SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)

SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)
Bab 16.Data penting


__ADS_3

Setelah mendengar instruksi dari henri, Yunna segera bergegas mencari sebuah bar yang dimaksud oleh henri. dengan langkah terburu buru ia juga sembari menghubungi Jihyun yang saat ini tengah berada di apartment milik Henri. mereka berniat mencari barang bukti yang bisa mereka gunakan.


    Panggilan pun masuk, tertera nama Park Yunna dalam ponsel Jihyun.


" Hallo Yunna!"


[ Letnan, kalian tidak akan menemukan apapun disana.]


" Dari mana kau tau?"


[ Aku akan jelaskan nanti. ! sekarang aku ingin minta bantuanmu Letnan,


ini tentang Henri…! aku rasa dia dalam bahaya didalam sel. bisakah kau cari cara untuk mengeluarkannya dari sana , atau apalah itu! ]


" Hei...jelaskan padaku,! bagaimana kau bisa mengatakan itu? dari mana kau tau ? kau fikir mudah melakukannya hah !jangan membuat kesimpulan sendiri semaumu "


[ Aku mohon Letnan, tidak ada waktu lagi !] teriak Yunna kesal dan sambungan telephone pun di tutup.


Awalnya Jihyun pun juga kesal dengan permintaan Yunna. namun setelah mereka masih terus menyisir serta melihat seisi apartment milik Henri tersebut.dan benar saja, tak ada sesuatu atau barang yang mencurigakan yang bisa mereka jadikan petunjuk. Lantas , tiba tiba saja entah kenapa kali ini Jihyun pun mulai percaya apa yang Yunna katakan. Hingga mereka memutuskan untuk mengakhiri penggeledahan tersebut. mereka pun telah kembali ke kantor dengan tangan kosong.

__ADS_1


    " houh...! pria itu sungguh sangat teliti dan matang sekali menghilangkan jejak !" ucap Inspektur Ahn.


" Aku rasa dia punya tempat lain. dia lumayan berpengalaman dalam hal ini, dia pasti sudah mengantisipasinya sejak awal!" balas Jihyun.


   sementara Yunna, kini telah sampai di bar tersebut. Ia masuk dan melihat ke segela arah, nampak seorang Dj wanita  yang sedang memainkan musiknya. dia adalah wanita yang dimaksud Henri yaitu kekasihnya Jenny, seorang warga negara China yang menetap di Korea.


     Lalu Yunna pun naik ke panggung itu dan berdiri tepat di hadapannya.


Jenny yang tengah asik dengan jari jarinya yang gesit memainkan dan menggabungkan instrumen musik itu pun hanya menatap dan tersenyum pada Yunna. karena suara musik yang begitu keras, Yunna pun mengkode Jenny untuk mendekatkan telinganya. lalu kemudian membisikkan sebuah nomor seperti apa yang dipesankan Henri padanya. mendengar itu, Jenny segera  menghentikan aksinya, lalu mengajak Yunna untuk pulang ke apartementnya.


   " Dimana Henri sekarang?"  tanya Jenny khawatir. " dia ada di dalam sel tahanan sekarang, kami menangkapnya kemarin atas tuduhan pengadaran narkoba,kami telah menyita barang bukti yang memberatkannya." jawab Yunna.


   Setelah beberapa menit, mereka pun sampai ditempat tinggal Jenny. lantas Jenny memberikan sebuah flashdisk padanya.


  " Jangan bicara seperti itu, kau doakan saja dia agar dia tetap baik baik saja ya ,kau bisa mengunjunginya besok!" ucap Yunna.


   Namun disisi lain,tampak seorang pria yang tengah duduk dalam kegelapan disebuah ruang kerja serta seorang lagi berdiri disampingnya. pria itu sedang mendengarkan sebuah percakapan antara dua orang wanita melalui mesin perekam yang terhubung dengan sebuah  alat perekam suara.  Ya... suara itu adalah Yunna dan Jenny. ternyata pria itu telah memasang alat perekam di berbagai titik dalam rumah Jenny.


sebelumnya ia pun telah mencurigai Henri jikalau sewaktu waktu ia berkhianat atau mengungkap kejahatannya. sesaat setelah Henri ditangkap, ia lantas mencari tau tentang teman terdekat Henri yaitu Jenny, lalu kemudian memerintahkan anak buahnya untuk memasang alat perekam tersebut untuk memastikan suatu kemungkinan jika Henri menyimpan sesuatu yang bisa dijadikan alat untuk menghancurkannya. dan tidak salah lagi, Henri telah mempunyai semua data penting tersebut. " Sial !  Henri, beraninya kau.!" gumam pria itu seraya mengepalkan tangannnya. " Tangkap kedua wanita itu, dan ambil barang tersebut darinya. jika perlu bunuh saja mereka" ucapnya memerintah. "baik ketua" jawab seseorang yang berdiri disampingnya itu.

__ADS_1


   sementara Yunna yang kini sedang membuka dan melihat semua data pada flasdihsk tersebut. terdapat banyak nama file didalamnya, dengan sabar dan teliti ia membuka satu persatu. Hingga ia pun menemukannya, sebuah file dimana semua data transaksi sejak beberapa tahun lalu, serta data para  pelaku dari mulai pihak pertama hingga seterusnya.matanya pun terbelak melihat data mereka, termasuk salah seorang petinggi dikepolisian , " aku mendapatkannya.!" ucap Yaraa dengan mata berbinar.


Hingga ia menemukan kembali catatan yang baru dibuat dua hari yang lalu, sebuah transaksi besar yang akan di lakukan malam ini di dua titik. Yaitu transaksi narkoba disalah satu pelabuhan, serta transaksi organ manusia disebuah tempat. namun tidak ditulis nama tempatnya, hanya sebuah gambar sketsa bunga mawar . " Dimana itu ...?" Gumam Yunna. tiba tiba saja ia terfikir satu tempat. " Klinik pengobatan herbal !" ucapnya. Iapun lantas segera meninggalkan rumah jenny, saat telah berjalan sekitar beberapa meter , terdengar suara tembakan dari dalam rumah Jenny. Yunna pun berbalik dan berlari kembali menuju rumah itu untuk memastikan apa yang terjadi. namun sebelum ia sampai di depan pintu, tampak empat orang pria bertopeng yang tengah keluar dari sana. mereka yang tepat melihat Yunna, " kejar dia!" ucap salah seorang dari mereka. lantas Yunna kabur sekuat tenaga untuk menghindari kejaran mereka.


Yunna pun tak sempat masuk kedalam mobilnya karena jarak mereka lumayan dekat, ia terus berlari ke segala arah yang bisa ia lewati. aksi kejar kejaran merekapun itu kini telah sampai pada perumahan padat dan sempit, serta banyak sekali gang yang mereka lalui.


   Hingga pria pira itu pun kini mulai menggunakan senjata api mereka, hingga beberapa lesatan peluru yang diarahkan pada Yunna. namun beruntung,Yunna bisa menghindar, ia pun berhenti dan bersembunyi dibalik dinding setelah menemui jalan buntu yaitu sebuah tembok pembatas dengan tinggi sekitar dua meter.


   empat orang pria itu lantas berpencar untuk memperluas pencarian. Hingga seorang tengah berjalan menuju ke arah dinding pembatas itu. Tak ada jalan lain , Yunna pun terpaksa menembaknya, hingga ketiga pria yang lain mendengarnya lantas menghampiri ke sumber suara. tak menemukan jalan alternatif lain untuk menghindar, Yunna pun sudah terkepung. " buang senjatamu" ucap pria itu. Yunna pun mengangkat satu tangannya, serta tangan yang lain perlahan meletakkan pistolnya ke tanah.


tak ingin menyerah begitu saja, karena meski ia menyerahpun mereka pasti tetap akan membunuhnya.tak berfikir panjang lagi, lantas ia pun dengan cepat mengangkat kembali pistolnya lalu menembakkan ke arah pria itu. dan pria ke dua pun tumbang, kini tersisa dua orang lagi yang masih harus ia hadapi.


aksi kejar kejaran serta saling tembak pun terjadi lagi,


   sempat terjadi perkelahian beberapa saat sebelum akhirnya Yunna berhasil kabur dan bersembunyi disebuah gereja setelah tertembak pada bagian lengan tangan kirinya. Para penjahat itupun masih berkeliaran bahkan mereka juga telah memasuki gereja tersebut. saat itu Yunna tengah bersembunyi diantara kumpulan orang orang yang sedang berdoa disebuah upacara Ekaristi yang di pimpin oleh seorang pastur. beruntung saat itu seorang gadis remaja yang berada disampingnya telah meminjamkan sebuah Mantilia[ tudung atau kerudung berwarna putih yang di pakai para wanita umat katolik pada saat upacara tertentu]. gadis itu melihat ekspresi wajah Yunna seperti sedang bersembunyi,dengan nafas yang tak beraturan serta sebuah luka tembak dilengan kirinya, maka gadis itu pun memberikan Mantilia miliknya untuk menutupi kepala Yunna.


   setelah melihat lihat dari sudut belakang dan tak melihat keberadaan Yunna, maka para penjahat itu pun akhirnya pergi meninggalkan gereja itu.


sebuah helaan nafas lega terdengar dari nafas Yunna." Terimakasih Tuhan" batin  Yunna dalam hati dengan kedua jemari tangannya yang menyatu di depan dada.

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2