SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)

SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)
Bab17.Transaksi narkoba


__ADS_3

Yunna pun menunggu upacara itu hingga selesai. " terimakasih nona" ucap Yunna pada gadis remaja itu seraya mengembalikan tudung Mantilia itu.


" tidak perlu, ambil saja untukmu. darahmu bahkan sudah mengotorinya" balas gadis itu.  " maaf ! aku tidak sengaja. " sudahlah, lupakan saja" ucap gadis itu lalu kemudian pergi dari gereja tersebut.


   Kini waktu telah hampir senja, Yunna yang tangannya terluka itu terlihat sedang membalutnya dengan kain seadanya. lantas ia maraih ponselnya dan menghubungi Jihyun, namun jihyun tak kunjung menjawabnya, hingga panggilan ketiga masih tak ada jawaban.


" ayo letnan angkaaaat...!" ucap Yunna sedikit panik, lantas ia pun menghubungi inspektur Ahn. " tuut..  tuuut... tuuut! terangkat.


[ Hallo Yunna]


" oppaa,! aku menghubungi Letnan namun tidak ada jawaban. "


[ Mungkin ponselnya sedang tertinggal di mobil, sekarang kami sedang berada di rumah sakit]


" Apa yang terjadi?"


[ Henri....! ia ditemukan tewas dengan luka sayatan di leher ]


" apaaa…?" Yunna pun terkejut.


" mereka sudah membunuh Jenny, bahkan kini Henri!" gumam Yunna dalam hati.


[ Hallo Yunna,! kau masih disitu?]


"Oppa...! dengarkan aku, malam ada sebuah transaksi besar di pelabuhan xxxxx , segera pergi kesana cepat! aku akan coba mendatangi satu tempat lainnya di klinik pengobatan herbal"


[Apa ini,... aku tidak mengerti, bagaimana kau tau ?]  " aku akan jelaskan nanti!  cepaaat kesana, tidak ada waktu lagi!" balas Yunna lalu menutup panggilan telephonenya.


   Ia teringat akan flashdisk itu,


" mereka  pasti mencari ini ! itulah sebabnya mereka juga membunuh Jenny yang tak bersalah , dan kini mencariku karena benda ini " gumam Yunna.


ia memikirkan cara untuk menyimpan benda itu di tempat yang aman. " dimana harus kusembunyikan ...!

__ADS_1


  tiba tiba ia masuk ke dalam gereja itu, ia melihat ke segala arah mencari  tempat yang tepat untuk menyimpan flashdisk tersebut. hingga  ia melihat seorang biarawati, lalu ia pun menghampirinya.


" suster...! bolehkah aku meminta bantuan anda ?"  tanya Yunna.


" apa yang bisa aku bantu nona ?" balas sang biarawati itu bertanya diikuti dengan pandangan pada lengan Yunna yang di dibalut secuil kain dari robekan T-shirtnya.


" bantu aku menyimpan benda ini, aku akan segera kembali dan mengambilnya setelah urusanku malam ini selesai." pinta Yunna seraya mengulurkan barang itu kepada biarawati tersebut. 


" baiklah... aku akan menyimpannya untukmu!"  ucapnya menerima.


" terimakasih banyak atas bantuan anda suster.! aku harus pergi sekarang ?" pamit Yunna seraya membungkukkan tubuhnya memberi hormat dan hendak beranjak pergi. Namun biarawati itu menghentikannya, " tunggu sebentar nona, " panggilnya sehingga Yunna pun menghentikan langkahnya.  Biarawati tersebut mengambilkan sebuah sweater .


" pakai ini, sepertinya diluar lumayan dingin" ucapnya sambil menyelimutkannya pada bahu Yunna.


" sekali lagi terima kasih Suster, aku permisi "lantas Yunna pun segera pergi dari Gereja itu.


" semoga Tuhan memberkatimu nona!"


Ucap sang biarawati mendoakannya.


   Tak ingin berfikir sesuatu yang tak penting dan membuang waktu,  Yunna segera berlari dan mencari taxi.


Sementara Jihyun yang saat itu baru saja keluar dari sebuah kamar penyimpanan mayat dimana mayat Henri simpan.


" Letnan ! " panggil Inspektur Ahn.


" ada apa?"  tanya Jihyun.  "ini sangat penting, kita harus segera bergerak"  balas Inspektur Ahn , lantas ia menceritakan semua yang Yunna laporkan barusaja. " lalu dimana dia sekarang ?" tanya Jihyun.


" dia bilang akan mengawasi sesuatu di klinik pengobatan herbal yang pernah kami datangi" jawab Inspektur Ahn.


" apa itu ?" 


" entah lah, dia terdengar buru buru lantas mematikan telephonenya, aku rasa dia benar benar mendapatkan informasi dari sumber yang bisa dipercaya letnan."

__ADS_1


" Kau benar, pasti begitu ! kalau begitu kita segera pelabuhan sekarang" perintah Jihyun.


   Mereka pun lantas bergegas menuju ke pelabuhan tersebut.


Sesampainya disana, hanya Jihyun dan inspektur Ahn yang lebih dulu masuk secara sembunyi sembunyi dan berpencar dari sudut yang berbeda.sedangkan anggota yang lain menunggu perintah selanjutnya dari kejauhan.


Namun saat itu suasana terlihat sepi, tak ada pergerakan mencurigakan. Jihyun pun sudah menunggunya sekitar 20 menit lebih, namun tak kunjung ada yang datang. " apa kau melihat sesuatu" tanya Jihyun pada inspektur Ahn melalui alat walkie talkie. " belum Letan".


Mereka pun terus menunggu hingga satu jam lamanya. " Tidak ada apa apa disini".


saat Jihyun baru saja keluar dari tempat persembunyiannya, tiba tiba sebuah unit mobil box freezer pun datang bersama satu unit mobil tipe Hyundai. mereka semua terdiri dari enam orang, lantas  disusul datangnya sebuah kapal nelayan.


para awak kapal tersebut pun turun yang juga berjumlah enam orang dengan membawa dua koper pakaian besar berukuran 28 inch ,lalu salah seorang dari mereka membuka mobil box tersebut. isinya tak terlalu bnyak, hanya terdapat sekitar sepuluh kotak kardus berukuran sedang, kemudian mengeluarkan satu isinya. sebuah kardus yang berisi froozen food, namun ternyata di bagian tengah terdapat sebuah bungkusan yang dikeluarkan dari tumpukan barang tersebut. awak kapal itu menyayatnya dengan sebilah pisau lalu kemudian mencicipi menggunakan jarinya.


Tidak salah lagi, itu adalah obat obatan terlarang yang akan dijual kepada penadah dalam jumlah besar. sedangkan salah satu dari awak kapal membuka dua buah koper besar bawaan mereka tersebut lalu membukanya, isinya adalah uang tunai.


Jihyun pun lantas menghubungi para anggotanya untuk bergerak sekarang juga. kemudian ia dan inspektur Ahn keluar dari persembunyian mereka,


" waah.. ternyata ada jual beli disini " ucap Jihyun seraya mendekat.


" siapa kau?" tanya salah seorang dari mereka. "Aku...? orang yang akan menangkap kalian. kemudian para anggota Jihyun yang lain pun datang. mereka pun mencoba untuk kabur, kemudian terjadilah aksi saling baku hantam antara mereka sampai akhirnya merekapun berhasil dilumpuhkan. ke 12 tersangka tersebut di borgol dan akan segera dibawa ke kantor polisi, serta mengamankan semua barang bukti yang mereka dapat. Jihyun melihat bungkus obat terlarang itu, bentuk dan kodenya sama dengan yang Henri bawa.


" jadi kemungkinan Henri mengambil dari pihak pertama lalu di kirim oleh pihak ke dua secara berkala, yaitu salah seorang yang bekerja di rumah sakit itu. kemudian mereka mengedarkan sebagian dalam bentuk repack dan sebagian lagi dikemas sedemikian rupa untuk dijual lagi pada penadah dalam jumlah besar. kesimpulannya, seseorang dari rumah sakit itu adalah bandar narkoba atau mungkin ada bandar lain lagi. bagaimana jika semua kecurigaan Yunna benar?" batin Jihyun yang khawatir.


ia pun lantas teringat sesuatu.


" Yunna! bagaimana dengannya? apa tadi yang ia katakan padamu?" tanya Jihyun .


" klinik herbal yang tempo lalu" jawab Inspektur Ahn.


Jihyun meraih ponselnya lalu mencoba menghubunginya. namun Yunna tidak menjawab panggilannya.


" bagaimana kapten?"

__ADS_1


" dia tidak menjawabnya" balas Jihyun yang kemudian melihat GPS milik Yaraa telah aktif. " ini dia...!" sambil menunjukkan lokasi ponsel milik Yaraa pada peta GPS. " benar, itu alamat klinik herbal tersebut. apa ada transaksi lagi, ataukah hal lain ?" sahut Inspektur Ahn. tak menunggu lama, mereka segera bergegas menuju ke tempat itu.


__ADS_2