
Pagi ini Yunna lebih dulu datang ke kantornya, seperti biasa merkapun rapat membahas kasus yang sama.
akan tetapi masalah mobil paket tersebut mereka memutuskan untuk mancari informasi yang lebih lengkap lagi karena rekaman CCTV sebelum mobil itu berhenti dirumah sakit hanya terekam sekitar dua kilo meter di persimpangan lampu merah sebelum rumah sakit serta tidak ditemukannya barang bukti lain yang mencurigakan dalam mobil itu.
maka dari itu, saat ini mereka fokuskan terlebih dahulu pada klinik pengobatan herbal tempo lalu.
Namun Yunna merasa bahwa ada yang janggal dalam kasus ini.
Mereka beroperasi secara rapi, mungkin kah ada hubungannya mobil dengan klinik tersebut.
" Maaf letnan... bagaimana jika mobil itu ada kaitannya dengan klinik herbal dan juga rumah sakit?" ucap Yunna mengira ngira.
" jika ... ? jika kau berfikir "jika" maka semua juga akan berkaitan, bahkan Kantor polisi pun bisa berkaitkan jika kau mengakait kaitkannya hahh!
Cari saja bukti terlebih dahulu lalu kaitkan jika memang berkaitan!" jawab Jihyun tegas.
" Siap Letnan... !" jawab Yunna.
" baik... aku rasa cukup, kalian bisa kembali ketempat kalian masing masing!" perintah Jihyun.
" Siap Latnan!".
Saat Yunna sedang berada dimeja kerjanya, Ia pun membuka Komputernya lalu mencari tau informasi mengenai Dokter Oh Yunmi dari rumah sakit Yesang . ia pun membaca biodatanya.
" Oh Yunmi ... ? dia kan ... ! dokter yang waktu itu, wanita yang disukai Letnan Kim? . jadi namanya Oh yunmi?.
Dokter profesional seperti dia tapi menerima paket dari mobil yang tidak jelas ... ? barang apa yang kau terima?"
gumamnya pelan sambil terus berfikir.
Hingga tiba tiba Inspektur Ahn pun melirik komputer milik Yunna yang tertera nama Dokter Oh Yunmi.
" ei... Yunna ,apa yang kau lihat ?"
tanya inspektur Ahn.,
" Aah... Oppa kau mengganggu saja, !"
sahut Yunna sambil menutupi layar komputer itu dengan tubuhnya.
" coba aku lihat, !"
" Jangan... aku bilang jangaaan!"
inspektur Ahn pun terus memaksa.
Hingga keributan mereka pun disaksikan Jihyun saat ia kebetulan keluar dari ruangannya.
" Apa apaan kalian …!" teriak Jihyun mengagetkan Yunna .
",Letnan ...!" hormat Yunna.
" Kalian berdua , bisa tidak jangan bercanda di sini ? "
" Maaf letnan ... saya bersalah .!"
ucap Yunna sambil membungkuk minta maaf.
Jihyun pun lalu beranjak pergi bersama satu anggota Tim ke suatu tempat.
" Oppa ... gara gara kau lagi!" omelnya pada inspektur Ahn.
" Aku kan cuma ingin tau apa yang Kau lihat,!" jawabnya.
" Aku hanya baru mau mencari informasi tentang sesorang yang kulihat tadi, aku takut aku salah jadi aku tidak mau siapapun tau termasuk kau oppa.
nanti jika aku menemukan seuatu , akan aku katakan semuanya padamu. okay?"
__ADS_1
",okay ... !"
mereka berduapun melanjutkan tugasnya kembali.
Yunna yang masih penasaranpun terus mencari informasi melalui media sosial.
iapun memulai dari akun tweeter hingga instagram milik dokter Oh Yunmi.
Membaca semua postingan serta komentar satu persatu. dari ratusan semua komentarnya pun positif, namun ia menemukan satu komentar negatif dari sebuah akun milik seorang pria.
Ia pun mulai menelusuri akun tersebut.
Dilihatnya semua postingan dari satu tahun terakhir milih pria tersebut semua bertema kebencian dan balas dendam.
pria itu pun selalu menyebut nama inisial
OMY dalam postingannya.
Hingga satu postingan sebuah foto satu butir obat berwarna putih, ia menuliskan Caption " kill slowly", lalu ia menyematkan inisial yang sama pada ujung kalimat yaitu OMY.
Hal itupun mulai membuat Yunna semakin penasaran.
ia memutuskan untuk mmengirim pesan kepada pria itu.
[ Tuan, aku ingin bertemu denganmu, ini sangat penting] isi pesan Yunna untuk pria tersebut.
Namun pria itu tak kunjung membukanya, hingga satu jam lebih Yunna menunggu.
Yunna pun memutuskan untuk melihat lihat dan mencocokkan bukti lain .
kali ini ia terlihat serius hingga tak memperhatikan Jihyun yang telah kembali, tanpa menoleh atau menyapa Letnatnya itu.
Jihyun yang melihat waktunya jam makan siang , tapi Yunna tetap belum beranjak sedangkan diruangan itupun hanya tinggal Yunna seorang.
Ia pun menepuk pundak Yunna pelan .
Jihyun mengulanginya aksinya lagi , dan kali ini tepukannya bukan di pundak, melainkan di kepala Yunna .
" plakk !! "
"aauww.. oppaaa !" teriak Yunna sambil menoleh.
Dan betapa terkejutnya saat tau bahwa dia bukan Inspektur Ahn, melainkan Jihyun.
" ohh... Letnan ! maaf... aku kira inspektur Ahn." jawab Yunna gugup dan malu.
" kenapa? tidak panggil oppaa... seperti barusan, aku rasa Itu tidak buruk.!" imbuh Jihyun.
" Maaf Letnan ... !"
",kenapa tidak makan siang? semua sudah beristirahat, hanya tinggal kau sendiri !"
" aah ... ya , aku baru saja ingin pergi makan.! apa Letnan sudah makan ?"
tanya Yunna.
" Aku sudah makan tadi.!
kau pergilah makan sekarang !" perintah Jihyun.
" baik letnan."
Yunna pun bersiap siap untuk pergi makan. lalu ia pun berbalik dan mengatakan sesuatu.
" Letnan Kim ... jaketmu masih aku cuci , aku akan kembalikan besok padamu!"
ucapnya.
__ADS_1
" Baiklah... santai saja !"
balas Jihyun.
Saat baru saja melangkahkan kakinya keluar kantor, tiba tiba sebuah notifikasi Instagram berbunyi .
pesan balasan dari pria tadi, iapun segera membacanya.
[ siapa kau ? aku tidak mengenalmu ! ]
Yunna pun segera membalasnya.
" Aku Park Yunna, aku mohon tuan... !
ada yang ingin aku tanyakan tentang dokter Oh Min young"
[ Kenapa kau menanyakan dokter sialan itu, aku bukan keluarganya ]
" tapi salah satu anggota keluargaku adalah pasiennya!,
aku ingin tau sesuatu tentang dokter itu'"
tapi lama pria itu tidak membalasnya.
Yunna pun menutup ponselnya, dan mengehela nafas .
tiba tiba notifikasi pesan IG pun kembali masuk.
[ datang saja ke alamat ini Xxxx Xxxx Xxxx xxxx]
Yunna pun terlihat senang , tak menunggu lama ia segera menuju tempat tersebut.
Setelah menempuh waktu Sekitar 20 menit, iapun sampai ditempat tersebut.
Sebuah kedai makanan kecil dan tak banyak pengunjung , hanya nampak satu orang yang duduk di meja paling ujung.
seorang pria sesekitar 45tahun, mengenakan jaket serta topi berwarna hitam.
",apa itu orangnya?" batin Yunna.
iapun mnghampiri pria tersebut.
"Permisi tuan ... ! apa anda pemilik akun Instagram ini?" tanya Yunna sambil menunjukkan sebuah akun Instagram pada ponselnya.
" siapa kau dan apa maumu...? "
"aah... maaf tuan , namaku Park Yunna,
aku seorang inspektur polisi !" sambil menunjukkan kartu identitasnya.
pria itu pun terkejut .
" haiiss sialan .... !" lalu ia segera berdiri dan bersiap pergi.
" Tunggu Tuan... aku butuh kesaksianmu, aku akan merahasiakan ini ,
kau bisa mempercayiku" ungkap Yunna membujuk pria itu
"Apa yang ingin kau ketahui ?
" Aku boleh tau nama anda tuan?"
" Kang Taehan, !" jawab pria tersebut.
" Baik lah, pertama tama ... apa yang kau ketahui tentang dokter tersebut, aku melihat banyak postingan tentangnya. bahkan aku sempat membaca komentarmu. apa kau tahu itu berbahaya bagimu? kau bisa dituntut atas pencemaran nama baik tuan !" ucap Yunna
...****************...
__ADS_1