Sang Pemulung Kaya

Sang Pemulung Kaya
Bab 22. Maya dari Klan Aslan


__ADS_3

Mobil yang di tumpangi pak Roy dan Pak Raihan serta mobil Letda. Kosman pun berhenti di depan Gedung Diskotik Milik Klan Srigala Bulan yang menjadi topeng untuk markas yang ada di bawah bangunan ini.


"Anda sepertinya harus ikut ke dalam pak,," Ucap pak Raihan pada Andi.


"Anda tak usah takut, di sini ada Letnan. Kosman dan anak buahnya,, saya jamin mereka tak akan berani untuk macam-macam" Ujar pak Raihan bermaksud menenangkan Andi.


Pak Raihan pun mendekati penjaga pintu yang sepertinya mengenal Pak Raihan, karena sikapnya sedikit hormat.


"Ayo kita masuk,, silahkan Letnan anda lebih dulu" Ucap Pak Raihan sopan kepada Letda. Kosman.


"Terimakasih pak,, ayo kita selesaikan masalahnya" Ucap Letnan kosman.


Mereka semua pun di pandu oleh seorang pelayan di diskotik ini, untuk masuk ke dalam lift menuju bawah tanah.


Setelah angka di lift menampilkan angka 5, Lift pun berhenti dan pintunya terbuka.


"Silahkan pak,," Ucap si pemandu kepada semuanya.


"Selamat datang Letnan,, selamat Malam Pak Raihan" sambut seseorang sesaat Letnan Kosman dan lainnya keluar lift, yang sepertinya mengenal Letnan. Kosman dan Pak Raihan.


"Ben,, Kamu terlihat semakin hebat sekarang?" Tanya Letnan. Kosman pada seseorang bernama Beny asal.


"Tak ada yang berubah dengan saya Letnan,, saya masih jadi pesuruh di mana pun saya berada,," Jawabnya merendah.


"Ayo Letnan,, silahkan masuk" ajak Beny pada Letnan kosman, lalu di ikuti oleh lainnya.


Semuanya duduk di sebuah ruangan seperti sebuah ruangan meeting.


"Ada hal penting apa Letnan?, Sampai anda harus datang ke tempat kami semalam ini?" Tanya Beny membuka pembicaraan penting ini.


Lalu pak Raihan pun menjelaskan semuanya pada Beny yang merupakan Pimpinan tertinggi di cabang Zona Utara Klan Srigala Bulan ini. Wajahnya Beny terlihat emosi setelah mendengar yang diutarakan Pak Raihan.


"Hubungi Penanggung jawab Distrik 8 sekarang juga," Teriak Beny pada anak buahnya yang sedari tadi berada di belakangnya.


Salah satu dari Dua orang di belakangnya pun,, izin pamit untuk menghubunginya.


"Maaf Letnan untuk kejadian yang membuat anda semua tak nyaman. Aku teledor dalam mengurus anak buahku akhir-akhir ini" Ucapnya berubah sopan, ketika berbicara pada Letnan Kosman.


Letnan kosman hanya mengangguk santai, merespon Ucapan Beny.


"Bila boleh saya tahu, sebelum anak buahku datang,, masalah seperti apa yang telah dilakukan oleh anak buahku itu tuan?" Tanyanya pada Pak Raihan.


Pak Raihan mulai menjelaskan proses kejadian penipuan dan eksploitasi yang dilakukan oleh anak buahnya terhadap usaha yang dimiliki oleh ayahnya Maya. Beny pun mulai mengerti dengan persoalan ini.

__ADS_1


"Aku hanya sedikit tak mengerti dengan cara kerja Klan Srigala Bulan,, biasanya kalian tak pernah ikut campur langsung dengan urusan remeh seperti ini? " Tanya pak Raihan bingung, karena memang Klan Srigala Bulan tak pernah ikut serta dalam bisnis kecil seperti merebut sebuah restoran. Sekalipun harus terpaksa terlibat,, biasanya cara kerja Klan Srigala Bulan bukanlah dengan cara murahan seperti yang sekarang ini terjadi.


"Maaf tuan,, menurut hemat saya, sepertinya ada pihak lain yang terlibat dalam masalah ini. Saya berani menjamin, bila benar ini adalah projek asli kami, tidak akan seperti ini cara kerja kami!" Ucap Beny meyakinkan pak Raihan.


Bahwa Klan Srigala tak akan mungkin terlibat dalam masalah remeh dengan cara murahan seperti ini.


"mohon tunggu saja sebentar tuan,, aku pastikan akan menghukum anak buahku seberat-beratnya, bila dia benar terlibat dan menjadi kaki tangan orang lain dalam masalah ini" Ucap Beny berjanji.


Orang yang sedang di tunggu pun tiba. Dia terlihat sangat tegang, karena tak pernah membayangkan dirinya akan dipanggil oleh atasan tertinggi Klan Srigala di Zona Utara ini.


"Orang itu sudah datang tuan" ucap anak buah yang berdiri di belakang beny tadi.


"Kamu Kemari..! " teriak Beny pada anak buahnya yang tak dia kenal itu.


"Betul,, kamu ketua distrik 8? Kamu kenal dengan perempuan ini?" Tanyanya beruntun.


"Iya tuan,, saya mengenalnya" Jawabnya takut.


"Ceritakan semuanya,," Pinta Beny pada anak buahnya ini, yang bernama Joglo.


"Maafkan saya tuan, tadinya saya pun ingin menolak permintaan Tuan Arkan Wijaya, tapi menurutnya, masalah ini tak apa-apa bila tak melaporkan kepada anda dan tak perlu meminta izin pada anda. Alasan, kenapa saya menyetujui permintaan nya itu, karena dia mengaku kenal cukup dekat dengan anda " Ucap Joglo menjelaskan.


"Arkan Mahardika anaknya Pak Mahardika ? " Tanya Beny memastikan.


"Dia sudah berani melewati batas rupanya" Gumam Beny yang cukup jelas Terdengar oleh semua yang hadir.


"Apa yang dia inginkan?, Kenapa dia terlihat ingin sekali dengan restoran kecil itu? " Tanya Beny yang ikut penasaran dengan alasannya Arkan.


"Dia ingin membuat pemilik restoran putus asa karena hutang yang tak mampu dilunasinya,, dia bertujuan ingin si pemilik restoran menyerahkan resep dari semua masakan dan resep lainnya yang hanya dimiliki oleh keturunan asli keluarga kecil itu " ujar Joglo menjelaskan.


"Emang pemilik restoran berasal dari keluarga mana?" Tanya Beny.


"Aku tak mengetahuinya tuan, tapi dia hanya berkata bahwa pemilik restoran hanya warga biasa yang pernah berurusan dengannya" Jawab Joglo jujur.


"Ayahku berasal dari keluarga Aslan dari Pantai timur" ucap Maya, menyambung Jawaban pertanyaan Beny.


"Keluarga Aslan?" Ucap Beny mengulang Nama Klan itu kaget.


"Keluarga yang 30 tahun lalu terkenal ahli di bidang obat-obatan dan masakannya yang terkenal lezat?, Bukannya semuanya telah hilang di pembantaian 'Sungai Darah' 30 tahun lalu?" Ujar Beny tak sadar mengucapkan kata-kata menyakitkan di depan keturunan asli Klan Aslan.


Letnan Kosman dan pak Ridwan pun ikut terkaget mendengar yang di katakan Maya, bahwa dirinya adalah keturunan dari Klan Aslan yang dianggap telah punah tak tersisa satu pun, menurut kabar yang ada.


"Kamu keturunan dari Klan Aslan Nona? " Tanya Letnan Kosman pada Maya terdengar sopan.

__ADS_1


"Iya Letnan" Jawab Maya tak mengerti.


"Syukur lah, aku masih di pertemukan dengan penolong Jendral kami. Beliau cukup lama mencari keturunan Klan Aslan yang tersisa selama ini" Ujar Letnan Kosman pada Maya.


"Kenapa beliau mencari keluarga saya Letnan?" Tanya Maya terlihat khawatir.


"Bukan seperti yang kamu bayangkan Nona, anda tak usah khawatir " Ucap Letnan Kosman yang melihat Maya sepertinya salah paham.


"Ayahmu sekarang ada dimana?" Tanya Letnan Kosman.


"Dia di Tawan olehnya?, Ayahku dipaksa untuk bekerja di restoran kami sendiri yang telah diambilnya, untuk melunasi sisa hutang kami" Jawab Maya geram.


"Apa,, kau berani menawannya?" Teriak Letnan Kosman pada Joglo sambil mengambil senjata yang selalu ada di pinggangnya. Letnan Kosman Tanpa ragu langsung menembak Joglo tepat di kepalanya, membuat semua orang yang ada di sini kaget tak percaya.


"Kenapa anda membunuhnya?" Tanya Beny sedikit tak terima anak buahnya di tembak di depan matanya.


"Ben,, asal kamu tahu. Saat ini aku sedang membantumu,, seandainya ini kabar seperti ini sampai ke telinga jendral perang,, aku jamin bukan hanya Cecunguk ini yang akan mati. Aku jamin Seluruh Klan Srigala Bulan akan di ratakan dari negara ini " Ucap Letnan Kosman pada Beny dengan nada mengancam.


Beni pun hanya mampu terdiam, dia tak pernah menyangka anak buahnya akan melakukan kesalahan se fatal ini.


"Dan untuk mengatasi keluarga Mahardika, aku serahkan padamu, sebagai permintaan maaf kalian pada Jendral perang. Tenang Ben,, aku akan membantumu dan pimpinan mu untuk menjelaskan semuanya pada sang Jendral" Ucap Letnan Kosman, paham dengan kesalahan yang tak sengaja dilakukan oleh anak buahnya.


"Tapi tetap saja, harus selalu ada yang bertanggung jawab dalam kesalahan sebesar ini. Kamu paham kan?" Tanya Letnan Kosman pada Beny.


"Iya Letnan,, maafkan keteledoran kami,, dan saya akan segera mengabari pimpinan pusat tentang cerita ini." Ucap Beny sedikit khawatir, dengan membayangkan kemarahannya ketika dia harus menceritakan semuanya pada pimpinan Klan Srigala Bulan.


"Aku mungkin bukan siapa-siapa di Mata Ketua kalian, tapi tidak dengan Jendral Perang negara ini. Katakan saja, bila kamu telah diampuni oleh Jendral perang,, aku yakin pimpinan mu pun akan mengampuni mu" Ucap Letnan Kosman yang mengerti dengan kekhawatiran Beny.


"Aku akan membantu menjelaskan bahwa kamu tak terlibat dengan kejadian ini. Anggap saja sebagai balas Budi ku padamu, untuk jasamu dulu pada ayahku" Jawab Letnan Kosman pada Beny.


"Terimakasih banyak letnan" Jawab beny terlihat lebih tenang.


Andi dan Maya hanya bengong. Karena semua yang mereka bicarakan tak satupun yang Andi dan Maya pahami.


Karena yang sedang di bicarakan adalah informasi tingkat tiga. Tak mungkin siapa saja bisa mengetahuinya.


Bahkan Letnan Kosman pun, sebenarnya belum memiliki hak untuk mengetahui tentang informasi ini.


Hanya saja, karena Letnan Kosman adalah sahabat dekat dan kebetulan sering jadi teman ngobrol sang Jendral perang selama ini, jadi terkadang sang jendral membicarakan semua hal dengan Letnan Kosman dalam jadwalnya sebagai sahabat sang Jendral.


Walaupun pangkat Letnan Kosman sangat jauh berbeda dengan sang Jendral, Tapi sang Jendral masih menganggap dia sebagai sahabatnya ketika di luar tugas.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2