SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)

SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)
Bab29. Haters


__ADS_3

Hari ini, Serin kembali melanjutkan hari keduanya di kantor sebagai manager pemasaran. pekerjaannya ia jalani dengan semangat dan tak sungkan untuk selalu minta pendapat pada seniornya dengan tetap menjaga sopan santun dan rasa rendah hatinya.


   Karena ingin menyelesaikan pekerjaannya, hari ini ia pulang sedikit terlambat. Yihan yang melihat Serin masih dimeja kerjanya dan belum bersiap untuk pulang itu lantas menghampirinya.


" Ini sudah waktunya pulang, kenapa kau belum bersiap siap Serin ? " tanya Yihan.


"oh, direktur. sebentar lagi akan selesai" balas Serin.


" sudah tidak ada orang lain, tidak perlu memanggilku formal seperti itu " imbuh Yihan.


" Tapi ini masih di dalam kantor, rasanya tidak sopan saja oppa!" Sahutnya sambil jari yang masih sibuk mengetik itu.


   " baiklah... ! kalau begitu cepat selesaikan pekerjaanmu dan segera pulang. sebenarnya proyek ini masih ada waktu,, kau santai saja "


Perintah Yihan.


" Oppa pulang saja duluan, aku tidak apa apa. Tak lama lagi aku jiga akan pulang.


lagi pula aku juga sudah membawa kendaraan sendiri." pinta Serin.


" em... okay ! kalau begitu aku duluan" balas Yihan , lalu pergi terlebih dahulu.


" Okay, hati hati oppa!" timpah Serin.


   


    Setelah kepergian Yihan, datang kembali seseorang yang tengah berdiri dibalik pintu.


Serin yang tengah menyadari kedatangan serta keberadaan seseorang namun tak kunjung melihatnya, lalu mengabaikan begitu saja sambil melanjutkan pekerjaan tersebut.


" hati hati oppaaa...!


cihh, entah kenapa aku muak mendengarnya.


Baru hari keduanya saja dia sudah sok rajin, apa lagi besok besok ...! " gumam Nana yang ternyata ia lah seseorang dibalik pintu tersebut.


   saat ini ia sedang tidak ada lembur, namun ia sengaja tetap berada dikantor untuk mengawasi Serin.


perasaan khawatir jika Serin akan semakin mengalihkan perhatian Yihan membuatnya tak rela membiarkan itu terjadi.


   Nana juga tidak suka melihat Serin yang nampak rajin serta smart, dan cepat sekali memahami sesuatu. berbeda dengannya dulu yang butuh waktu lama untuk faham.


    Hingga waktu telah menunjukkan pukul delapan malam, Serin yang telah menyelesaikan pekerjaannya itu kemudian bersiap siap untuk pulang.


Namun saat tengah hampir sampai didepan pintu lift, ia melupakan sesuatu yang masih tertinggal di meja kerjanya. Serin pun berbalik arah dan kembali.


    sesampainya disana,ia memergoki seseorang yang telah berada di depan komputernya, dia adalah Nana.


" Nana,? apa yang dia dilakukan di mejaku?" batinnya dalam hati.


tetapi Serin tak lantas menegurnya, ia membiarkan wanita itu. Serin mengintipnya dan menunggu Nana keluar dari ruangan itu dengan sendirinya.


Setelah beberapa saat Nana kemudian keluar,   Dengan segera Serin membuka kembali komputernya dan melihat apa yang telah Nana lakukan. setelah memeriksa , akhirnya ia faham dan mengerti.


  " Hufft... ! ternyata untuk ini.?  dia menginginkan pekerjaanku kacau!" ia tersenyum,


"ini cara lama yang kurang matang Nana...! ada ada saja.


aku bahkan baru bekerja dua hari, tapi sudah dengan cepat punya seorang hatters sekaligus pesaing "  ucapnya sambil menghela nafasnya.

__ADS_1


    Serin nampak biasa saja dan tidak khawatir sedikitpun, karena ia sudah tau apa yang harus ia lakukan nanti.


Dan setelah mengambil barangnya yang tertinggal, kemudian ia beranjak dan pergi dari kantornya.


  Dalam perjalanan pulang, tak lupa Serin menyempatkan dirinya terlebih dahulu untuk mampir ke restoran Minna yang baru saja buka hari ini.


  


    Sesampainya disana, restoran itu cukup ramai di penuhi pengunjung yang datang.


" waow, sepertinya restoran ibu mendapat respon yang baik dari para pengunjung. padahal ini baru hari pertama" gumamnya gembira saat berada di pan restoran tersebut.


  


   karena melihat tak ada meja kosong , ia memutuskan untuk menunggu sejenak sambil berjalan jalan disekitar tempat itu.


dan setelah kurang lebih satu jam, pengunjung pun sudah mulai beranjak pergi. waktu yang sudah menunjukkan pukul 21:30 itu juga membuat perut Serin keroncongan.


    Lalu Serin masuk, dan langsung disambut oleh seorang pelayan yang membantu pekerjaan ibu sambungnya itu. " Selamat datang…!" ucapnya ramah.


  Serin duduk disalah satu meja, 


dan kini restoran sudah mulai sepi hanya tinggal dia serta beberapa pengunjung saja.  karena memang restoran akan tutup pukul 22:00.


  


   lalu pelayan itu memberikan daftar menu padanya. saat itu Serin belum melihat ibunya. " pasti ibu sedang sibuk " gumam Serin yang di lanjut dengan memilih menu.


sambil menunggu menunya datang, ia mencoba menghubungi Minna.


[ Halo, Serin .,apa kau sudah pulang dari kantor ?]


" iya ibu, aku sedang berada di restoran ibu sekarang. ibu pasti sangat sibuk"


" Serin...!" panggil Minna.


Serin pun menoleh pada sumber suara.


" ibu..." sahutnya


    " Aku fikir kau tidak akan datang, ini sudah hampir pukul sepuluh, apa kau ada lembur hari ini? " timpal  Minna.


" ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan bu. !" balas Serin.


" apa kau menikmati pekerjaanmu? kau tidak mengalami kesulitan kan?" tanya Minna.


" Aku menyukai dan menikmatinya bu, kesulitan pasti ada, namun para rekan kerjaku mereka sangat baik dan selalu membantuku.


ibu...!  sepertinya restoran ibu  berhasil menarik  banyak pengunjung dihari pertama." imbuh Serin.


" benar,  ini awal yang baik.


oh ya, kau mau makan apa?" tanya Minna.


" Aku sudah pesan menunya bu.!"


balas Serin.


  Dan setelah beberapa saat , pesanannya telah siap.

__ADS_1


ia memilih menu yang ia rasa cukup menggugah seleranya meski hanya melihat gambar serta namanya. dan benar saja,menu masakan tersebut benar benar cocok dan pas  sekali dengan seleranya.


   Ia kembali dibuat terfikirkan sesuatu, lalu terbuyar saat mendengar ibunya itu memanggil nama temannya.


" Yejin, kemarilah ! aku kenalkan pada putriku." Ucapnya seraya menggandeng tangan temannya itu,


Yang ternyata adalah ibu mendiang Yunna.


   


   " Serin... perkenalkan,ini bibi Yejin, Park Yejin.


teman ibu yang kuceritakan kemarin" imbuh Minna.


    Serin menatapnya, begitu juga dengan Yejin.


Seketika tatapan mereka berdua  menjadi sangat lekat dan dalam.


ada perasaan aneh namun serasa dekat dihati satu sama lain.


   " Serin, ayo beri salam" celetuk Minna sambil memegang pundak Serin.


Suara Minna itu membuatnya sontak tersadar, yang kemudian segera berdiri.


" oh, apa kabar bibi Yejin.


Senang berkenalan dengan anda " ucapan salamnya seraya membungkukkam badan.


" Aku juga Serin, ternyata kau memang sangat cantik seperti yang selalu ibumu ceritakan padaku" balas Yejin.


"Aah, bibi ini terlalu memuji" sahut Serin.


" eh, ayo duduklah ! lanjutkan makanmu.


Apa kau suka makanannya?" tanya Yejin.


" Aku suka sekali bi, masakanmu sangat enak"


" terimakasih Serin. !"balasnya.


kemudian mereka terlihat berbincang bincang dan saling bercerita satu sama lain. gelak tawa pun tak jarang terdengar.


   Sambil terus memandangi sosok wanita di depannya, entah mengapa Serin merasa nyaman dan damai.


" mungkinkah dia adalah orang yang pernah aku kenal atau bahkan dekat denganku? ah..tapi ayah tidak pernah menceritakan tentangnya, dia bahkan juga belum lama mengenalnya dari Ibu sambungnya " batin Serin.


**


    Kini Serin dan Minna telah sampai dirumah, ia segera menuju kamar mandi untuk merendam tubuhnya.


wangi aroma terapi pun menyebar di dalam kamar mandi hingga ke kamarnya. Masih belum terlepas akan fikiran fikiran yang semakin hari kian memenuhi otaknya.


    Tak seperti sebelumnya, semua itu ia rasakan sejak ia kembali dari luar negri beberapa hari lalu.


bahkan saat Serin tengah berada dikantor dan disibukkan dengan  pekerjaan , sebenarnya ingatan ingatan itu tetap muncul dan sempat menganggu konsentrasinya. namun karna ia tetap berusaha menenangkan fikirannya sebisa mungkin, ia sanggup mengabaikan walau sesaat.


    Saat diluar negri, ketika ia merasa sudah sangat lelah tentang mimpi dan ingatan yang selalu menganggu serta tak kunjung ia temukan jawabannya,


Ia akan mencari tempat terbuka yang luas dan tak banyak orang, untuk berteriak sekuat tenaga agar sedikit bisa mengurangi beban dihati dan fikirannya.

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2