Sang Pemulung Kaya

Sang Pemulung Kaya
Bab 54. Akhirnya, Kamu Kumiliki


__ADS_3

"Maafkan aku pak Beny, jadi mengganggu bisnis mu malam ini." Ucap Andi meminta maaf pada pak Beny.


"Tidak apa-apa tuan. Malah ini adalah sebuah kehormatan untuk saya, dapat membantu keluarga tuan" Jawab Pak Beny, terlihat sangat sopan.


Pak Arkan dan istrinya serta Kakeknya Syifa pun terdiam tak mengerti, kenapa seorang Ketua Zona Utara Klan Serigala Bulan terlihat begitu hormat pada anak muda ini.


"Ini semua Berkas seluruh aset keluarga Astari tuan" Ucap Pak Beny menyerahkan semua berkas-berkas itu pada Andi.


"Terimakasih Pak Beny, atas bantuan mu" Ucap Andi pada Ketua Zona ini.


"Berapa banyak uang yang kamu habiskan untuk membayar para penipu itu?" Tanya Andi menyebutkan paman-paman Bu Syifa sebagai para penipu.


"Karena mereka ingin transaksi ini dibayar secepatnya. Mereka menjual aset-aset ini dengan harga yang sangat murah tuan" Jawab Pak Beny menjelaskan.


"Aku membayar semua aset-aset milik keluarga Astari, serta harga untuk rumah ini, hanya menghabiskan uang sebanyak 90 Miliar tuan " Lanjutnya, menjelaskan harga yang dia bayarkan pada paman-paman nya Bu Syifa.


"Baiklah, akan aku bayar semuanya, dan sekalian aku ingin Bapak untuk mengurus proses pengalihan kepemilikan semua aset ini, atas nama Syifa Maulida Astari " Ucap Andi meminta Pak Beny untuk mengurusnya.


"Tentu saja tuan. Akan saya laksanakan secepatnya" Jawab Pak Beny sigap dengan apa yang Andi minta.


Andi terlihat mengambil Smartphone miliknya, lalu mulai membuka aplikasi yang ada di Smartphone miliknya.


"Baiklah Pak. Sudah saya transfer ke rekening milik bapak " Ujar Andi pada Pak Beny yang terkaget, kenapa Andi bisa tahu nomor rekening pribadinya. Dan, dia tak menyangka akan dibayar langsung saat ini juga oleh Andi.


"Aku tahu nomor rekening milikmu dari Pak Raihan, maafkan saya jika lancang" Ucap Andi, meminta Maaf dengan sopan.


"Tidak apa-apa tuan. Tapi, uang yang anda kirim terlalu berlebih tuan" Ucap pak Beny memastikan.


"Itu untuk penghargaan atas bantuan mu, maafkan aku Pak, aku tak bisa memberi banyak" Ujar Andi merendah.


"Padahal anda tak perlu seperti ini tuan" Ucap Pak Beny terlihat malu-malu menerima pemberian Andi.


"Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih tuan. Jika, ada urusan apapun di seluruh Zona Utara ini. Anda tak usah ragu untuk menghubungi saya" Ucap pak Beny menawarkan dirinya.


"Tentu saja pak. Saya ucapkan terimakasih sebelumnya" Jawab Andi menerima niat baik Pak Beny.


"Tapi, ada sedikit permintaan pribadi pak. Jika tak merepotkan mu " Ucap Andi mengawali maksudnya.


"Tentang apa tuan,?" Tanya Beny penasaran dengan maksud Andi.


"Aku seorang kolektor miniatur kapal-kapal militer. Aku suka, karena aku sangat menyukai pesawat ataupun kendaraan perang lainnya" Ucap Andi mulai berbohong tentang hobi nya.


"Jika anda punya link ke bagian gudang logistik militer. Aku ingin dicarikan merk-merk pesawat tempur atau apapun yang berhubungan dengan kendaraan ataupun alat-alat perang lainnya yang sudah tak terpakai ataupun mungkin di sana dianggap sampah" lanjut Andi menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


"Oh,, itu mudah tuan. Saya bisa membawa limbah-limbah alat-alat tempur ke Rumah anda kapan pun anda mau" Jawab pak Beny senang.


"Aku akan membayar semua harga limbah sesuai yang anda inginkan pak" Ucap Andi menjanjikan pada Pak Beny.


"Itu bukan hal yang sulit dan mahal tuan. Tidak usah seperti itu" Jawab Pak Beny malu-malu dengan wajah sangat bahagia nya.


"Baiklah, sepertinya hanya itu yang saya butuhkan. Anda kabari saja, jika barang-barang itu sudah siap anda kirim" Ujar Andi mengakhiri pembicaraan bisnis tingkat tinggi ini.


Walaupun sebenarnya, bisnis tingkat tinggi hanya menurut anggapan Andi saja. Tapi tidak bagi Pak Beny, baginya ini hanya bisnis limbah semata.


"Aku izin pamit tuan. Terimakasih atas kebaikan tuan" Ucap Pak Beny berterimakasih pada Andi sepenuh hatinya.


Beberapa saat setelah Pak Beny pergi meninggalkan rumah ini.


Andi pun menjadi pusat perhatian keluarga miskin ini.


Karena, mereka memang sudah tak memiliki apapun, semua aset-aset miliknya sudah dijual oleh paman-paman nya Syifa sebelumnya.


Semua aset-aset milik keluarga Astari sudah berpindah tangan menjadi milik Andi. Yang akan diatas namakan atas nama Bu Syifa.


"Kamu mengenal pak Beny?" Tanya Bu Syifa kaget.


"Iya. Aku cukup mengenalnya" Jawab Andi singkat.


"Aku semakin tak mengenal dirimu ndi" Ucap Bu Syifa bingung.


"Iya kek, saya Andi. Orang yang hari ini ingin menikahi cucu anda ini" Jawab Andi sambil melirik Bu Syifa, yang terlihat memerah wajahnya.


"Tentu saja Nak Andi, asal Syifa nya setuju, saya sebagai kakek nya pasti akan mendukung pilihan hatinya" jawab Sang kakek Senang.


"Tapi, aku tak mau menunggu lebih lama lagi. Aku ingin pernikahan ku dengan Syifa ingin dilaksanakan malam ini juga. Jika tidak, maka semua aset itu, tak akan aku atas namakan atas nama Syifa." Pinta Andi sedikit mengancam agar pernikahan ini segera dilaksanakan.


"Tentu saja. Arkan Kenapa kamu diam saja" Teriak Pak Astari pada anaknya ini.


"Panggil semua orang yang dibutuhkan untuk proses pernikahan." Lanjut Pak Astari meminta pak Arkan Untuk menghubungi semua pihak.


"Iya ayah. Aku akan menghubungi semuanya" Jawab Pak Arkan tersentak.


Ibunya hanya tersenyum sambil memeluk pundak anak perempuan satu-satunya, sambil mengusap-usap punggung anaknya ini.


Di wajah Ibunya sudah tak terlihat lagi wajah penentangan terhadap Andi. Karena, dia sangat yakin jika Andi bukanlah orang biasa.


Dalam pikiran keluarga nya, Andi adalah anak Orang kaya yang tak ingin diketahui asal-usulnya.

__ADS_1


Maka, tak ada satupun yang berani bertanya tentang asal-usul Andi saat ini.


****


"Aku terima nikah dan kawinnya Syifa Maulida Astari anak dari Bapak Arkan Astari dengan mas kawin seluruh aset-aset ini dibayar tunai" Ucap Andi mengucapkan ijab qobul pernikahan dengan memegang tangan ayahnya Syifa.


"Sah"


"Sah"


Ucap saksi-saksi yang sudah datang dari pihak keluarga ibunya Syifa.


"Baiklah, semua sudah dilaksanakan. Dan hari ini, kalian sudah resmi menjadi suami istri" Ucap penghulu yang dipaksa datang pada tengah malam seperti sekarang ini.


"Terimakasih pak, anda semua sudah bersedia hadir di acara pernikahan saya. Saya minta nomor rekening pribadi anda" Ucap Andi pada sang penghulu.


"Baik tuan," Jawab sang penghulu memberikan secarik kertas yang sudah ada nomor rekening miliknya.


Beberapa saat sang penghulu pun terlihat terdiam menghitung angka di rekening mobile nya.


"Tuan, anda tidak salah kirim?" Tanya sang penghulu, memastikan apa yang dilihatnya.


" Tentu pak, apakah masih kurang?" Tanya Andi pada sang penghulu.


"Tentu tidak pak" jawabnya terkaget dan tak enak dengan jawaban Andi.


"Hanya saja, bayaran ini terlalu besar tuan" Ucapnya, seolah ingin menolak.


"200 juta bukanlah uang yang besar pak penghulu. Aku sudah mengganggu waktu istirahat mu, uang ini semoga sepadan untuk mengganti waktu istirahat Anda" Jawab Andi sopan.


"Terimakasih banyak tuan. Aku langsung pamit pulang saja tuan" Ucap pak penghulu seolah mengerti, pertanyaan darinya sudah sangat mengganggu waktu malam pertama Andi dengan istrinya ini.


"Tentu saja, hati-hati di jalan" Jawab Andi melepas kepergian penghulu tersebut.


keluarga dekat ibunya Syifa pun, terlihat pamit untuk segera pulang, dan berjanji esok hari akan datang lagi.


"Baiklah Syifa, sekarang kamu sudah menjadi istrinya Andi. Jadi, ibu dan ayah akan segera tidur. Karena, besok pagi ibu harus menyiapkan sarapan terenak untuk menantu hebat ibu " Ucap ibunya seolah mengerti dengan keinginan mantunya ini.


"Jika Ayah sudah mengantuk, tidur saja di kamar khusus untuk ayah" Ucap pak Arkan pada ayahnya. Yang memang di rumah ini, Kakeknya memiliki kamar khusus untuk dirinya .


Semua orang pun terlihat sudah pergi. Tinggal Andi dan Bu Syifa di ruang tamu ini.


"Akhirnya, kamu kumiliki juga Bu" Batin Andi.

__ADS_1


"Mau sekarang?" Tanya Andi tak tahu malu.


...****************...


__ADS_2