SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)

SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)
Bab 11.Tekat Yunna dan kemarahan Jihyun


__ADS_3

Pagi ini Yunna pun datang ke kantor lebih awal. Tampak ruangan Ketua Tim pun masih kosong.


" apa aku terlalu pagi?" gumam Yunna sambil menyeruput kopi hangat yang ia siapkan.


Ia pun masih memeriksa sebuah dokumen riwayat serta reputasi inspektur yang tewas saat menyelidiki kematian Istri Tn.Kang. ada banyak kasus yang pernah ia tangani.


   " Reputasinya sangat baik, !" gumam Yunna.


lantas iapun berniat menemui istri inspektur tersebut, mungkin ia bisa mendapatkan sedikit petunjuk,lantas ia pun segera beranjak pergi.


   Tak lama kemudian beberapa rekannya pun telah tiba diruangan mereka termasuk Jihyun.


Inspektur Ahn yang melihat gelas kopi milik Yaraa yang masih hangat.


" ei... hari ini pagi sekali Yunna datang,!


tapi dimana dia ? . aku minum saja ini" gumam inspektur Ahn sambil menghabiskan kopi milik Yunna .


  Tak ketinggalan Jihyun pun juga menanyakannya.


"Yunna sudah datang? " tanya Jihyun.


" sepertinya sudah... tapi entah kemana perginya dia!" jawab Inspektur Ahn.


[" mungkinkah dia marah karena semalam?"] gumam Jihyun dalam hati.


Lantas Jihyun pun membuka map tersebut.


" untuk apa dia melihat dokumen inspektur ini"?


" Apa letnan,?" tanya Inspektur Ahn yang juga ikut melihat dokumen tersebut.


" Bukankah dia inspektur itu? yang tewas karena overdosis itu ,… heuhh, apa yang akan dia dapatkan dengan dokumen ini , dasar gadis tengil itu!" gumam inspeksi Ahn.


" jika dia datang katakan padanya untuk menemuiku di ruanganku!" perintah Jihyun sambil membawa map tersebut.


" siap Letnan !" balas Inspektur Ahn.


   Sesampainya di ruangan Jihyun pun membuka ponselnya, dan hampir menekan nomor Yunna.


" Apa yang harus aku katakan setelah menelfonenya?


ehm... !" maafkan aku yunna!"


aaah... kenapa aku meminta maaf ? aku kan tidak salah. ! atau begini saja ;


"apa kau baik baik saja?" haiisst ada apa denganku ini.!" ( Jihyun pun berbicara sendiri ).


Ia sedikit merasa tidak enak hati atas penolakannya semalam. namun berbeda dengan Yunna , ia yang merasa lega karena sudah mengungkapkan perasaannya itu pun tak terlalu pusing memikirnkan hal itu. meski ia tau akan sangat malu dan canggung, namun ia akan menghadapinya.


    Kini Yunna telah tiba dirumah inspektur tersebut, ia pun mengetuk pintu beberapa kali hingga kemudian seorang wanita membukakan pintu untuknya .


" Permisi nyonya, apa benar ini rumah istri inspektur Go Janhyuk?"tanya Yunna.


" Benar sekali, akulah orangnya. lalu anda ini ?" tanya kembali Istri inspektur itu.


" aah... perkenalkan nyonya,  saya  Park Yunna !" sambil menunjukkan kartu identitasnya. jika tidak keberatan, apa boleh kita mengobrol sebentar?"

__ADS_1


    Yunna pun dipersilahkan masuk, lantas Yunna pun menanyakan beberapa pertanyaan yang berhubungan tentang suaminya sebelum ia ditemukan tewas.


Istrinya pun menceritakan beberapa yang ia ingat, termasuk suaminya yang menghubungi sesorang melalui panggilan ponselnya yang ia sebut sebagai komisaris, ia mendengar suaminya itu akan menemuinya malam itu juga, namun ia tidak tau pasti siapa nama komisaris tersebut.


itulah yang ia ingat beberapa saat sebelum suaminya ditemukan tewas di dalam mobilnya di pinggir sungai.


" Apa tidak ada yang menyelidiki kematian suami anda nyonya ,?"  tanya Yunna.


" tentu saja ada, saat suamiku ditemukan tak bernyawa didalam mobilnya, terdapat botol minuman keras. awalnya mereka mengira suamiku tewas karena campuran kedua barang tersebut, namun setelah dokter malakukan autopsi , ia mengatakan tidak ada sama sekali kandungan alkohol dalam tubuhnya.


rekannya pun menduga bahwa ini adalah kasus pembunuhan, mengingat dua hari sebelum rekannya tewas mereka baru saja melakukan medical cekup rutin yang termasuk program dari badan kepolisian setiap enam bulan sekali untuk memastikan semua anggota polisi bebas dari narkoba.


namun belum sampai satu pekan, kasus itu tiba tiba ditutup, dan mereka menyatakan bahwa suamiku murni overdosis obat obatan terlarang , karena ditemukan bekas luka suntikan di lengan kanannya .


dan yang membuatku meras aneh adalah, suamiku tidak kidal. bukankah seharusnya dia menyuntikkannya dilengan sebelah kiri? " tuturnya pada Yunna.


[ " mungkinkah mereka sengaja menutupi kasus pembunuhan itu?" ] batin Yunna.


   Kemudian istri inspektur itu pun memperlihatkan ponsel milik mendiang suaminya yang tetap ia simpan menjadi satu dalam kotak barang barang lain milik suaminya.


Yunna pun melihat salah satu nomor panggilan keluar yang tidak asing baginya, lantas ia menekan nomor tersebut dan muncullah nama kontak Komisaris Oh Namgil pada ponselnya.


Mata Yunna pun terbelalak,


" mungkinkah... ?" batin Yunna menebak .


Lantas ia pun segera kembali ke kantornya.


    Setelah beberapa menit kemudian sampailah ia dikantor, namun ia malah dikejutkan dengan kedatangan ibunya yang membawa banyak makanan untuk para staf di sana. saat itu mereka pun sedang menikmati makan siang yang ibu Yunna siapkan tak terkecuali Jihyun.


" ibu sengaja memasak banyak makanan enak untuk para rekan serta seniormu karena hari ini kan ulang tahunmu, apa kau lupa?" ucap ibunya .


" Benar kah …? aku lupa !" balas Yaraa.


" houh anak ini, sudahlah ayo makanlah !" perintah ibunya.


" karena Yunna sudah datang , mari kita bersulang untuknya...! " ucap salah seorang seniornya .


" selamat ulang tahun Yunna....!"


ucap semua yang berada di ruangan itu.


kecuali Jihyun , ia hanya mengangkat gelasnya sambi menaikkan kedua alisnya saat bertatapan sengan Yunna.


Dan Yunna pun membalasnya dengan senyum sesaat lalu mengalihkan pandangannya. karena Yunna sudah kembali, maka ibunya pun segera pamit pada mereka.


" ibu akan langsung pulang?"


" Tidak... Ibu ingin mampir dulu ke rumah sakit untuk berkonsultasi lagi " jawab sang ibu.


" Bukankah baru beberapa ibu makan obatnya, itu untuk dua bulan bu !" sahut Yunna .


" ibu rasa obat itu tidak cocok denganku , sepertinya tensi ibu masih tinggi dan tidak ada perubahan!"


" kalau begitu ganti saja dokternya seperti yang aku katakan kemarin, aku tidak ingin ibu tetap berhubungan dengan Dokter Oh Yunmi!" omel Yunna kesal serta khawatir .


Jihyun yang mendengar itu pun lantas menyahut pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Kenapa... ? kenapa kau melarang bibi memeriksakan diri padanya ?" tanya Jihyun penasaran.


" Tidak apa ,... karena aku fikir masih banyak dokter disana yang ibuku temui.!


jawab Yunna dengan tatapan tajam pada Jihyun.


" baiklah baiklah... Ibu akan turuti kata katamu, kalau begitu segeralah makan, ibu pergi dulu!" pamit ibu Yunna.


" Hati hati dijalan Bi... !" ucap Jihyun sambil melambaikan tangannya.


" Ikut ke ruanganku sekarang!" perintah Jihyun pada Yunna.


Yunna pun segera mengikutinya dengan raut wajah kesal saat membahas Oh Yunmi. Bukan karena perasaan cemburu ,melainkan karena kecurigaannya tentang keterlibatan Oh Yunmi dalam kasus kasus tersebut.


Saat sampai di ruangan, Jihyun pun melempar dokumen milik inspektur Go yang Jihyun ambil dari meja Yunna.


" apa itu...? untuk apa kau mempelajari dokumen itu? bukannya fokus pada tugas kita, kau malah membuang waktumu . !" cecar jihyun


" Maaf letnan., hanya ada sesuatu yang harus aku ketahui dari situ !" jawab Yunna.


" Tentang apa ... !"


" Maaf letnan...! aku belum bisa menjelaskannya. aku berjanji , tidak lama lagi aku akan memberitahumu !"


" apa ... ? dengar inspektur park , kita ini satu Tim , tidak boleh ada yang ditutup tutupi. katakan sekarang!


dan satu lagi, kenapa kau kesal saat ibumu akan memeriksakan dirinya pada Oh Yunmi? " tanya Jihyun.


Namun Yaraa pun tidak segera menjawabnya, hingga membuat Jihyun kesal.


" Kenapa Kau diam ? jawab... !" teriak Jihyun hingga terdengar oleh para rekannya diluar .


" Dengar park Yunna...! aku tau kau kesal karena aku menolakmu semalam. tapi aku mohon jangan bawa urusan pribadi ke tempat ini , kau mengerti?"


" Aku mencurigainya... ! jawab Yunna


" apa maksudmu, kau mencurigai siapa?" tanya Jihyun penasaran.


" Aku mencurigai dokter Oh Yunmi terlibat dalam kasus ini, juga dalam pembunuhan inspektur Go . !" jawab Yunna yang membuat Jihyun pun terkejut sekaligus tidak terima.


" Hei ... atas dasar apa kau mencurigainya? apa karena aku menolakmu hingga kau membenci wanita yang aku cintai?"


" Maaf letnan... aku tidak mencampurkan masalah pribadiku dengan kasus ini.


aku mencurigainya karena memang aku dapat petunjuk. dan jika aku memberikan petunjuk itu apa kau mau melanjutkan kasus ini? aku tidak yakin.! " ucap Yunna dengan berani, hingga membuat Jihyun pun semakin marah.


" inspektur park , .. sejak kapan kau berani sekali meremehkanku?"


"aku tidak meremehkan anda Letnan Kim. aku hanya mengatakan kebenarannya!"


" apa kau bisa buktikan? bagaimana jika kecurigaanmu salah?" tanya Jihyun menghunusnya.


" jika kecurigaanku tidak terbukti, aku akan mengundurkan diri!" Jawab Yunna dengan tegas.


Mereka berdua pun kini saling tatap , namun bukan tatapan cinta , melainkan tatapan tajam yang saling menghunus.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2