SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)

SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)
Bab33.Jihyun yang dulu dan kini


__ADS_3

" Lee Serin ! siapa gadis itu ? kenapa...


kenapa aku merasa seperti tidak asing saat bertemu dengannya."


batin Jihyun dalam perjalanan menuju rumah sakit.


    Sesampainya di kamar rawat ibunya, sudah tampak sang ibu yang tengah menunggu kedatangannya itu.


" kenapa lama sekali? ibu sudah sangat lapar" ucap Sihe sambil bersedekap tangan.


   "apa rumah sakit ini tidak menyediakan makanan untuk ibu ?"


" kau kan tau sendiri makanan disini tidak enak!" balas Sihe mencibir.


" kalau begitu ibu bisa suruh asisten membelikannya sebentar di dekat sini kan bu? kenapa menungguku jika sudah kelaparan. apa ibu sudah lupa? bahkan siang tadi ibu memakan makanan rumah sakit dengan saaaangat lahap " sahut Jihyun seraya menyiapkan makanan yang sengaja Yejin masak direstoran barusan untuk ibu Jihyun.


   "ibu terpaksa memakannya karena hanya ada itu !.


malam ini asisten ada kepentingan keluarga, maka aku menyuruhnya pulang. kasihan dia sudah menjagaku dari kemarin hingga dia tidak bisa pulang " jawan Sihe dan mulai menyendok sesuap makanan tersebut.


   " Ommoo, ini enak sekali ! dari restoran mana kau membelinya Jihyun?"


" Di restoran baru milik ibu temanku bu. apa ibu suka?"


" tentu saja, ini lezat sekali.  bahkan tidak terlalu berminyak, juru masaknya pasti sangat profesional sekali" puji Sihe.


" Dia sengaja memasak untuk ibu, karena aku bilang jika ibu sedang sakit "


" benarkah ? kalau begitu sampaikan ucapan terimakasihku padanya ya!"


ucap Sihe.


" baik..!" balas Jihyun.


  


     Ia yang tengah melihat ibunya  menyantap makanan itu dengan lahap, lalu membuka kembali perbincangan mereka.


  " kapan ibu boleh pulang?"


"em... aku rasa besok juga ibu juga bisa pulang . memangnya kanapa?


apa kau sudah tidak sabar untuk kembali kerumahmu bersama ibu?"


imbuh Sihe sambil tersenyum.


" tidak, aku hanya bertanya saja"


balas Jihyun.


"hissst,  kau ini tidak pernah bisa sekali saja menyenangkan hati ibu.


sikapmu itu terlalu dingin, pantas saja tidak ada yang mau pacaran denganmu!" hujat Sihe .


" Apa...? bukan tidak ada yang mau denganku bu,! tapi aku saja yang menolak mereka!" bantah Jihyun.


" Benar sekali...! ibu tau, termasuk juniormu itu kan ? " celetuk Sihe.


" siapa,.. siapa maksud ibu?


bagaimana ibu tau..?" tanya Jihyun penasaran.


" ibu tidak sengaja melihat fotonya di laci meja kamarmu beberapa tahun lalu. saat itu ibu sempat bertanya pada rekanmu Inspektur Ahn.


ibu fikir dia kekasihmu dan akan menyuruhmu segera menikahinya, namun tidak disangka dia sudah meninggal dengan membawa rasa cintanya padamu yang tak terbalas." tutur Sihe menjelaskan.


  


   " Apa...? Ahn Sojay mengatakan itu pada ibu.

__ADS_1


houh... mulutnya ember sekali " gerutu Jihyun.


" tapi benarkan ? dia menyukaimu , tapi kau tidak menyukainya. Rekanmu bilang saat itu kau mencintai Oh Yunmi.  temanmu semasa sekolah dulu bukan?


  hmm... sekarang kau lihat kan, bahkan sampai sekarang kau dan Yunmi tak kunjung bersama. lalu dimana dia sekarang ? kenapa kau tidak menikahinya jika kau memang menyukainya!" omel Sihe.


Ucapan sang ibu yang menyebut Juniornya yang tidak lain adalah Yunna itu , sontak membuat hati Jihyun kembali dirundung rasa bersalah , seperti rasa menyesal namun tak berani ia simpulkan.


   " entahlah, Yunmi pergi keluar negri.


aku sudah tidak menginginkannya lagi bu, jadi jangan membahas hubunganku dengannya "


" lalu bagaimana? tadi siang kau bilang setuju untuk menikah.


kalau begitu dengan siapa kau akan menikah jika sudah tidak menginginkannya. apa kau punya calon lain, ah .... mungkinkah kau pacar baru?"


" tidak...! tidak ada satupun!"


jawab Jihyun.


" Hei...! Kim Jihyun! kau sengaja  memberi ibumu harapan palsu ya?"


pekik Sihe.


  " houh.... ibu! maka dari itulah jangan memaksaku untuk menikah. sekarang ibu faham apa alasanku kan?"


" kalau begitu biar ibu yang urus semuanya." Sahut Sihe.


" Apa maksud ibu ?"


" ibu yang akan carikan calon istri untukmu, jadi kau tidak perlu repot repot mencarinya.


jangan membantah dan turuti saja ibumu ini.  kau hanya boleh menolak pilihan ibu jika memang kau sudah mempunyai calon sendiri. kau mengerti?" ucap Sihe dengan mata melotot.


   " tapi bu...#!"


"tidak ada kata tapi !


   Melihat ibunya yang keras kepala dan memaksa itu, akhirnya Jihyun mengalah dan tak mau berdebat serta ambil pusing tentang masalah pernikahan.


" aaah,  terserah ibu saja ! lakukan apa yang ibu mau. ibu puas sekarang ? " sahut Jihyun kesal.


Namun Ny. Sihe yang melihat itu justru tertawa kecil. tak dipungkiri, dia memang puas karena setidaknya Jihyun kembali menurut padanya.


" entah karena dia semakin dewasa, atau karena ada hal lain yang membuat Jihyun lebih bisa luluh. tak seperti beberapa tahun lalu yang tetap kukuh dengan keinginannya dan sangat benci jika aku paksa. tapi sekarang dia berubah, meski aku masih melihat ada rasa kesal pada dirinya. namun kini putraku terlihat sangat manis !" gumam Ny. Sihe dalam hati sambil tersenyum memandangi putranya.


" Oh iya, bagaimana pekerjaanmu hari ini? apa ada kasus besar yang sedang kau tangani?" tanya Ny.Sihe mengalihkan pembicaraan.


" Seperti biasa, semua kasus bagiku besar.


hari ini semua lancar, upacara kenaikan pangkat juga berjalan lancar" sahut Jihyun santai.


",apa..? kenaikan pangkat, ? siapa...


apa kau naik pangkat ?"


" ya, begitulah.... !"


" Ooh,...!" balas ibunya tanpa ekspresi apapun.


Kemudian Jihyun melihat ibunya beberapa saat.


" kanapa…? kau melihat ibumu dengan tatapan sinis sekali Hyun!"


" ibu...! jadi hanya ini ekspresi ibu?


ibu bahkan tidak mengucapkan selamat padaku atau basa basi lain."


celetuk Jihyun.

__ADS_1


"oh , maaf ! ibu lupa.


kalau begitu selamat putraku... ibu bahagia sekali ! sekarang apa pangkatmu ?"


" huufft, sudahlah bu lupakan saja.


audah terlambat, ekspresi ibu itu terlalu dibuat buat.


aku pulang dulu ! " sahut Jihyun seraya beranjak dan telah bersiap membuka pintu untuk keluar.


" Jihyun, kau marah? hei... kau mau kemana?"


Jihyun menghentikan langkahnya.


" bukankah aku harus berkemas untuk pindah kerumah ibu.


atau ibu berubah fikiran.?"


" oh, tidak tidak. kalau begitu segera pulang dan berkemas. bye... hati hati dijalan" ucap Ny. Sihe sambil melambaikan tangan dan terlihat bahagia.


Jihyun memutar bola matanya, lantas kembali melanjutkan langkahnya dan beranjak pergi dari rumah sakit itu.


Setelah sampai pada lantai satu rumah sakit . perhatiannya tertuju pada sosok seorang wanita dari kejauhan yang juga tengah keluar dari pintu rumah sakit tersebut , mengenakan kaca mata hitam serta masker yang menutupi mulut serta hidungnya.


Dari cara berjalan serta gelagatnya , membuat Jihyun tetap mengenali sosok itu " Oh Yunmi ?" celetuknya.


Dengan segera ia mengejar wanita itu hingga sampai pada halaman rumah sakit, ia melihat dan memperhatikan keberbagai sudut, namun ia sudah tak mendapati wanita yang ia kira adalah Yunmi itu.


" apa aku salah lihat ? tapi aku yakin sekali itu dia.! " gumamnya dalam hati. kemudian ia memutuskan pergi dari tempat itu.


**


Sementara di tempat lain, Serin kini telah sampai di rumahnya.


" Aku pulang....!" ucapnya saat memasuki rumah dan langsung menuju kamarnya.


" Serin , kau sudah kembali! kau tidak apa apa kan? " sambut Minna yang telah menyusul Serin masuk ke dalam kamar.


"Yejin baru saja menelfoneku karena khawatir padamu. dia mengatakan jika kau tiba tiba sakit kepala,!


ada apa Serin ? apa kau coba memaksa mengingat sesuatu lagi? " tanya Minna yang sudah mengetahui jika Serin sering mengalami serangan sakit kepala mendadak jika terlalu memaksa ingatannya.


" Aku hanya penasaran bu, peristiwa peristiwa itu kembali membuatku tidak nyaman. ini sudah lima tahun sejak kecalakaan itu bu, kenapa tak satupun aku ingat memory masa masa lalu yang bisa aku fahami dan mengerti.


Ada banyak peristiwa yang selalu muncul dalam benak serta mimpiku, tapi tak ada yang aku mengerti bu. apa sebenarnya itu? apa itu ingatan ? , atau itu hanya mimpi belaka?. ini aneh bu, aku lelah sekali… !" Ucap Serin yang tiba tiba terlihat panik.


Melihat sikap Serin, Minna pun bertambah khawatir.


"sudah Serin, Sudah ! tenangkan dirimu ya. duduklah " . ucap Minna seraya mengusap punggung Serin.


" maaf bu, !" ucap Serin.


" tidak apa apa, aku mengerti perasaanmu. tapi aku harap kau tidak terlalu memikirkannya lagi, ini demi kesehatanmu. bagaimana jika kau sakit? mulai hari ini, jalani hidupmu dan masa depanmu. jangan terlalu terobsesi pada ingatan masa lalu yang tak kunjung kau dapat. dirimu yang sekarang adalah yang terpenting, kau mengerti kan Serin?" tutur Minna memberi semangat.


Serin mengangguk mendengar ucapan Ibu sambungnya itu.


lantas Ia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya.


Didalam kamar mandinya, Ia merendam tubuhnya dalam bathup berisi air hangat dengan sabun mandi aroma terapi yang membuatnya merasa sedikit lebih rileks.


" ucapan ibu benar, aku harus fokus pada diriku yang sekarang dan masa depan. bukan masa lalu ! .


Tapi wajah wajah yang selalu muncul dalam mimpiku lima tahun terakhir ini , kini semua wajah itu menjadi nyata. aku melihatnya bukan lagi dalam mimpi, tapi mereka satu persatu muncul tepat dihadapanku dan bahkan berinteraksi denganku.


aku rasa inilah yang membuat fikiranku semakin kacau. !


Ya Tuhan,...! aku mohon, bantu aku"


Ucap Serin dalam hati.

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2