SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)

SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)
Bab23.Kehilangan


__ADS_3

Hari ini, Kim Jihyun beserta para anggota timnya masih terus mengintrogasi satu per satu para tersangka. Dari kasus transaksi narkoba hingga kasus pengambilan organ manusia secara ilegal. namun tak membuahkan hasil, diantara semua tersangka tak satu pun mau mengatakan siapa bos besar mereka.


   Sepertinya memang ketua dari organisasi ini sudah mengantisipasinyan sejak awal, mereka semua telah dibekali sebuah perjanjian untuk tidak pernah membuka mulut.


    Saat ini yang terlintas di benak Jihyun adalah satu tersangka lain yaitu rekan dokter yang membantu proses pembedahan dua tubuh gadis yang ditemukan sudah tak bernyawa dan telah diambil orngannya.


kasus ini bukan hanya sekedar kasus perdagangan organ, tetapi juga kasus pembunuhan berencana.


   Mendengar ucapan Yunna yang menyebut nama Oh Yunmi pada saat saat terakhirnya,serta ditemukannya cincin milik Yunmi dilokasi tertembaknya Yunna. membuat Jihyun yang awalnya tak percaya dan takut untuk mempercayai kecurigaan Yunna pun kini menjadi yakin bahwa Yunmi terlibat dalam kasus ini.


   Meski saat ini Jihyun pun masih menyembunyikan kecurigaannya terhadap Yunmi pada rekan yang lain. Ia akan menetapkan wanita yang ia cintai itu sebagai tersangka jika memang sudah mendapat bukti yang konkrit lainnya.


   Lantas ia pun memberanikan diri mencoba menghubungi Yunmi.


setelah menekan nomor kontak Oh Yunmi;


" Nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan". begitulah suara jawaban dari operator.


Penasaran akan hal itu, ia pun bergegas pergi ke rumah sakit Yesang tempat Yunmi bekerja.


Namun ia tak mendapati Yunmi disana. perawat yang bertugas membantunya mengatakan bahwa Yunmi sudah tidak berkerja di Rumah sakit ini lagi.


    " Apa dia pindah rumah sakit,?"


tanya Jihyun pada perawat itu .


" maaf tuan,  saya kurang tau soal itu.


mungkin anda bisa menanyakan pada direktur rumah sakit ini!" jawab sang perawat.


" oh begitu? baiklah , terimakasih!"imbuh Jihyun.


Namun dia hampir melupakan sesuatu. Jihyun kembali bertanya keberadaan pada malam hari peristiwa itu terjadi.


   " sebentar aku akan lihat jadwalnya," jawab sang perawat.


setelah melihat catatan,


" malam itu dokter tidak ada praktek, ia datang hanya sampai pukul empat sore." jawab perawat itu.


"Benar,! dia tidak punya alibi " gumam Jihyun dalam hati.

__ADS_1


    Tak berhenti sampai disini, ia pun mengikuti saran perawat itu untuk menemui direktur.


Sesampainya di ruang direktur, beliau mengatakan bahwa Oh Yunmi mengundurkan diri dari rumah sakit ini sejak tiga hari yang lalu.


" tiga hari yang lalu, ?" balas Jihyun terkejut.


"Benar, ! dia menitipkan surat pengunduran dirinya pada staf disini tanpa menemuiku. sepertinya ada sesuatu yang mendadak, karena tidak ada rencana sebelumnya jika ia ingin mengundurkan diri atau pindah tempat. kami juga terkejut karena tiba tiba saja menrima surat pengunduran diri darinya. " jawab sang direktur.


Dari sini Jihyun benar benar dibuat semakin menambah kecurigaannya.


    " kenapa bisa kebetulan seperti ini Oh Yunmi ?" tanya ia dalam hati.


    


    Lantas Jihyun pun memutuskan untuk melanjutkan pencarian  informasi esok harinya.


saat ini ia akan berkunjung ke rumah Ny. Choi Yejin , yaitu ibu mendiang Yunna untuk sekalian mengantarkan barang barang putrinya itu.


     


Ny. Choi Yejin yang saat ini tengah berada dikamar putrinya. duduk diranjang putrinya sambil meneteskan air matanya.


Tak bisa ia pungkiri saat ini ia belum bisa sepenuhnya mengikhlaskan putrinya pergi.


     " Dasar anak nakal...! kau tega meninggalkan ibumu…!" ucap nya seraya menangis tergugu sambil memeluk salah satu pakaian milik putrinya.


    Hingga sesaat tangisannya pun terhenti saat mendengar suara bel pintu.


lantas ia segera menyeka air mata yang membanjiri pipinya itu, dan beranjak membukakan pintu untuk tamu tersebut.


  " Letnan Kim..."  sapa Ny.Choi.


" selamat malam bi... apa aku mengganggu?" balas Jihyun.


" Tidak, sama sekali tidak! masuklah.


jawab ny.Choi seraya mempersilahkan Jihyun masuk. 


    Setelah Jihyun duduk , Ny. Choi pun menyediakan secangkir minuman untuknya, " Aku sengaja datang untuk mengembalikan barang barang milik Yunna bi." ucap Jihyun seraya mengulurkan kotak barang barang tersebut.


     " Terimakasih Letnan Kim." balas Ny. Choi dengan berusaha tersenyum untuk menutupi kesedihannya. meski Jihyun mengtahui bahwa Ny.Choi baru saja menangis dari matanya yang terlihat merah dan sembab.

__ADS_1


   " sama sama bi..." balas Jihyun.


Saat ini Jihyun pun bingung apa yang harus ia katakan, hingga ny.Choi membuka kotak itu dan melihat isinya.


    Lalu ia mendapati gelang  yang pernah ia berikan pada putrinya beberapa hari lalu saat hari ulang tahunnya.


" gelang ini... aku baru saja memberikannya di hari setelah aku kembali dari kantor kalian saat itu.


aku memberikannya sebagai hadiah ulang tahunnya. seorang wanita yang memberiku gelang ini mengatakan bahwa ini adalah gelang keberuntungan.  Aku tidak tau pasti keberuntungan seperti apa itu, sebenarnya aku hanya menganggapnya sebagai mitos. akupun tidak ingin terlalu percaya akan hal ini. mungkin saja meskipun Yunna tak beruntung hari itu, namun ada keberuntungan lain baginya yang tidak kita ketahui." tutur Ny.Choi sambil memandangi gelang tersebut.


 


    Namun entah mengapa ia ingin sekali memberikan gelang itu untuk Jihyun.  ia pun meraih tangan kiri Jihyun dan mengenakan gelang itu padanya. " sekarang kau pemilik gelang ini Letnan Kim. Namun jangan menganggap gelang ini adalah gelang keberuntungan seperti yang aku ucapkan tadi. anggap saja ini adalah kenang kenangan dari Yunna.


Maaf kan semua kesalah yang mungkin pernah putriku perbuat pada kalian"


     Jihyun pun dengan senang hati menerima pemberian Ny. Choi itu.


" Terima kasih bi...!" ucap Jihyun dengan mata berkaca kaca.


" Maafkan aku bi, karena sebagi ketua Tim , aku tidak bisa menjaga rekanku  dengan baik" ucap kembali Jihyun dengan air mata yang sudah menetes itu.  Ia menunduk, merasa malu serta bersalah atas peristiwa ini.


     " ini bukan salahmu Letnan Kim, semua ini terjadi tanpa kita duga. kita semua tidak ada yang berharap ini terjadi. ini sudah takdir Yunna, jadi jangan pernah menyalahkan dirimu lagi ya...!


  kalian adalah anggota polisi dengan tugas tugas berat serta berbahaya, yang bisa sewaktu waktu mengancam keselamatan kalian.


tentu kalian sudah tau itu sejak awal kalian memutuskan untuk menjadi anggota polisi. begitu juga aku dan Yunna, kami sudah mengerti akan hal itu. meski tak dipungkiri aku sangat kehilangan dan belum sepenuhnya mengikhlaskan dia pergi.


tapi Tuhan sudah menggariskan ini untuknya. seiring berjalannya waktu aku pasti bisa ikhlas  " sahut ny.Choi dengan menepuk punggung tangan Jihyun.


    Mendengar ucapan Ibu Yunna, Jihyun pun hanya mengangguk dan tak sanggup berkata kata lagi.


Entah karena rasa bersalah atau sebuah pnyesalan, yang jelas saat ini lubuk hatinya yang terdalam tak lagi bisa berbohong bahwa ia merasa kehilangan Yunna.


Seandainya waktu bisa diputar kembali, ia ingin sekali memperbaiki dan mengubah takdir ini untuknya.


* Fikiran Jihyun yang tengah berada di dalam kamarnya sembari memandangi taburan bintang pada langit digegelapan malam dari balik dinding kaca itu.


Pada saat itu sebuah fenomena indah terjadi , sebuah bintang jatuh yang melintas dan tertangkap oleh pandangan mata Jihyun.


Jihyun pernah mendengar tentang mitos permohonan saat bintang jatuh dari kalangan anak anak remaja. namun jihyun adalah orang yang tak pernah percaya akan hal hal seperti itu. Tetapi untuk hari ini tiba tiba ia pun ingin mengucapkan permintaan pada bintang tersebut , meski ia anggap ini konyol.

__ADS_1


ia teringat ucapan Yunna yang mengatakan [ aku mencintaimu letnan, aku ingin menjadi milikmu di kehidupan berikutnya! ]


" Aku mengizinkan,!" ucap Jihyun sambil memejamkan mata, seakan membalas kata kata Yunna, meski sudah terlambat.


__ADS_2