
Rara pun kaget dan tak pernah menyangka apa yang akan dilakukan oleh Andi.
Karena kedua pergelangan tangannya di cengkram oleh Andi dengan satu tangan.
Rara tak bisa melepaskan cengkraman tangan kiri Andi.
Seolah tenaga Rara tak berguna, walau hanya untuk sekedar melepaskan tangannya dari cengkraman tangan kiri Andi.
"Namamu siapa?" Tanya Andi pada temannya Rara.
"Aku Sasa" Jawabnya gemetar.
Nyalakan videonya dan rekam, Jika Berani menolak, aku akan membuat kalian berdua seperti teman pria kalian.
Keduanya pun merasa takut, tak bisa melawan dan terpaksa menurut.
Andi pun mulai merobek baju Rara, dan mulai melucuti seluruh pakaian bagian atasnya,, Rara tak pernah menyangka dirinya akan diperlakukan seperti ini oleh orang yang tak dikenalnya.
"maafkan aku,, aku mohon,," Batin Rara sambil berteriak tak jelas, karena mulutnya disumpal oleh kain,, dengan air mata yang mulai mengalir di sudut matanya.
Andi belum selesai dengan pikiran kejamnya, dikarenakan mendengar Teriakan Rara dan juga melihatnya menangis,, seperti meminta ampun.
Malah membuat Andi ingin lebih menyiksa dan mempermalukannya.
"Kau rekam tubuh dan wajahnya saja. Awas bila wajahku sampai terlihat " Ancam Andi pada Sasa.
Yang di ancam hanya mengangguk pasrah dengan wajah ketakutan.
Andi pun mulai menarik rok pendek milik Rara, dan meninggalkan penutup kecil di tubuhnya,, yang menutupi bagi tubuh paling penting.
Melihat tubuh Rara yang proporsional, niatan Andi yang tadinya hanya ingin memberikan pelajaran sekedarnya saja padanya, Tapi, Kenapa hasratnya berkata lain.
Seolah dalam pikirannya ada yang berkata "lakukan saja, siksa mereka,, seperti yang sering mereka lakukan pada Korban-korbannya".
Tanpa pikir panjang, Andi pun mulai memperlakukan seorang penganiaya menjadi yang teraniaya tanpa ampun.
Andi mulai melakukan apa yang menjadi rencana mereka sebelumnya,, pemerkosaan yang akan mereka lakukan pada Lala sebagai objeknya,, sekarang berubah menjadi terbalik.
"aku mohon,, maafkan aku!" Teriak Rara dalam bungkam mulutnya sia-sia.
Semakin lama Andi melakukan siksaan ini, semakin lama Andi semakin menikmati dan bahkan membangkitkan hasrat binatangnya,, Andi sudah tak mampu berpikir jernih.
Tanpa ragu Andi menodai wanita jahat yang sudah ternoda ini.
Tanpa pikir panjang Andi pun melecehkan Rara di depan orang lain tanpa malu.
walaupun Rara sudah terbiasa dengan kehidupan malam yang sangat bebas, tapi tetap saja harga dirinya sangat hancur saat ini,, diperlakukan oleh Andi seperti ini di depan umum.
Tanpa ampun,, Andi pun melakukan penyiksaan terhadap tubuh Rara dengan konstan di antara Isakan tangisnya.
__ADS_1
"Sudah,, Maafkan aku,, Siapapun kamu,, Maafkan aku." Racau Rara tak jelas,, dia tak pernah menyangka, bila hari ini orang yang akan diperkosa di depan umum malah dirinya.
Seumur hidup Rara, baru kali ini, dia merasakan bagaimana rasanya teraniaya dan terhina, Rara tak berdaya dengan perasaan takut yang di alaminya saat ini.
Rara hanya bisa pasrah mengikuti keinginan Andi, Rara tak berani membuatnya kesal, takut akan membuat nasibnya seperti teman-teman prianya.
Anehnya, walaupun Rara sedang dalam tekanan rasa takut, dia masih merasakan bila dalam tubuhnya akan mengeluarkan cairan puasnya.
Seolah, sekalipun hatinya tak menerima perlakuan kasar Andi, tapi tubuhnya seolah malah menikmatinya.
"akhhh" teriak Rara di puncak siksaan Andi padanya.
Andi seolah kesurupan, dia seperti orang yang sedang tak menyadari apa yang dilakukannya.
" kamu kemari, giliran kamu sekarang!" Perintah Andi pada Sasa.
"Ampuni aku,, maafkan aku,, aku hanya dipaksa ikut oleh Rara" Ucapnya meminta ampun.
"Kamu sama murahannya dengan Rara?" Tanya Andi.
Sasa hanya mengangguk jujur, menjawab pertanyaan Andi.
"Kamu mau aku siksa dulu atau langsung menurut saja, supaya lebih cepat" Ujar Andi datar layaknya psikopat.
Sambil terlihat ketakutan, Sasa pun mulai menuruti semua yang diperintahkan Andi.
Sekalipun Sasa dalam keadaan takut, sepanjang Sasa merekam adegan ketika Rara sedang dilecehkan oleh Andi.
Sasa terus memperhatikan tubuh sang penganiaya, yaitu Andi yang kebetulan memiliki banyak hal yang lebih unggul dibandingkan pria-pria yang pernah berhubungan dengannya.
Sasa sepintas membayangkan bagaimana jika dia yang ada di posisi Rara, dan sekarang bayangannya pun terjadi.
"Lemparkan kain milikmu kemari" Pinta Andi menyodorkan tangannya.
Sasa pun memberikan kain dari salah satu pakaian miliknya pada Andi, Yang akan di pakai untuk mengikat kedua tangan Rara yang sedang kelelahan ke pintu gudang.
"Pegang dan jangan lupa rekam wajah gadis ini" Perintah Andi pada Resta yang sedang bersimpuh di samping Lala, Penjahat dan korban Sekarang berdampingan ketika dalam keadaan takut, untuk merekam wajahnya Sasa.
"Kamu capat kemari,, aku tak mau mengikatmu,, sebaiknya kamu menurut saja,,"
Andi tahu, sepertinya dia terlihat ingin melakukannya dengan Andi secara sukarela, karena Andi tak melihat ketakutan ataupun sembab di matanya.
Tanpa ragu Andi melakukan siksaan berikutnya pada Sasa, sambil direkam seperti sebelumnya oleh Resta.
Cukup lama Andi menyiksa Sasa, hingga beberapa kali, Sasa mendapatkan Reward dalam penyiksaan ini.
Sasa pun terkulai lemas dan bersandar di samping Rara yang sedang terikat.
"Kamu bagian dari mereka?" Tanya Andi pada wanita berikutnya yang tak lain adalah Resta, yang sebelumnya jadi petugas rekam.
__ADS_1
"Aku hanya pelayan mereka,, tolong maafkan aku,, aku tak tahu Rara akan melakukan hal jahat seperti ini" ujar Resta memohon.
"Terus kenapa kamu diam saja ketika perempuan ****** ini, mau menganiayanya" Tanya Andi sambil menunjuk ke arah Lala.
"Rara mengancam, akan menyuruh teman prianya untuk melecehkan ku dan merekam aku juga, bila aku tak bersedia menjebak Lala, supaya datang ke sini" Ucapannya menjelaskan, bahwa dirinya dijadikan pancingan untuk menjebak Lala.
"Kamu tega mengorbankan orang yang percaya padamu, untuk keselamatan dirimu sendiri" Ujar Andi terlihat kesal.
"Aku tak akan melakukan hal yang sama padamu di sini,, seperti aku melakukannya pada mereka" ucap Andi pada Resta.
"Aku akan mengajakmu ke apartemenku,, jangan berpikir untuk kabur, kamu bisa lihat aku sekejam apa" Ancam Andi.
"Namamu Lala?" Tanya Andi pada perempuan yang selamat dari trauma pemerkosaan, tapi terpaksa mengalami trauma karena menonton pemerkosaan.
"Iya kak" jawab Lala takut.
.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Andi pada Lala.
Lala hanya mengangguk tak berani memandang Andi.
"Kamu pakai saja, pakaian wanita sialan ini" Pinta Andi pada Lala, untuk memakai baju milik Rara.
"Kamu pergilah, dan anggap yang kamu saksikan hari ini adalah hanya mimpi,, jika Sampai ada yang tahu, aku jamin kamu pun akan mengalami hal yang sama" Ancam Andi pada Lala.
Lala pun lari, pergi meninggalkan tempat laknat ini.
Sepeninggal Lala, Andi pun mendekati Rara kembali, dan mulai membuka sumpalan kain yang memenuhi mulutnya.
"Masih ingin teriak?" Tanya Andi menyeramkan.
"Maafkan aku,, aku janji tak akan melakukan hal seperti ini lagi" Ucap Rara menunduk tak berani memandang Andi.
Walaupun Rara sangat kejam sebagai seorang wanita, tapi tak bisa dibohongi, dia memiliki wajah yang rupawan dan tubuh yang sangat menggoda.
"Aku tadi memaksamu,, Sekarang aku ingin menikmati kamu secara sukarela?,, Kamu bersedia?" Ucap Andi bertanya dengan nada memaksa.
Rara pun mengangguk karena takut untuk menolak, tapi di lubuk hatinya dia sudah berkata bersedia melayaninya tanpa paksaan, bahkan ketika dia mengalami Reward siksaan saat pertama tadi,, dia sudah rela dan sangat menikmatinya.
"Resta,, rekam yang benar,, fokus ke wajah ****** ini" Perintah Andi padanya.
Adegan pelecehan kooperatif part 2 pun berlangsung lama, sampai-sampai Rara memohon Andi menyudahinya, Rara sudah tak sanggup menerima Siksaan yang diberikan paksa oleh Andi.
"Anggap saja , kalian sedang sial hari ini"
Ucap Andi mengambil Smartphone yang dipakai untuk merekam adegan selama ini. Lalu pergi meninggalkan semuanya.
...****************...
__ADS_1