
"WHOAAAAH"
Tamatlah riwayatku.Aku menggenggam jas Angkasa erat.Dia menatapku tajam seolah mengatakan ikuti-saja-permainannya kepadaku.Aku memegang erat jas Angkasa disampingku.Bisik bisik terdengar menyelimuti kami.Suasana bertambah buruk.
"Ah aku melupakan tujuanku datang kemari.Aku ingin menemui Catherine.Daaah"
Bunda berjalan menuju kelas Mrs.Catherine.Hubungan mereka cukup akrab untuk disebut teman.Anak anak yang berkumpul di sini semuanya bubar dan menuju kantin.Arga memberikan kuenya kepadaku lalu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.Angkasa mengambil kue itu dan memakannya dalam satu kali suap.Aku berdecih.
"Katanya tadi biasa saja" gerutuku.
"Terus?"
Aku malas berdebat dengan Angkasa.Aku berlari mengejar Arga yang berjalan menuju rooftop sekolahan.Kami berjarak beberapa anak tangga saja tapi dia tidak menoleh ke belakang sama sekali.Arga menghirup nafas dalam dalam dan menghembuskannya secara kasar.
"Kalian semua yang ada disini keluarlah aku ingin menenangkan pikiranku" ujar Arga setengah menaikan nadanya.
Semua orang yang ada disana berbondong bondong turun sampai aku terbawa arus dan berakhir di kaki tangga.Aku kembali menaiki tangga menuju rooftop.Diambang pintu aku terpaku melihat Arga yang memejamkan mata dan duduk di kursi santai.Rasa bersalah menyelimutiku.Aku mendekat kearahnya.
"Arga" lirihku.
"Pergilah,aku sedang ingin sendirian" lirih Arga.
"Arga" panggilku lagi.
"Aku bisa menjelaskan semuanya.Semua itu hanya..." kalimatku terpotong oleh nada ketus Arga.Nada ketus yang tak pernah ia lontarkan kepadaku.
"Pergi dari sini"
Aku menunduk dan berjalan menuju pintu.Aku kembali menatap Arga yang sedang menutup mata.Meskipun aku tidak memiliki perasaan kepada laki laki itu tetapi tetap saja aku telah melukai perasaannya dan itu membuatku sakit.Aku menatapnya sendu lalu berjalan menuruni tangga.Di bawah tangga air mataku mengalir dengan deras.Aku memejamkan mataku dan mengusapnya dengan kasar.
Tiba tiba ada yang merengkuhku dari belakang.Aku ingin memukul kepalanya tapi suara itu menghentikanku.
"Jangan menangis,ada Bunda disini.Nanti aku kena omel kalau dia melihatmu menangis" ujar Angkasa setengah berbisik.
Angkasa aku tau kau berusaha menenangkanku dengan menjadikan Bunda sebagai alasan.Aku segera mengusap air mataku.
"Hebat" seseorang tengah bertepuk tangan.
"Didepan Arga kalian seolah musuh tapi dibelakangnya kalian bermain api cih" Kak Kelvin berdecih.
__ADS_1
"AH SIAL TUTUP MULUTMU" raung Angkasa melayangkan tinjunya ke rahang Kak Kelvin.
Kak Kelvin membalas Angkasa begitupun sebaliknya.Aku memekik ketika Kak Kelvin membanting Angkasa tapi Angkasa langsung berdiri dan balik membanting Kak Kelvin.Bogeman,tendangan,pukulan dan saling membanting tidak menumbangkan salah satunya.Aku segera menarik Angkasa swbelum ada guru yang melintas.
Menarik Angkasa sangat susah.Dia berat dan memberontak.Argh aku menarik manusia atau karung beras kenapa berat sekali? Aku memeluk Angkasa dari belakang untuk mengalihkan perhatiannya.Bagus,dia membeku ditempat.Aku menyeretnya menuju ruang kesehatan.
Sesampainya di ruang kesehatan tidak ada orang sama sekali.Aku terpaksa mengobati luka Angkasa sendirian.Aku sudah berkeliling mencari dimana letak kotak P3K tapi aku tak pernah menemukannya.Aku susah membuka laci laci dan juga lemari tapi aku tak menemukannya.Aku mengerang frustasi.Hei,ternyata kau disana.
Aku berusaha menggapai kotak P3K yang digantung di tembok.Letaknya sangat tinggi bahkan saat aku meloncat tidak mengenainya sama sekali.Seseorang mengambilkan kotak itu untukku.Aku membalikkan badan dan menemukan Angkasa disana.Wajahku sejajar dengan dada bidang Angkasa.Kotak P3K mengenai kepalaku membuatku tersadar.Pelakunya adalah Angkasa,siapa lagi?
"Jangan menatapku seperti itu" ketus Angkasa.Wajahku memanas.
"Duduklah" aku mendudukannya di ranjang dan dia menurut saja.
Aku mengoleskan beberapa obat yang dibutuhkan dan membalutnya dengan kapas.Setelah selesai aku menempelkan hansaplast di beberapa tempat yang terluka.Aku jadi ingat saat dulu pernah mengobati Angkasa dan keesokannya dia ngamuk karena hansaplast nya bergambar gajah.Haha dasar kekanakan.
"Kenapa kau tertawa?" tanya Angkasa bingung.
"Tidak aku hanya ingat dulu pernah mengobatimu seperti ini disemak semak ingat?"
Angkasa berdecih dan memainkan ponselnya.Aku menaruh kotak P3K di atas meja dan duduk didekat Angkasa.Aku menghela nafas panjang.Aku juga harus menjelaskan tentang aku dan Arga kepada Angkasa.
"Hmm?"
"Tempo hari Arga menyatakan perasaannya kepadaku" ujarku.Angkasa langsung melupakan ponselnya dan menatapku intens.
"Kau bercanda?" tanya Angkasa dengan mata yang nyaris keluar.
"Apa terlihat bercanda?" tanyaku kesal.
"Arga menyukaimu? jadi dia tadi pergi karena Bunda mengatakan kau pacarku begitu?" tanya Angkasa tepat sasaran.Cerdas sekali.
"Seperti itulah dan aku harus menjelaskan ini kepada Arga karena dia salah paham"
"Oh" Angkasa kembali menatap ponselnya.
"Aku akan kembali ke kelas,jam istirahat hampir habis" aku beranjak dari dududkku tapi Angkasa menahan pergelangan tanganku.
"Kau dan aku belum makan siang" ujar Angkasa.
__ADS_1
"Tidak ada waktu.Sebentar lagi bel"
"Siapa peduli? ini sekolahanku memangnya mereka bisa apa?" tanya Angkasa menyombongkan diri.
Aku ditarik paksa menuju kantin yang letaknya tak jauh dari ruang kesehatan.Semua anak tampak bergegas kembali ke kelas karena bel sudah berbunyi.Mereka berhenti dan tidak bergerak saat Angkasa menariku disepanjang koridor terlebih Angkasa babak belur seperti itu.
"*Angkasa apa yang terjadi denganmu?"
"Angkasa kau baik baik saja?"
"Kenapa gadis itu selalu berada didekat Angkasa?"
"Ada apa dengan mereka*?"
Bisik bisik terdengar jelas ketika aku dan Angkasa melintas.Kami sampai di kantin dan tidak ada orang sama sekali.Yang ada hanya pekerja yang sedang membereskan kantin.
"Kalian bisa istirahat dan tinggalkan kantin ini.Aku akan masak sendiri" ujar Angkasa tegas.Para karyawan keluar dari kantin setelah membersihkan tempat ini.
"Kau bisa masak?" tanyaku tak percaya.
"Tentu saja tidak.Kau yang memasak" cecar Angkasa.
Aku berdecih dan berjalan menuju dapur.Banyak sekali bahan makanan disini dan peralatannya benar benar sudah bersih semua.Para karyawan disini benar benar top.
"Mau apa?" tanyaku geram.
"Terserah.Sertakan keju" usulnya.
"Oke"
Aku merebus makaroni dan membuat susu hangat.Setelah matang,aku mengangkat makaroni rebus dan menaruhnya di wadah.Aku menuangkan susu hangat serta keju mozarella ke dalam wadah itu dan mencampurnya menjadi satu.Setelah melt aku menuangkan ke mangkuk Angkasa dan sisanya untukku.
"Darimana kau mendapat resep ini?" tanya Angkasa penasaran.
"Youtube" jawabku asal.
"Lumayan" komentarnya setelah memakan sesuap makaroni melt itu.
Aku membuat strawberry latte yang kupelajari dari Kak Rakha di caffe.Aku hanya bisa membuat ini saja karena tidak perlu bahan yang aneh aneh.Cukup strawberry potong,susu dan es batu.Kami mebghabiskan makam siang dengan tenang.Angkasa tidak berkomentar apa apa.Aku tersenyum melihat Angkasa yang biasanya mengoceh menjadi diam saat makan.Semakin aku mengenalnya semakin banyak hal yang mengejutkan yang ada didalam dirinya.
__ADS_1