
Ruben Stun pun masuk dari balik pintu, dia adalah orang yang sekarang menjadi ketua Distrik 8 yang baru. Setelah ketua sebelumnya mati.
Semua orang tak pernah tahu, kenapa Ketua Distrik 8 Sebelum Ruben Stun itu bisa mati Mendadak.
Dimana, Kasus Kematiannya langsung ditutup tanpa penyelidikan.
"Selamat malam tuan,," Sapa Ruben pada Andi sopan, langsung duduk di kursi samping yang berhadapan dengan intan dan Rossi.
"Langsung saja. Berapa yang harus ku bayar, untuk membebaskan ke dua Wanita ini?" Tanya Andi, membuat Rossi tercengang.
Karena dia dengan jelas mendengar Andi mengatakan "kedua wanita", sedangkan dalam ruangan ini, Taka ada lagi wanita kecuali mereka berdua.
"Maksud tuan,,?, Bukannya hanya intan?" Tanya Ruben memastikan.
"Aku berubah pikiran,, aku ingin keduanya. Apakah ada masalah?" Tanya Andi pada Ruben.
"Tidak tuan,, semua bisa diatur" Jawabnya mantap.
"Untuk pembebasan Intan, biayanya mungkin akan sedikit mahal tuan, karena selain hutangnya belum dilunasi, juga ada kontrak yang belum diselesaikan. Jadi akan ada tambahan Karena pinalti kontrak" Ucap Ruben menjelaskan panjang lebar.
"Bisa kamu sebutkan saja jumlah nominalnya. Aku tak butuh penjelasan." Ucap Andi kesal.
"Maafkan saya tuan. Biaya penebusan untuk Intan sebesar 8 Miliar" Ucap Ruben singkat.
"Lalu,," Ucap Anwar sambil melihat ke arah Ruben.
"Lalu?, Maksud tuan,,?" Tanya Ruben seperti orang bodoh.
Andi pun melirik ke arah Rossi.
"Oh.. maafkan saya tuan. Untuknya,, 500 juta.
Dia cukup melunasi biaya pinalti kontraknya saja tuan" ujar Ruben sedikit malu dengan keterlambatan berpikirnya.
"Aku harus mengirimkan uang ke mana?" Tanya Andi singkat.
"Anda bisa mengirimkan uangnya ke rekening ini." Jawab Ruben sembari memberikan selembar kertas yang diatasnya tertulis sebuah No. rekening.
"Baiklah aku kirim uangnya sekarang. Kamu urus bukti pembebasan dan bukti bahwa hutang dan apapun keterkaitan mereka berdua dengan tempat ini sudah selesai" pinta Andi kepada Ruben untuk menyediakan bukti tertulis untuk mereka berdua.
Mata Rossi terlihat meneteskan air mata, setelah menyaksikan semua yang Andi lakukan untuk intan, dan dia tak pernah menyangka bila kebebasan dirinya pun terjadi malam ini dan di ruangan yang sama bersama intan.
__ADS_1
"Sayang,, kita sudah bebas,, kita bisa memulai hidup baru" Ucap Rossi pada intan, yang masih diam.
Walaupun sebenarnya, kesadaran Intan sudah lama kembali ke tubuhnya. Bahkan dia mendengar dan memahami maksud dan tujuannya Andi membebaskannya untuk apa.
"Kenapa kamu terlihat sangat senang?, Kita hanya berganti Pemangsa lain saja, semuanya sama, mereka sama-sama orang yang akan memakan kita. Semua orang kaya semua sama saja " Ujar intan setengah berteriak.
"Jangan tidak sopan kamu jala**" Teriak Ruben. Sembari tangannya akan menampar wajah Intan.
"Hentikan Ruben,, dia sudah bukan pegawai mu, kamu tak berhak memukul seseorang di depan pemiliknya " Ancam Andi pada Ruben.
"Maafkan saya tuan,," Ucap Ruben menyesal dengan sikap emosionalnya. Dia lupa, bila intan dan Rossi sudah tidak ada dibawah wewenangnya.
Anak buahnya pun masuk membawa berkas catatan Hutang milik intan dan Rossi untuk mereka tanda tangani,, Sebagai bukti pelunasan hutang dan pemutusan kontrak kerja antara dirinya dengan Diskotik milik Klan Srigala Bulan ini.
"Baik,, semuanya sudah selesai ditandatangani,, Maka mulai detik ini, Dua wanita ini telah resmi, bukan lagi pegawai ataupun nasabah piutang kami. Anda bisa membawa mereka kapanpun tuan" Ucap Ruben menjamin kebebasan mereka berdua.
"Tapi sebelumnya, silahkan nikmati pelayanan tempat kami terlebih dahulu" tawar Ruben pada Andi.
Yang mana, malam ini Andi sudah memberikan keuntungan yang sangat besar untuk perusahaan dan pastinya keuntungan untuk Ruben juga, Karena harga pelunasan dan penebusan untuk dua wanita ini, telah di naikan terlebih dahulu jumlahnya beberapa puluh persen oleh Ruben.
"Tak usah,, aku akan langsung pergi saja. Aku ingin segera membawa dua wanita ini" Ucap Andi asal, membuat Intan semakin berpikiran negatif padanya.
Rossi pun memegangi lengannya intan karena intan Masih terlihat sempoyongan ketika berjalan.
"Sepertinya tidak tuan. Pakaian yang ku miliki di sini, tak ada satupun yang pantas aku pakai di luar sana" Jawab Rossi pada Andi.
"Bagaimana denganmu?" Tanya Andi pada Intan.
"Kenapa aku harus membawa pakaianku, lagian yang kamu butuhkan adalah sesuatu di balik pakaian kami kan?," Jawabnya tak sopan pada Andi, Intan malah balik bertanya pada Andi, intan terlihat masih merasa jijik dengan apa yang dilakukan Andi pada dirinya.
"Kamu kira, Arkan Mahardika akan melepaskan mu begitu saja?" Tanya intan mulai ingin menakuti Andi.
"Kamu mau menakuti ku?, Aku adalah orang, yang bosmu saja lebih memilih menuruti permintaan ku dari pada calon suami brengsek mu itu. Kamu sekarang mengerti kan, siapa yang lebih harus kamu takuti?" Jawab Andi mengancamnya balik.
Intan dan Rossi pun terdiam mencerna maksud perkataan Andi.
Bos Distrik saja, langsung menuruti nya tanpa ragu, bahkan mereka berdua mendengar,, bila Andi mengenal Bos Zona Utara Klan Serigala Bulan.
"kesombongan nya dan omong besarnya Andi selama ini, sepertinya bukan tanpa alasan" batin keduanya setelah mencerna semua cerita dan kejadian antara Andi dan mantan Bosnya tadi.
"Kenapa kamu melihatku dengan tatapan jijik seperti itu?" Tanya Andi pada Intan yang sedang melihatnya tanpa takut sedikit pun.
__ADS_1
"Kamu menganggap aku sebagai pria bajingan?, Karena aku menodai mu tadi?. Dan kenapa kamu se-depresi itu?,, aku hanya menodai fisikmu. Setidaknya kamu masih bisa membenciku, masih bisa merasa jijik padaku dengan bebas." Sindir Andi pada intan.
"Sekarang akan aku beritahu, bagaimana hati dan pikiranmu bekerja selama ini. " Ucap Andi tegas.
"Arkan, sudah mengambil keperawanan milikmu sebelumnya, tapi kenapa kamu tidak se-depresi ini?. Tanya Andi pada Intan.
"Baik,, Aku akan memberitahu alasannya. Karena dia telah membawa dirimu ke titik, dimana kamu tak punya pilihan selain menerima tawaran Arkan sebagai satu-satu nya pilihan yang rasional. Karena dia menjanjikan, akan membebaskan mu dan menanggung semua kebutuhan orang tua mu. walaupun itu belum tentu akan dia ditepati" ucap Andi menjelaskan tentang sebab kerelaan dan kepasrahan Intan pada Arkan selama ini.
"Karena kamu sadar, dirimu tak punya kekuatan untuk menentang semua keinginannya. Benar?" Tanya Andi membuat intan diam. Karena semua itu memang benar.
"Sedangkan yang aku lakukan padamu tadi,, terjadi tanpa ada kesepakatan untung rugi yang dibicarakan antar kita Sebelumnya. Jadi kamu merasa punya hak untuk jijik padaku,, benar?" Tanya Andi lagi-lagi membuat Intan masih terdiam.
"Sekarang,, aku telah membebaskan mu dan melunasi hutang-hutangmu,, dan biaya perawatan untuk orang tuamu pun akan aku tanggung selama kamu mau. Bila perlu, aku akan mencarikan perawatan terbaik untuk kesembuhan orang tuamu. Apakah semua itu cukup untuk membuat dirimu mengabdi padaku?" Tanya Andi semakin menghina harga diri Intan.
Intan hanya bisa terdiam tak mampu berkata apapun, walaupun sebenarnya dalam hatinya banyak kalimat yang ingin diungkapkan kepada Andi atas semua penghinaan atas harga dirinya.
"Iya,, aku tak punya alasan sedikit pun untuk menolak mu tuan." Jawab intan mengagetkan Andi, karena Andi ingin dia membela diri dulu sebelum akhirnya pasrah.
"Sudah ku tebak. Kamu hanya wanita yang berusaha suci di tempat kotor" Ucap Andi singkat, yang kata-kata Andi barusan sangat menohok hati intan.
Intan akhirnya menyadari sifat jeleknya selama ini,, Intan selalu menjadikan kelemahannya selama ini, dia jadikan sebagai alasan untuk semua kepahitan dan kesialan kehidupan hinanya selama ini.
Yang sebenarnya, dirinya sendirilah yang memilihnya.
Tak pernah ada yang memaksa dirinya sebelumnya untuk masuk dan terikat dengan Dunia Hitam yang akhirnya mengikat lehernya hingga saat ini,, sampai Andi memutuskan tali kekang untuknya 1 jam yang lalu.
Intan tak tahu harus berterimakasih ataupun tetap harus marah pada Andi.
Intan selalu membenci keburukan dan kekejaman eksploitasi manusia selama ini, karena pemahamannya selama ini atas nama hak asasi ataupun kebaikan yang selalu di puja-puja nya selama ini.
Padahal Orang-orang baik yang melihat kejadian selama ini, mereka hanya bisa iba ketika mendengar cerita sedihnya, tapi tak ada satupun yang berani untuk menolongnya keluar dari tempat laknat ini.
Penilaian dan pandangan negatifnya pada Andi sudah sedikit berubah.
Suka tak suka, Intan harus menerima kenyataan. karena kenyataannya,, si orang Brengsek inilah yang mengeluarkan dirinya dan sahabatnya dari tempat laknat ini.
Bukan orang-orang yang selalu mengaku dirinya sebagai orang baik yang selalu menyuarakan kebaikan dan keadilan sedari ratusan tahun lalu.
Buktinya, selama ratusan tahun ini, mereka tak pernah berhenti teriak dan menyuarakan aspirasi kebaikannya, tapi nyatanya, dalam kurun waktu itu, semua tempat laknat seperti ini yang ada di seluruh dunia pun malah semakin berkembang.
"Kenyataan yang aneh" itulah kata yang terucap dari semua wanita yang hatinya menolak untuk tinggal di bisnis laknat ini,, tapi belum beruntung untuk bisa keluar.
__ADS_1
"Dimanakah kalian,, Orang-orang baik. Jemput kami, selesaikan masalah kami,, " inilah Do'a dan harapan semua wanita-wanita di tempat ini, kepada orang-orang baik di luar sana.
...****************...