
"Aku tau aku salah,tapi tolong jangan seperti ini.Semua ini tidak seperti yang kau bayangkan Arga" jelasku kepada Arga.
"Kau mengemis agar dia kembali kepadamu? astaga kau ini memuakkan.Untuk apa dia kembali kepada batu jika sudah ada permata disini?" tanya Selena merendahkanku.
"Kalian bertengkar? ini luar biasa" sahut Kak Kelvin yang baru saja memasuki kantin bersama gengnya.Mereka baru saja mengusir anak anak yang tadi duduk di salah satu bangku panjang.
"Jangan ikut campur" desisku kepada Kak Kelvin.
"Apa perlu kubawakan pisau? atau mungkin kapak? ah apa tembak?" tawar Kak Kelvin diiringi ledakan tawa geng nya.
"Dasar menyebalkan kau pikir itu hebat?" ketusku kepada Kak Kelvin.
"Hei gadis gila,jaga bicaramu" celetuk salah satu anggota geng Kak Kelvin yang perempuan.
"Kenapa kau hanya mengatakan itu kepadaku? kenapa tidak kepada temanmu itu?" tanyaku sinis.Hei kenapa aku menjadi bar bar seperti ini?
"Lihatlah kau sudah berani sekarang.Malaikat penolongmu berdiri disisimu ternyata" sindir Kak Kelvin melirik Angkasa.
Angkasa yang tadinya asik makan membanting peralatan makannya dan kamk semua langsung terdiam termasuk geng Kak Kelvin.
"HEI BISAKAH KALIAN DIAM? JANGAN MENGGANGGU MAKAN SIANGKU" teriak Angkasa.
"Baiklah diam semua Tuan Muda sedang makan.Jangan ada yang bergerak nanti dia akan menerkamu" gurau Kak Kelvin.
Aku melihat sebuah garpu melayang dan mengenai sandwich di piring Kak Kelvin.Mata Kak Kelvin melotot menatap sang pelaku.
"Kau bisa melukaiku bodoh" bentaknya.
"Ah seharusnya aku melemparkan tepat didahimu tadi" ujar Angkasa.
"Sudahlah.Abaikan saja dia" lerai perempuan yang ada di geng Kak Kelvin.
Namanya Aletta atau yang sering dipanggil Kak Letta.Teman sekelas Kak Kelvin dan juga seseorang yang digosipkan sedang dekat dengan Kak Kelvin.Aku tau itu dari Errin beberapa hari yang lalu.Errin adalah pengikut setia forum sekolahan yang selalu menggosipkan hal hal yang terjadi di sekolah.
Aku duduk dihadapan Angkasa.Jujur saja,kesan pertama yang kudapat adalah minder.Aku menjadu gugup makan didepan Angkasa.Sebenarnya aku sudah sering makan bersama Angkasa tapi itu tidak didelan umum.Seperi saat ini,mereka menatapku dan membuatku tidak nyaman.Angkasa menatapku sesekali dan aku yakin dia sadar dengan ketidak nyamananku.
Aku mempercepat makan siangku yang tinggal setengah karena setengahnya lagi sudah kumakan dimeja teman temanku.Aku tidak tau siapa yang membawa makananku kemari.Yang ku tahu hanya saat aku duduk semua sudah ada disini termasuk tissu ku.Aku segera meninggalkan kantin ketika bel berbunyi.Aku juga menyeret Errin dan Aiko menuju kelas.Hari ini jadwalnya Mrs.Maria.Kalau sampai ada yang terlambat maka dia tidak mengizinkan kami mengikuti pelajaran.Rio dan Dicky sengaja melambatkan jalannya menuju kelas supaya tidak mengikuti pelajaran ini.
"AKU BELUM MENGHABISKAN MINUMANKU" jerit Errin tapi aku tak memperdulikannya.
__ADS_1
Dikoridor banyak orang yang berdesakan menuju lorong kelas seperti biasanya.Kami terpaksa mengantri.Aku lebih baik berdiri sampai selesai daripada berdesak desakan.
"Kenapa lama sekali?" gerutu Aiko.
"Jam berapa sekarang?" tanyaku.
"10.30" jawab Aiko.
"WHAT? SUDAH MASUK" Teriakku histeris.
"Tak apa,lebih baik diluar daripada menghafal huruf huruf memusingkan itu" ujar Errin santai.Aku menjitak kepalanya.
"Beasiswa ku bisa dicabut kalau aku bersantai seperti ini" komentarku.
Mendadak semua anak merapatkam diri ke tembok ketika geng Kak Kelvin melewati koridor.Enak sekali mereka.Kami kembali berdesakan ketika mereka sudah melintas.Semua orang merapatkan ke tembok lagi ketika Angkasa lewat.Dibelakang Angkasa ada Davina dan juga Arga yang masih bersama dengan Selena.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Angkasa bingung.
"Mengantri,apa lagi?"
"Ikut denganku..Ah ajak temanmu sekalian" ujar Angkasa.
Kami berjalan dibelakang mereka dan akhirnya sampai di lorong kelas.Aku berterimakasih kepada Angkasa lalu masuk ke dalam kelas.
"Maaf Miss kami tadi berdesakam saat menuju kelas" jawabku.
"Keluar"
Baiklah aku dan temanku keluar dari kelas.Kami duduk dibangku yang ada didepan kelas sambil mendengarkan suara Mrs.Maria yang mengajar di kelas.Rio dan Dicky baru saja datang dan hendak masuk kelas tapi mengatakan sesuatu kepada kami terlebih dahulu.
"Wait me girl" ujarnya cengengesan lalu masuk ke kelas.
Tak sampai 1 menit mereka keluar dari kelas.Mereka duduk di bangku yang sama.Rio dan Dicky sedang membicarakan kakak kelas yang cantik cantik sementara kami masih diam.
"Ada apa dengan kalian bertiga?" tanya Aiko tiba tiba.
"Maksudnya?" tanyaku bingung.
"Kamu,Angkasa dan Arga" jawab Aiko.
__ADS_1
"Aku masih belum bisa menjelaskan kepada kalian" ucapku sendu.
"Apapun itu,sesuatu pasti telah terjadi sampai pertemanan mereka retak" ujar Errin.
"Aku penyebabnya,aku ingin meluruskan ini semua tapi Arga tidak mau berbicara denganku lagi" sahutku.
"Aku tau Arga bukan orang yang seperti itu.Mungkin saja dia sedang marah dan pasti sebentar lagi akan reda" ujar Errin menenangkanku.
"Semoga saja" lirihku.
***
Bel pulang sekolah berbunyi beberapa menit lalu tapi aku masih diam dikelas.Pandanganku tertuju kepada pemandangan diluar jendela.Aku menghela nafas panjang ketika mengingat kehidupanku yang sama sekali tidak ada mudahnya.
"Kenapa kau menghela nafas panjang?" tanya seseorang diambang pintu.
"Kenapa kau kesini?" tanyaku.
"Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan" dengus Angkasa.
"Arga masih tidak menyapamu?" tanyaku kepada Angkasa yang duduk dibangku Aiko.
"Tidak.Dasar kurang ajar,dia pikir dia siapa tidak menyapaku? tanpaku hidupnya hampa.Dia tidak mempunyai teman selain aku" omel Angkasa.
"Aku ingin mengakhiri ini sebelum masalahnya semakin ruyam" lirihku.
"Kenapa? kita baru sampai di tengah jalan"
"Kau tau sendiri respon Arga bagaimana dan aku tidak bisa membayangkan bagaimana keluargamu nantinya mengetahui siapa kita sebenarnya"
"Aku hanya tidak ingin dijodohkan dengan Arabella" lirih Angkasa yang masih bisa kutangkap.
"Siapa Arabella?" tanyaku penasaran sekaligus terkejut.
"Gadis yang berada di posisi terakhir" jawab Angkasa.
"Apa maksudnya?" tanyaku bingung.
"Arabella putri dari kolega bisnis Ayah.Dia anak yang entahlah aku tidak bisa mendefinisikan sikapnya.Dia manja,menyebalkan,boros dan egois.Dia tidak akan dijodohkan denganku jika aku punya kekasih.Dan akhirnya aku membawamu kerumah mengenalkan kepada Bunda.Bunda sangat senang karena jujur saja Bunda tidak suka dengan Arabella.Ayah yang menjodohkanku.Aku senang Bunda menyukaimu" ujar Angkasa panjang lebar.
__ADS_1
"Aku paham posisimu tapi kau juga harus memahami posisiku.Aku setiap hari diganggu oleh penggemarmu,aku kehilangan teman baikku,aku harus berurusan dengan Davina dan Kak Kelvin.Aku punya rasa lelah Sa"
Aku meninggalkan Angkasa yang sedang merenungkan keadaan.Entah mengapa air mataku lolos begitu saja.Aku tidak pernah menoleh kebelakang lagi.Tidak akan,aku harus meluruskan semua ini.