
Kak Zen meracau kepadaku tapi pada akhirnya tetap membuatkan minuman yang kusebutkan.Aku menunggu dengan sabar dan mengantarnya ke Arga.
"Lama tidak melihatmu singgah disini" ujarku seraya meletakan kopi itu didepannya.
"Haha jangan merindukanku,Angkasa bisa ngamuk mengetahui hal itu" gurau Arga.
"Aku lelah memberitahumu kalau aku tidak tertarik kepadanya"
"Benarkah kau tidak merasa kehilangan setelah dia tak muncul lagi sebagai sosok pembela dihidupmu?" tanya Arga terkesan serius membuatku tergagap.
"Ti..tidak..tentu saja tidak,mana..mana mungkin aku kehilangan.Sudahlah aku mau bekerja.
Aku meninggalkan Arga yang tertawa terbahak bahak mendengarku tergagap.Aku menyumpah serapahi dia didalah hatiku.
***
Kabar yang pertama kali kudengar ketika menginjakkan kaki di depan pintu utama sekolahan adalah kabar tentang anak baru yang akan memasuki kelas X-10 dan menurut desas desus yang kudengar,anak itu cantik berdarah Swiss.Aku sempat tertegun,aku masih belum terbiasa dengan teman teman bule.Sesampainya di kelas pun masih ada yang membicarakan anak baru itu.Aku bertanya kepada kedua temanku kenapa anak itu menghebohkan.
"Kenapa sih?" tanyaku jengkel.
"Ada anak baru Indo,dia putri tunggal konglomerat" jawab Aiko.
"Oh pantas saja ramai dibicarakan"
Kami mengikuti pelajaran seperti biasa sampai jam istirahat pun tiba.Aku berjalan menuju kantin,kami duduk di tempat biasa.Anak laki laki kelasku masih setia membicarakan si anak baru.Aku semakin penasaran seperti apa rupa anak itu.Kantin mendadak riuh dengan datangnya seorang anak yang wajahnya asing dan sangat cantik.Disampingnya ada Selena dan Davina.
"Apa itu? mereka seperti budak" komentar Errin.Aku menyetujuinya.
Anak itu berjalan memilih tempat duduk,kebanyakan menyingkir mempersilahkan duduk tapi dia malah berjalan kearah kami.Senyumannya sangat cantik dan dia memiliki mata berwarna biru.Ah itu softlens karena matanya yang sebelah berwarna merah.
"Hai,boleh aku duduk?" tanya anak itu.
"Dari sekian banyak tempat kenapa kau memilih bersama orang orang ini?" tanya Davina kesal.
"Tak apa apa Vin,aku mau punya banyak teman.Oh ya kenalin aku Arabella Fears"
ARABELLA FEARS.Satu nama yang membuatku nyaris terjengkang.Aku cepat cepat berdiri dan menatapnya intens.Ini kah gadis yang akan dijodohkan dengan Angkasa? sangat cantik dan berkelas.Lalu kenapa Angkasa serta Bunda bersikeras menolak si cantik ini?
"Dinda" jawabku datar.
"Panggil saja aku Bella dan kamu siapa namamu?" tanya Bella ke Aiko.
"Aiko"
"Mulai sekarang kau bisa bergabung dengan klan kami"
__ADS_1
"Klan apa?" tanya Aiko.
"Klan bangsa Indo.Kami bertiga juga gabung didalamnya"
"Aku tidak tertarik"
"Sudahlah Bell,dia gak pantas" sinis Davina.
"Lagipula dia tidak tertarik dengan klan mu itu,kenapa harus mengatakan dia tidak pantas?" tanyaku sinis ke Davina.
"Jangan ikut campur! Bella dia ini yang menggodai Angkasamu" Davina menunjukku.
"Hei bukankah kau yang menggodanya?" tanya Errin tersulut emosi.Baru kali ini melihat Errin menghadapi Davina.
"Kau juga ikut ikutan? kalian ini sampah tidak berguna"
"Davina kau orang kaya bukan?" tanyaku kepada Davina dengan berkacak pinggang.
"Tentu saja.Kenapa kau mau mengemis uang kepadaku gelandangan?" tanya Davina dengan tawanya.
"Kau kaya tapi kenapa tidak memiliki kaca? kau perlu kubelikan?" aku menarik salah satu ujung bibirku.
"KAU!" teriak Davina geram.
"Dan yah,berbicara soal mengemis hartamu aku lebih suka merampoknya" desisku lalu menubruk bahunya dan segera pergi.
"DASAR ORANG MISKIN JAGA MULUTMU! KAU TIDAK TAU BERURUSAN DENGAN SIAPA!"
"DAN KAU JUGA TIDAK TAU KAU BERURUSAN DENGAN SIAPA" aku balas berteriak.
"Siapa sih anak baru itu? kenapa dia mau mau saja berteman dengan dua orang itu?" tanya Aiko.
"Entahlah yang pasti dia menyebalkan"
"Aku tau siapa dia" lirihku.
***
Hari ini adalah hari ke 12 Angkasa menghilang dari hidupku.Bella tak seburuk yang ada dipikiranku.Gadis itu mau berbaur dengan siapa saja dan tidak pernah membeda bedakan status.Kedua temanku masih saja menunjukan sifat permusuhannya dan aku harus berkali kali menegur mereka.Mereka juga tak segan segan melawanku jika aku membela Bella dan aku juga yang harus meminta maaf kepada mereka.Sebenarnya yang menunjukkan sifat arogannya adalah Errin sementara Aiko hanya pendukungnya saja.Rio yang memiliki kelemahan kepada gadis cantik selalu mengundang Bella makan bersama kami yang artinya ada Davina dan juga Selena.Errin dan Aiko juga memusuhi Rio dan aku hanya menjadi penengahnya saja.Sungguh kedatangan Bella membawa dampak besar bagi ikatan pertemanan kami.
"Tidak cukup bangku"
Itulah kata ketus yang selalu dilontarkan oleh Errin ketika Bella mendekati meja kami.Seperti pahlawan kesiangan,Rio berdiri dan mempersilahkan duduk lalu dirinya sendiri mengusir anak yang duduk disamping Bella entah siapapun itu.
"Diantara banyaknya meja kenapa lo kesini?" tanya Errin galak.
__ADS_1
"Memangnya ini sekolahanmu?" tanya Selena galak.
"Sudah sudah jangan bicara saat makan" lerai Bella.
Errin mencibir dan melanjutkan makan.Kantin menjadi hening,antara kedatangan Angkasa atau Kelvin cs itu susah dibedakan.Aku menoleh kebelakang dan tatapanku bertemu dengan tatapannya.Angkasa.
"Angkasa mana makananmu?" tanya Bella dengan semangat 45.Oh ya,Bella tidak tau aku pernah memiliki hubungan erat dengan Angkasa.
"Kau bertanya kepadaku?" tanya Angkasa datar.
"Tentu saja,apa perlu kuambilkan?"
"Jangan sok peduli seperti itu" ketus Angkasa dan berjalan menuju mejanya.
"Kau tau,aku selalu ingin mengahjarnya" bisik Rio ke Bella.
Bella hanya tersenyum dan makan.Arga menepuk kepalaku saat melintas dan alhasil aku mendapat pelototan dari Selena.Hubungan mereka tidak lekas berkembang.Selena masih mengejar dan Arga yang pura pura tidak mendengar.Akan kuceritakan sedikit kisah yang menurutku lucu.
Siang itu matahari sedang terik teriknya dan biasanya ini membuat mood Angkasa menjadi hancur berantakan.Arga dan Angkasa duduk ditempat biasa tiba tiba Selena ikut duduk diantara mereka berdua.Aku sudah melihat Angkasa geram dengan kedatangan tunangan Arga itu.Meskipun tunangan sahabatnya,Angkasa tidak menunjukan sikap bersahabat sama sekali.Selena terus terusan mengoceh padahal kedua laki laki itu tidak menggubrisnya sama sekali.
"ARGGHH TUTUP MULUTMU!"
Anglasa meraung marah.Dia melempar piring Selena ke salah satu meja terdekat dan tentu saja menjadi berantakan.Selena masih dalam posisi memegangi dadanya yang kaget.
"Kembali ke tempatmu dan jangan coba coba mendekat kesini lagi"
Aku dan teman temanku yang lainnya tertawa.Semenjak saat itu Selena tidak pernah mencoba untuk duduk dengan mereka lagi.Beruntungnya aku pernah duduk disana.Walau hanya tempat duduk biasa tapi rasanya istimewa.
"Dinda" panggil Aiko membuyarkan lamuanku.
"Ada apa Ai?" tanyaku.
"Sejak tadi Angkasa melihat kearahmu terus" bisik Aiko dan aku yakin hanya aku,Errin dan Dicky tang mendengarnya.
"Biarkan saja" cuekku.
"Siapa tau mau memperbaiki hubungan kalian yang sempat retak" celetuk Errin.
"Hubungan apa?" tanya Bella penasaran.
"Kau punya pacar Din?" tanya Bella lagi.
"Apapun itu intinya ini bukan urusanmu.Enyahlah" jawab Errin.
"Aku sempat mendengae beberapa kali anak anak membicarakan kau dan Angkasa" Bella menjeda perkataannya.
__ADS_1
"Apa kau kenal dengan dia?" lanjutnya.