SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)

SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)
Bab 15.Ciuman dari Yunna


__ADS_3

Pagi ini, waktu pun sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Yunna yang tak berani memejamkan matanya dari semalam itu terlihat bersiap siap untuk pergi ke kantornya. Kantung mata hitam itu nampak melingkari mata indahnya, rasa pegal serta tubuh yang terasa letih itu pun tak menyurutkan semangatnya untuk tetap menjalankan tugasnya.


"selamat pagi ibu...!" ucap Yunna pada ibunya yang terlihat tengah menyiapkan sarapan untuk sang putri tercinta.


" Kau sudah siap, ayo makan sarapanmu" perintah ibunya.


Yunna pun duduk sambil memijat mijat pangkal matanya. " apa kau sakit?" tanya ibunya.  " Tidak bu, aku hanya kurapng tidur semalam" jawab Yunna.


" coba lihat kantung matamu itu, terlihat gelap sekali. apa sungguh banyak pekerjaan hingga kau tidak tidur ?"


Yunna pun hanya mengangguk menjawab pertanyaan ibunya.  " Ibu... " panggil Yunna. " apa..." sahut ibunya.


"Kenapa ibu tidak menikah lagi ? aku rasa ibu juga masih sangat cantik, mana mungkin tidak ada satu pun pria yang tidak menyukai ibu."


" Kenapa kau tiba tiba membicarakan hal itu? kalaupun ibu ingin menikah lagi ibu sudah melakukannya sejak dulu saat ibu masih terlihat muda. kini ibu bahkan sudah tua, sudah saatnya ibu menimang cucu! menikah apanya, mempunyai kau yang selalu berada disisi ibu itu sudah lebih dari cukup bagiku!" jawab ibunya.


"Tapi bagaimana jika aku tiba tiba pergi meninggalkan ibu,?" sahut Yunna.


"Hei gadis tengil, semua gadis juga akan begitu setelah ia menikah. dan ibu pun sudah siap dengan itu semua jika kau memang sudah saatnya dibawa suamimu dari sini meninggalkan ibu !"


" bukan itu maksudku bu tapi....! "


" Tapi apa...?" tanya ibu.


"aaah sudahlah,  lupakan saja bu. yang jelas, jika aku memang tidak lagi berada disisimu lagi, ibu harus janji untuk selalu bahagia, lakukan hal yang ibu suka dan inginkan.! ibu mau janji....?" .


" Tentu saja... ibu janji! begitu juga denganmu, kau juga harus bahagia dengan keluarga kecilmu kelak. sudah jangan bicara lagi dan segera habiskan sarapanmu" tutur ibunya.


Yunna pun menatap lekat pada ibunya, entah mengapa ia merasa akan pergi meninggalkan ibunya. lantas ia segera menghabiskan sarapannya dan beranjak pergi.


    sesampainya dikantor ia langsung membuka komputernya, ia memeriksa kembali semua tempat tempat dengan barang bukti yang sudah mereka kumpulkan. ia pun mulai menghubungkan semua itu dengan menyimpulkan suatu perumpamaan. Hingga ia teringat akan Henri semalam,


" Apa dia ingin mengatakan sesuatu ?apa sebaiknya aku menemuinya" batin Yunna sambil terus menlanjutkan kegiatannya itu, hingga tak terasa waktu pun sudah sudah saatnya untuk makan siang.

__ADS_1


karena sangking fokusnya, iapun mengabaikan ajakan rekannya untuk pergi makan.


" Yunna, ayo kita makan siang dulu" ajak inspektur Ahn dan kawan kawan.


" Kalian duluan saja , aku masih kenyang, nanti aku akan makan setelah ini selesai" jawab Yunna masih dengan pandangan mata yang fokus pada layar komputernya.


    Jihyun yang masih berada di ruangan nya itu juga membuka penutup kaca dan memperhatikan Yunna yang masih terlihat sibuk."apa dia tidak makan siang?" gumam Jihyun. kemudian ia pun menghampirinya, 


" Apa kau tidak makan siang"? tanya Jihyun. " aku belum lapar letnan," jawab Yunna tanpa menatap ke arah ketua Timnya itu.  " baiklah ! , dasar gadis aneh " gumam Jihyun seraya meninggalkannya.


   Setelah beberapa saat akhirnya Yunna mulai merasa kelelahan, mungkin juga karena ia tidak tidur semalaman. tanpa terasa matanya pun terpejam ,ia pun tertidur bersandar di kursinya.


Dan lagi lagi,  mimpi itu datang kembali dalam tidurnya. masih mimpi yang sama, namun kali ini ia juga melihat seorang pria memeluk wanita yang tergeletak bersimbah darah, yang ia lihat adalah Jihyun yang memeluk tubuhnya. " Letnan..." panggilnya lirih.


lantas tiba tiba disusul dengan suara isak tangis memilukan dari seorang wanita didepan sebuah meja altar,yang nampak terpampang fotonya dengan dikelilingi tumpukan bunga. ia melihat ibunya mengenakan pakaian berkabung warna hitam ,duduk tertunduk serta menangis didepan fotonya. " Ibu...! ibu...! " panggil Yunna. ia pun terus menerus memanggil ibunya hingga ia pun menangis. " Ibu... ini aku, ibu dengar aku kan?, ibu.... ibu.... ibu!". Hingga tiba tiba ia pun mendengar suara seorang pria memanggil namanya.


"Yunna... Yunna... bangun Yunna.... yunna!" panggil Jihyun sambil menepuk nepuk pipi Yunna yang masih mengigau serta meneteskan air mata itu.


Nafasnya tersengal, keringatnya bercucuran serta wajahnya pun pucat.


" Yunna, apa kau mimpi buruk?" tanya Taeyeon. " Letnan Kim...!" sahut Yunna saat melihat wajah Jihyun di depannya.


"Kau tidak apa apa kan Yunna ? Tarik nafasmu perlahan " Ucap Jihyun membantu memenangkannya.


" Tidak apa apa letnan, aku hanya mimpi buruk!" balas Yunna.


"Bagaimana kau bisa mimpi dalam posisi tertidur duduk seperti ini? pasti kau sangat kelelahan !" sahut Jihyun.


"Maaf Letnan, aku ambil minum dulu" balas Yunna seraya beranjak dari duduknya dan menuju belakang untuk mengambil air minum.


   " Kenapa mimpi itu datang lagi dan lagi, bahkan aku pun hanya tertidur beberapa menit saja !" gumamnya sambil meremas kepalanya.


" Kau mimpi apa?" Tanya Jihyun yang tiba tiba sudah berdiri dibelakangnya.

__ADS_1


"aah, letan!" Yunna pun menghela nafasnya," entahlah, tapi mimpi itu selalu datang berkali kali, menakutkan sekali !"Ucap Yunna sambil meremas cup berisi air minum itu. " itu hanya mimpi, semua orang pernah mengalami mimpi buruk. jangan terlalu difikirkan, bagaimana mungkin seorang polisi takut hanya dengan mimpi !" ucap Jihyun dengan omelan khasnya.


Yunna ingat,  kali ini ia melihat Jihyun dalam mimpinya.


Namun entah mengapa kali ini Yunna merasa bahwa itu bukan mimpi biasa,


"Apa ini sebuah gambaran masa depan?" gumamnya dalam hati. tiba tiba ia pun terfikir sesuatu, sedikit konyol dan memalukan, namun entah mengapa ia ingin sekali melakukannya saat ini. " Letnan tunggu…!" panggil Yunna saat Jihyun hendak beranjak dari dapur tersebut.


" ada apa ?" jawab Jihyun seraya membalikkan badannya menghadap Yunna.


"Bolehkah aku...? sekali ini saja!" tanya yunna.   " Untuk apa...?" Jihyun pun balik bertanya. Lantas Yunna pun berjalan mendekat tepat di hadapannya, sangat dekat bahkan telah mengiskis jarak antara mereka. kemudian Yunna pun mencengkram kerah kemeja yang Jihyun kenakan itu, dan... ? " Cupp...!" sebuah kecupan yang Yunna daratkan pada bibir Jihyun. mata Jihyun pun terbelalak, kaget dan tak menyangka Yunna berani sekali melalukan ini padanya. " kau ....!" ucap Jihyun.  " maaf letnan... ! ini pertama dan terakhir kalinya! maaf atas kekurang ajaranku padamu"  ucap Yunna seraya melepaskan serta mundur selangkah dari Jihyun.Tanpa rasa canggung serta malu, ia pun meminta maaf dengan tegas. lantas ia membungkukkan badannya seraya memberi hormat pada ketua Timnya itu , kemudian pergi meninggalkannya.  Jihyun pun bingung dan tak tau harus berkata apa, bibirnya seakan kelu, haruskah dia marah atau senang. ",waaah... gadis itu benar benar! ya Tuhan... " ucap Jihyun sambil menepuk nepuk dadanya.


   Tak ingin berlarut dalam ketakutan sebuah mimpi, akhirnya Yunna pun lantas beranjak meninggalkan kantornya itu.


kali ini ia akan pergi menemui Henri di Lembaga permasyarakatan. sesampainya disana iapun bertemu Henri diruang kunjungan. " aku tau kau akan datang inspektur park!" ucap Henri.


"Apa kau masih ingin bungkam ?" balas Yunna bertanya.


    " Menghadapi mereka bukan hal yang mudah, tak ada gunanya meskipun aku mengatakan semua pada kalian kemarin.


kalianpun tak akan menemukan apapun ditempat tinggalku.


Dengar...! hidupku mungkin tak lama lagi, banyak sekali kaki tangan mereka disini.!" ucap Henri.  " apa maksudmu?"


" kau akan tau secepatnya l ! jika kau ingin tau semuanya, temui kekasihku disebuah bar Xxxx, ! katakan 860 padanya, dia sudah faham ! kau akan mendapat semua yang kau ingin ketahui.


sudah tidak ada waktu ." balas Henri. iapun lantas kembali masuk ke dalam sel tahanan. " henri...!" panggil Yunna. henri pun hanya menoleh lalu kembali melangkah masuk.


  


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2