Secepat 24 Jam

Secepat 24 Jam
11


__ADS_3

Pagi pagi aku sudah dikejutkan dengan kedatangan Angkasa didepan gerbang kost ku.Aku yakin mobilnya ditinggal didepan gang karena ini hanya jalanan sempit yang tidak muat untuk roda empat.Aku terbangun oleh suara jeritan jeritan yang berasal dari seisi kost ku.Mereka menjerit karena ada salah satu anggota keluarga konglomerat berdiri di depan kost kami.Aku segera turun dengan susah payah karena mereka semua memenuhi balkon sampai aku kesusahan berjalan.Begitu sampai di gerbang,aku langsung menjewer telinga Angkasa menyeretnya sampai ke gang.


"Lepaskan bodoh" raungnya.


"Kenapa kau datang pagi pagi hah? kau mau mengusik pagiku yang indah?"


"Jangan ge-er aku kemari untuk menjemputmu karena disuruh Bunda.Cepat masuk!"


Aku masuk ke dalam mobil Angkasa.Aku baru sadar ada kursi penumpang di belakang kami.Aku menurunkan kaca dan melihat body mobilnya.


"Hei,ini bukan yang biasanya kau pakai" komentarku.


"Memang,katamu Lamborghini ku terlalu mencolok jadi aku memakai Audi ini"


"Waah lihat ini kau menurutiku haha" aku tertawa penuh kemenangan.Angkasa mendengus kesal.


"Diamlah atau kugunting mulutmu" ancamnya.


Aku menatap lurus kedepan.Mobilnya memang mencolok,mau diganti apapun tetap saja mencolok.Apa diantara 20 mobil itu tidak ada yang biasa saja?


"Mobil banyak kemarin,apa tidak ada yang biasa?" tanyaku ragu.


"Tidak,itu semua mobil pribadi.Yang biasa ada tapi itu bukan untukku"


"Lalu?"


"Untuk bawahan keluargaku"


Aku ber oh ria lalu memalingkan wajah ke jendela.Aku mendengarkan ocehan Angkasa tentang sandiwara gila ini.Dia menyuruhku menjadi pacar didepan orang tuanya dan menyuruhku menjadi pelayannya di depan anak anak.Dia pikir dia siapa,ah aku tidak pernah menyangka bertemu dengan pria seperti ini.Membuatku gila saja.Tanpa kusadari kami sudah sampai di sekolahan.Angkasa melempar tas nya lalu masuk bersama Arga.


"Hai Din" sapa Arga ramah.


"Oh hai" sapaku balik.


"Apa yang membuatmu mau menjadi pelayannya tiba tiba seperti ini?" tanya Arga dengan tawanya.


"Tidak,aku hanya MENCOBA BERTANGGUNG JAWAB" Aku sengaja melantangkan suaraku sampai Angkasa menoleh.


"Kalian terlalu berisik" gerutunya lalu mendahului kami.


Aku dan Arga berbincang bincang mengenai hal hal yang tidak penting dan baru berhenti di kelas X-01.Aku meletakan tas Angkasa di bsngkunya lalu beranjak pergi.Angkasa meraih tanganku.


"Tunggu,aku masih ingin bertanya satu hal kepadamu.Bagaimana Bunda mengenalmu di caffe kemarin?" tanya Angkasa heran.


"Karena aku bekerja shift pagi kemarin"


"Kenapa aku tidak melihatmu kemarin?" protes Angkasa.


"Salahkan matamu itu jangan protes terhadapku" ketusku kesal.


"Sudahlah kembali ke kelasmu"


Aku menghentakan kaki menuju pintu.Davina dengan sengaja menyenggol bahuku sampai aku terduduk.Dia menutupi mulutnya menahan tawa.

__ADS_1


"Arghhh sialan,apa kau tidak punya mata?" bentakku.


"Harusnya aku yang tanya,apa kau tidak punya mata?" tanya Davina menyeringai.


"DAVINA ! KAU !"


"ADA APA INI?" tanya guru yang tiba tiba datang.Bagus sekali.


"Ah dia memarahiku Miss dan memfitnahku menjatuhkannya padahal dia sendiri yang menabrakku" ujar Davina.Sontak aku melotot.


"Apa? tidak seperti itu kejadiannya" tuntutku.


"Benar Miss,saya tidak berbohong.Anda tau sendiri kan kalau saya putri dari Tuan Cedric"


"Kamu murid kelas X-20 kan? kenapa ada disini?" tanya Mrs.Jane wali kelas X-01.


"Aaya akan kembali ke kelas" jawabku sopan lalu pergi keluar dari pintu tapi Mrs.Jane menarikku kembali ke dalam kelas itu.


"Jawab pertanyaanku" ujar Mrs.Jane tajam.


"Dia ada perlu dengan saya Miss" sahut Angkasa tiba tiba.


"Oh yasudah kalau begitu kamu bisa kembali ke kelas"


"Tapi Miss" keluh Davina.


"Davina sebaiknya kamu duduk.Kita akan memulai tesnya hari ini"


Aku bersorak ria didalam hati.Kesenanganku berakhir ketika menyadari aku sudah telat masuk kelas.Aku berlari sekuat tenaga bahkan menghiraukan peringatan dari guru guru yang melarangku berlari di koridor.Aku masuk kedalam kelas dan tidak ada orang sama sekali.Aku mengecek jadwal dan ternyata hari ini kelas melukis.Aku meletakan tas ku dan berjalan mencari dimana kelas melukis.


"Ada di halaman apa kau lupa?" tanya salah satu dari mereka.


"Hei bukankah kau wanita yang akhir akhir ini dekat dengan Angkasa?" tanyanya.


"Aku tidak dekat dengan berandal itu.Terimakasih"


Aku bergegas pergi tapi tanganku dicekal oleh anak itu.


"Tunggu,kenapa Angkasa bisa tertarik denganmu?"


"Mana kutahu lepaskan tanganku"


"Ah kau berani ternyata,si bocah sialan itu tertarik dengan keberanianmu ternyata" dia membuang rokoknya yang masih panjang lalu menarikku.


"HEI LEPASKAN AKU ATAU KU HAJAR KAU" teriakku di sepanjang koridor.


"Siapa namamu?" tanyaku.


"Kelvin" jawabnya tanpa menghuraukanku.


Aku diseret menuju halaman yang tak jauh daei tempat teman temanku melukis.Kelvin membenturkan tubuhku ke pohon sampai aku nyaris terjatuh tapi dia menahan tubuhku.


"Denganmu mungkin aku bisa membalas dendam.Aku seniornya tapi dia menyepelekanku dan mengancamku dikeluarkan dari sekolah.Memangnya dia bisa mengeluarkan putra Kepala Sekolah?"

__ADS_1


"Jadi kau putranya Kepala Sekolah dan kakak kelas ku?"


"Hmm"


"Dengar Kak,aku tidak mau ikut campur urusanmu dnegan Angkasa apapun itu"


Aku berbalik dan meninggalkannya tapi lagi lagi dia menyeretku dan membenturkanku ke pohon.


"Berhati hatilah" bisiknya lalu dia beranjak pergi.


Aku menatapnya bingung lalu mengedikkan bahu.Teman temanku melongo menatap aku dan Kak Kelvin.Mr.Luky menatapku tajam.


"Tidak disiplin" cecarnya.


"Maaf Sir,aku tadi dimarahi Mrs.Jane sebelum kemari"


"Duduk"


Aku duduk diantara Errin dan Aiko.Mereka bertanya tanya kenapa aku berurusan dengan pentolan sekolahan itu.Telingaku nyaris terputus mendengar nasehat dari mereka supaya menjauh dari bahaya.


"Aku tau.Bisakah kita fokus?" tanyaku kesal.


"Oke oke fokus.Fokuslah Aiko jangan mengobrol" celetuk Errin.


Akhirnya aku bisa mengerjakan ini dengan tenang.Aku melirik kesana dan kemari,mereka


menggambar sesuatu yang rumit dan abstrak diatas kanvas.Aku bingung mau menggambar apa.


"Sesuatu yang sederhana tapi menarik ummmmm" aku berguman seraya memutar mutar pensil di dekat pelipisku.


"Sunset" bisikku.


Aku memberi beberapa titik warna berbeda dari merah gelap sampai ke kuning terang.Aku tidak perlu repot repot membuat sketsa karena ini hanya lukisan pemandangan sunset biasa.Aku memadukan mereka menjadi satu kesatuan yang indah.


"Hei bantu kami mrmbuat gradasi seperti milikmu" ujar Aiko yang menengokan kepalanya kearahku.


"Astaga kau benar benar multitalenta" sahut Errin.


"Terimakasih" ujarku sambil tersenyum lebar.


"KALIAN BERDUA! KERJAKAN MILIK KALIAN SENDIRI JANGAN MENGGANGGU YANG LAIN" teriak Mr.Luky.


Aiko dan Errin mendengus kesal dan kembali ke kanvas mereka masing masing.Aku tertawa kecil lalu meneruskan lukisanku.Warna merah di atas,orange dibawahnya lalu kuning terang.Setelah menyatu sempurna,aku menunggu sebentar supaya mereka sedikit kering lalu mengambil kuas yang ukurannya kecil dan lebar.Aku men-tap tap kuas yang sudah kuberi warna hitam ke bagian paling bawah sampai membentuk gumpalan seperti kembang kol.Aku mengambil kuas yang sangat kecil dan mencelupkannya ke warna yang sama,aku mempertajam gumpalan itu dan menggambar beberapa pohon kelapa diantaranya.Aku lanjut membuat tiang listrik yang saling menghubungkan lalu berlanjut ke burung burung kecil berwarna hitam.Aku mengambil kuas lagi dan kucelupkan berwarna putih yang kucampur dengan kuning dan orange untu membuat matahari.Setelah selesai aku langsung berdiri dan Mr.Luky menghampiriku.


"Saya sudah selesai Sir" ujarku tersenyum.


"Bagus sekali,wah ini benar benar hebat.Kau memadukannya dengan warna yang pas" puji Mr.Luky diiringi tepuk tangan teman temanku yang sekarang berkerumun disekelilingku.


"Saya juga sudah Sir" teriak Rio.


"Uhhh apa ini?" tanya Mr.Luky mengerutkan kening.Anak anak berpundah ke tempat Rio begitupun aku.


Kami tertawa keras keras.Rio selalu saja melucu padahal ini serius.Gambar squidward si cumi cumi yang ada disalam film Spongbob Squarepants.Matanya menonjol sebelah.Hidungnya besar.

__ADS_1


"Mines C" nilai Mr Luky lalu kami tertawa.


__ADS_2