
Yunmi yang sedang menunggu kedatangan Jihyun didepan pintu gerbang rumahnya.
" Maaf... apa kau sudah lama mengguku ?" tanya Jihyun saat turun dari mobilnya.
" Tidak... aku juga baru saja selesai bersiap !"
" kalau begitu ayo .. "! ajak Jihyun seraya membukakan pintu mobil untuk Yunmi.
kali ini mereka berdua terlihat seperti pasangan kekasih yang akan pergi berkencan.
Sementara Yunna yang kini tengah berada didalam bus dan menikmati perjalanannya.
Ia terlihat sangat rileks hari ini, setelah beberapa hari bergulat dengan semua tugas tugasnya.
sesampainya di tempat yang ia tuju, ia pun berdecak kagum karena tempat ini .
Taman hiburan tersebut baru buka beberapa bulan lalu, tapi Yunna baru sempat mengunjunginya hari ini .
Disini terdapat berbagai macam wahana permainan serta tempat tempat romantis yang biasa dikunjungi pasangan pasangan muda.
Juga terdapat sebuah danau buatan yang indah serta hamparan tanaman tanaman bunga langka yang jarang dijumpai di taman taman lain.
Karena ini adalah akhir pekan , tempat ini pun tak sepi pengunjung.
Mulai dari anak anak, remaja ,hingga orang tua pun datang berkunjung ke tempat ini.
Yunna pun yang nampak asyik dengan senyum cantik dan gembira melihat lihat di keramaian tempat dijualnya berbagai macam barang barang unik dan lucu , disitu juga secara bersamaan Jihyun dan Yunmipun berada.
Dan akhirnya secara tidak sengaja Yunna dan Jihyun pun bertatap muka dengan jarak yang tidak terlalu dekat.
Raut wajah Yunna yang awalnya terlihat bahagiapun sontak berubah menjadi datar, ada sedikit rasa cemburu dalam hatinya yang untuk kedua kalinya melihat kemesraan pria yang ia sukai bersama sang wanita pujaan hatinya.
Tapi Yunna tidak ingin egois, mengingat dirinya bukan siapa siapa dan hanya seorang rekan kerja bagi Jihyun.
Tidak ingin berlarut dalam rasa yang tak seharusnya ia rasakan ,Yunna pun berusaha mengulum senyum lantas membungkukkan badannya memberi salam hormat pada kaptennya itu .
Jihyun pun hanya mematung dan hampir tak berkedip karena melihat Yunna hari ini. hingga suara Yunmi pun membuyarkannya.
" Jihyun lihat ini... lucu tidak !" tanya Yunmi sambil mengenakan bando berbentuk kuping kelinci pada kepalanya.
" ooh ya... lucu sekali " balas Jihyun .
dan setelah ia menoleh kembali ke tempat dimana Yunna berada, saat itulah Yunna pun sudah pergi dari tempat itu.
Yunna yang tak ingin berlama lama menyaksikan mereka berdua, akhirnya memilih menghindar dan mencari tempat lain .
Hingga ia pun terus berjalan menyusuri tempat tersebut dan melewati sebuah tempat unik dengan banyak pita merah yang diikat pada ranting ranting pohon.
__ADS_1
Lalu nampak seorang wanita paruhbaya mengenakan pakaian ala peramal yang sedang menata kartu kartunya berjejer diatas meja.
Yunna pun memperhatikan sesaat dan memutuskan untuk melanjutkan langkah kakinya melihat lihat tempat lain.
Tapi tiba tiba wanita itu memanggilnya
"Nona cantik ... apa kau tak mau mencobanya ?" tanya wanita itu.
Yunna pun menoleh kearah wanita itu,
" Aku... "! balas Yunna seraya menunjuk wajahnya sendiri ?
" yaa... kau ...! tidak ada orang lain lagi disini selain dirimu" jawab wanita itu santai sambil mengocok kartu kartunya.
Ternyata memang benar , tidak ada orang lain lagi selain mereka berdua di tempat itu.
Tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun, Yunna kemudian mendekati wanita itu lalu duduk pada sebuah kursi kecil di hadapannya.
Wanita itu pun meletakkan satu persatu kartunya dihadapan Yunna hingga sepuluh lembar kartu. Ia meminta Yunna memilih tiga diantara sepuluh kartu tersebut.
Lantas ia menuruti apa kata peramal itu dan mendapatkan tiga pilihan kartunya.
sang peramal itupun menjelaskan satu persatu arti kartu tersebut.
kartu pertama, Cinta... !
" Ada cinta yang tak terbalas dalam kartu ini, ! benarkan ? kau menyukai seseorang ? tanya sang peramal.
karena sebenarnya Yunna tidak pernah percaya akan sebuah ramalan, ia berfikir ramalan hanyalah omong kosong belaka.
Tapi hari ini setelah mendengar peramal itu menjelaskan tentang kartu pertama yang ia pilih hampir sama dengan yang ia alami saat ini, ia pun mulai sedikit tertarik dan penasaran.
Kemudian sang peramal itu pun melanjutkan kartu yang ke dua.
Kartu ke dua , Kematian .
",kau lihat ini nona ... ada malaikat dalam kematian "! tutur sang peramal itu membuat Yunna takut.
" Siapa yang akan mati nyonya ... ? maksudmu aku ?" tanya yunna dengan wajah polosnya.
" Mungkin saja ... !" balas peramal itu.
kemudian sampailah pada kartu yang terakhir.
kartu ketiga itu menunjukkan kelahiran, konflik dan cinta,.
Yunna yang tak mengerti akan maksud dari kartu tersebut pun hanya menggaruk garuk kepalanya.
" Nyonya ... bisa kau jelaskan lagi padaku lebih detail agar aku mengerti,
aku akan membayarmu double .. ya !"
__ADS_1
bujuk Yunna.
" nanti kau akan mengerti dan paham dengan sendirinya nona , sekarang bayar "! ucap peramal itu seraya menengadahkan tangannya.
Yunna pun hanya menguncupkan bibirnya lalu memberikan uang pada peramal itu. lantas peramal itu melepas satu ikatan pita dari ranting pohon dan memberikannya pada Yunna.
" ambillah sebagai kenang kenangan !"
kata peramal itu .
Yunna menerimanya lalu membungkukkan tubuhnya memberi hormat lantas ia pun beranjak meninggalkan tempat itu.
Ia terus melangkahkan kakinya santai sambil menatap pita tersebut dan terus memikirkan maksud dari kartu kartu yang ia pilih barusan.
Tak kunjung paham dan semakin dibuat penasaran, ia memutuskan untuk kembali ke tempat peramal itu berada .
Dan anehnya saat ia sampai di tempat itu , peramal itu tidak ada .
pita pita yang semula terikat rapi pada ranting pohonpun semuanya menghilang.
Ia pun bingung dibuatnya,
" Aku yakin sekali ini tempatnya... ! tapi kenapa semua hilang begitu cepat.,? apa jangan jangan aku yang salah jalan .. ! sepertinya tidak mungkin , ini aneh sekali !" ia pun mulai merasa merinding dan segera meninggalkan tempat tersebut .
Di satu sisi lagi Jihyun dan Yunmi yang juga sedang menikmati kebersamaan mereka, Tiba tiba suara panggilan Telephone dari ponsel Yunmi pun berdering.
Seorang Pria yang sedang duduk menghadap dinding kaca pada sebuah ruangan kerja itu menghubungi Yunmi untuk memberitahukan sesuatu.
Yunmi melihat nama yang tertera pada layar ponsel itu adalah paman ,Ia pun lantas menyingkir mencari tempat lain untuk mangangkat panggilan tersebut.
" Hallo paman ... !"
[ Barangnya akan segera sampai di tempatmu .! ]
" Baik paman ... "!
panggilan pun di akhiri .
lantas Yunmipun segera menghampiri Jihyun untuk berpamitan pulang lebih dulu.
" Maaf Jihyun ... aku ada pasien darurat , dan aku harus segera kesana .
apa tidak apa apa jika aku meninggalkanmu ?"
",ooh ... bagaimana kalau aku antar ,... ?"
Imbuh Jihyun.
" Tidak usah terimakasih, aku bisa pergi sendiri. !" Yunmi pun segera pergi dan terlihat terburu buru sekali.
Jihyun pun membiarkan Yunmi pergi, karena ia paham akan pekerjaan wanita yang ia sukai itu adalah dokter yang sewaktu waktu harus siap siaga melayani pasien yang membutuhkannya.
__ADS_1
^^^...^^^......****************......^^^...^^^