya tuan,, hati-hati di jalan" Jawab pak Roy di ikuti oleh semuanya,, yang terlihat semakin sopan.


Karena mereka semakin yakin, bila Andi bukanlah orang sembarangan.


Hanya orang super kaya,, yang bisa mentransfer uang 15 miliar sesantai itu.


Andi pun pulang ke rumah ibunya untuk tidur di sana malam ini.


Setelah Andi menyaksikan kejadian tadi.


Dimana sebuah masalah besar bisa selesai hanya karena sebuah nama, yaitu "Jendral Perang".

__ADS_1


Andi pun menjadi tertarik, dan ingin punya dunia yang bukan hanya mengandalkan kekuatan kekayaan, tapi juga, Andi ingin memiliki kekuatan dalam pengaruh juga kekuasaan.


...****************...


__ADS_2