
Malam ini klinik pengobatan herbal tersebut tutup.
padahal waktu pun masih menunjukkan pukul 20:30. sedangkan dari jam buka yang dijadwalkan adalah pukul 09.00 pagi hingga 22.00 malam.
Yunna yang sudah berada di depan klinik tersebut masih berusaha mencari cara yang aman untuk masuk. dia tidak mungkin menerobos masuk begitu saja karena terdapat kamera cctv di setiap sudut tempat itu.
satu satunya jalan adalah memanjat sisi belakang bangunan itu namun sangat sulit dilakukan karena ketinggiannya.
setelah mengamati semua bangunan di sekitarnya, ia pun menemukan cara agar dia bisa melewati atap demi atap untuk sampai di atap klinik itu. lantas ia mendatangi sebuah tempat kos yang berjarak sekitar 100 meter dari klinik.
" selamat datang nona, apa anda ingin mencari sebuah kamar kos?" tanya sang pemilik tempat itu.
" aku kemari ingin meminta bantuan anda nyonya," sambil menunjukkan kartu identitas kepolisiannya.
" polisi? Kenapa anda kemari ? apa ada penjahat di tempat ini?" tanya pemilik kos.
" ya ... kau benar ! , tapi bukan di tempat ini, melainkan di tempat lain. aku hanya ingin kau mengizinkanku naik ke atap untuk menuju tempat persembunyiannya. jika kau tidak mengizinkanku maka aku akan melaporkanmu atas tindakan menghalangi penyelidikan polisi" ucap Yunna menakutinya.
Wanita itu pun ketakutan,lantas ia mengizinkan dan mengantar Yunna untuk naik ke atap rumahnya yang memiliki lima lantai itu.
Dengan cepat Yunna melompati atap demi atap bangunan yang berjarak sekitar 50 cm antar bangunan. hingga akhirnya sampailah ia tepat di atas bangunan klinik tersebut. beruntung saat itu pintu atap tidak terkunci, dengan mengendap endap masuk , dia mulai menyisir setiap ruangan dari mulai lantai paling atas.
pada lantai lima tidak ditemukan apapun. semua ruangannya kosong dan tak terkunci, serta lampunya pun semua dimatikan.
namun Ia mulai menemukan sesuatu yang mencurigakan di pada lantai empat, ditemukan beberapa mesin perekat plastik, sebuah alat pencetak logo berbentuk bunga mawar serta kantung plastik kosong berbagai ukuran yang sudah tercetak logo tersebut.
sama persis dengan plastik kemasan obat terlarang yang disita dari tangan Henri, termasuk plastik ukuran kecil untuk kemasan obat herbal yang mereka racik. "Tidak salah lagi, mereka adalah satu kelompok dalam organisasi ini. kemudian ia mulai menuju Ruangan selanjutnya, sebuah ruangan yang lebih luas dari ruangan yang barusan.
Terdapat berbagai jenis tanaman herbal, serta yang membuatnya terkejut adalah terdapat pula tumpukan daun ganja, " jadi mereka mengolahnya disini".ucap Yunna.
kemudian dia mulai turun ke lantai tiga, beruntunglah mereka tidak memasang kamera cctv pada lantai 5,4 dan 3. disinilah Yunna menemukan tiga kamar yang dua diantaranya dengan lampu menyala, pertanda memang ada penghuni dalam kamar kamar tersebut.
namun terdapat satu kamar lagi dengan pintu terbuka dan kosong, lantas ia masuk kedalam kamar itu.terdapat dua ranjang rumah sakit , serta bekas sisa makanan dan minuman. " kamar apa ini? apa mereka juga menyediakan kamar inap untuk pasien?" gumamnya dalam hati.
Tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang menaiki tangga.
__ADS_1
sehingga Yunna pun mematikan lampu dan mengintip dari kamar tersebut.
Seorang pria masuk ke dalam salah satu kamar tersebut dan membawa seorang gadis ke luar dari sana.
" aku mau dibawa kemana tuan? apa kau akan mengeluarkan aku dari sini? kanapa kalian menyekapku kami disini? " ucap gadis itu sambil menangis.
"sudah, diam kau! nanti kau akan tau sendiri setelah sampai dibawah" bentak pria itu seraya menarik kasar gadis itu.
" apa? gadis itu bilang menyekap? jangan jangan…!" tebak Yunna yang tiba tiba di buyarkan dengan suara dari kamar lain.
" tolong keluarkan kami..." teriaknya sambil menggedor pintu itu dari dalam.
Yunna pun lantas mendekatinya , lalu mencari cara untuk membuka pintu tersebut. ia tidak mungkin menembak lubang kunci atau pun mendobraknya, karena suaranya pasti akan terdengar dari bawah.
lantas ia kembali ke atas untuk mengambil sesuatu. hingga ia mendapatkan sebuah golok dari tempat peracikan obat pada lantai empat.
Ia pun mencongkel pintu tersebut sekuat tenaga, dan akhirnya pintu itu terbuka. ada dua gadis di dalam kamar tersebut, awalnya mereka berdua takut, namun Yunna memberi kode.
" sssht...!" dengan jari telunjuk di depan bibirnya. lantas ia masuk dan kembali menutup pintu itu.
" Benarkah kau seorang polisi ?" tanya salah seorang gadis itu.
" benar! sambil menunjukkan kartu identitasnya.
kedua gadis itu pun berhambur menghampiri Yunna.
" akhirnya.. ada yang datang untuk menolong kami" ucap gadis itu.
" kenapa kalian bisa disini.? sudah berapa lama? " tanya Yunna.
" sekitar dua minggu yang lalu, saat itu aku datang kemari untuk berobat. lalu mereka memberikan sebuah ramuan untuk aku minum, namun tiba tiba kepalaku terasa pusing serta kantuk yang sangat berat. setelah aku membuka mata , aku sudah berada di kamar ini." tutur salah satu gadis itu. peristiwa yang dialami kedua gadis itu pun sama.
" setelah itu apa yang terjadi, apa mereka berbuat kasar pada kalian?"
" sesekali mereka pernah memukul kami saat kami berontak. namun ada satu hal lagi yang aneh, setelah dua hari kami disini, mereka melakukan tes kesehatan pada kami di lantai dua tempat ini.
__ADS_1
Bahkan saat itu bukan hanya kami berdua, namun ada tiga orang gadis lain lagi seusia kami juga.
Ruangan itu luas seperti ruangan pemeriksaan dirumah sakit pada umumnya, serta terdapat pula meja oprasi dan alat alat operasi disana."
ucap gadis itu.
Mendengar cerita gadis itu pun membuat Yunna semakin khawatir. " mungkinkah dilantai dua itu ...?" fikir Yunna kembali menebak.
lantas ia segera membuka ponselnya dan menghubungi Jihyun. panggilan pun dijawab.
[ Yunna kau baik baik saja?]
" aku baik baik saja letnan. ada penyekapan beberapa gadis disini, segera kirim kan bantuan"
[Yunna, berhati hatilah. kami akan segera datang]
panggilan pun di tutup.
" dengarkan aku baik baik, tetap tunggu disini sampai polisi yang lain datang, mereka sedang menuju kemari. jangan berteriak dan tetap tenang ,ok" pesan Yunna.
" baik inspektur."
" aku akan melihat apa yang terjadi pada yang lain di lantai dua " ucap Yunna dan lekas keluar dari kamar tersebut.
Dengan langkah kaki tanpa suara, Yunna mulai menuruni anak tangga.
Sesampainya di depan pintu , ia pun mengintip dari celah pintu yang ia buka. terlihat satu tubuh yang sudah dibungkus dengan kantung mayat, dan satu gadis yang barusan ia lihat bebaring tak sadarkan diri.
dan betapa terkejutnya saat ia melihat Oh Yunmi yang sedang berada didepan meja oprasi bersama satu dokter pria. dengan seorang gadis yang menjadi objek oprasi mereka. terlihat Yunmi pun mengeluarkan organ dari dalam tubuh gadis itu.
" Waaaow, ini indah sekali, sempurna! " ucapnya saat memandangi sebuah organ yang ia angka tersebut, hingga kemudian memasukkannya ke sebuah kotak khusus. " wanita itu..., psikopat ! " batin Yunna geram. awalnya ia menyangka Yunmi hanya terkait dalam kasus narkoba serta pembunuhan istri Tuan Kang yang selama ini ia selidiki. namun ternyata, wanita idaman ketua timnya itu lebih sadis dari yang Yunna duga.
...----------------...
...****************...
__ADS_1