
"Uh lihatlah dia membela gelandangan itu" tukas Bella.
"Asal kalian tau,orang tuaku tidak pernah mengajarkanku membeda bedakan strata.Orang tuaku juga tidak pernah mengajarkanku untuk membeda bedakan manusia" ujar Aiko dengan sangat mengerikan.Aku tidak bisa berbuat apa apa.
"Kau! apa menurutmu kau sangat hebat sampai mengecap orang lain tak berguna? Kak Dimas jauh lebih berguna daripada dirimu! dia bisa masuk sekolah ini tanpa mengeluarkan uang sepeserpun!" Aiko menunjuk wajah Selena yang lebih tinggi darinya.
"Lalu apa yang kau ketahui tentang keluargaku? mereka tidak akan menendangku hanya karena aku menyimpan perasaan kepada seorang laki laki dari kalangan bawah.Sebaliknya,mereka akan menendangku jika aku mencintai laki laki yang memiliki sifat sama persis sepertimu.Menyedihkan sekali" maki Aiko didepan Davina.
"Dan kau! kau pikir kau siapa menyuruh nyuruh diriku menuruti perintahmu? apa kau pikir kau ratu? disini kau dipuja hanya karena paras cantikmu tapi tidak dengan perilakumu" Aiko sedikit menyeringai saat memarahi Bella.
"Lihatlah! Perilaku kalian seperti orang yang tidak terpelajar" Kini Aiko benar benar menyeringai.
Davina,Selena dan Bella mematung ditempat dengan wajah geramnya.Aku dan Errin saling pandang ingin melerai tapi kami memilih membiarkan Aiko mengurus masalahnya sendiri sampai dia benar benar membutuhkan kami maka kami akan turun tangan.
"KAU!" raung Davina murka.
"Apa?" tanya Aiko menantang.
Davina menurunkan telunjuknya dari wajah Aiko dan menggeram kesal.Aiko berjalan mendekati Kak Dimas dan menariknya berdiri dari duduknya.Tanpa disangka sangka Aiko mengecup bibir Kak Dimas sekilas lalu menatap tiga gadis yang baru saja digertaknya.
"Ya! Aku mencintai Dimas Ananta Qi An" tegas Aiko membuat kami semua tercengang.
***
Kabar mengenai gadis keturunan Jepang yang mencium pemuda keturunan China kini hangat dibicarakan oleh bibir siswa siswi Na Elvarett.Tepat digari itu juga Aiko menjadikan Kak Dimas sebagai kekasihnya.Aiko juga marah kepada Errin dan Rio yang merupakan biang keladi kekacauan ini.Aku sampai kehabisan cara mendamaikan ketiganya.Berkali kali Errin mengajak Aiko berbicara tapi Aiko tidak menggubrisnya.Sementara Rio acuh tak acuh terhadap sikap dingin Aiko.Rio pernah meminta maaf tapi tidak dihiraukan oleh gadis ity.Rio tidak mau ambil pusing dan memiluh mengedikkan bahu lalu pergi.Baginya,dia sudah meminta maaf dan dihiraukan oleh Aiko jadi dia seolah menyalahkan Aiko yang tidak memaafkannya.
Davina,Selena dan Bella kini memusuhi Aiko secara terang terangan.Mereka mencibir bahkan menghina Aiko yang memiliki kekasih yang miskin.Kak Dimas hanya diam menerima semua ejekan itu dan itu yang membuat Aiko semakin mencintainya.Aiko yang dulunya penyabar kini jauh lebih sabar.Dia menjadikan Kak Dimas sebagai teladan di hidupnya.Tak jarang Kak Dimas membujuk Aiko untuk memaafkan Rio dan Errin tapi tidak pernah digubrisnya.Berulang kali Kak Dimas memintaku mendamaikan mereka tapi seperti yang kalian lihat,ini tidak berhasil sama sekali.
"Ayolah Ai...maafkan Errin dan Rio.Mereka sudah mengakui kesalahannya" kata kata itu sudah keluar dari mulutku lebih dari 100 kali.
"Aku masih belum bisa memaafkannya Dinda,mereka keterlaluan"
"Tapi mereka tak salah sepenuhnya.Mungkin maksud mereka hanya menggodamu"
__ADS_1
"Tidak Din,kalau mereka tidak menggodaku mana mungkin Kak Dimas direndahkan begundal begundal itu didepan umum"
"Apa berniat mendiamkan mereka selamanya?" tanyaku serius.
"Ah Dinda jangan membahas itu,aku tidak mau membicarakan ini di pagi hari"
Aiko berjalan mendahuluiku.Aku hanya menghembuskan nafas pasrah.Dia selalu kabur ketika kutanyai berapa lama dia merajuk.Saat aku pusing memikirkan Aiko,tiba tiba ada sebuah tangan melingar di pinggangku.Aku mendongak menatap siapa pemilik tangan lancang ini.
"ANGKASA" bentakku lalu menepis tangannya.
"Ada apa?" tanya Angkasa datar.
"Apa yang kau lakukan bodoh? kau bisa memancing gosip yang tidak tidak" bisikku.
"Aku yakin aku pernah mengatakan kepadamu untuk terbiasa menjadi pusat perhatian" sindir Angkasa.
"Apa maksudmu?"
Aku membeku ditempat.Angkasa membuat waktuku berhenti berputar.Aku melirik kesana kemari dan seperti biasa,perempuan yang mengagungkan Angkasa mencibirku semua.Dengan perasaan malu setengah senang aku berjalan memasukki kelas.Kelas berjalan sepeti biasa dan aku tidak memiliki teman untuk berbicara.Ketika aku berbicara dengan Aiko,Errin mengira aku membicarakan keburukannya bersama Aiko.Jika aku berbicara dengan Errin,Aiko akan mengira aku bersekutu dengan Errin.Kenapa mereka harus kekanak kanak an hanya karena laki laki?
"Pertemanan bagai kepompong pecah huh?" sindir Selena saat melewati bangku kami.
"DIAM KAU WANITA ULAR! SEMUA INI GARA GARA KAMU" bentak Errin sekuat tenaga.Selena hanya tertawa menanggapinya.
"Sel lebih baik kau pergi" tegasku ke Selena.
"Apa hak mu mengusirku?" tanya Selena mengrenyit tidak suka.
"Apa hak mu menghina Kak Dimas?" sahut Aiko.
"Haha kau dibutakan cintanya anak haram itu rupanya"
"Ap..." kalimat Aiko segera kupotong.
__ADS_1
"Pergilah...Kau tidak diharapkan disini" tegasku.
"Kau mengusirku bocah sialan? lihatlah! disini kau hanya bakteri jadi jangan macam macam" Selena menunjuk nunjuk wajahku.
"Bakteri adalah makhluk teratas dalam rantai makanan" aku menyeringai.
"AH BRENGSEK! bagaimana bisa Angkasa menyukai perempuan ****** seperti dirimu? Benar benar tidak ber otak" Selena teriak teriak seperti orang kesetanan.
"Apa kau baru saja mengatai Tuan Muda Elvarett tidak ber otak Selena?" tanyaku penuh kemenangan.
"Apa? aku tidak...apa yang kau bicarakan?" tanya Selena tergagap.
"Aku membicarakan kau yang baru saja mengatakan Angkasa tidak memiliki otak karena menyukai perempuan ****** ini.Aku tidak pernah tau dia menyukaiku.Apa kesimpulanmu akan membuatnya senang Selena?" tanyaku tersenyum lebar.
"Aku yang memegang kartu as disini.Berhati hatilah! jangan menghina Kak Dimas dan juga jangan menghina persahabatan kami lagi.Kau tidak pantas mengusik kami"
Selena menghentakkan kakinya menuju bangkunya.Aku mengambil nafas sebanyak banyaknya.Bagaimana bisa aku mengancam seorang siswa disini.Aku bisa terkena masalah kalau seperti ini terus.Hei tapi dia yang mengusikku.
Bel iatorahat berbunyi.Aku hendak berjalan sendirian ke kantin.Aiko sudah bersama Kak Dimas sementara Errin,dia pergi bersama yang lainnya.Dia bukannya ingin memusuhiku tapi dia hanya tidak mau Aiko mengira aku bersekongkol dengannya dan ikut ikutan membenciku.Saat aku melangkah beberapa langkah keluar dari kelas terdengar suara bariton yang akhir akhir ini memenuhi isi kepalaku.
"Kau pikir kau mau kemana?" tanya Angkasa dengan nada datarnya.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanyaku bingung.Angkasa menarik hidungku kedepan.
"Kau lupa aku mengajakmu ke kantin bersama hmmm?" tanya Angkasa gemas lalu melepaskan tarikannya dari hidungku.
Aku memukul lengannya keras lalu dia berlari dan tertawa ria.Aku mebgejarnya sampai menubruki banyak orang tapi aku sudah minta maaf.Aku berhasil menarik bagian belakang seragamnya yang keluar tapi dia mempercepat larinya.Saat hampir sampai di mejanya,dia berhenti mendadak sampai aku menubruk punggungnya keras dan tanganku refleks memeluknya dari belakang.
Ada apa ini? kenapa jantungku berpacu hebat.Tanganku gemetaran sampai aku tidka bisa menguasainya.Tangan Angkasa terangkat dan membawa tanganku tepat ke dadanya pusat kehidupannya.Jantungnya.
Jantung Angkasa juga berdetak kencang bahkan seirama dengan jantungku.Aku lupa bahwa kami berada ditengah tengah lautan para siswa.Angkasa menoleh dan menatap wajahku dalam.Dia membalikkan badan dan menggenggam tanganku didepan dadanya lalu dia berbisik yang aku yakin beberapa diantara siswa siswi lain bisa mendengar suaranya.
"Aku lelah"
__ADS_1