
" Hei... apa kau tidak bisa menyetir...! keluar kau ! " Suara seorang pria meneriaki sambil menggedor gedor kaca mobilnya.
Sontak Serin kaget, ia lantas menoleh ke arah pria tersebut. ia tak menjawab, hanya rasa takut karena perawakan pria itu yang tinggi besar dan terlihat galak.
Ia bahkan tak berani membuka kaca jendela.
" Apa kau tuli,...? buka ... ayo buka..
ke luar kau !" pria itu kembali memakinya. karena Serin tak kunjung membuka pintu, pria itu menjadi semakin geram. Hingga kemudian Serin memberanikan diri membuka perlahan kaca mobilnya.
Masih dengan ekspresi takut serta tubuh gemetar,
" Ma... maaf tuan!" ucap Serin terbata bata.
" Apa...? hanya maaf! kau bahkan tak kunjung keluar untuk segera meminta maaf sebelum aku marah atas kecerobohanmu nona. apa kau baru belajar menyetir? atau jangan jangan kau ini sedang mabuk?" ucap pria itu dengan mata melotot.
" maaf tuan, sungguh aku minta maaf!" hanya kata itu yang bisa ia ucapkan.
tak puas akan sikap Serin yang hanya berdiam diri didalam,
" keluar kau sekarang juga...!" pekiknya yang disusul dengan membuka pintu mobil milik Serin, lalu mencengkram tangan Serin dengan paksa untuk menariknya keluar. Hingga Serin terpaksa keluar dan hampir saja terjatuh karena tarikan kasar pria tersebut.
Namun tiba tiba seorang pria datang tepat waktu,
" lepaskan dia... !" teriaknya seraya menahan cengkeraman tangan pria itu.
" Siapa kau...? jangan ikut campur, gadis bodoh ini mengganggu pengguna jalan lain hingga menyebabkan tabrakan dengan mobilku. kau lihat itu, mobilku rusak !" balas pria tersebut.
" Lepaskan dia! aku polisi," ucap Jihyun Seraya menunjukkan kartu identitasnya.
" masalah kecelakaan ini akan kita selesaikan dikantor polisi. jika kau tetap kasar padanya, aku akan menuntutmu atas kasus penganiayaan. apa perlu aku jelaskan pasal berapa dan berapa lama hukumannya?" ucap Jihyun tegas.
Kemudian pria itu terlihat berfikir dan diam sejenak, lantas ia melepaskan cengkraman tangannya.
namun rasa kesal masih terlihat di wajahnya,
" Aku tidak mau tau, karena gadis ini bersalah, maka dia harus mengganti semua kerusakan pada mobilku" balasnya.
" aku pastikan dia akan ganti rugi, tapi kau tetap harus ikut aku ke kantor polisi sesuai prosedur yang berlaku" ucap Jihyun.
Kemudian ia mengalihkan perhatiannya pada Serin yang berada disampingnya itu.
" kau tidak apa apa Serin?"
tanya Jihyun seraya memegang kedua lengan Serin.
namun Serin hanya mengangguk gugup dan masih terlihat takut.
" tenanglah , kau bisa jelaskan nanti dikantor. jangan khawatir, kau hanya perlu mengisi beberapa laporan saja. okay?" tutur Jihyun yang berganti memegang tangan Serin yang gemetaran tersebut.
Serin kembali menjawabnya dengan anggukan. kemudian mereka menuju kantor polisi terdekat, yang juga adalah tempat Jihyun bertugas.
Karena merasa khawatir, Jihyun tak membiarkan Serin mengemudikan mobilnya dan meminta bantuan anggota tim polisi patroli untuk membawa mobil Serin.
Dan sesampainya mereka tepat dihalaman dikantor polisi , Serin baru menyadari kembali niatnya semula.
" oppa... ! "
"ya...!"
" Ini kantor polisi Distrik Gangnam?" tanya Serin melihat gedung kantor polisi tersebut.
__ADS_1
" benar, disini juga aku bertugas.
memangnya kenapa? apa kau juga takut dengan kantor polisi karena disini banyak anggota polisi membawa pistol ?"
" aah, tidak . bukan begitu oppa!"
" baiklah kalau begitu ayo kita masuk.
jangan takut, aku akan menemanimu. tidak akan ada yang galak dan kasar padamu disini!" ucap Jihyun menenangkan.
Mendengar ucapan itu, entah mengapa membuat Serin merasa nyaman dan aman.
tak kunjung turun dari mobil, Serin justru melamun sambil menatap wajah Jihyun yang saat ini sudah berada di luar.
" Kenapa....? Hei... Serin. ayo turun !"
panggil Jihyun yang membuyarkan lamunan Serin.
" oh,baik oppa , aku turun!" balas Serin yang dengan segera turun.
ia berjalan perlahan dibelakang Jihyun, sambil mengarahkan pandangannya di sekitar tempat ini.
Dan benar saja, tempat ini pun serasa tak asing baginya meski ia baru pertama kali menginjakkan kakinya disini.
namun Ia seperti pernah dan bahkan sering sekali datang kemari.
" aneh , semua ini semakin bertambah aneh bagiku !.
huffft... tenang Serin , tenang, jangan panik janhan panik " ucapnya dalam hati seraya menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan.
Lalu kemudian masuk menyusul Jihyun.
didalam Serin diberi beberapa pertanyaan terkait tabrakan barusan.
mendengar keterangan dan kesaksian dari pihak lain, yaitu pria yang tanpa sengaja menabrak mobil Serin itu.
namun tidak terdapat kadar alkohol sedikitpun dalam tubuhnya.
" kau sama sekali tidak mabuk nona,
lalu kenapa kau mengemudikan mobilmu seperti itu? " tanya anggota polisi.
"sebenarnya... tadi saat aku keluar dari rumah sakit dan melaju beberapa menit, tiba tiba saja kepalaku sakit, konsentrasiku terbuyar. aku bahkan seketika menjadi bingung serta lupa mana rem dan mana gas,kakiku seperti mati rasa. maka dari itu mobilku masih tetap melaju sebelum akhirnya aku berhasil menginjak rem. maafkan atas kecerobohanku pak!" jawab Serin apa adanya sambil menunduk.
Dari sudut lain, tampak Jihyun masih menemaninya dari jarak yang tak terlalu dekat. hingga Ahn Sojay menghampirinya,
" Siapa dia ? kau membawanya kemari kan?" tanya Sojay.
" oh, dia putri teman ibuku. aku tidak sengaja melintas saat tabrakan mereka barusaja terjadi ." jawab Jihyun.
" emm... aku sempat berfikir tadi dia itu kekasihmu !" imbuh Sojay menahan senyum.
" Hissst, kau ini tidak ada bosannya meledekku!" balas Jihyun sambil menendang kaki Sojay.
" Auw... !" pekik lirih Sojay.
" aku kan hanya mengira saja, siapa tau memang begitu. mengingat Komisarisku ini usianya semakin bertambah, namun tak kunjung menikah, membuatku selalu berharap dia punya kekasih dan menikah" sahut kembali Sojay.
" ih...kau bisa diam tidak ?" timpal Jihyun dengan tangan terangkat dan bersiap memukul.
" ok ok... aku diam"
__ADS_1
Kemudian saat melihat proses wawancara itu selesai, lantas Jihyun menghampiri Serin.
" Sudah selesai ?" tanya Jihyun pada anggota polisi itu.
" sudah komisaris, nona Serin sudah boleh pergi" jawabnya sambil membungkukkan badannya pada Jihyun.
" baik, terimakasih !"
" Ayo Serin, kita ke ruanganku sebentar. sepertinya kau terlihat lelah. " ucap Jihyun.
Serin mengiyakannya dan mengikuti Jihyun masuk ke ruangannya.
terlihat papan nama diatas meja bertuliskan Komisaris besar Kim Jihyun.
Ruangan yang cukup luas, yang juga terdapat kursi tamu.
" duduklah, aku akan ambilkan minuman hangat untukmu." ucap Jihyun mempersilahkan.
" Terimakasih oppa !" jawab Serin.
Setelah Jihyun meninggalkan ruangan , Serin memperhatikan berbagai sudut ruangan itu. hingga perhatiannya tertuju pada sebuah foto yang di letakkan di sebuah almari kaca dekat dengan meja kerja Jihyun.
karena penasaran , Serin mendekati dan melihat wajah orang orang yang ada dalam foto.
beberapa orang pria termasuk Jihyun, serta satu lagi seorang wanita.
Ia memandang lekat wajah itu,
Lalu ia meraih ponselnya dan mencocokkannya dengan foto Yunna yang ia dapat dari website beberapa saat lalu.
" Park Yunna…! "
" tidak salah lagi,,ini dia! dia bertugas di kantor polisi ini bersama Jihyun.
jika benar sugesti yang diberikan Dr.Han untukku dengan menjadi Yunna dialam bawah sadar.
jadi inilah mengapa aku merasa pernah bertemu Jihyun. itu karena Yunna dan Jihyun saling berkaitan.
dan aku,.... ? apa benar aku ini adalah Yunna?
Ini sungguh susah di pahami, apa ini mungkin? teka teki macam apa ini ?" gumam Serin.
Dan tak lama kemudian, Jihyun kembali dengan membawa dua cangkir kopi untuk mereka.
" Apa yang kau lihat Serin" tanya Jihyun.
" aku melihat foto fotomu, mereka ini... apa semua rekan kerjamu ?"
" benar, mereka adalah anggota Timku beberapa tahun lalu. kini mereka sudah bertugas dilain tempat.
disini hanya tinggal aku dan Ahn Sojay. pria yang mengobrol bersamaku tadi " jawab Jihyun.
" ooh,.. lalu dia!" tanya Serin kembali, namun dengan jari telunjuk yang menyentuh tepat pada sosok Yunna.
Jihyun terdiam sesaat.
" Dia sudah meninggal lima tahun lalu saat aksi penggerebekan sebuah kasus" ucap Jihyun dengan mata yang terlihat mulai memerah.
"Oh ya..." sahut Serin.
ia bisa melihat sorot mata Jihyun yang menunjukkan kesedihan itu kemudian mengalihkan pembicaraan.
" ah,... ! apa itu kopi untukku?" tanya Serin mencairkan suasana.
__ADS_1
" iya, aku hampir lupa. minumlah!"
balas Jihyun.