
Saat masih mengintip di depan pintu, tak disangka Yunna pun ketahuan oleh seorang pria yang menunggu di bawah. " siapa kau...?" tanya pria itu.
Dengan mengacungkan senjatanya tepat dihadapan Yunna.
" angkat tanganmu, " perintah pria itu yang lantas dituruti oleh Yunna.
ia pun terpaksa mengangkat tangannya karena mereka berjumlah empat orang, namun hanya satu orang yang membawa senjata api, sedang ketiga orang lainnya membawa sebuah tongkat baseball.
Seorang pria itu pun mencoba akan mengikat tangan Yunna, tetapi Yunna telah lebih dulu dapat menghindarinya. ia menarik serta menekuk tangan pria itu , pria itu pun kesakitan sehingga pistolnya terjatuh ke lantai.
Namun disusul tiga orang pria lainnya yang secara bersamaan menyerang Yunna, perkelahian pun terjadi di lantai satu.
Dengan keahlian berladiri Yunna yang dibilang masih biasa biasa saja itu pun dengan berani melawan ke mereka tanpa rasa takut.
sudah kepalang basah fikirnya, bertarung atau menyerah pun tak ada gunanya.
saat itu Yunmi dan rekannya yang mendengar keributan itu lantas segera menghentikan kegiatannya.
" sepertinya ada ribut ribut diluar? mungkinkah ada penyusup yang masuk kemari. ini gawat, kita harus bagaimana?" tanya Yunmi.
" Benar, kenapa bisa sampai ada yang masuk kemari?, aku akan coba melihatnya " balas dokter pria itu seraya beranjak keluar dari ruangan itu dan melihat situasi dibawah.
Iapun membuka pintunya dan tiba tiba sudah nampak Yunna yang tepat sudah berada di depannya. " siapa kau?" tanya pria itu namun telah dijawab Yunna dengan sebuah tonjokan pada hidungnya, sehingga dokter itu pun secara spontan jatuh ke lantai.
" Apa yang kalian lakukan pada gadis gadis ini? " pekik Yunna yang sangat geram dengan tindakan keji kedua dokter tersebut.
Dengan amarahnya yang berkobar, Yunna berjalan mendekati Yunmi.
Yunmi yang sudah ketahuan itu lantas mengacungkan sebuah gunting operasi pada Yunna.
" jangan mendekat , atau aku akan membunuhmu!" ucap Yunmi.
" Lakukan jika kau bisa". ucap yunna seraya terus berjalan mendekati Yunmi. Namun tak disangka dokter pria itu memukul tengkuk Yunna hingga ia tersungkur. " cepat lari Dokter Oh Yunmi, selamatkan dirimu biar aku urus wanita ini" perintah Dokter pria itu.
Yunmi pun segera kabur dengan tangan yang masih terbungkus sarung tangan serta berlumuran darah itu. saat ia berlari turun, ia sudah melihat ke empat pria itu sudah tergeletak pingsan tak sadarkan diri.
" Dasar kalian tidak berguna", ucapnya seraya mengambil sebuah pistol milik anak buahnya yang berada di lantai. Ia pun segera melarikan diri.
Yunna yang saat itu masih sedikit lemas karena pukulan itu lantas bangun dan menghajar dokter pria itu.
Yunna pun terpaksa menembak ke dua kaki pria itu, sehingga ia meraung kesakitan dan tak sanggup lagi berdiri bahkan berjalan.
Tak ingin kehilangan jejak Yunmi, Yunna segera megejarnya.
Sementara Yunmi yang tak ingin dirinya tertangkap, maka ia berlari sekuat tenaga tanpa arah, hingga ia pun melewati jalan kosong yang jauh dari pemukiman warga.
__ADS_1
Ia melihat Yunna yang sudah semakin dekat dengannya, lantas ia berbelok pada sebuah lahan kosong yang cukup luas. ia terus berlari , lalu kemudian melihat dari kejauhan sebuah bangunan gedung yang sudah rusak dan terbengkalai. tanpa fikir panjang lagi, Yunmi pun menuju tempat itu untuk bersembunyi.
Yunna yang saat itu hampir kehilangan jejak Yunmi, tanpa disengaja ia menemukan sarung tangan latex medis seperti yang di pakai Yunmi. Jatuhnya sarung tangan tersebut menuju arah lahan kosong itu, maka ia yakin pasti Yunmi berlari ke sana.
Sementara rombongan para anggota kepolisian termasuk Jihyun pun kini telah sampai di depan klinik tersebut.
mengetahui pintu klinik sudah terbuka, mereka pun lantas masuk serta menemukan empat orang pria sudah tergeletak pingsan.
mereka lantas menggeledah semua tempat tersebut ke seluruh lantai.
saat itu Jihyun dan inspektur Ahn pun masuk ke ruangan lantai dua. yang menemukan dokter pria itu duduk dilantai menunduk dengan dua kaki yang tertembak serta melihat semua pemandangan diruangan itu.
seorang gadis bersimbah darah dengan sayatan panjang di bagian dada hingga perut dan dibiarkan terbuka lebar sehingga memperlihatkan semua isi perut serta organ dalam yang lain.
" Ya Tuhan ... apa ini?" Ucap inspektur Ahn yang tak tega melihat pemandangan mengerikan itu.
Beberapa kotak yang berisi organ organ yang sudah berhasil di ambil dari tubuh si empunya pun masih terlihat segar.
serta satu tubuh yang sudah terbungkus kantung mayat. Jihyun pun membuka kantung tersebut, dan nampak tubuh yang sudah tak bernyawa namun dengan luka bekas sayatan panjang yang sudah ditutup kembali dengan jahitan.
Saat itu inspektur Ahn yang memeriksa seorang gadis lagi yang ternyata masih bernafas.
" Letnan, dia masih hidup" ucap Inspektur Ahn.
" benarkah ? kalau begitu cepat hubungi ambulance.
" Yunna,! aku tidak melihatnya letnan" ucap inspektur Ahn.
"Aku rasa masih ada satu pelaku lagi, dia pasti berusaha mengejarnya. coba hubungi dia" perintah Jihyun.
Inspektur Ahn pun mencoba menghubunginya beberapa kali namun tak ada jawaban.
" Tidak diangkat, " balas Inspektur Ahn.
Lantas Jihyun kembali melihat GPS milik Yunna,
" masih aktif, kita ikuti ini saja" ucap Jihyun.
mereka kini mencari keberadaan Yunna mengikuti arah GPS tersebut .
Namun saat hampir dekat dengan Yunna, tiba tiba signal GPS milik Yunna pun hilang.
saat itu Yunna pun sudah sampai di bangunan kosong tersebut. kebetulan saat ia melihat ponselnya juga mati.
Ia mulai memasuki bangunan yang cukup luas itu, terdapat 4 lantai yang hampir semua dindingnya sudah rusak dan hancur.
__ADS_1
ia mulai menaiki lantai kedua, tak ditemukan apapun disana. hingga ia sampai ke lantai tiga, " keluar kau... Dokter Oh Yunmi , aku tau kau bersembunyi disini. serahkan saja dirimu " ucap Yunna. seraya memegang pistolnya untuk berjaga jaga.
Tak berbeda dengan Yunna, Yunmi pun tengah memegang pistol meski ia tak begitu pandai menggunakannya.
Saat Yunna hampir mendekati persembunyiannya, Yunmi yang tak ingin tertangkap itu mencoba lari.
namun sialnya, kakinya malah tersandung sebuah balok kayu hingga ia terjatuh.
Mendengar suara itu, dengan sigap Yunna mengerjanya yang kemudian menarik jaket Yunmi hingga terjatuh.
Namun tak berhenti sampai disitu,
Yunna yang saat itu ingin menangkapnya hidup hidup hanya mengacungkan pistolnya untuk sekedar mengancamnya agar Yunmi tidak mencoba kabur.
" Kau sudah tertangkap Oh Yunmi, menyerahlah dan ikut denganku." ucapnya seraya menodongkan pistolnya di balik sorotan remang remang cahaya rembulan yang sedikit masuk kedalam bangunan itu.
tanpa Yunna ketahui bahwa Yunmi pun telah memegang pistol di tangannya.
" Tidak akan, aku tidak akan menyerahkan diriku begitu saja Park Yunna. aku yang akan menang, dan kau .... akan kalah " balas Yunmi di iringi dengan tawa kecil sebuah kemenangan.
" Apa maksudmu Oh Yunmi?" tanya Yunna.
Tiba tiba saja Yunmi menembakkan pistolnya dari jarak hanya sekitar satu meter.
Suara tembakan yang begitu nyaring dimalam hari itu pun terdengar hingga ke tempat dimana Jihyun bersama Inspektur Ahn yang masih mencari Yunna.
Entah mengapa suara tembakan kali ini terasa memilukan bagi Jihyun, padahal tak hanya sekali ini saja ia mendengar suara tembakan, bahkan berkali kali ia dengar maupun ia sendiri yang menembakkannya.
namun malam ini rasanya berbeda, jantungnya pun berdegup kencang.
" Letnan...! suara itu" ucap Inspektur Ahn.
" sepertinya dari arah sana! " sahut Jihyun sambil menunjukkan arah suara tembakan itu. merekapun bergegas menghampiri sumber suara tersebut.
Sementara Yunna, peluru itu pun tepat bersarang di dadanya.
sudah pasti peluru itu pun menembus jantung atau mungkin organ lain.
Tubuh Yunna pun tersentak mundur, Sesaat terkejut seperti tak ia rasakan apapun. tangannya yang meraba dadanya itu pun kini merasakan darah yang mengalir. Hingga tubuhnya pun perlahan lahan ambruk tak berdaya.
setelah berhasil menembak Yunna, lantas Yunmi mendekatinya dan berkata;
" Kau mengerti sekarang ? polisi sepertimu tidak akan bisa mengalahkan aku. dan aku pemenangnya" ucap Yunmi seraya pergi meninggalkan tempat itu.
...----------------...
__ADS_1
...****************...