SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)

SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)
Bab 10. Pernyataan cinta


__ADS_3

Dan benar saja, Yunna yang memang tidak terlalu kuat minum pun akhirnya mulai terlihat wajah dan matanya memerah. Memang belum terlalu mabuk, dia masih bisa mengontrol dirinya.


   Hingga ia melihat Oh Yunmi yang sedang berdiri di samping


Komisaris, Ia pun menyalakan kamera ponsel dan memotret keduanya.


kemudian ia mengirimkan photo tersebut pada Tn. Kang Taehan.


Tak sabar menunggu balasan pesan dari Tn.Kang, ia segera menelphonenya.


panggilan telephone pun dijawab,


[ Hallo inspektur park.!]


" Aku mengirimkan sebuah photo,  bukalah tuan. !"


setelah beberapa saat,


" Benarkah dia anggota polisi yang kau maksud ?"


[ Benar sekali , dia orangnya ]


" Baiklah... terimakasih Tn.Kang!"


panggilan pun ditutup.


    Yunna pun memandang pasangan paman dan keponakan itu dengan pandangan memburu , ia semakin mencurigai mereka berdua ada hubungannya dengan kasus sindikat narkoba yang ia dan Timnya tangani kali ini.


  "Aku akan membuktikannya !"


tekat Yunna dalam hati, dan untuk ke sekian kalinya ia pun meraih kembali segelas minuman. kali ini adalah Wishky dengan kadar alkohol yang lebih tinggi.


Tak cukup hanya satu gelas, ia bahkan menenggak gelas ke dua.


Kini tubuhnya semakin tak terkontrol, ia terlihat sedikit sempoyongan saat berjalan akan pergi dari tempat itu tanpa mengatakan apapun pada rekan rekannya.


Jihyun yang kebetulan melihat Yunna berjalan menuju pintu keluar dalam kondisi terlihat mabuk pun segera menghampirinya.


" Yunna, apa kau akan pulang ?"


Tanya Jihyun.


" Ya ... aku lelah, aku ingin pulang saja!"


jawab Yunna , dan tak sengaja ia pun hampir terjatuh. Dengan sigap Jihyun pun meraih tubuhnya lalu menuntunnya.


" Lepaskan aku Letnan, aku masih bisa jalan sendiri !"


" Hei... jangan keras kepala, kau bahkan tak bisa berdiri dengan benar !" Sahut Jihyun mulai mengomel.


" aaah... sudah diam ! jangan mengomeliku, siapa kau ? kau bukan ibuku atau kakakku!" balas Yunna.


kali ini bahkan ia pun tak bisa mengontrol ucapannya.


" Apaa... Kau berani berteriak padaku..?


hei ... Inspektur Park Yunna ! kau lupa aku ini siapa?"

__ADS_1


" Siapa ... ? kau hanya ketua Tim yang suka berteriak dan memaki saat aku hanya melakukan kesalahan kecil , sombong sekali!"


" Kau ini benar benar...!" balas Jihyun.


Yunna pun tetap melanjutkan langkahnya dengan sempoyongan menuju mobilnya.


Meski kesal namun Jihyun pun tak mungkin membiarkan Yunna menyetir dalam kondisi mabuk.


Ia pun lantas mengambil kunci mobil milik Yunna dan membukakan pintu mobil sebelah kanan untuk Yunna , kemudian ia pun duduk di kursi kemudi.


" keluar kataku ... aku bisa pulang sendiri ,keluar Kim Jihyun ... !" rancau Yunna terus menerus.


" Hei ... beraninya kau ..! apa kau tidak bisa diam ?" Balas Jihyun masih tetap dengan omelannya.


Yunna pun akhirnya tertidur.


Saat dalam perjalanan menuju rumah Yunna, tiba tiba ponsel Yunna berbunyi


terus menerus. Jihyun yang penasaran pun akhirnya menghentikan  laju mobilnya untuk melihat siapa yang menelfone, ternyata panggilan tak terjawab sebanyak tiga kali.


Lantas Ibu Yunna pun mengirimkan sebuah pesan, Jihyun yang sudah terlanjur melihat ponselnya pun akhirnya terpaksa membuka isi pesan tersebut.


[ Yunna ... malam ini ibu tidak akan pulang, bibimu sakit dan tidak ada yang menjaganya.]


" Apa ...? lalu bagaimana aku akan mengantarkannya pulang?


apa aku antar saja ke kantor , biarkan saja dia tidur disana !


aah ... tidak mungkin !, haissst gadis ini merepotkan saja " gumam Jihyun memikirkan cara.


Sesampainya di tempat parkir apartmen, Jihyun pun mencoba membangunkannya, namun Yunna tak kunjung bangun.


" oooh...  ternyata kau sudah tidur pulas sekali hah , inspektur Park Yunna !"


Kemudian ia terpaksa menggendongnya hingga ke dalam apartmen.


Jihyun pun lantas merebahkan yunna di sofa ruang tamu.


Sesaat Jihyun memandangi  wajah lugu Yunna yang sedang terlelap dalam tidurnya , tanpa sadar ia pun tersenyum akan tingkah konyolnya saat mabuk .


" Dasar gadis kurang ajar !" gumamnya dalam hati.


Saat Jihyun  akan beranjak ,tiba tiba tangan Yunna pun meraih tangannya.


"Jangan pergi... Letnan " panggil Yunna dengan nada seperti mengigau.


" Aku juga ingin istirahat,  aku lelah saat menggendongmu hingga sampai kemari ! diam dan tidurlah disini malam ini, jangan berulah atau aku akan melemparmu keluar!" ancam Jihyun yang masih duduk disofa tempat Yunna berbaring.


   Ia pun melepaskan genggaman tangan Yunna dan berdiri, namun Yunna yang masih dalam keadaan mabuk itu pun lantas bangun dan memeluk tubuh Jihyun dari belakang.


" Aku mencintaimu.... !" ucap Yunna dengan mata sayu namun terlihat tulus


" apa ... ?" sahut Jihyun terkejut.


" Yaa... Aku mencintaimu Letnan Kim,


sejak awal bertemu denganmu aku sudah menyukaimu, tak peduli kau sering marah marah atau memakiku ,

__ADS_1


perasaanku tidak akan berubah.!" ungkap Yunna tetap dengan pelukan eratnya.


Jihyun pun hanya terdiam, dan tak tau harus berkata apa.


Mengingat kini Yunna masih dalam pengaruh alkohol, bicara pun tak ada gunanya.


Namun ia berfikir biasanya sesorang yang sedang mabuk justru mengatakan hal yang sebenarnya.


Lantas Jihyun pun melepaskan pelukan Yunna lalu berbalik dan memandangnya.


" Tapi maaf , aku tidak bisa membalasnya !"


" Kenapa …? " tanya Yunna.


" Aku mencintai wanita lain !" jawab Jihyun.


Kali ini Yunna pun terlihat setengah sadar dari mabuknya,matanya pun mulai berkaca kaca dengan terus memandangi wajah Jihyun.


Tak dipungkiri,  Jihyun juga melihat ketulusan dalam sorot mata Yunna. namun Ia harus menolaknya meskipun akan menyakitinya.


" Maafkan aku , Yunna!"


" Terima kasih... sudah mau mendengarkan ungkapan perasaanku ,Letnan Kim !" balas Yunna di iringi dengan tetesan air matanya.


Lantas ia pun menundukkan kepalanya lalu mundur.


" malam ini istirahatlah disini, tadi ibumu mengirim pesan bahwa ia menginap di rumah bibimu, jadi aku terpaksa membawamu kesini.!" ucap Jihyun seraya beranjak masuk ke kamarnya.


Yunna pun menganggukkan kepalanya.


   Setelah beberapa saat Jihyun pun keluar dari kamarnya dengan membawakan sehelai selimut.


Terlihat Yunna pun sudah tertidur., lantas ia menyelimuti tubuhnya lalu kembali ke kamarnya.


    Waktu pun kini sudah menunjukkan pukul lima pagi . Yunna yang sudah terjaga dari tidurnya sejak satu jam lalu , dengan bermacam macam fikiran tentang apa yang ia ungkapkan pada ketua timnya semalam.


Ia tau konsekwensinya, pasti akan sangat malu saat  Ia harus bertatap muka dengannya nanti. Namun ia tidak menyesalinya, setidaknya ia sudah merasa lega.


" aku rasa apa yang dikatakan gadis bersayap semalam ada benarnya,  mencintai itu hak setiap orang, termasuk mengungkapkan perasaan , aku berhak atas itu, dan dia berhak untuk menolaknya." Gumam Yunna.


   Beberapa jam kemudian Jihyun pun telah bangun dari tidurnya,


" apa gadis itu sudah bangun ? "


Ia lantas segera keluar dari kamarnya untuk melihatnya , namun ia tak menemukan keberadaan Yunna. Ia memperhatikan ruangannya yang sudah bersih serta terlihat menu sarapan yang sudah tertata di meja makan.


  Jihyun pun duduk dan menikmati makanan yang telah Yunna siapkan, karena merasa tidak enak hati atas penolakannya semalam ,lantas ia pun melihat ponselnya dan berniat untuk menghubunginya. namun Ia mengurungkan niatnya itu.


    Sementara Yunna yang sudah bersiap siap untuk kembali bertugas hari ini, ia pun tidak ingin berlarut larut dengan masalah cinta yang bertepuk sebelah tangan,  maka ia putuskan untuk tetap fokus dengan tujuannya untuk mengungkap dalang dibalik kasus sindikat narkoba kali ini .


   " aku harus menemukannya ! , aku harus menangkapnya!" gumam Yaraa bertekat.


...----------------...


...****************...


  

__ADS_1


__ADS_2