
"tuan apa yang anda lakukan?" Teriak wanita pelayan ini, yang bernama Intan.
"Aku sudah membayar kepada Bos mu, dan sekarang kamu sudah menjadi salah satu wanita yang kamu sebutkan tadi. Wanita yang dibayar untuk di perkosa?" Ujar Andi memandang intan dengan pandangannya yang datar tanpa perasaan, yang membuat Intan bergidik.
"Tuan,,, aku mohon tuan. Aku bekerja di sini, tidak untuk melakukan pekerjaan seperti ini,, aku mohon tuan" Tolak Intan memohon kepada Andi.
"Tapi, aku sudah membayar mahal kepada bos mu, kamu tinggal meminta bagianmu padanya, setelah sesi ini selesai." Ucap Andi dengan wajah tanpa dosanya.
Setelah peningkatan kualitas tubuhnya, tubuh Andi menjadi lebih proporsional di umurnya yang sebenarnya masih sangat muda. Bukan hanya itu, tenaga dan stamina yang di milikinya pun, jauh di atas rata-rata pria kebanyakan.
Jadi wajar saja, jika wanita ini tak berdaya melawan kekuatan Andi.
Dalam hitungan detik, semua hal tipis yang akan menghalangi atribut milik Andi dalam penaklukan wanita ini, semua sudah tergeletak di lantai.
Andi pun dengan mudahnya mengangkat dan menekan tubuh wanita itu ke dinding lift, sehingga ke dua pahanya melingkar di pinggangnya Andi yang sudah tanpa sabuk ataupun lainnya, yang semuanya sudah tergeletak dibawah, menutupi pergelangan kakinya.
"Tuan, aku mohon,, sebentar lagi aku akan menikah tuan" Ucap Intan masih berusaha, semoga Andi masih mendengarkan keluhannya.
"Apa yang harus saya katakan kepada calon suami saya tuan, bila hal ini sampai terjadi" Lanjutnya memohon pada Andi.
"Kamu tak perlu mengatakan apapun pada calon suamimu. Dan anggap saja kejadian malam ini, hanyalah sebuah mimpi" Ujar Andi ringan tanpa beban.
Bukannya iba ataupun merasa kasihan dengan pengakuan yang di ucapkan oleh Intan. Andi malah semakin menggila, dan tak peduli dengan semua yang didengar nya.
Andi sudah tak bisa mengontrol dirinya, ketika Otot tersembunyi miliknya sudah mulai mondar-mandir di depan pintu masuk milik intan.
Dalam ketakutan dan ketidak berdayaan nya saat ini, serta pengaruh dari respon tubuhnya yang mulai tak menuruti hatinya, karena terus di rangsang oleh Otot milik Andi yang biasanya tersembunyi. Yang saat ini terus mondar-mandir di depan pintu milik Intan, yang sepertinya keran air di dalam rumahnya mulai terbuka, karena aliran air sudah sampai ke depan pintu masuk miliknya,, depan pintu milik intan sudah basah membasahi teras miliknya.
Akhirnya tamu yang di bawa Andi pun, mulai masuk ke ruangan tamu milik intan.
"Tuan,, aku mohon,, Jangan.." Pinta intan dalam isakan yang sepertinya sudah tak berguna.
Karena seluruh tubuh tamu yang tadi hanya mondar-mandir di depan teras, sudah masuk ke dalam ruang tamu milik Intan, yang ruangannya lumayan sempit,
__ADS_1
Karena benar adanya, ruang tamu milik intan memang tak pernah di datangi oleh orang yang tak di kenalnya. Bahkan tamu yang di kenal dan diizinkan sekalipun, dia tak banyak dan tak sering di datangi ke ruang tamu miliknya ini.
Setelah tamu yang dibawa oleh Andi terus mondar-mandir antara teras dan ruang tamu, semakin membuat pemilik ruang tamu pusing tak bisa bicara. Bahkan saking pusingnya dengan kelakuan tamu ini, Intan hanya bisa diam memejamkan mata, tanpa sadar intan pun menyiram tamu ini dengan air yang ada di ruangan ini. Intan berharap, tamu ini tersinggung lalu keluar, dan pergi.
Tapi ternyata, tamu yang dibawa oleh Anwar tamu yang cukup tak tahu malu dan tak peka. Sekalipun tuan rumah sudah menyiramkan air pada dirinya, dan sudah berteriak denga suara yang hampir habis. Tamu tak sopan ini, masih terus mondar-mandir antara teras dan ruang tamu milik Intan.
Intan hanya bisa terdiam pasrah, air matanya menetes di pipinya dengan pandangannya yang kosong.
Melihat pandangan Intan yang kosong, Andi malah terus menyuruh tamu yang dibawanya untuk terus bertamu tanpa malu, dan terus membuat pemilik ruang tamu menyiramnya terus menerus untuk mengusirnya.
Karena kesal di perlakukan oleh intan yang terus menyirami dirinya, tamu ini pun akhirnya tak tahan,, lalu tamu ini pun menyiraminya balik, dia mulai membasahi ruang tamu yang sangat nyaman ini dengan air yang sebenarnya dia bawa sedari tadi.
Melihat tubuh intan yang sudah lemas tak bertenaga, Andi tak langsung menurunkannya. Andi cukup lama memeluk tubuh intan dalam dekapannya. Andi mendengar isakan tangis lirih di samping telinganya.
"Kenapa kamu melakukan ini padaku?" Ucap Intan lirih.
"Salah apa aku padamu?, Sampai kamu tega melakukan ini padaku?" Lanjutnya bertanya pada Andi, dengan nada wanita yang sedang sangat sakit hatinya.
Andi hanya diam tak menjawab, karena dia mulai bisa berpikir jernih. Kenapa Bosnya intan menerima penawarannya tanpa berpikir anak buahnya setuju ataupun tidak.
Hari ini, bertambah lagi, korban dari keegoisannya Andi. Parahnya sekarang adalah wanita tak bersalah.
Dia menyebutkan semua fasilitas prostitusi yang disediakan perusahaan ini, bukan karena dia setuju,, setiap dia menjelaskan tentang fasilitas prostitusi di sini, hatinya selalu bergidik ngeri. Apalagi ketika dia membacakan bagian tentang anak dibawah umur ataupun wanita yang diperuntukkan untuk diperkosa.
Intan tak pernah menyangka malam ini, dirinya lah yang menjadi wanita yang biasanya, nasibnya dia bayangkan akan seperti apa.
Lift pun hidup kembali, lalu bergerak menuju Lantai tingkat 5 yang sempat terganggu karena sesi pesanan Andi.
"Tenang, aku pun akan memberikan bayaran lebih untukmu" Ucap Andi pada wanita yang pandangannya seperti mayat hidup.
Dia tak bisa membayangkan, apa yang harus dia katakan pada calon suaminya, yang seminggu lagi akan resmi menjadi suaminya.
"Kamu berikan No. Rekening pribadimu" Pinta Andi pada Intan.
__ADS_1
Yang di tanya tak menjawab, melihat pintu lift terbuka intan langsung berjalan keluar. Bahkan dia tak terpikir untuk membetulkan bajunya yang sebagian besar terbuka kancingnya,, dan rok pendeknya yang sudah robek ke bagian belakangnya.
Dia berjalan tanpa tujuan, dan air mata mengalir terus dari kedua matanya.
Andi akhirnya mulai sadar, intan benar-benar bukan bagian dari orang-orang yang seharusnya bekerja di tempat laknat ini.
Andi membuka Hoodie miliknya, lalu mengikatkan pada pinggang milik intan, untuk menutupi bagian belakang tubuhnya yang terlihat terekspos karena rok pendeknya yang robek.
"Kamu mau ke mana?" Tanya Andi menghentikan langkah Intan yang tak jelas.
"Aku harus ke mana?" Tanya Intan balik seperti orang stress.
"Aku tak tahu, harus ke mana?" Lanjutnya bertanya sambil menangis.
"Kenapa kak Intan?" Tanya seorang wanita yang sepertinya mengenalnya.
"Mas apa yang terjadi pada kak intan?" Tanya nya pada andi. Yang dia anggap mungkin tahu penyebab kak intan seperti ini.
Andi hanya terdiam, lalu terlihat beberapa orang berbadan besar menghampiri Andi.
"Kamu minggir,, jangan menghalangi jalan tuan Andi" ucapa nya tegas pada Intan dan temannya itu.
Temannya Intan pun mulai menyadari siapa Andi ini. Lalu dia terlihat meminta maaf dengan membungkukkan tubuhnya pada Andi.
"Silahkan tuan,, ruangan untuk anda sudah kami persiapkan" Ucap pimpinan dari orang-orang yang menyambutnya barusan.
"Bawa pergi perempuan ****** ini" Gumam pemimpin tim penyambut lantai 5 kepada salah Seseorang anak buahnya
.
Mereka pun terlihat mau mengusir intan dan temannya itu. Tapi Andi menghentikan nya.
"Biarkan saja, aku ingin kedua wanita ini ada di ruanganku. Cukup mereka berdua saja" pinta Andi membuat penjaga itu tak paham beberapa saat.
__ADS_1
...****************...