SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)

SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)
Bab 13.kekecewaan Yunna


__ADS_3

Pria itu bernama Henri Lau, berumur 28 tahun berdarah Korea china dan pernah berprofesi sebagai apoteker disebuah apotik ternama.


Jihyun pun mulai dengan berapa pertanyaannya, namun Henri tetap berbelit dan tidak mau mengatakan yang sebenarnya. hingga akhirnya Yunna yang tidak sabar akan bungkamnya Henri pun akhirnya masuk ke ruangan itu dan langsung mulai dengan pertanyaannya,


" Kau ... mengirimkan satu paket barang tersebut kepada Dr. Oh Yunmi, benar kan?" tanya Yunna.


" Park Yunna...!" Sahut Jihyun.


namun Yunna pun terus melontarkan pertanyaan yang menyangkut nama Yunmi.


Jihyun yang tidak terima itu lantas kembali menyahutnya.


"Hei... park Yunna! "bentak Jihyun.


ia seakan takut jika benar bahwa wanita yang ia cintai itu terlibat dalam masalah ini.


"Dengar inspektur park, biarkan aku yang menangani ini. aku tidak menyuruhmu masuk, jadi keluarlah !" perintah Jihyun.


lantas Yunna pun segera meninggalkan ruangan itu.


" brakk....!" Yunna menutup pintu itu dengan keras, lantas ia memilih untuk naik menuju atap kantornya itu. Tempat dimana dia bisa menghirup udara bebas karena sesaknya berselisih paham dengan ketua Timnya.


kali ini ia merasa bahwa ketua Timnya itu tidak kompeten. tidak sesuai seperti apa yang ia pesan padanya dulu. bahwa janga mencampuradukkan masalah asmara dengan tugas.


Namun kini ternyata justru Jihyun sendiri yang bersikap demikian. Dia seakan buta karena cintanya pada Yunmi.


Akan tetapi Yunna tetap yakin bahwa Yunmi ada dibalik kasus ini. "sial... sial... sial" umpat Yunna sambil menendangkan kakinya pada sebuah dinding pembatas diatap bangunan kantornya itu." Kim Jihyuuun...!aku akan membuatmu menyesalinya...!"


teriak Yunna.


Hingga tiba tiba saja terdengar suara petir. langit pun  mengumpulkan awan gelapnya, hingga turunlah rintik rintik air yang semakin lama semakin deras.


Namun Yunna yang masih kesal itu pun tidak beranjak dari tempatnya, sehingga derasnya air hujan kini telah membasahi tubuhnya.


   Setelah beberapa saat ia merasa hatinya sudah cukup tenang, yunna pun lantas turun dengan rambut serta pakaiannya yang basah kuyup.


"Yunna ... ! kau darimana? kenapa kau main hujan hujannan?" tanya Inspektur Ahn meledek.


    "Aku tidak main hujan hujanan,  aku hanya membiarkan tubuhku dibasahi oleh air hujan" balas Yunna juga dengan kalimat meledek.


  "waahh...kau sekarang mulai lebih pintar melucu rupanya" jawab Inspektur Ahn.


"Bagaiman dengan pria itu oppa? apa dia sudah mau bicara?"


  " Belum , dan sepertinya dia akan dipindahkan ke lapas malam ini."

__ADS_1


"Apa…? Kenapa ? tiba tiba sekali…! siapa yang memerintahkan ? bukankah  seharusnya kita tunggu dulu selama 24jam ?" ucap Yunna terkejut.


   "Komisaris yang memerintahkan, saat ini Letnan pun sedang ke ruangan komisaris untuk menanyakan hal itu". tutur Inspektur Ahn.


  " Apa apaan ini.,? tidak masuk akal"


gumam Yunna. dan setelah beberapa saat Jihyu telah kembali keruangannya, Yunna yang tidak terima atas perintah komisaris itu lantas masuk ke ruangan Jihyun denan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu .


" Letnan... Apa benar dia akan dipindahkan kelapas?" tanya Yunna.


" seperti yang kau dengar, itu benar !"


balas Jihyun.


" apa? Bukankah ini aneh sekali..? bagaimana mungkin!" ucap Yunna.


"Entahlah... tapi ini perintah komisaris, kita harus menjalankannya!" Balas Jihyun. "Houhh Ya Tuhan... !" hela nafas Yunna yang terlihat kesal.


   Dan malam itu juga ,Henri akan segera dipindahkan ke lapas atas perintah komisaris. sebuah mobil khusus tahanan sudah siap untuk mengantarkan Henri.


   Saat hendak masuk kedalam mobil itu , Henri dengan tangan diborgol serta digandeng oleh dua orang disini kanan dan kirinya. Yunna yang berpapasa dengannya, terus menatap lekat pada manik mata Henri yang sepertinya mengisyaratkan sesuatu. Hingga setelah henri sudah masuk kedalam mobil tahanan itu pun ia masih menatap Yunna, ia seperti mengunggukkan kepalanya pada Yunna.


   Penasaran akan hal itu,  tiba tiba saja ia berfikir jika mungkinkah sesuatu hal buruk akan terjadi , batinnya dalam hati. Tapi entahlah, itu hanya dugaannya saja.


     Begitu sampai ditempat itu, Yunna lebih memilih untuk duduk di meja paling depan, yaitu meja dimana salah seorang temannya Minhoo, pemilik cafe sekaligus Bartender atau peracik minuman dicafe tersebut.


"Kau terlihat lesu sekali Yunna,


Hei, keningmu terluka? " tanya minhoo.


" tidak apa, hanya terjadi sedikit kecelakaan tadi siang. Aku lelah sekali hari ini, buatkan aku minuman yang paling enak !" ucap Yunna.


"Apa kau sudah makan?" tanya Jihyun kembali. " aku akan makan nanti saja".


balas Yunna.


"Jangan biasakan dirimu sering telat makan, apa kau tau seorang polisi bisa mati bukan hanya karena tertembak, tapi juga karena penyakit lambung !" tutur minho dengan ocehannya.


Minhoo adalah teman Yunna semasa sekolah dulu, maka dari itu iapun faham bagaimana kebiasaan Yunna yang sering mengabaikan makannya.


 Lantas Minhoo dengan cekatan meracikkan minuman untuk Yunna, tak lupa dia juga memberikan sebuah cake untuknya.


" Taraaa... selamat ulang tahun" Minho yang menyajikan sebuah kue ulang tahun mini.


Makan ini, lebih baik dari pada membiarkan perutmu kosong dihari ulang tahunmu " ucap minho lalu disusul dengan segelas minuman Cocktaill  yaitu blackberry gin gimlet yang menyegarkan.

__ADS_1


  " Terima kasih minho,  ternyata kau selalu ingat ulang tahunku...!" balas Yunna .


" tapi kau tidak pernah ingat ulang tahunku, heuhh tidak adil !" balas minho.


"Maaf, aku kan sangat sibuk" Sahut Yunna seraya menenggak minumannya itu.


"waaow ...ini benar benar menyegarkan, kau memang paling hebat untuk urusan ini minho " puji Yunna.


"yaa... begitulah " Sahut minho dengan gaya ala superhero.


  Tak lama kemudian sebuah pesanan pun datang dari seorang pria yang duduk di ujung ruangan itu.


"Oppa... meja nomor 11 memesan dua porsi cake tiramisu, dia juga meminta cincin ini di selipkan didalam cake.


biasa... seseorang yang akan melamar kekasihnya!" ucap salah seorang pelayan pada minho.


Yunna yang mendengar pembicaraan itu pun penasaran dan ingin tau seperti apa cincin itu. " minho, biar aku lihat sebentar" sela Yunna sambil melongokkan kepalanya melihat cincin itu. "Waaah, indah sekali... romantisnyaa ...." ucap Yunna sambil mengerucutkan bibirnya.


"heuuu... apa kau juga ingin?" tanya Minho meledek. " Tidak... lagi pula siapa yang akan melakukan itu padaku?" gumam yunna cemberut.


" Tidak apa apa... kasih sayang tidak perlu harus seromantis ini, setiap orang punya banyak cara untuk menunjukkan kasih sayangnya." tutur minho. " apa kau juga pernah melakukan hal seromantis itu pada pacarmu?" tanya Yunna. " em... tentu saja , aku juga sangat ahli dalam hal itu. oh Iya...! bagaimana dengan ketua Tim yang pernah kau ceritakan padaku? bukankah kau menyukainya , kalau begitu coba katakan padanya." tutur Minho memberi saran.


" Aku sudah mengatakannya., "


" Lalu bagaimana jawaban dia ? dia menerimamu ?"


"Tidak, dia mencintai wanita lain !" jawab Yunna.


"Ya Tuhaan, jadi kau ditolak ? tidak apa, masih banyak pria diluar sana!" ucap Minho memberi semangat. tanpa ia sadari pria yang sedang mereka bicarakan adalah pria yang memesan cake dengan Cincin barusan.


Jihyun yang tampak sedang menunggu kedatangan Yunmi, dan akan memberinya sebuah hadiah berupa cincin berlian yang telah diselipkan didalam cake yang ia pesan tersebut.


Dan tak menunggu lama Oh Yunmi pun tiba.Jihyun yang melihat kedatangan wanita yang dicintainya itu lantas melambaikan tangan. Melihat lambaian tangan Jihyun, yunmi pun menghampirinya " Hai Jihyun, maaf membuatmu menunggu" ucap Yunmi.


" Tidak apa, santai saja" balas Jihyun.


sang pelayan yang melihat kedatangan


Yunmi itu lantas segera mengatakan pada minho yang sedang mengobrol dengan Yunna.


"Oppa... !" panggil pelayan tadi sambil menunjuk ke arah Jihyun dan Yunmi duduk. secara bersamaan Yunna pun juga ikut menoleh ke arah pelayan itu menunjuk. Terkejut !! ia tidak menyangka pria yang ia katakan romantis barusan adalah ketua Timnya ,yang juga adalah pria yang menolak cintanya. Terluka namun tak berdarah, serta hatinya kini yang bagai tersayat sebuah belati itulah yang ia rasakan saat ini.


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2