
Bu Syifa terlihat sedang merapikan pakaian yang sedang dipakainya.
Bu Syifa terlihat malu untuk memakaikan Celana kecil berbahan tipis berwarna pink, dia hanya terlihat memegangi itu saja di tangan kanannya.
Bu Syifa bingung dengan posisi, bagaimana untuk memakai ****** ******** yang sedikit agak sulit jika dilakukan dalam mobil yang terasa sempit ini.
Bisa, saja Bu Syifa melakukannya, hanya saja Bu Syifa harus memperlihatkan posisi memalukan dari kedua pahanya ketika memakaikan CD itu diantara kedua pahanya.
Walaupun beberapa saat tadi, mereka berdua telah bercumbu mesra tanpa sehelai benang pun yang menghalangi.
Tapi tidak tahu kenapa,, jika kesadaran mereka telah kembali, rasa malu yang dirasakannya malah terasa lebih besar.
Rasa malu ini lah, yang sedang dirasakan oleh Bu Syifa saat ini.
Andi pun terlihat selesai memakai baju kaos hitam nya.
Andi dengan sengaja, membiarkan area kejantanannya terbuka bebas, dengan tamunya yang masih terjaga.
Seorang tamu yang terlihat basah oleh Saliva Bu Syifa sebelumnya.
Karena Bu Syifa melihat Andi menolak kepasrahan dirinya, karena tetap ingin melakukannya dalam ikatan yang sah.
Bu Syifa sangat terharu sekaligus malu terhadap sikap Andi ini.
"Kenapa Kamu tak pakai ****** ***** mu ?" Tanya Bu Syifa pada Andi, yang kedua mata indahnya, spontan melirik ke area itu.
Bu Syifa masih sangat ingin mendidik tamu dari muridnya ini.
Tapi, memang tamu tersebut sedikit bebal, bahkan hingga mulut dan lidah Bu Syifa sampai terasa pegal pun, masih belum terlihat ada tanda-tanda akan muntah dari tamu ini, bahkan sedikit pusing pun tak terlihat dari tubuh berurat tamu ini.
"Bagaimana memakai nya Bu?" Tanya Andi, polos.
"Mau ibu pakai kan?" Tanya Bu Syifa, mulai berani.
"Ibu pegangin saja sepanjang jalan, berani?" Ucap Andi dengan senyum mesumnya.
"Kenapa harus tidak berani?" Jawab Bu Syifa, dengan wajah yang mulai memerah.
Bu Syifa langsung memegang bagian leher tamu itu dengan tangan kanannya, karena mendapatkan provokasi dari muridnya ini.
"Ehhh,,ehhh aku minta ibu untuk memegang nya , bukan mencekiknya" Ujar Andi, sedikit kaget dengan cengkraman tangan Bu Syifa yang sedikit agak keras, membuat rasa pusing di kepalanya kembali terasa.
Keinginan untuk segera masuk ke ruang tamu sempit milik gurunya ini, semakin ingin cepat-cepat terlaksana.
"Sepertinya aku harus segera menikahi ibu, aku sudah tak bisa menahannya lebih lama lagi Bu" Ucap Andi, mengutarakan keadaan dirinya.
Yang mana, betapa besarnya tekanan nafsu yang sedang di tahan olehnya Saat ini.
"Iya ndi. Sebentar lagi juga sampai. Memang, kamu saja yang tidak tahan, dan menginginkan cepat-cepat?" Ucap Bu Syifa, keceplosan dengan apa yang ada di pikirannya saat ini, ternyata Bu Syifa pun, sama tak tahannya.
Bu Syifa pun langsung tertunduk malu, karena mengucapkan kalimat yang menunjukkan keinginan asli dari tubuh dan hatinya saat ini.
Andi pun semakin melajukan mobil secepat mungkin menuju alamat dimana keluarga inti Bu Syifa tinggal.
Karena pikiran mesum di kepala Andi mulai hilang, dan juga obrolan yang semakin terasa serius.
Sang Tamu gagah yang ada diantara pahanya Andi pun terlihat mengecil seolah mengantuk ingin istirahat.
Melihat tamunya yang berubah ukuran, Andi pun malu sendiri, lalu memarkirkan mobilnya sejenak untuk memakai celana yang dari tadi belum dipakai nya.
"Kenapa kita memarkirkan mobil ndi?, Kamu sudah tak tahan, kamu mau sekarang saja?" Tanya Bu Syifa, salah paham.
"Bukan Bu, aku ingin memakai celana ku dulu" Jawab Andi, membuat Bu Syifa tak henti merasa malu lagi.
Seolah semua tindakan Andi, seolah-olah sedang mencandai dirinya.
"Apapun yang terjadi. Jangan pernah keluar mobil" Ucap Andi, mendadak memberi peringatan pada Bu Syifa.
"Maksudmu?" Tanya Bu Syifa tak mengerti.
"Sepertinya, apa yang dikatakan oleh Pak Raihan ternyata benar adanya" Jawab Andi, yang belum dipahami oleh Bu Syifa sepenuhnya.
Tak lama setelah mobil Andi berhenti di dekat tiang sutet listrik tegangan tinggi yang ada di sepanjang jalan menuju rumah keluarganya Bu Syifa.
Terlihat ada 4 mobil sedan dan 2 mobil Jeep terlihat melambat, berhenti di dekat mobilnya Andi.
Andi sengaja memposisikan mobilnya di jalur listrik ini, agar mobil-mobil yang terlihat mengikuti dirinya, tak terpikirkan untuk menabraknya langsung.
"Ibu, tunggu di dalam saja, tak usah khawatir. Masih banyak hal yang belum kita lakukan" Ucap Andi pada gurunya ini yang terlihat khawatir, karena ada beberapa mobil yang mirip dengan mobil yang biasa dipakai oleh Ruben.
Andi pun keluar dari mobil, dan berdiri di samping mobilnya.
Semua mobil yang tadi mengikuti Andi pun ikut berhenti, dan para penumpang di dalam mobil tersebut semua keluar kecuali satu mobil. Yaitu mobil sedan mewah yang terlihat hanya membuka jendela belakangnya saja.
Lalu salah satu orang menghampiri Andi dengan langkah kaki yang sangat meyakinkan dan meremehkan Andi.
"Ikut aku sekarang. Bos kami ingin bicara denganmu" Ucap orang tersebut.
memerintahkan Andi untuk mengikutinya dengan sambil meremas lengan kanan Andi.
Tanpa kata sedikit pun, Andi pun langsung meremas balik tangan orang ini dengan cengkraman jari tangan nya.
"Krek" Suara tulang patah pun terdengar.
"Awwwwwww" Apa yang kamu lakukan pada tanganku?" Teriak orang bertubuh besar ini, sambil berguling-guling kesakitan.
"Kamu kenapa tuan?" Tanya Andi pada orang itu, dengan wajah tanpa dosa nya.
Semua orang-orang yang berdiri di sebrang sana terlihat sangat kaget, yang tak lain adalah teman-teman orang yang sedang berguling kesakitan dibawah kaki Andi.
Semuanya terdiam melihat penuh pertanyaan, Kenapa temannya berguling kesakitan, tanpa tahu apa sebabnya.
Bahkan seorang berjas putih, yang sedang duduk di dalam mobil mewahnya, terlihat tersentak melihat anak buahnya jatuh tanpa tahu kenapa penyebabnya.
"Siapa anak ini?" Gumam seorang pria bertubuh atletis, walaupun tertutup dengan baju jasnya, tetap tak bisa menutupi bentuk tubuh atletisnya.
"Sepertinya Beny punya cukup alasan kuat, kenapa dirinya tak mau berurusan dengan bocah ini" Gumamnya lagi, mulai ragu.
"Urus bocah sialan itu"
Perintah pria ini kepada anak buahnya, agar menyerang Andi, sekaligus ingin tahu sehebat apa kemampuan Andi.
Semua anak buahnya terlihat berlari ke arah Andi untuk melumpuhkan Andi.
Andi tak terlihat khawatir dengan 13 orang-orang yang sedang berlari ke arahnya.
Andi malah terlihat tersenyum, melihat banyaknya orang yang akan menyerang dirinya.
Andi merasa senang, karena tak ada satu orang pun yang menggunakan senjata tajam Saat ini.
Mungkin, itu karena mereka terlalu percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya.
Andi pun dengan pikirannya ingin melihat Poin levelnya saat ini.
Status Global" Ucap Andi
[Ding]
********
Nama : Andi Rusdi
Level Sistem : 2 (1.100/5000)
*
-Bisa menjual Sampah apapun dengan harga Asli ketika dibeli.
__ADS_1
-Duplikasi Jurus
**
-Level Tubuh : Awal tingkat Atas
***
Skill terapan :
-Pelindung Tubuh Lv 1
(7800/10.000 Kg Damage)
-Pukulan Harimau Penghancur Lv 1
(250/10.000 Kg Damage)
****
Jumlah kekayaan
Saldo : Rp. Rp. 2.264.600.000.000
*****
Semua orang, yaitu ketiga belas orang ini tanpa ragu dan tanpa aturan, langsung memukuli bagian tubuh Andi yang tanpa perlindungan.
Andi hanya menghalangi wajahnya saja, untuk memberikan kesan ketakutan kepada orang-orang yang sedang memukulinya saat ini.
[Ding]
"50 Kg"
,
[Ding]
"120 Kg"
,
[Ding]
"75 Kg"
[Ding]
,
[Ding]
,
[Ding]
Notifikasi pemberitahuan tentang besarnya damage pukulan yang diterima oleh tubuhnya, pun terus berbunyi tanpa henti.
[Ding]
"Level Skill Pelindung Tubuh Telah naik Ke Level 2" Info Sistem.
"Mendapatkan 500 Poin Peningkatan Sistem"
Status Global" Ucap Andi
[Ding]
********
Nama : Andi Rusdi
Level Sistem : 2 (1.600/5000)
***
-Bisa menjual Sampah apapun dengan harga Asli ketika dibeli.
-Duplikasi Jurus
***
-Level Tubuh : Awal tingkat Atas
***
Skill terapan :
-Pelindung Tubuh Lv 2
(1.500/50.000 Kg Damage)
-Pukulan Harimau Penghancur Lv 1
(250/10.000 Kg Damage)
*****
[Ding]
"User mendapatkan reward dari peningkatan Level Skill" Info Sistem.
"User diberikan Sekilas pertahanan Level Master (Jurus Genta Emas)" Aktivasi di Level Warrior tingkat atas.,
atau pada kondisi khusus (dipukuli 10.000 Kg Damage, tanpa menghindar)" info Sistem.
"Sepertinya, hari ini adalah hari hoki ku" Batin Andi sambil mulai memperkuat kuda-kuda nya. Karena orang-orang yang memukuli Andi terlihat semakin menggila.
Karena tubuh Andi, tak kunjung terlihat akan jatuh.
Tak terlihat sedikit pun tanda-tanda Andi akan bisa dilumpuhkan oleh mereka semua.
"Sepertinya, dia sengaja tak melawan" Gumam Pria yang sekarang terlihat keluar dari mobil mewahnya. Karena sepertinya cukup kagum dengan kekuatan tubuh Andi.
"Hentikan" Teriak sang Bos pada anak buahnya.
Semua anak buahnya pun langsung menghentikan kelakuan sia-sia mereka, untuk melumpuhkan Andi.
"Kenapa berhenti?" Tanya Andi, terlihat baik-baik saja.
"Yasudah, istirahatkan dulu tubuh lemah kalian." Ucap Andi meremehkan orang-orang ini, dengan tujuan memprovokasi kembali semua orang yang memukuli nya.
Orang Berjas Putih, yang saat ini berada di sebrang sana pun, terlihat emosi mendengar provokasi dari Andi barusan.
Dengan langkah cepat kaki kekarnya, orang berjas putih ini seolah terbang melewati anak buahnya yang sedang berjajar di depan Andi.
"Buk" . Sebuah suara pukulan keras dari tangan sang Bos ke tubuh Andi yang tak sempat menghindar, karena begitu cepatnya gerakan orang ini.
Andi Terlihat mundur beberapa langkah, akibat dari betapa kerasnya pukulan orang ini.
[Ding]
"500 Kg, Damage diterima" info Sistem.
[Ding]
"250 Kg Damage terserap oleh Skill Penguatan Tubuh" Info Sistem.
__ADS_1
"Sepertinya Level tubuhnya di atas ku" Batin Andi, karena Skillnya Penguatan tubuhnya, berubah ke mode penyerapan Damage.
Ada sedikit mati rasa di bagian dadanya yang tadi dipukul orang tersebut.
"Sepertinya tidak akan terlalu bahaya " Gumam Andi meyakinkan dirinya.
"Kemampuan mu hebat juga. Pantas saja, kau sesombong itu" Ujar Pria berjas Putih ini.
Semua anak buahnya terlihat kaget, karena melihat Andi yang hanya mundur beberapa langkah setelah dipukul Bos nya ini.
Selama mereka mengikuti Bos nya ini, hampir tidak pernah ada, orang yang tidak terluka parah jika terkena pukulannya.
"Anda saja, mungkin yang terlalu lemah memukul ku ?" Ucap Andi terus memprovokasi Lawan nya ini.
Andi merasa senang karena peluang untuk dirinya bisa mendapatkan 'Kondisi Khusus' pun sepertinya akan terpenuhi tak lama lagi.
Andi melihat Damage pukulan orang ini, lumayan sangat keras. Jika saja, Andi tak memiliki Skill Penguatan Tubuh, dijamin tubuhnya bisa langsung terluka parah saat ini.
"Aku barusan, hanya menggunakan kekuatan tubuhku saja" Ucap Orang hebat ini, yang tak lain bernama Bruno.
Dia seolah merasa terluka harga dirinya di depan anak buahnya. Karena, tanggapan Andi tadi, yang terlihat meremehkan dirinya.
Bruno mulai menggunakan langkah cepatnya untuk menyerang Andi lagi.
Andi tak terlihat akan menghindari serangannya Bruno tersebut, Malah seolah sedang menunggu serangan darinya.
"Bukkk" Suara pukulan yang diterima Andi barusan, sangat keras terdengar oleh semua orang yang ada di tempat ini, bahkan Bu Syifa pun yang berada di dalam mobil, mendengar kerasnya suara pukulan itu ketika beradu dengan tubuh Andi.
Andi terlihat terpelanting lumayan jauh, sekitar beberapa belas meter. Andi bergelinding terseret hampir menabrak mobilnya sendiri.
Semua anak buahnya pun terlihat terkagum kepada Bos nya ini. Yang bisa melumpuhkan Andi, hanya dengan satu pukulan tangan nya saja.
Jika pun tidak, Andi pasti akan terluka sangat parah karena pukulan seperti tersebut.
Bu Syifa pun tak bisa menahan dirinya, karena sangat khawatir melihat tubuh Andi yang terpenting sangat jauh, karena menerima pukulan dari orang yang sepertinya pernah dia lihat sebelumnya.
"Andi, kamu tak boleh mati !" Teriak Bu Syifa terlihat sangat Panik.
Bu Syifa tak bisa tidak panik, karena melihat tubuh Andi tak bergerak, tergeletak di tanah.
"Andi,, Andi, kamu tak boleh mati" Ucapnya lagi,, dengan isakan tangisnya.
"Siapa yang mati?, aku tak akan mati sebelum menikahi mu?" Jawab Andi membuat Bu Syifa kaget sekaligus sangat senang.
[Ding]
"5000 Kg, Damage yang diterima" Info Sistem.
[Ding]
"1500 Kg Damage terserap oleh Skill Penguatan Tubuh (pukulan diatas 3000 Kg terserap hanya 30 %)" Info Sistem.
***
[Ding]
Sistem duplikasi Skill didapatkam dari :
Nama : Bruno Metsu
Level : Warrior tingkat Atas
Skill : * Pukulan Badak Besi Lv³ (elite)
* Langkah Cahaya Lv¹ (Master)
***
(Silahkan pilih salah satu Skill yang di inginkan) Perintah sistem.
Andi terdiam cukup lama. Disamping dadanya yang masih terasa sesak, juga dia masih ragu jurus mana, yang harus di pilihnya.
Karena Skill pun di klasifikasi kan ke dalam beberapa tingkatan.
Otomatis Andi lebih tertarik kepada Skill Langkah Cahaya yang ada di tingkat Master.
Skill Langkah Cahaya yang di kuasai oleh Bruno, ternyata baru ada di Level¹, mungkin karena tingkat kesulitan melatih jurus ini.
"Skill Langkah Cahaya" Gumam Andi, akhirnya memilih Skill yang ditawarkan sistem.
Status Global" Ucap Andi
[Ding]
*
Nama : Andi Rusdi
Level Sistem : 2 (1.600/5000)
**
-Bisa menjual Sampah apapun dengan harga Asli ketika dibeli.
-Duplikasi Jurus
***
-Level Tubuh : Awal tingkat Atas (9.500/20.000)
***
Skill terapan :
-Pelindung Tubuh Lv²
(7.000/50.000 Kg, menerima Damage)
-Pukulan Harimau Penghancur Lv¹
(250/10.000 Kg, memberikan Damage)
-Langkah Cahaya Lv¹ (0/10.000 Km, berlari di area terjal)
****
-Syarat Khusus Skill Genta Emas : (5.500/10.000 Damage diterima dalam 1 hari)
*****
Setelah Andi memilih Skill tersebut, seperti biasa, di kepalanya ada sedikit rasa sakit yang terasa, walaupun masih bisa ditahannya.
"Ibu, kembali masuk ke dalam mobil saja" Printah Andi pada Bu Syifa, tak menunggu jawaban.
Bu Syifa tak terpikirkan menjawab Andi. Dia langsung kembali masuk ke dalam mobil.
Karena, Bu Syifa khawatir dirinya akan menjadi beban Andi pada saat genting seperti ini.
Semua orang yang melihat Andi kembali berdiri kembali. Semuanya terheran-heran, termasuk Bruno, yang sangat percaya dengan kamampuan bela dirinya.
"Sakit juga pukulan mu, paman " Ujar Andi menantang kembali.
Andi sangat butuh pukulannya sekali lagi, untuk mendapatkan Skill Genta Emas yang ditawarkan oleh sistem pada Andi dengan syarat khusus.
"Tapi, masih jauh jika harapanmu adalah mengalahkan aku" Ujar Andi sengaja memprovokasi Bruno.
"Siapa anak ini?" Batin Bruno semakin ragu dengan keputusan pribadinya yang ingin memberi pelajaran pada orang yang mengintimidasi anak buahnya ini, yaitu Ruben.
__ADS_1
...****************...