SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)

SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)
Bab28.Mulai berkerja


__ADS_3

Kini lengkap sudah, keluarga Lee telah kembali berkumpul. setelah lima tahun lamanya Lee Jongsun tinggal berdua saja dengan Minna tanpa kehadiran Serin.


   Suasana yang semula sepi, seketika berubah ramai karena kedatangan Serin malam ini. mereka bertiga  lantas berkumpul di meja makan.


"ibu... apa mungkin ibu tau jika aku akan pulang malam ini? kenapa ada banyak sekali makanan disini ?" tanya Serin yang terpukau melihat menu makanan yang menggugah selera itu.


" tidak juga, tapi kebetulan sekali.


semua ini adalah masakan teman ibu, besok lusa kami akan membuka restoran baru. maka dari itu hari ini aku sengaja memintanya memasak semua menu andalannya untuk aku bawa pulang agar ayah dan para asisten rumah tangga kita bisa mencicipinya.  namun tidak disangka bertepatan sekali kau tiba tiba pulang malam ini . " jawab Minna.


  " benarkah ? waaah, aku doakan semoga restoran ibu lancar dan banyak pengunjung.!


hmm.... aromanya...!  sepertinya ini enak sekali bu" ucap Yaraa .


  " tentu saja, kalau begitu ayo coba cicipi, kau juga pasti sudah sangat lapar" balas Minna.


Tak menunggu lama, Serin segera menyantap makanan itu. ia pun mencicipi semua menu itu satu persatu. ia terlihat sangat menikmati dan menyukainya, Hingga kemudian ia merasa seperti pernah makan makanan dengan cita rasa seperti ini.


cita rasa masakan yang tak asing baginya. tapi bukan seperti masakan Minna atau masakan sebuah restoran dan semacamnya.


Sambil menikmati pelan pelan sekaligus mengingat ingat dimana ia pernah makan makanan ini.


" Serin, ada apa? apa kau tidak suka masakannya?" tanya Minna saat tengah memperhatikan Serin yang tiba tiba melamun.


Serin tak kunjung menjawabnya.


" Serin... ! hei, kau baik baik saja?" panggil Jongsun.


Serin yang kemudian tersadar itu lantas menjawab Ayahnya.


" aah, Ya ...! ini enak sekali.  sampai sampai aku hampir lupa segalanya karena sangking menikmatinya." balas Serin.


" sungguh ? kau ini bisa saja" sahut Minna.


"Oh iya, ibu ! ngomong ngomong siapa dan dari mana teman ibu itu ?" tanya Serin penasaran .


" Dia kakak kelas sekaligus teman satu desa dengan ibu dan rumah kami juga berdekatan. setelah kami masing masing sudah berkeluarga, kami juga masih sering bertemu untuk sekedar mengobrol dan makan bersama.


Namun stelah kematian putrinya lima tahun lalu, ibu tiba tiba kehilangan jejaknya, kami jadi tidak pernah bertemu. dan kami baru bertemu kembali beberapa bulan terakhir, itupun secara tidak disengaja.


 Lalu kemudian ibu berfikir untuk mencoba mengajaknya bekerja sama, dan ternyata dia juga setuju " tutur Minna.


"Oh begitu...!" balas Serin.


Setelah menyelesaikan makan malam mereka, Serin menuju kekamarnya untuk melepas lelah.


Namun bayangan tentang wajah seorang polisi yang ia temui di bandara barusan kembali mengacaukan fikirannya.


Ia sangat penasaran , dan perasaannya seakan tak tenang karena tak kunjung menemukan jawaban atas semua mimpi serta ingatannya yang selalu saja muncul secara bergantian. hingga lambat laun karna rasa lelah dan kantuknya ,Serin mulai tertidur.


Dan pagi hari ini, setelah ia merasa semalam istirahatnya cukup dan merasa segar, kemudian Serin bersiap siap untuk pergi bersama sang ayah ke perusahaannya.


Songjun adalah seorang Owner atau pemilik serta pendiri perusahaan itu ,yang juga sekaligus merangkap sebagai presiden direktur atau direktur utama, akan mulai memperkerjakan Serin


Sebelumnya ia memperkenalkan serta menjelaskan kepada putrinya terlebih dahulu tentang susunan struktur organisasi perusahaan.


Semula Jongsun berfikir untuk langsung menempatkan Serin pada posisi Presiden direktur, namun Serin menolaknya karena merasa masih butuh banyak pengalaman untuk menempati posisi tersebut. dan juga mengingat ia masih sangat baru dalam dunia ini.

__ADS_1


Selama kuliah, Serin memang termasuk siswi yang cerdas,


namun ia belum pernah terjun langsung.


usianya yang masih tergolong muda, juga membuatnya tidak ingin egois hanya karena ia adalah anak dari soerang pemilik perusahaan yang tiba tiba begitu saja menduduki posisi tertinggi tanpa berusaha dan membuktikan dahulu kenerjanya di awal.


Maka saat ini ia di tempatkan pada posisi manager pemasaran, yang akan bertugas Mengidentifikasi, mengembangkan, atau mengevaluasi strategi pemasaran berdasarkan pengetahuan dari tujuan berdirinya perusahaan, karakteristik pasar, biaya, dan faktor kenaikan harga.


serta merumuskan, mengarahkan, atau mengkoordinasi kegiatan atau kebijakan pemasaran untuk mempromosikan produk atau jasa.


Semua staf kantor pun terlihat ramah dan menerimanya dengan baik. meskipun ada beberapa karyawan wanita yang sedikit tak suka akan kehadiran Serin. termasuk salah seorang manager personalia yaitu Nana, yang juga diketahui cukup dekat dan akrab dengan direktur Song.


Kini Songjun dan Serin telah berdiri di hadapan semua staf, untuk memperkenalkan diri.


" Dia adalah Lee Serin, manager pemasaran kita yang baru. aku harap kalian semua bisa bekerjama dengan baik " ucap Songjun.


" perkenalkan , aku Lee Serin.


senang bisa berkerja bersama kalian, mohon bimbingannya!" ucap Serin seraya membungkukkan badannya memberi tanda hormat pada seluruh staf kantor tak terkecuali.


Hingga kemudian ia juga berkenalan secara formal dengan Song Yihan, Direktur ke dua yang sekaligus adalah keponakan Minna. lima tahun yang lalu mereka memang pernah bertemu dan dikenalkan oleh Minna sekali dalam acara pernikahannya dulu, dan ini adalah yang kedua kalinya mereka bertemu.


" Yihan... ! aku harap kau bisa membantu dan membimbing Serin. dia masih harus banyak belajar." pinta Songjun pada Yihan.


" dengan senang hati presdir.!" balas Yihan.


" Senang bertemu kembali denganmu Serin, kau masih ingat aku kan?" tanya Yihan seraya mengulurkan tangannya.


" tentu saja aku ingat oppa.! ups maksudku Direktur Song. " balas Serin yang kemudian menjabat tangannya.


Mendengar itu, Yihan tersenyum dengan pandangan yang menunjukkan ketertarikan pada Serin. namun tidak dengan manager personalia yang saat ini juga tengah berada disamping nya itu, lalu sontak mengerutkan dahinya. sepertinya ia tidak suka melihat tatapan mata direkturnya itu pada Serin.


Ia nampak bersemangat , serta cepat sekali faham dan mengerti tentang pekerjaannya.


Tak terasa hari ini waktu cepat sekali berlalu bagi Serin. mungkin karena ia disibukkan dengan pekerjaan yang menurutnya itu adalah sebuah tantangan sebenarnya , setelah sebelumnya ia hanya seorang siswi yang belum dituntut tugas penting untuk sebuah perusahaan.


Saat akan pulang, Serin yang belum membawa kendaraan sendiri itu memutuskan untuk naik taxi. namun kebetulan ia bertemu Yihan yang juga akan pulang .


Yihan menghentikan laju mobilnya tepat di dekat Serin menunggu taxi.


" Serin, naiklah ! kita pulang bersama"


ajak Yihan.


" em.... apa tidak merepotkan oppa? "


balas Serin.


" Tentu saja tidak, sekalian aku akan mampir karena bi Minna mengundangku makan malam bersama kalian " jawan Yihan.


" ooh,... ! kalau begitu baiklah" sahut Serin yang kemudian masuk kedalam mobil Yihan.


Kebersamaan mereka itu juga telah di saksikan oleh Nana, yang kembali dibuat tidak suka melihat Serin sejak awal kedatangannya pagi tadi.


" Sepertinya direktur Song menyukai putri presdir itu" gumamnya sambil mengatupkan rahangnya.


Sementara di tengah perjalanan, Yihan dan Serin tampak berbincang.

__ADS_1


obrolan obrolan hangat serta gurauan itu mulai terjadi diantara mereka, dan Serin yang menanggapi obrolan Yihan itu memang benar benar menganggapnya seorang sepupu atau saudara.


meski ikatan keluarga itu baru terjalin setelah pernikahan ayahnya.


Namun berbeda dengan Yihan,


Ia terlihat menganggap Serin lebih dari itu. kecantikan wajah Serin, sorot matanya yang seakan membuatnya terhanyut itu menjadikannya istimewa di hati Yihan. hingga ia tak ingin memalingkan pandangannya pada gadis muda di sampingnya itu.


Yihan adalah seorang pria tampan berusia 34 tahun , yang juga dikenal sebagai sosok direktur muda yang ramah dan bijaksana. maka dari itu , tak sedikit gadis gadis yang jatuh hati padanya.


Siang tadi, pada saat jam makan siang , Serin sempat mengobrol dengan salah seorang staf yang menceritakan tentang Yihan.


yang menjadi idola serta tipe pria idaman para karyawan wanita di perusahaan ayah Serin tersebut.


Namun dari gosip yang tengah santer terdengar beberapa minggu terakhir ini, bahwa Yihan tengah menjalin hubungan dengan Manager personalia yang tidak lain adalah Nana.


" pantas saja jika memang banyak wanita yang naksir padanya.


sepertinya memang dia pria yang patut didolakan" gumam Serin dalam hati yang terlihat biasa saja itu.


sambil melihat ke sisi samping jalan melalui kaca jendela mobil, secara kebetulan ia melihat pemandangan yang berhasil mencuri perhatiannya.


Ia kembali melihat Jihyun, yang saat ini lengkap dengan seragam polisinya. Jihyun terlihat tengah berbicara di telfon sambil membuka pintu mobil.


Serin terus mengarahkan pandangan hingga tubuhnya berganti posisi menghadap belakang, sampai akhirnya sosok itu tak tertangkap lagi oleh pandangannya saat semakin jauh.


Yihan yang sedari tadi memperhatikan Serin itu juga ikut melihat ke arah belakang.


" Serin, ada apa? apa yang kau lihat?" tanya Yihan penasaran.


" aaah, tidak oppa ! aku hanya seperti melihat teman lamaku saja" balasnya.


" oh ya…? apa perlu kita berbalik arah untuk menghampirinya ?" Yihan menawarkan.


" tidak perlu oppa, kita pulang saja. aku sudah sangat lapar" sahut Serin.


" baiklah...!" imbuh Yihan.


Kini mereka telah sampai dirumah.


" aku pulang...!" ucap Serin saat tengah memasuki pintu rumah bersama Yihan.


dan mereka berdua sudah di sambut oleh Jongsun dan Minna, serta orang tua Yihan yang adalah Kakak dari Minna.


" o.!! Paman dan bibi ada disini?"


apa kabar....? " sapa Serin seraya membungkukkan badannya.


"Serin.... kau terlihat semakin cantik sekali. ! dulu pertama kali aku melihatmu kau sudah sangat cantik. tapi sekarang kau bahkan saaaaangat cantik" ucap ibu Yihan.


" ah, bibi...! anda ini terlalu memuji." balas Serin.


" Apa Yihan memperlakukanmu dengan baik? kalau dia galak, maka akan aku minta ayahmu memecatnya!" ucap Ayah Yihan yang adalah seorang pengacara itu.


" Ayah,... ! aku sama sekali tidak galak" sahut Yihan.


"tidak paman, Yihan oppa bahkan membimbingku dengan baik dan sabar" timpal Serin.

__ADS_1


" Sudah sudah.... ayo kita makan !" ajak Minna.


Lantas mereka pun makan bersama dalam satu meja makan panjang itu. Suasana kebersamaan satu keluarga besar yang hangat.


__ADS_2