SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)

SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)
Bab34.Memilihkan calon istri


__ADS_3

   Dua hari telah berlalu, kini Jihyun juga telah tinggal dirumah ibunya.


   Sore ini,  Lee Songjun bersama Minna berniat untuk menyambangi kediaman Ny.Sihe.


   mereka berdua sudah berteman sejak lama, dan juga sekaligus adalah rekan bisnis.


tak ketinggalan mereka juga mengajak Serin untuk ikut.


    "Ayah, kita mau kemana?


ibu juga membawa begitu banyak bahan makanan, seperti mau piknik " tanya Serin yang tengah duduk dibelakan kursi kemudi mobil ayahnya.


" Kita akan kerumah bibi Sihe, aku dengar dia baru saja dirawat dirumah sakit.!"  balas Songjun.


" em... bibi Sihe.? apa dia Presdir Yoon Sihe itu ? perusahan yang membantu merintis purusahaan ayah?" tebak Serin.


" kau benar sekali" jawab Songjun.


  *Yoon Sihe lah, orang yang telah banyak berjasa membantu ayah serin hingga bisa seperti sekarang ini.


    Maka dari itu, Songjun sudah menganggap Sihe bukan hanya sebagai teman dan kolega bisnis, namun juga seperti layaknya sauadara.


  Songjun yang merasa berhutang budi padanya itu selalu membantu Sihe dalam hal apapun sebisa  mungkin.  dan hari ini saat ia baru saja mendapat kabar tentang Ny. Sihe yang sakit , ia pun bergegas untuk menjenguknya. Minna juga sengaja membawa berbagai bahan makanan yang akan ia masak untuk makan malam mereka di rumah Ny.Sihe .


    Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, sampailah mereka di rumah yang cukup megah itu.


  " waah, rumahnya indah sekali"


celetuk Serin terpukau saat turun dari mobil .


" Benar, rumah ini sangat indah.


tapi apa kau tau? Ny. Sihe hanya tinggal sendiri dirumah sebesar dan seindah ini"


balas Minna seraya berjalan merangkul pundak Serin.


" oh ya...? apa dia tidak punya suami atau anak?" tanya Serin.


"dia sudah bercerai. dan putranya memilih tinggal di apartement."


" hoouh, kasihan sekali! pasti bibi Sihe sangat kesepian "


Obrol Serin dan Minna.


" sudah sudah, kenapa kalian ini malah bergosip saat sampai di depan rumahnya" timpal Songjun.


" kami tidak bergosip sayang. aku kan hanya bicara fakta." sahut Minna.


"Sudah ayo masuk!"


  


       Kemudian mereka bertiga sampai di pintu utama rumah Ny. Sihe, dan langsung disambut oleh sang pemilik rumah.


" Kalian sudah datang? kenapa tidak mengabariku lebih awal jika kalian akan kemari. aku bisa menyiapkan menu makanan untuk menjamu kalian  " ucap Ny.Sihe.


   " tidak perlu repot repot, Minna sudah membawa bahan bahan masakan untuk menu makan malam kita malam ini.  apa kau sudah sehat?" tanya Songjun.

__ADS_1


" tentu saja, aku sudah sangat sehat dan bugar. " Jawab Sihe.


"hai Minna, apa kabar ?


ei ... bukankah ini Serin? kapan kau kembali dari luar negri?  " sambutnya kembali pada Minna dan Serin.


" kabarku baik  kak Sihe ! "


" Bibi, senang berjumpa denganmu.


aku sudah beberapa hari kembali bi, aku bahkan sudah bekerja di kantor ayah "


ucap Serin memberi salam seraya membungkukkan badannya.


 


    " Benarkah? "


terakhir aku melihatmu kau masih  remaja, tapi sekarang kau bahkan sudah tumbuh menjadi gadis yang semakin cantik dan bahkan sudah bisa membantu ayahmu, kau baik sekali . aku iri pada ayahmu karena punya anak yang saaangat cantik dan juga penurut " ucap Sihe seraya menyentuh pundak Serin.


   " jangan terlalu memuji bi, aku bahkan belum apa apa"


" Jangan bicara seperti itu Sihe, ! kau juga punya putra yang sangat tampan dan juga hebat. pekerjaannya bukan pekerjaan sembarangan, dia bahkan berjasa menangkap banyak penjahat dan koruptor dinegara ini.


kau ini tidak bersyukur sekali."


Timpal Songjun mencibir.


   " Bukan begitu Songjun, tapi aku hanya ingin dia membantuku dan meneruskan bisnis peninggalan kakeknya ini. tapi tak kusangka jika cita citanya berbeda, dan diumurnya yang sudah 38 tahun ini, dia bahkan tak kunjung memberiku cucu." rengek Sihe.


    " Houh , kau ini! sudah sudah, tabahkan hatimu. ini adalah karma keegoisanmu, kau harus sabar menunggunya ya..." ucap Songjun meledek.


tapi setidaknya sekarang aku bisa sedikit lega, karena dia bersedia tinggal lagi dirumah ini untuk menemaniku " balas Sihe.


  " Oh Ya...?  kalau begitu bagus, itu saja sudah cukup. jangan menuntutnya berlebihan lagi"


Sahut Songjun.


  dan kini mereka melanjutkan perbincangan didalam ruang keluarga, sementara Minna dan Serin tengah terlihat sibuk  di dapur untuk menyiapkan menu masakan yang di bantu oleh salah satu pelayan dirumah ini.


   Banyak hal yang Ny.Sihe dan Songjun bicarakan, termasuk rencana mencarikan calon istri untuk putranya ,yaitu Jihyun. beberapa foto gadis gadis cantik serta berpendidikan ia perlihatkan satu persatu pada Songjun untuk dimintai pendapatnya.


   " Apa ini cara terbaik bagi putramu?


zaman sekarang ini para pemuda dan pemudi memilih pasangan mereka sendiri. kenapa kau harus menjodohkannya, kasihan dia. apa dia juga akan setuju?" ucap Songjun berpendapat.


" Dia sendiri yang mengatakan padaku agar aku melakukan apapun untuknya asalkan aku bahagia. bukankah dia manis sekali " sahut Sihe.


"apa...? aku tidak yakin putramu tulus mengatakannya. pasti karena dia terpaksa" balas Songjun.


   "Terserah apa katamu, sekarang berikan saja pendapatmu pada gadis gadis ini "


    Lantas mereka berdua melanjutkan pembahasan tersebut, yang tak sengaja didengar  oleh Serin dan Minna dari dapur.


karena memang letak ruangan tersebut hanya bersebelahan,meski ruangan yang terlihat luas , namun suara obrolan dengan jelas bisa terdengar hingga ke dapur.


    " Bagaimana rasanya menikah karena, dijodohkan? apa lagi tanpa cinta." gumam Serin dalam hati.

__ADS_1


   Setelah beberapa saat, Serin dan Minna telah menyelesaikan aksi memasaknya,sambil menunggu kedatangan putra Sihe, mereka kemudian juga ikut bergabung bersama di ruang keluarga. 


    Serin yang bosan mendegar obrolan para orang tua tentang perjodohan itu mulai merasa bosan. hingga akhirnya ia memutuskan untuk berjalan jalan dihalam belakang rumah itu. Halaman yang lumayan luas,  terdapat sebuah kolam renang serta hamparan bunga bunga mawar berwarna warni yang tertanam rapi.


   Meskipun  suasana malam hari, namun karena dikelilingi lampu lampu yang menyoroti taman serta hamparan bunga bunga mawar itu tetap terlihat indah.


    " Waaah,,malam hari saja taman ini terlihat indah, apalagi saat siang hari?" gumam Serin yang masih sangat menikmati kesendiriannya ditaman tersebut.


  Tak lama kemudian, Jihyun telah kembali.


" Aku pulang,..! " ucap Jihyun.


" Jihyun, kau sudah kembali. ! kemarilah, ada paman Songjun. kau masih ingat kan?" ucap Sihe.


" Oh, apa kabar paman, bibi !" ucap Jihyun memberi salam sambil membungkukkan badannya.


" kabar baik, ternyata kau masih ingat aku? sudah lama sekali kita tidak bertemu.


waow ,...! kau terlihat gagah sekali Jihyun.


Tunggu dulu, ! kau tidak terlihat seperti inspektur biasa! apa kau kini seorang komisaris.?" tanya Songjun yang melihat tanda lambang pangkat pada seragam yang Jihyun kenakan.


   mendengar ucapan Songjun, membuat Jihyun sedikit malu dan canggung.


" ahh,  ini ...! hanya sebuah lambang paman. apalah artinya ini." balas Jihyun


" Memang benar, hanya sebuah lambang pangkat. tapi lambang ini tidak mudah didapatkan jika bukan karena kerja kerasmu, kau benar benar hebat.


  selamat Komisaris Kim Jihyun " ucap Songjun yang terlihat kagum tersebut.


",Terimakasih paman" balas Jihyun.


    Lantas Jihyun menuju kekamarnya yang terletak di lantai dua untuk mandi , yang akan dilanjut dengan makan malam bersama.


   Setelah menyelesaikan rutinitas mandinya, Jihyun tak sengaja melihat seorang gadis dari balkon kamarnya.


" Gadis itu.... ? bukankah dia Lee Serin?.


Bagaimana dia disini,...? mungkinkan dia putri paman Lee Songjun." tebak Jihyun.


   Lantas ia memutuskan untul turun dan berniat menghampiri Serin.


    Saat ini Serin tengah asik menikmati keindahan serta harumnya bunga bunga mawar tersebut.


"Ini banyak sekali,... apa kira kira aku boleh memetiknya?" celetuknya dalam hati .


",hmm... wanginyaaaa,  serasa romantis sekali…!" imbuhnya lagi saat memegang dan mencium satu kutum mawar berwarna merah, dengan posisi berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tanaman tersebut.


   *Tiba tiba saja,!*


   " Memangnya apa hubungannya mawar dengan keromantisan?" ucap Jihyun yang sontak membuat Serin terperanjat mendengar suara seorang pria secara tiba tiba tepat dibelakangnya.


   Seketika Ia menoleh kebelakang, lalu mendongakkan kepalanya. hingga ia melihat wajah pria itu lagi, pria yang selalu hadir dalam mimpinya.


" Kau....! tuan Kim Jihyun?"


Ucap Serin terpaku.

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2