Secepat 24 Jam

Secepat 24 Jam
14


__ADS_3

Hari minggu telah tiba.Aku sudah berjanji untuk datang ke rumah Angkasa.Aku memakai rok selutut berwarna merah dan baju putih bertuliskan 'Cry Baby'.Angkasa sudah berada di depan gang.Aku mencepol rambutku seperti gadis gadis Korea.Aku sangat suka Korea.Angkasa mengrenyit melihat penampilanku.Aku siap mendapat kritikan pedas darinya.


"Kau seperti anak SD" kritiknya.


"Terserah.Ayo"


Aku masuk ke mobilnya.Oh ya,Angkasa hanya mau ganti mobil pada hari itu saja.Hari hari berikutnya dia kembali mennggunakan Supercar merah tua ini.Ketika duduk di dalam mobil,aku merasa bersentuhan langsung dengan aspal.Angkasa memasuki gerbangnya,melewati pepohonan,air mancur lalu memasukan mobilnya di garasi.


"Kenapa kau langsung memasukannya?" tanyaku bingung.


"Aku tidak mau dia tersengat matahari" jawab Angkasa masuk akal.


Aku berjalan memasuki rumah ini.Bunda menjerit dan menyuruh pelayannya minggir.Bunda memelukku erat sampai aku sesak nafas.


"Akhirnya bertemu denganmu lagi sayang" ujar Bunda dengan suara khas ibu ibunya.


"Ah iya Bunda,ngomong ngomong Ayah dimana?" tanyaku.


"Oh Hamdan ke Perancis selama 1 bulan.Kau tau,Bunda kesepian dirumah" keluh Bunda.


"Kan ada para maid maid ini Bun"


"Tapi tetap saja sepi.Anak nakal itu juga jarang di rumah...hei kemana Angkasa?" tanya Bunda ke salah satu maidnya.


"Tuan Muda ke kamarnya,Nona Besar"


"Ah anak itu tidak pernah berniat membuatku senang.Eh Din,bagaimana kalau kita memasak? Bunda dengar dari Catherine kau membuat pasta yang enak"


"Iya Bun"


Aku dan Bunda berjalan menuju dapur.Para maid yang ada didapur berpindah ke ruang lain hingga tersisa kami berdua.Bunda ternyata bisa memasak,aku pikir orang kaya tidak bisa memasak.Aku mengiris tipis tipis wortel dan mentimun.Kami membuat nasi goreng.


"Mau membuat berapa banyak Bun?" tanyaku.


"Seeee.....segitu" Bunda menunjuk mangkok super besar seperti panci.


"Heee? ini kebanyakan dong Bun"


"Tidak apa apa,dirumah ini juga banyak orang"


"Iya"

__ADS_1


Bunda keras kepala seperti anaknya hehe.Daei tadi aku tidak melihat Angkasa keluar dari kamarnya.Aku juga tidak tau diamana kamar Angkasa.Selesai masak nasi goreng,aku dan Bunda membuat kue strawberry.Di rumah ini ada banyak kulkas tapi yang membuatku bingung adalah kenapa ada satu kulkas yang berisi strawberry semua.Benar benar straberry utuh,tidak ada buah buah lain.


"Strawberry sebanyak ini untuk apa Bun?" tanyaku bingung.Bunda yang sedang menaburi gula salju di kue yang sudah jadi menoleh kearahku.


"Oh itu untuk camilan dan bahan makanan.Bunda suka strawberry" jawab Bunda.Aku ber oh ria.


Kami menata karya kami di meja makan yang sangat besar.Untuk apa pula meja sebesar ini kalau yang memakai hanya 3 orang setiap harinya.


"Panggil Angkasa,ajak makan siang" ujar Bunda.


"Kamar Angkasa dimana Bun?" tanyanku bingung.


"Tangga yang berwarna abu abu itu jalan menuju kamarnya.Hanya ada satu tangga abu abu" jawab Bunda.


Aku mengangguk dan mencari tangga abu abu.Aku sudah berkeliling di lantai satu mencari tangga abu abu yang tak kunjung kutemukan.Aku mencari di lantai dua pun tidak ada.Aku menyerah,aku meminta maid mengantarku mencari kamar Angkasa.Astaga,kamarnya berada diluar ruangan.Tangganya berada di luar.Aku mebgetuk pintu kamar Angkasa.Unik,seolah Angkasa memiliki rumah sendiri di lantai tiga.


"SIAPA?" Teriak Angkasa.


"BUNDA MENYURUHMU MAKAN SIANG" aku balas berteriak.


"AKU TIDAK LAPAR" Teriak Angkasa.


"CEPATLAH BUNDA MENUNGGU"


"HOE" aku menggedor gedor kamar Angkasa.


Angkasa membuka pintunya.Tangannya memegang stik PS dan matanya tak beralih dari layar TV besarnya.Aku menarik telinga Angkasa kuat kuat.


"Aduh duh auuu lepaskan *****.Kau mau mati HAAA?" Bentaknya.


"Ikut aku" desisku.


Angkasa melempar stiknya ke kasur lalu berjalan mengikutiku.Dia mengumpatiku dan tak henti hentinya mengusap telinganya.Bunda menatap kami senang saat kami duduk di meja makan.


"Biasanya kau tidak mau makan" gerutu Bunda.


"Karena yang mengajak pacarku,aku tentu saja mau" jawab Angkasa.Aku geli mendengar hal itu.


Kami memakan dalam diam.Angkasa makannya lahap sekali seperti orang yang tidak malan satu bulan.Aku menatap Bunda heran begitupun sebaliknya.


"Pelan pelan" ujarku kepada Angkasa.

__ADS_1


"Ini enak sekali.Siapa yang masak?" tanya Angkasa.


"Aku dan Bunda" jawabku.


"Bunda? Bunda bisa masak?" tanya Angkasa dengan wajah polosnya.


"Hah kau tidak pernah memperhatikan Bundamu sendiri huh.Dasar berandal" gerutu Bunda.


Selesai makan,kami menonton TV.Remote TV Bunda menyediakan lebih dari 100 chanel TV.Apa ada orang yang mau menonton TV sebegitu banyaknya?


"Ini Bun bagus" tunjukku ke drama korea berjudul Hotel del Luna.


"Bisa ganti? aku benci drama" sindir Angkasa.


"Pilihan yang tepat" Bunda menyetujuiku.


Aku menjulurkan lidah ke Angkasa dan dia mencibirku.Angkasa main Mobile Legend di hp nya.


"Tonton sampai habis?" tanya Bunda.


"OKE" Teriakku.


Kami menonton dengan khidmat.Sesekali kami tertawa,menangis dan ketakutan.Ini film terbagus yang pernah kulihat.


"Tokoh wanitanya seperti Bunda" komentar Angkasa yang akhirnya ikut menonton.


"Enak saja,Bunda ini orangnya lembut"


"Cih"


Kami selesai menonton drama dengan isak tangis.Angkasa mencibir kami.Tak terasa hari sudah malam.Kami makan malam dengan hening lalu Bunda mengajakku ke rooftop.Kami duduk di tempat duudk yang tersedia dengan aneka camilan dihadapan kami.Aku mulai betah di rumah ini hehe.


"Angkasa dari dulu anak yang kesepian.Dia tumbuh menjadi pria dingin dan ketus.Ayah dan Bunda dulu di Australia semntara dia disini bersama pengasuhnya.Bunda terkejut mengetahui dia menjadi bos di SMP nya.Dia memukuli orang orang dan selalu menjadi pemenang.Dia menindas orang yang lemah.Dia terancam keluar dari sekolahannya.Tobat? Tidak sama sekali.Dia malah semakin menjadi dan kami memutuskan memasukannya ke Na Elvarett.Dia tidak akan dikeluarkan dari sana dan dia didik dengan baik.Dia menyerahkan mahkotanya demi kamu nak" Bunda membelai rambutku.


"Maksudnya Bunda?" tanyaku.


"Bunda tau kamu orang yang selalu ditindas Angkasa disekolah sejak pertama masuk.Bunda tau dari Mr.Andri.Semenjak kamu datang,Angkasa disibukkan dengan pikirannya.Dia memikirkan caranya menakhlukan dirimu supaya tunduk patuh terhadapnya.Bunda sering mendengar dia bermonolog mengoceh tentang dirimu.Dan Bunda tidak menyangka kalian akhirnya pacaran" Bunda tertawa kecil.


"Sejak kamu hadir,dia meninggalkan kebiasaan buruknya yang seperti berandal.Dia tidak lagi datang ke balap liar,jarang memukul orang,tidak pernah tawuran,tidak pernah pergi ke club.Terimakasih sayang" Bunda memelukku.


"Bunda,Angkasa meeubah dirinya karena keinginannya bukan karena aku" ujarku.

__ADS_1


"Sudah selesai kalian bergosip tentang diriku? ini sudah malam,ayo kuantar kau pulang"


Aku tertawa lalu salaman dengan Bunda.


__ADS_2