Sang Pemulung Kaya

Sang Pemulung Kaya
Bab 34. Hasrat Sialan


__ADS_3

Andi pun cepat-cepat masuk mencari Salsa di kamarnya, tapi dia tak menemukan siapa-siapa.


"Pintu depan tak dikunci, salsa pasti ada di rumah" batin Andi, lalu meneruskan pencariannya ke ruangan lainnya.


Andi mendengar suara gemericik air di kamar mandi, Sepertinya Salsa sedang mandi.


Tanpa pikir panjang, Andi pun langsung membuka seluruh bajunya dan langsung membuka pintu kamar mandi yang ada di dalam kamarnya ini.


"Apa yang kamu lakukan Andi?" Tanya Salsa kaget melihat Andi masuk tanpa aba-aba dalam kondisi tanpa sehelai benang pun.


"Kamu tau yang aku inginkan" Jawab Andi singkat.


"Tapi aku sedang ada halangan sayang" Jawab Salsa mulai memberanikan mesra kepada Andi.


"Akhhh" teriak Andi terlihat kesal.


Melihat ekspresi kecewanya, Salsa pun mengerti, Orang yang mengambil keperawanan nya ini sedang sangat menginginkannya saat ini.


"Tapi, aku bisa membantu mu untuk sedikit meredakan kebutuhan mu sayang. Walaupun saat ini ruang tamuku sedang kedatangan tamu lain" Jawab Salsa, bermaksud ingin menghibur Andi.


Tanpa aba-aba, Salsa langsung menghambur merapatkan tubuhnya ke tubuh Andi tanpa penghalang apapun.


Salsa dan Andi pun, bercumbu seperti orang gila.


Dengan tanpa malu-malu Salsa pun mengulum tamu yang biasanya masuk ke dalam ruang tamunya, sekarang dipaksa bertamu ke dalam mulutnya.


Andi tak pernah menyangka, kemampuan melayani tamu yang dilakukan Salsa dengan mulut mungilnya ini sangat terasa piawai.


Dia tak menyangka sensasi yang akan dia dapat melebihi bayangannya.


Walaupun belum bisa mengalahkan kenikmatan dari pelayanan ruang tamu milik Salsa yang sempit dan sangat nyaman untuk di diami.


Cukup lama Salsa memainkan bagian tubuh Andi dalam mulutnya, tapi tak terlihat ada tanda-tanda Andi akan terpuaskan.


Tadinya Salsa berinisiatif untuk memberikan taman belakangnya kepada Andi, agar dia dapat terpuaskan.


Tapi Salsa belum berani, dia takut prosesnya tidak seperti yang dia bayangkan. karena Salsa belum pernah melakukannya.


"Kamu mau aku memberikan taman belakangku saja?"Tanya nya pada Andi ragu.


"Tidak perlu sayang,, aku lebih baik menunggu ruang tamu milikmu mengusir tamu yang tak diundang dulu saja" Jawab Andi tegas.


Karena Andi masih merasa hal itu tabu baginya, bahkan dia merasa sangat jijik jika harus mendatangi taman belakang milik Salsa.


yang memang, itu bukanlah sebuah tempat untuk bagian dirinya bertamu.


Salsa terdiam malu, karena menawarkan sesuatu yang dia pun sebenarnya tak ingin memberikannya.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang,, sepertinya aku akan gagal memuaskan mu hari ini" ucapnya terlihat sedih.


Salsa tak mengerti, kenapa saat ini dia merasa sedih, ketika tubuhnya tak bisa membuat Andi terpuaskan.


Seolah dia sangat takut, jika Andi menganggap dirinya tak punya kemampuan untuk membahagiakan dirinya.


"Tak apa sayang,, kamu lakukan saja dengan tangan dan mulut mu bergantian. Mungkin karena stamina ku saja yang terlalu kuat dan tahan lama." Jawab Andi, menghiburnya karena Andi tahu Salsa Seperti sedang rendah diri.


"Kamu ajak jalan-jalan saja bagian tubuhku ini ke lembah pegunungan milikmu. Lalu himpit milikku, aku ingin tahu seperti apa rasanya" Pinta Andi memberikan saran pada Salsa yang sepertinya sudah kehabisan ide.


"Oke sayang,, dengan senang hati,, " Jawab Salsa bersemangat, seolah kepercayaan dirinya kembali.


Setelah kurang lebih 2 Jam, dan hampir semua gaya yang mungkin dilakukan, diulang-ulang secara bergantian, akhirnya Andi pun membuang anak-anaknya di pegunungan, yang memang pegunungan ini, sering dijadikan manusia untuk buang anak.


Bibir milik Salsa terlihat bengkak karena terus di cumbui oleh Andi, dan dijadikan tempat peristirahatan Untuk tamu yang memaksa ingin datang ini.


"Terimakasih sayang,,"Ucap Andi sambil mengajaknya mandi untuk membersihkan diri.


Andi memeluk tubuh Salsa, yang terlihat sangat Lelah dan lemas karena ******* beberapa kali, juga disebabkan karena durasi yang cukup panjang menemani Andi hingga membuat Andi terpuaskan.


Setelah sesi mandi bersama selesai. Salsa pun terlihat terbaring dengan baju santai yang cukup tipis.


Andi pun memeluknya sambil rebahan, memberikan Sensasi ketenangan kepada tubuh Salsa, supaya Salsa tidak merasa ditinggalkan setelah dinikmati.


Lalu, setelah Salsa terlihat memejamkan mata setengah mengantuk, Andi pun bangun untuk pergi.


"Kamu istirahat saja sayang,, sudah aku pesankan makanan untukmu nanti makan malam." Ucap Andi pada Salsa.


"Aku ada urusan dulu,, kamu istirahat saja" Ucap Andi singkat, lalu pergi meninggalkannya.


Salsa pun tak menjawab, malah terlihat semakin rapat memejamkan matanya.


"Aku harus kemana lagi?,, hasratku belum benar-benar hilang" Batin Andi kesal dengan hasratnya yang masih sangat menggebu-gebu.


Andi pun teringat dengan Rara, lalu dia mengambil Smartphone yang diambilnya untuk merekam mereka dulu, dia tak tahu siapa pemilik smartphone yang diambilnya saat itu.


Tapi Andi berharap ada nomor telepon milik Rara ataupun Sasa di smartphone ini.


Dia pun membuka daftar kontak di smartphone ini, dia pun melihat ada kontak dengan nama Rara di smartphone ini.


Andi pun menelepon nomor tersebut, dan cukup lama tak diangkat.


~di kamar Rara~


[Drrrttt]


suara getaran dari smartphone Rara.

__ADS_1


Rara terlihat kaget saat melihat nomor Sasa tampil di layar smartphone miliknya.


Rara sangat mengingatnya, bila smartphone milik Sasa lah yang di ambil oleh Andi saat kejadian itu.


Rara ragu untuk mengangkat panggilan ini, dia sangat takut, jika Andi akan melakukan hal yang sama lagi padanya.


Sekalipun kejadian hari itu menyisakan trauma yang sangat dalam pada dirinya.


Tapi, tidak tahu mengapa, dirinya juga merindukan kenikmatan yang dia dapatkan dari semua perlakuan pelecehan Andi padanya saat itu.


Akhirnya dia memberanikan diri untuk menerima panggilan itu.


"Ada apa bajingan?" Ucap Rara tanpa ragu.


"Oh,, kamu sudah tahu jika ini aku?" Jawab Andi asal.


"Tak usah berbelit-belit, apa yang kamu inginkan?,, Uang?,, Kamu mau mengamcamku dengan Video itu kan?" Ucap Rara beruntun menebak maksud Andi menghubunginya.


"Uang?,, Aku tak butuh uang mu jal**g" Jawab Andi menghinanya.


"Aku ingin menawarkan dua pilihan padamu." Ucap Andi mengancamnya.


Andi tak tahu kenapa?, karakter dirinya terasa otomatis berubah menjadi orang lain, jika berkaitan dengan wanita ini.


"Pilihan apa?" Tanya Rara terpaksa penasaran.


"Kamu ingin aku datangi, lalu ku acak-acak lagi ruang tamu sempit milikmu?. Ataukah kamu ingin mengundangku masuk ke ruang tamu mu dengan suka rela?" Tanya Andi menawarkan pilihan, yang keduanya tak adil bagi Rara.


Cukup lama Rara terdiam. Selain karena kesal dengan sikap Andi yang menghinakannya, juga karena Andi menawarkan pilihan yang tak rasional dengan maksud mengancam dirinya.


"Baiklah,, aku harus menemuimu di mana?" Tanya Rara setuju untuk menemui Andi.


"Di karaoke PRIDE milik Klan Srigala" Jawab Andi singkat.


Rara terdiam tak menjawab ataupun menutup teleponnya.


"Kenapa dari sekian banyak tempat, kamu memilih tempat itu?" Tanya Rara merasa aneh. Serta dia juga takut, jika kedatangannya ke karaoke itu terdengar oleh kakaknya.


Yang mana saat ini, kakaknya adalah sebagai penanggung Jawab tempat tersebut.


"Aku merasa tempatnya sangat nyaman saja, bila digunakan untuk menikmati ruang tamu mu yang sudah basah saat ini kan?" Jawab Andi dengan menanyakan pertanyaan paling tak bermoral pada Rara.


Rara hanya terdiam, bukan karena tersinggung. Tapi, karena yang dikatakan Andi benar adanya.


"Cepatlah datang ke sana. Aku tak mau menunggumu terlalu lama, tak perlu mandi atau melakukan apapun lagi." Perintah Andi pada Rara.


"Akan ku nikmati dirimu, sekotor apapun ataupun se bau apapun tubuhmu saat ini" ucap Andi Semakin aneh, bahkan dirinya pun kaget, Kenapa dirinya mampu mengatakan kata-kata tak masuk akal seperti ini.

__ADS_1


Rara pun mendengar kata-kata kotor dari mulutnya Andi ini, bukannya tersinggung ataupun marah,, Tapi, malah membuat ruang tamu miliknya semakin banjir.


...****************...


__ADS_2