Sang Pemulung Kaya

Sang Pemulung Kaya
Bab 35. Ruang Tamu yang Harum


__ADS_3

Seperti biasa, ketika Andi datang ke diskotik ini,, semua orang pasti memperlakukan dirinya dengan sopan.


Dari mulai penjaga luar, pelayan penerima tamu, serta pelayanan eksklusif di setiap sudut tempat ini.


Serasa, Andi adalah pemilik tempat ini saja.


Dimana dirinya dikenal oleh semua orang-orang yang ada di tempat ini.


"Pelayanan apa yang tuan Andi inginkan?" Tanya pelayan yang terlihat sangat seksi, dengan bentuk tubuh yang sangat proporsional.


Bahkan, dia terlihat sengaja menambahkan sobekan rok yang ada di bagian samping paha mulusnya.


"Aku hanya ingin memesan tempat karaoke++ saja, dan aku tak ingin diganggu oleh siapapun, bahkan oleh pemilik tempat ini sekalipun." Ucap Andi memberikan pesan kepada wanita seksi ini, supaya disampaikan kepada semua orang, yang biasanya berlebihan dalam menyambutnya.


"Karena hari ini, aku ada tamu penting yang sedang aku tunggu " Lanjutnya mengingatkan wanita ini, agar efek betapa pentingnya urusan Andi saat ini terasa olehnya.


Dia pun terlihat kecewa, karena peluang dirinya untuk bebas dari tempat ini pun hilang.


Karena, cerita Andi memperkosa Intan tadi malam,, sudah beredar ke semua telinga wanita penghibur di tempat ini.


Dimana kabarnya, intan diperkosa oleh seorang Tuan muda kaya tapi punya fetis aneh,, yang suka memperkosa wanita di tempat umum. Dan setelahnya, Intan dibebaskan olehnya dari tempat ini, dan dijadikan gundik pribadinya.


Mereka semua lebih rela, jika harus dilecehkan oleh satu orang seumur hidupnya,, daripada harus dilecehkan oleh banyak orang selama hidupnya.


Bahkan tak jarang, mereka dilecehkan oleh orang-orang aneh yang suka menyiksa mereka.


Bagi wanita-wanita ini, diperkosa oleh Andi sepertinya lebih baik, daripada harus terus berada di neraka seperti ini.


Pelayan itu pun membuka pintu Ruangan karaoke++ kelas VVIP, yang biasanya dipilih oleh para pejabat ataupun orang-orang berpengaruh lainnya di negara ini.


"Silahkan masuk tuan,, " Ucap pelayan ini.


"Ada minuman khusus ataupun makanan yang tuan inginkan?" Tanyanya pada Andi, dia khawatir Andi punya permintaan khusus yang tak ada di daftar menu standar tempat ini.


"Berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh bos mu untuk datang ke tempat ini?" Tanya Andi menanyakan sebuah pertanyaan, yang mirip dengan soal cerita di ujian matematika.


"Maksud anda, Tuan Ruben?" Tanya wanita ini memastikan.


"Memangnya ada berapa Bosmu di sini?" Ujar Andi kesal, karena Jawaban bertele-tele wanita ini.


"Mungkin sekitar 1 jam tuan" Jawab wanita ini, karena tahu tuan Kaya ini terlihat kesal.


"Sepertinya masih lama" gumam Andi pelan.


"Siapa namamu?" Tanya Andi pada pelayan ini.


"Saya Marsa tuan" Jawabnya sopan, dengan cara bicara yang sangat seksi. membuat yang memandang bibirnya, dijamin ingin **********.


"Kamu aman?" Tanya Andi ambigu.


"Maksud tuan?" Tanya Marsa benar-benar tak mengerti.

__ADS_1


"Kesehatanmu?" Lanjut Andi menjelaskan maksudnya.


"Tentu saja tuan,, " Jawabnya cepat, dia langsung mengerti maksudnya Andi apa.


Wajahnya terlihat sangat berseri, seolah pertanyaan ini, akan menjadi peluang yang bisa memberikannya jalan baru untuk hidupnya.


"Perkosa saya tuan,," Batin Marsa berharap. sebuah harapan yang cukup gila.


Andi hanya diam saja setelah menanyakan pertanyaan itu.


"Berapa laki-laki yang pernah menikmati tubuhmu?" Tanya Andi asal, seolah tak peduli ucapan nya akan menyinggung perasaan Marsa.


"Saya tak tahu pasti tuan,, mungkin 12 sampai dengan 15 orang selama hidup saya" Jawabannya ini langsung menghilangkan senyum di wajahnya.


"Siapa yang pertama?" Tanya Andi seperti mengintrogasi Marsa.


"Pamanku" Jawabnya lirih, matanya terlihat mulai sembab.


"Lalu, berikutnya?" Lanjut Andi bertanya.


"Teman mabuk pamanku" Jawab Marsa mulai meneteskan air matanya, walaupun tanpa isakan tangis.


"Lalu?" Tanya Andi, seolah tak peduli dengan air mata yang menetes di matanya Marsa.


"Rentenir yang meng-hutangi pamanku" Jawab Marsa masih melanjutkan menjawabnya.


"Lalu pacarku, atau lebih tepatnya yang berpacaran denganku, karena ingin meniduri ku" ucapnya tak menunggu Andi bertanya.


"Guru di sekolah ku. karena dia berjanji akan membayar lunas tunggakan bulanan ku" lanjut Marsa menjawab tanpa ditanya.


Dia terlihat mulai sesenggukan tak kuat menahan sakit di hatinya.


"Kenapa kamu berakhir di sini?" Tanya Andi tak mengerti alasan Marsa bisa berakhir di sini.


"Karena aku sengaja, ingin pergi dari siksaan seksual yang dilakukan oleh pamanku dan teman-temannya" Jawab Marsa lirih, terlihat ada kebencian di matanya.


"Tempat ini lebih baik atau lebih buruk?" Ucap Andi masih dengan mencecar pertanyaan mengintrogasi Marsa.


"Aku rasa lebih baik ada di tempat laknat ini, Jika dibandingkan harus di tiduri setiap hari oleh orang yang seharusnya melindungi dan menjaga ku. Tapi, malah dirinya lah yang menghancurkan ku, dengan menjaja kan tubuhku kepada teman-temannya" Jawabnya panjang lebar. Dengan sorot mata kebencian.


"Kapan terakhir, kamu ditiduri?" Tanya Andi asal.


"4 bulan yang lalu" Jawabnya singkat, sambil menghapus air matanya.


"Kenapa bisa seperti itu?, Sekarang tugasmu benar-benar hanya jadi pelayan atau, kamu sekarang terkena penyakit?" Tanya Andi Asal menebak.


"Bukan seperti itu tuan,, aku kebetulan mempunyai kemampuan dalam bidang akuntan dan management" Jawab Marsa menjelas alasan dirinya bersih selama empat bulan terakhir ini.


"Jadi karena itu, Divisi administrasi perusahaan ini merekrut saya ke bagian tersebut, dan sesekali ditugaskan melayani tamu. itupun hanya tamu VIP saja" Lanjutnya menjelaskan.


"Tapi medical checkup mu benar-benar aman kan?" Tanya Andi memastikan.

__ADS_1


yang mana maksud dari pertanyaan Andi ini, masih belum Marsa pahami.


"Tentu tuan, " Jawabnya singkat sambil mengeluarkan kertas terlipat dari balik kantong jas tipis ketatnya.


lalu Marsa pun memberikan kertas laporan terbaru tentang kesehatan tubuhnya kepada Andi.


Andi pun membacanya sekilas,, lalu melanjutkan pertanyaan lainnya.


"Baiklah,, mana bagian tubuhmu,, yang kamu yakini saat ini masih tercium harum?" Tanya Andi membuat Marsa mulai merasa aneh dengan maksud semua pertanyaannya.


Marsa merasa aneh dengan pola random pertanyaan yang diajukan oleh Andi.


Dari mulai pertanyaan remeh, kemudian ke pernyataan yang membuat dirinya menangis karena kisah masa lalunya, lalu Andi bertanya ke pertanyaan yang selama hidup Marsa, dirinya belum pernah mendengar orang menanyakan pertanyaan seperti itu dalam percakapan normal.


"Mungkin mulutku" Jawab Marsa, walaupun pikirannya sangat bingung dengan tujuannya Andi.


"Karena pewangi?, Atau permen?" Tanya Andi tak percaya, ada mulut wangi karena alami.


"Tidak tuan,, mulutku benar-benar wangi menurut semua orang yang pernah mencium mulutku" Jawabnya yakin.


"Buka mulutmu." Perintah Andi, karena penasaran dengan pengakuan Marsa.


Andi pun mencium aroma mulutnya yang memang tercium Wangi khas, tapi aromanya nyaman untuk dihirup.


Akhirnya Andi percaya, ternyata orang yang memiliki nafas wangi alami itu benar-benar ada.


"Kamu menjaga pola dan jenis makananmu?" Tanya Andi penasaran ingin tahu penyebab aroma wangi nafasnya.


"Tentu saja tuan. Selain itu, aku juga selalu menjaga kebersihan tenggorokan setiap hari" Jawabnya, tak terbayangkan dan tak bisa dicerna oleh pikiran Andi.


"Maksudnya?" Tanya Andi bingung, tentang bagaimana cara membersihkan tenggorokan.


"Aku selalu berteriak sekerasnya dalam air hingga aku ingin muntah" Jawabnya menjelaskan metode perawatan nafasnya.


"Selain mulut dan nafas mu,, bagian mana lagi?" Tanya Andi penasaran, karena sepertinya Marsa pintar merawat tubuhnya.


"Bagian intim ku" Jawabnya sedikit tersipu.


"Ruang tamu untuk tamu datang bulan?" Tanya Andi memastikan.


"Iya tuan,, " Jawabnya singkat, semakin membuat wajahnya memerah.


Karena Marsa membayangkan, apa yang harus dia lakukan jika Tuan kaya ini, ingin memastikan kebenarannya.


"Boleh aku pastikan?" Tanya Andi padanya Santai. Tak terlihat pandangan seorang pria mesum sedikit pun dalam matanya.


"Maksud tuan?" Tanya Marsa pura-pura tak paham.


"Memastikan kebenarannya,, apakah benar Ruang tamu milikmu seharum itu?" Tanya Andi menjelaskan secara gamblang maksud kata-katanya.


"Dengan cara seperti apa tuan?" Tanya Marsa sok polos.

__ADS_1


"Naiklah dan duduk di atas ke meja ini" Printah Andi pada Marsa untuk naik ke meja yang ada di hadapannya Andi.


...****************...


__ADS_2