
Suara tembakan itu terdengar keras dan memilukan,
membuyarkan kumpulan burung burung yang menghinggapi dahan pepohonan.
sebuah tembakan yang melesatkan sebutir peluru tajam pada dada seorang wanita hingga menembus jantung.
Dengan tanpa rintihan dan air mata yang menggenangi bola matanya yang indah, ambruk tak berdaya bersimbah darah.
Dan tiba tiba ... Suara alarm ponsel berbunyi nyaring dalam sebuah kamar seorang wanita.
Ia sontak terbangun.
" hahh ... " teriaknya berat tertahan dengan nafas terengah engah dan keringat bercucuran.
Mimpi …!
Ya ... ternyata itu adalah mimpi yang dialami Park Yunna .
seorang wanita yang berprofesi sebagai Inspektur polisi , yang tergabung dalam jajaran Tim pemberantasan narkoba.
" Aku mimpi itu lagi ... ini sudah kesekian kalinya aku mimpi yang sama . menakutkan dan aneh sekali , kenapa mimpi bisa terulang ulang ?" gumamnya seraya meremas rambutnya dengan kedua tangan.
ia pun tak ingin berfikir yang tidak tidak, lalu bergegas beranjak dari ranjangnya untuk mandi.
setelah menyelesaikan ritual mandinya, Ia pun memilih pakaiannya untuk hari ini .
ia mengenakan Jeans warna hitam serta Tang top warna hitam dipadu dengan jaket yang berwarna hitam pula, karna Yunna adalah penggemar warna hitam.
ditambah lagi profesinya saat ini adalah seorang anggota kepolisian yang tidak perlu pakain dengan warna mencolok .
Ia adalah sosok polisi wanita yang pemberani serta ramah,
maka dari itu sang atasan merekomendasikan dirnya untuk ikut bergabung dalam Tim tersebut.
dan ia pun diterima dengan baik oleh para anggota Timnya.
Yunna yang telah rapi dan bersiap untuk ke kantor,
tak lupa ia pun menyempatkan diri untuk menikmati sarapan bersama sang ibu tersayang, yaitu Choi yejin
Mereka hanya tinggal berdua,
ayah Yunna yaitu Park Sunwoo, meninggal saat ia baru berusia 6 tahun dalam sebuah tugas, karna ayahnya pun adalah seorang anggota kepolisian.
Maka dari itu Yunna pun terinspirasi dari sang ayah, kemudian sejak saat itulah ia bercita cita menjadi seorang polisi wanita yang akan mengungkap kasus kasus besar seperti ayahnya. kereen sekali bukan?
" Selamat pagi ibuku tersayang ... !"
sambil mengecup pipi ibunya.
" hmm ... selamat pagi sayangku .
makanlah sarapanmu "
" Ibu ... sering seringlah masak makannya enak untukku ... "
" memangnya selama ini ibu tidak pernah masak masakan enak untukmu... ? "
" bukan begitu bu ... terkadang aku takut jikalau aku tidak bisa makan makanan yang ibu masak .
ehhh ... ibu ! apa ibu pernah mengalami mimpi secara berulang ulang dengan mimpi yang sama ?"
tanyanya penasaran.
" emm ... mungkin pernah , tapi ibu tidak terlalu mengingatnya, lalu mengabaikannya .
karena orang bilang , mimpi itu hanya bunga tidur , tidak perlu terlalu difikirkan ."
jawab ibunya .
" oooh ... !" balas Yunna singkat.
" Kenapa tiba tiba bertanya tentang mimpi ... ?
" aah ... tidak apa apa bu , hanya saja ...
aku sering mimpi buruk , dan aku takut mimpi itu mungkin akan jadi kenyataan . "
"hiissth .... kenapa bicara begitu ... ?
jangan bicara yang aneh aneh , habiskan makananmu dan bergegaslah ke kantor, jika tidak atasanmu akan mengomelimu lagi "
__ADS_1
"ahh ibu benar ... Letnan Kim pasti akan berteriak dengan suara merdunya yang akan menggema diseluruh ruangan kantor . emm ... aku takut aku takut , tapi sexy sekali "
suasana yang tadi nampak serius pun akhirnya berubah menjadi hangat saat Ibunya menyebut tentang atasan putrinya itu.
"hissst .... kau mulai merancau lagi ... !"
sambil memukul kening Yunna dengan sumpit.
" auw ... ibuuu , apa aku salah jika aku menyukainya ? "
" kau boleh menyukai pria manapun , tapi jaga harga dirimu sebagai wanita ya ...
ingat kau ini bukan wanita biasa, kau ini seorang anggota polisi, jaga perilaku dan wibawamu. kau juga harus profesional dalam pekerja. kau paham ?"
"baik bu ... i understand !"
jawabnya sambil memberi hormat .
" kalau begitu aku berangkat bu ...
bye ... !"
" emm ... okay , hati hati dijalan.
ingat jangan lupakan makan siangmu"
imbuh ibunya.
Yunna pun berangkat bertugas dengan mengendarai mobilnya.
Dan benar saja , saat sampai dikantor Yunna pun langsung disuguhkan dengan teriakan dari sang ketua Tim, Yaitu Letnan Kim Jihyun yang juga adalah pria yang Yunna sukai.
Hari ini ia mengomeli salah satu anggota Timnya yang salah memberikan informasi tentang kasus yang mereka tangani.
Letnan Kim Jihyun atau yang sering disapa Letnan Kim , Ia adalah seorang perwira polisi dengan pangkat Letnan dua, berusia 33 tahun yang reputasinya cukup baik dan patut dibanggakan.
Wajahnya pun sangat tampan, berkulit putih dengan postur tubuh tegap dengan tinggi badan 180cm.
Ia adalah sosok yang tegas dan selalu berhati hati dalam mengambil keputusan.
Ia sangat membenci orang yang tidak kompeten dan setengah setengah dalam mengerjakan sesuatu.
tanya Yunna kepada salah satu rekan kerjanya , Inspektur Ahn.
" Entahlah ... sepertinya inspektur Choi salah memberikan suatu informasi penting. "
" ooh ... marah pun tetap terlihat tampan"
gumam Yunna hingga terdengar oleh rekannya tersebut.
" apa kau bilang ... ?"
" aah . tidak ada ... !"
jawabnya berbohong
" heiih ... aku dengar tadi , kau memujinya ... ommooo…!
sejak awal aku merasakan ada aroma aroma jatuh cinta pada dirimu inspeketur park Yunna "
ucap Inspektur Ahn itu seraya meledek .
" aaah sudah lupakan , jangan bahas itu disini ... "
" kalau begitu kita bahas itu nanti, okay ..."
sambil mengedipkan kedua matanya pada Yunna.
Tak dipungkiri , Yunna memang sejak lama sudah menaruh hati pada Kapten Kim.
Setelah selesai dengan omelannya , Letnan Kim memerintahkan semua anggota Timnya berkumpul diruang rapat .
Mereka pun dengan sikap menuju ruang rapat, tak terkecuali Yunna .
mereka membahas kasus sindikat narkoba yang baru baru ini marak terjadi.
Jihyun pun membagi tugas menjadi beberapa regu untuk mempercepat pencarian informasi dilapangan jika diperlukan .
setiap regu terdiri dari dua orang.
dan Yunna pun berpasangan dengan Inspektur Ahn.
__ADS_1
setelah rapat selesai para anggota Tim pun kembali ke meja masing masing .
Yunna yang meja kerjanya tepat berada disamping inspektur Ahn ,
ia pun mulai membuka PC nya dan mencari cari beberapa informasi.
Inspektur Ahn yang masih ingin membahas masalah pujian Yunna untuk Kapten Kim Jihyun ,
iapun penasaran dan mendekatkan kepalanya di samping Yunna.
" Bagaimana yang tadi ...? "
" Apa ... ?" jawab Yunna pura pura lupa.
" aaah ... yang tadi itu ,
Marahpun tetap tampan ... "
" houuhh ... aku tidak mengatakannya ,
kau hanya salah dengar. "
" hmm ... kau bohong , sudah lah tidak apa jujur saja padaku , jangan malu malu emm ... "
ledeknya terus hingga Yunna pun mendengkus kesal karna ia sudah ketahuan oleh rekan kerjanya itu.
Inspektur Ahn pun terus meledek tanpa henti hingga Letnan Kim pun melihat ulah mereka berdua saat bertepatan Ia ingin memberikan sebuah dokumen kepada Yunna .
" hey ... apa ini tempat bergurau dan bercanda ... !!! "
teriaknya sambil melempar amplop map itu tepat di meja Yunna.
mereka berdua pun kaget dan sontak berdiri memberi hormat serta permintaan maaf pada atasan mereka itu.
" Maaf Letnan... kami salah !"
Dengan nada terbata bata dan jantung yang berdegup kencang.
" seriuslah bekerja , dan jangan bercanda atau bergosip didalam kantor ini.
kalian mengerti !"
" siap letnan ... !"
mereka berdua pun menjawab serentak.
" Dan kau ...! inspektur Kim Yunna , periksa dokumen ini dan cari tau hari ini juga .
Aku ingin laporannya sore nanti ."
perintah Letnan Kim dengan sorot mata tajam dan seakan siap memakannya hidup hidup jika dia tak becus menjalankan tugas.
" siap Letnan ... !"
balas Yunna.
saat Jihyun beranjak masuk kembali ke ruangannya.
Yunna pun menghela nafas sambil memegang dadanya yang berdegup tak beraturan.
" hohhh .... hampir saja "
" Hampir saja jantungmu copot karna ketampanannya .... ! " timpal kembali Inspektur Ahn meledek.
Yunna pun menginjak kakinya karna kesal.
lalu kembali duduk dan segera memeriksa map tersebut .
" Jangan menggangguku lagi inspektur Ahn, jika ketahuan lagi habislah kita …!"
bisik Yaraa sambil melotot dan menggertakkan rahangnya.
" Okay .... ! " balas inspektur Ahn sambil menempelkan dua jari di keningnya.
Mereka berdua pun akhirnya kembali fokus pada tugas mereka.
hingga mereka berdua memutuskan pergi mendatangi beberapa tempat untuk penyelidikan , karena Yunna dan inspekstur Ahn adalah pasangan satu regu .
...----------------...
...***************...
__ADS_1