Secepat 24 Jam

Secepat 24 Jam
31


__ADS_3

"Aku lelah"


Suara itu berbisik namun menusuk ke pendengaranku.Aku megangkat kepalaku untuk sekedar memastikan apakah betul suara ini muncul dari bibir Angkasa yang jelas jelas memang dari dia.Aku mendongakkan wajahku sampai dia benar benar terlihat.Angkasa melepaskan genggamanku tiba tiba lalu sedikit menarik ujung bibirnya.


"Kau dengar? aku lelah" Angkasa menjeda kalimatnya.


"Aku lelah berlarian denganmu nona" tambahnya.


INI PENIPUAN !!! Aku menghembuskan nafas gusar dan menatap kesal kearahnya.Aku menjadi sangat kesal ketika semua orang membicarakanku.Membicarakan tentang Angkasa yang memanggilku dengan sebutan nona.Aku berkali kali lipat jauh lebih kesal ketika seorang gadis cantik dengan barang barang bermerk melekat ditubuhnya menghampiri kami.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Bella kearahku.


"Aku melakukan apa?" tanyaku datar.


"Kau memeluk Angkasa.Apa kau tidak tau aku dan dia akan segera TUNANGAN?" seru Bella didepan wajahku.


"Kau melihatnya?" tanya Angkasa dingin.


"Ya! Aku melihat semuanya Angkasa,semua itu menghancurkanku" jawab Bella menunduk sedih.


"Kalau begitu kau melihat aku yang berhenti dan membuat dia menubruk dan memeluk tubuhku secara tidak sengaja bukan?"

__ADS_1


"Eh?" Bella mengangkat wajahnya dengan raut wajah bingung.


"Kau melihatnya jadi tak perlu ada yang dijelaskan" Angkasa duduk dan melipat tangannya didepan dada.


"Satu lagi,aku tidak akan bertunangan denganmu hanya karena perusahaanmu menawarkan proyek yang menggiurkan.Aku tidak akan menyematkan cincin ditangan seorang gadis atas dasar uang.Itu memuakkan" lanjutnya.


"Bukan dasar uang Sa,aku mencintaimu" Kini Bella berdiri didepan Angkasa.


"Lalu bagaimana denganku?" tanya Angkasa mengangkat sebelah alisnya.


"Aku mencintaimu.Jangan memaksaku untuk menjauh" lirih Bella.


Bella menunduk dan mulai menangis sesenggukan.Aku tidak tau harus berbuat apa jadi kupegang saja bahunya agar dia sedikit tenang.Tapi responnya sungguh membuatku ingin menamparnya.Dia menepis tanganku dengan sangat kasar.


"INI SEMUA GARA GARA KAU WANITA SIALAN" jerit Bella.


"Kenapa kau harus datang dikehidupanku dan Angkasa KENAPA? Aku sangat membencimu Dinda.ENYAHLAH DARI HIDUPKU"


PLAK


Tubuhku terhuyung kesamping.Telingaku berdenyut sakit karena ikut tertampar oleh Bella.Aku menatapnya nanar.Tanpa kusuruh airmata ku turun dengan sendirinya.Aku masih menunggu kalimat yang hendak dia lontarkan.

__ADS_1


"Aku bisa membuat hidupmu kesulitan Dinda.Jangan macam macam denganku.Jangan bermain api jika kau tidak mau terbakar" ancam Bella.Aku tertawa menanggapinya.


"Hidupku sudah terlalu sulit Arabella.Aku menjalaninya sejak kecil.Orang yang terkena badai tak akan goyah hanya karena tertimpa gerimis" aku membalikkan badan dan menjauh darinya.Baru sampai beberapa langkah aku menoleh.


"Bagaimana aku menjauh dari api kalau aku pematiknya"


Sungguh aku tak ingin mengatakan hal itu kepada Bella tapi dia sudah keterlaluan sampai menamparku didepan umum.Aku hanya mencoba membela diri.Sebenarnya yang kukatakan terakhir kali didepan Bella ada benarnya.Anggap saja api adalah masalah dan aku pematiknya.Aku adalah sumber masalah,ya kuakui itu.Errin dan Aiko sering mengeluh karena aku selalu saja berurusan dengan putra puri orang besar.Tapi jika mereka tidak mencari masalah duluan aku tidak mungkin berurusan dengan mereka.Aku berkali kali mencoba tidak peduli yapi meeka semakin gencar mengusik kehidupanku.Lalu apa yang harus kulakukan jika sudah seperti itu keadaannya.Mana ada orang yang diam saja ketika harga dirinya dicoreng dengan cara yang tidak menyenangkan.


Aku tidak lagi peduli dengan strata.Di mata Tuhan kita sederajat.Jika aku terus terusan mengalah maka sama saja aku membiarkan kejahatan berlangsung didepanku bahkan terjadi pada diriku.Aku tidak tau cara berpikir mereka.Mereka seolah merasa hebat dan ditakuti hanya karena memiliki banyak uang tanpa sadar semua itu hanyalah titipan.Aku muak dengan orang kaya yang seenaknya kepada rakyat jelata.Selama ini aku selalu tegar menghadapi semuanya tapi sebenarnya aku menjerit menangis merasakan penjajahan yang dilakukan oleh sesamaku.


Aku diharuskan tunduk kepada orang orang itu kenapa? apa mereka menciptakan alam semesta? apa mereka yang menggerakkan dunia? bukan kan? akan selalu ada awan diatas awan.


Tapi tidak semua orang kaya berperilaku buruk.Arga,laki laki ramah dan dermawan.Dia tidak pernah mengeluhkan kehidupan meski aku tau dia adalah salah satu diantara ribuan orang berkecukupan tapi kurang kasih sayang.Aiko,dia tidak pernah memandang rendah siapapun.Aiko tidak pernah peduli dengan pangkat seseorang.Dia bahkan memiliki kekasih baik hati yang berasal dari keluarga bawah bahkan jauh berada dibawahnya.Dia selalu baik hati dan sangat mencerminkan seorang manusia sempurna.Errin,dia memang sedikit liar.Mungkin itu diekspresikan sebagai bentuk dari pemberontakan atas pengekangan kedua orang tuanya.Diam diam aku memperhatikkan Errin yang melamun dan tak jarang juga aku mendengarnya bermonolog tentang dirinya yang dituntut menjadi sempurna tapi kalian perlu tau,kedua orang tua Errin tidak pernah sekalipun menghasut anaknya ke jalan yang sesat.Aku terharu dengan kisah hidup kedua sahabatku perempuanku ini.


Dan Angkasa,tidak akan ada habisnya menceritakan kisah Angkasa.Aku tidak tau dia masuk golongan mana dan aku juga tidak mau membandingkan dirinya dengan yang lain.Angkasa sangat angkuh,menyebalkan dan memaksa seseorang untuk melakukan ini itu hanya karena dia mau.Tapi berberapa hari terakhir dia menampilkan sisi yang lain.Dia tidak seburuk yang kubayangkan.Aku mengetahui fakta itu ketika mengalami beberapa kejadian menyenangkan bersama dia.Tolong,jangan menilai orang hanya dengan sekali bertatap muka.Kalian belum tau siapa dia sebenarnya.Bersama Angkasa aku memprlajari banyak hal termasuk tentang sifat dasar manusia.Bunda pernah mengatakan kepadaku Angkasa adalah anak yang tak tersentuh dan menjengkelkan.Ya aku mengakui hal itu.Dibalik keangkuhannya dia sangat mudah tersentuh hatinya.Dibalik kegarangannya dia adalah sosok lembut dan penyayang.Angkasa adalah salah satu perwujudan dari sesosok sempurna.Bukan hanya dibalut kulit dan wajah yang menawan,dia juga memiliki karakter yang bisa membuatmu menjungkir balikkan otakmu untuk mencerna setiap tindakan gilanya.


Masih banyak hal tentang Angkasa yang belum kuperlihatkan karena sudah kubilang,membicarakan soal Angkasa tidak akan ada habusnya dan sangat menguras tenaga.Mungkin ketika Tuan Muda itu bertindak gila karena dia di didik didalam lingkungan yang berkuasa.Dan yang menyebalkan adalah kenapa aku selalu menuruti kemauannya.Baiklah memang aku selalu melawannya tapi pada akhirnya aku melakukan apa yang diperintahkannya.Ada yang aneh dengan diriki seolah olah laki laki itu bisa menaungi seluruh organ tubuhku untuk menurutinya.Aku hanya bisa pasrah saja.


Tapi sebenarnya aku takut.Harus kuakui Angkasa menyeramkan saat marah.Dan yang lebih gawat adalah dia sering marah.Emosinya gampang terpancing membuatnya terkesan arogan meskipun memang seperti itu aslinya.Aku lebih baik menurutinya daripada melihatnya marah.Aku sangat takut dengan suaranya yang menggelegar.Aku bukan orang bodoh yang dengan mudahnya menampakkan sisi lemahku.Aku selalu mengatasi ketakutanku didepan Angkasa dengan menentangnya.Dan yaaaah....kurasa itu berjalan mulus.


Satu hal yang perlu kau ketahui Angkasa.Aku sangat bangga kepadamu yang sedikit demi sedikit melunak.Aku senang akhirnya kau bisa mencairkan es batu yang kau bangus seperti benteng untuk menutupi hatimhu.Angkasa aku mulai merasa hangat ketika berada didekatmu.Angkasa,izinkan aku menatapmu sebagaimana perempuan menatap laki laki.

__ADS_1


__ADS_2