
Malaikat itu pun mendekati tubuh gadis tersebut. sejujurnya memang ia mengetahui sesuatu seperti yang Yunna kira, namun ia tak mengatakannya pada Yunna.
Hingga seorang anggota keluarganya datang, Yaitu ayahnya.
gadis itu bernama Lee Serin, berumur 18 tahun dan akan berangkat ke luar negri dalam minggu ini untuk melanjutkan pendidikannya disana,atas paksaan sang ayah yaitu Tn.Lee jongsun.
Serin adalah seorang anak broken home, yang sejak kecil sudah menyaksikan pertengkaran sang ayah dengan ibunya, dipicu dari berbagai masalah. hingga akhirnya kedua orang tuanya itu pun berpisah,dan hak asuh atas Serin pun jatuh pada ayahnya.
sejak saat itulah, Serin yang awalnya adalah anak yang ceria dan penurut berubah menjadi sosok gadis pembangkang. apalagi ditambah cita citanya yang ingin menjadi seorang ballerina pun ditentang keras oleh sang ayah, karena ayahnya sangat ingin serin menjadi seorang pengusaha sukses sepertinya, yang akan meneruskan dan menjalankan bisnis perusahaanya.
sang ayah yang bersikeras akan mengirim Serin untuk sekolah diluar negeri, dengan tak peduli akan perasaan putrinya. mau tidak mau, Serin harus menuruti perintah ayahnya.
Hingga tak jarang Serin pun merasa tertekan serta depresi akan sikap ayahnya yang terlalu memaksakan egonya kepada sang anak.
Malam sebelum serin kecelakaan, ia sempat bertengkar dengan ayahnya karena suatu masalah, lalu kemudian pergi ke sebuah gereja.
saat itulah dia dan Yunna tak sengaja bertemu , hingga setelah pergi meninggalkan gereja tersebut, serin mengalami kecelakaan.
serin yang tak begitu fokus menyetir karena masih dilanda konflik dengan sang ayah itu pun tiba tiba kaget saat mendengar suara klakson mobil dari arah berlawanan.
saat ia menyadarinya, jarak mobil mereka sudah sangat dekat. untuk menghindari tabrakan itu, maka secara spontan ia pun membanting setir ke kanan. namun na'as, justru mobilnya malah terperosok dan terguling berkali kali hingga di pinggir sebuah tebing.
Kondisinya kini sangat memprihatinkan. setelah melakukan CTscan serta pemeriksaan yang lainnya, dokter pun melihat ada cidera diotak yang parah. cidera teresebut kemungkinan akan berpengaruh pada ingatannya.
" Aku mohon selamatkan putriku dokter?" ucap Lee Jongsun yang terlihat sangat cemas.
" Kita akan berusaha semaksimal mungkin tuan" jawab sang dokter.
Namun setelah menunggu selama 24 jam, belum ada tanda tanda sadar pada Serin. sehingga dokter kembali melakukan pemeriksaan.
Lantas dokter pun mengatakan bahwa serin kini mengalami koma.
Lee Jongsun yang mendengar kondisi putrinya itu pun sempat syok dan lemas.
" lalu berapa lama ia akan sadar dokter ?" tanya Lee Jongsun.
" kami tidak bisa memastikannya kapan. untuk saat ini kita akan terus memantau aktifitas otaknya secara berkala. kami akan selalu memberi tahu hasilnya untuk anda.
Namun perlu di ingat tuan, meski Serin sadar pun, kami tidak berani menjamin bahwa ingatannya akan normal. mungkin saja ia akan kehilangan sebagian atau bahkan seluruh ingatannya" tutur dokter menjelaskan.
Namun itu hanya beberapa persen kemungkinan, selebihnya kita akan lihat perkembangan selanjutnya. kami harap anda bisa bersabar." imbuh sang dokter.
__ADS_1
Lee Jongsun pun hanya bisa meneteskan air matanya melihat putrinya yang terkulai diatas ranjang pesakitan dengan banyak alat yang menempel ditubuh serta kepalanya.
Ia teringat pertengkaran sebelum peristiwa kecelakaan itu terjadi.
#flashback beberapa hari yang lalu:
" Aku ingin seperti anak anak yang lain ayah, mereka punya cita citanya sendiri. begitupun aku,
aku juga punya impian yang sejak kecil aku ingin gapai ayah! aku mohon ayah , izinkan aku " ucap Serin saat itu.
" Sudah ayah bilang tidak ! apa yang akan kau dapat dengan menjadi seorang ballerina? profesi itu tidak akan menjamin kehidupanmu menjadi lebih baik" sahut Lee Jongsun.
Dan kini, ada rasa menyesal di hati Lee Jongsun
" Serin...! maafkan ayah. kau harus kuat, cepatlah sadar. " ucap Lee Jongsun yang saat itu bersama
Disini ,ada raga Serin yang terbaring seperti orang mati namun jantung masih berdetak.
Namun disisi lain raga Seorang gadis yang sudah terbaring kaku tanpa detak jantung dan jiwa, yang saat ini telah siap untuk dikremasi.
"Hari ini aku akan benar benar hilang dari dunia ini, hanya abu pembakaran yang akan tersisa . terima kasih untuk kalian semua" ucapnya kepada semua orang yang tengah berdiri mendampingi ibu Yunna tersebut.
" Apa kau masih ingin menyelematkan gadis itu?" tanya sang malaikat yang secara tiba tiba sudah berada di samping Yunna.
" Gadis...? " sahut Yunna yang masih berfikir siapa yang dia maksud.
" ooh, gadis yang kecelakaan itu? bagaimana caranya?" tanya Yunna.
Malaikat itu pun hanya tersenyum tanpa menjawabnya.
Setelah beberapa jam, proses kramasi pun telah selesai. sebuah guci yang berisi abu kremasi itu pun diberikan kapada ibu Yunna.
sambil meneteskan air matanya, yang diikuti Jihyun dari belakang.
ibu yunna pun berjalan seraya memeluk guci tersebut yang akan disimpan dalam Columbarium ( rumah abu ) , di tempat yang sama pula, abu mendiang ayah Yunna di simpan.
" Selamat Jalan Park Yunna" ucap Jihyun lirih.
Saat itu jiwa Yunna pun memperhatikan mereka dari kejauhan. " Terimakasih, Letnan"
__ADS_1
balas Yunna. Saat itu entah kenapa Jihyun seakan mendengar suara Yunna.
Ia pun kaget, lalu menoleh ke segala arah.
" mungkkn ini hanya perasaanku saja" gumam Jihyun.
" Sudah selesai,! kini tak ada lagi Park Yunna" celetuk sang malaikat.
" huffffh... aku tau!" jawab Yunna.
Sosok jiwa Yunna yang masih menatap Jihyun dari kejauhan itu pun tiba tiba secara perlahan terkikis oleh butiran butiran cahaya, hingga ia pun hilang.
Dan Pagi ini di kantor polisi,
tampak Kim Jihyun yang sedang membereskan semua barang barang Yunna dan menatanya di dalam sebuah kotak, yang akan dikembalikan kepada Ibu Yunna, yaitu Ny. Choi Yejin.
Inspektur Ahn yang melihat ketua Timnya nampak masih murung, memasukkan satu persatu barang tersebut. Hingga berhenti sejenak memegang kartu identitas Yunna sembari menatapnya.
" kapan kau akan mengantarkan barang barang ini?" tanya Inspektur Ahn.
Lamunan Jihyun pun terbuyar mendengar pertanyaan rekannya.
"aku akan kesana nanti malam," jawab Jihyun sambil kembali menata barang itu. ia tak melewatkan satupun dari barang barang itu, dari mulai sebuah permen, penutup pena, hingga sebuah lipstik warna nude.
Jihyun pun seketika tersenyum melihat lipstik itu.
sementara Inspektur Ahn yang memperhatikan ekspresi ketua Timnya itu lantas mengatakan sesuatu.
" dulu aku lihat dia sering memakainya sebelum aku mengatakan bahwa kau sudah memiliki wanita idaman lain. setelah itu aku tidak pernah melihat dia memakai benda itu lagi. Aku menyesal telah mengatakannya" ungkap Inspektur Ahn.
Mendengar itu, Jihyun teringat pula dengan ungkapan cinta Yunna yang pertama kali di apartmennya, serta ciuman yang Yunna berikan, hingga ungkapan cinta terakhir kali sesaat sebelum ia meregang nyawa. lantas Jihyun meletakkannya lipstik itu bersama benda benda lain. hatinya terasa semakin perih mengingat hal itu.
Hingga yang terakhir adalah sebuah gelang yang masih terlihat Yunna kenakan disaat saat terakhirnya.
Entah mengapa gelang itu membuat Jihyun merasa aneh, entah perasaan apa. aura gelang itu membuat jantungnya berdesir.
lantas ia pun mengabaikan rasa itu, lantas memasukkannya kedalam kotak barang.
...----------------...
...****************...
__ADS_1