SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)

SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)
Bab 20. Kematian Yunna


__ADS_3

Terasa panas bercampur sesak didada serta rasa sakit yang sudah tak bisa diukirkan dengan kata, dunia yang ia singgahi kini serasa semakin menjauh darinya, dan rembulan yang awalnya bersinar kini nampak semakin redup. kurang lebih seperti itu lah yang Yunna rasakan saat ini.


   Tubuh yang semula energik selalu bersemangat dan tak kenal lelah, kini pun terkulai tak berdaya.


Ingin rasanya ia berteriak memanggil ibunya, seperti saat saat ia membutuhkan ibunya sewaktu waktu dulu.


" ibu... maafkan aku,! aku tidak bisa berada disisimu !" ucapnya lirih dengan buliran air mata yang mulai mengalir.


   Jihyun dan inspektur Ahn yang saat ini telah sampai di bangunan terbengkalai itu pun masuk kedalam.


tak ada lampu penerangan, hanya sorotan remang remang cahaya rembulan yang sedikit masuk dalam gedung itu. dengan berbekal senter ponselnya, ia pun menyusuri setiap sudut tempat itu.


" park Yunna...! apa kau disini?"


panggilnya.


mereka berdua pun berpencar,


saat itu inspektur Ahn berada dilantai dua, sedang kan Jihyun menuju lantai 3.


  Saat baru saja sampai, perhatiannya pun tertuju pada sebuah kilauan cahaya dari sebuah benda kecil yang terpantul oleh cahaya rembulan.


" Apa itu...?" batin Jihyun penasaran.


saat ia mendekati benda tersebut, betapa terkejutnya dia saat mengetahui benda apa itu.


" cincin ini…? bukankah ini cincin yang aku berikan pada Yunmi beberapa hari yang lalu.? Kenapa...., kenapa bisa ada disini?" gumam Jihyun dengan perasaan was was.


  awalnya Ia takut terjadi sesuatu pada Yunmi, namun disisi lain perasaannya pun takut jikalau Yunmi memang berkaitan dengan semua ini.


" Apa ada seseorang disini?" ucap Jihyun sambil terus megarahkan senter ponsel bersamaan dengan pistolnya.


    Lantas ia kembali menyisiri tempat itu, hingga ia pun menangkap sosok wanita yang sudah tergeletak dilantai.


" Yunna...!" panggil Jihyun.


  Dengan spontan ia pun melepaskan ponsel serta pistol dari genggaman tangannya, yang kemudian segera menghampirinya.


" Yunna... Apa yang terjadi " ucapnya seraya mengangkat kepala serta bahu  Yunna di pangkuannya.


" Yunna buka matamu... Yunna...!" Sambil memegang pipinya.


  Yunna pun masih sempat tersadar meski nafasnya kini sudah sangat berat.


" Letnan... !"  panggilnya dengan suara yang hampir tak terdengar lagi.


" Buka matamu, tetaplah sadar ! kita akan segera kerumah sakit" ucap Jihyun panik.


" Letnan...! panggil kembali Yunna dengan tangan yang memegang Jaket Jihyun.


" Maaf.....,  aku kehilangan dia,Oh Yunmi.

__ADS_1


aku kalah! " ucapnya dengan nada yang sangat rendah.


ucapan itu pun sempat membuat jantung Jihyun seakan berhenti, namun kini hal itu tidaklah penting. yang terpenting baginya saat ini ialah menyelamatkan nyawa Yunna yang tengah terluka parah.


" Jangan bicara apapun lagi, kita bahas ini nanti setelah kau diobati. aku berjanji akan mendengar dan mempercayaimu. kau mengerti." balas Jihyun yang terlihat sangat khawatir. " Sudah terlambat... letnan ".


    " tidak,  kau pasti sembuh" balas Jihyun kembali.


"Aku mencintaimu,…!" ucap Yunna diiringi tangan yang berlumuran darah itu kini naik menyentuh wajah Jihyun.


   Jihyun pun kini menatapnya sambil menangis terisak lalu mengangguk.


" Izinkan aku...., memilikimu di kehidupan yang lain " ucap Yunna yang terakhir kali. hingga sentuhan tangannya pun tiba tiba terlepas, serta mata yang semula berbinar kini telah terpejam.


   Melihat itu, Jihyun pun panik.


" Yunna... Yunna..  bangun ... Yunnaaa...! bangun kataku! ini perintah!!!  Yunna...!" teriak Jihyun dengan tangisan pilunya sambil memeluk tubuh Yunna.


   Inspektur Ahn yang mendengar suara Ketua Timnya itu pun lantas segera berlari menghampirinya.


" Letnan apa yang....!" kata katanya pun terhenti seketika saat melihat tubuh wanita yang bersimbah darah dipelukan sang ketua Tim.


" Yunna...!" ucap Inspektur Ahn yang kemudian bersimpuh disamping Jihyun.


     Malam ini , Kim Yunna! seorang anggota kepolisian. telah menghembuskan nafas terakhirnya dalam tugas.


    Saat ini mereka pun sudah berada dirumah sakit sebelum keluarga Yunna datang.


syok dan tak percaya lalu menangis sejadi jadinya melihat tubuh putri semata wayangnya kini tengah berbaring tak bernyawa.


   Di samping jenazah Yunna pun telah berdiri sosok Yunna yang tak terlihat oleh siapapun,ia adalah jiwa Yunna.  Ia berdiri dan terus menatap tubuhnya,


" aku benar benar sudah mati?, jadi hanya seperti ini akhirnya hidupku ! " ucapnya sambil tersenyum bercampur dengan air mata.


lalu menatapi ibunya yang duduk dilantai dengan tangisannya,


" ibu... sekali lagi maafkan aku ya.


aku janji akan bahagia, begitu juga dengan ibu, jangan sampai menangis begitu lama , aku benci mendengarnya. Aku menyayangimu ibu" ucapnya dengan tangan yang ingin menyentuh ibunya, namun itu tak bisa ia lakukan.


karena kini dia bukanlah raga yang konkrit, ia hanyalah jiwa atau ruh yang telah terlepas dari raganya.


    Sedangkan Jihyun yang berada diluar ruangan itu pun hanya duduk dilantai dengan pandangan kosong, serta telapak tangannya yang masih menggenggam sebuah cincin milik Yunmi yang ia temukan dilokasi kejadian Yunna tertembak.


Saat itu jiwa Yunna pun melihatnya lantas menghampiri pria yang ia cintai itu, " Letnan Kim, kau terlihat sedih , apa kau sedih karena kematianku? heihh, jangan pura pura,


kau bahkan selalu membentakku.!


tapi tidak apa, aku terima duka cintamu untukku.


dan tidak lupa juga, terimakasih telah mau mendengarkan ungkapan perasaanku. aku tidak menyesal karena pernah mencintaimu " ucapnya meski tak ada satu pun orang yang mendengar atau melihatnya.

__ADS_1


Yunna yang saat ini berusaha mengikhlaskan kematiannya. meski tak dipungkiri , sejujurnya ia tidak terima atas kematiannya. iapun mulai menangis tepat disisi Jihyun,


"Kenapa ini terjadi padaku secepat ini? Kenapa....? ini tidak adil...!" teriak jiwa Yunna.


Hingga tiba tiba saja seseorang menyahutnya. " Hei... jangan menyalahkan takdir! hidupmu sudah digariskan sampai disini!" sahut gadis tersebut . Mendengar suara itu, lantas Yunna pun menoleh pada sumber suara. ia pun terkejut dan kaget melihat sosok itu. " kau....! yang dicermin waktu itu, siapa sebenarnya kau ?" tanya jiwa Yunna.


" malaikatmu....!" jawabnya.


Sosok gadis malaikat itu menyerupai Yunna, berpakaian putih bulu burung dan mempunyai sepasang sayap.


" malaikat...?" balas jiwa Yunna yang terlihat bingung. " apa kau bingung" tanya malaikat itu.


Yunna pun hanya mengangguk.


" Apa kau tau jika semua manusia yang akan meninggal, mereka punya malaikat disisinya untuk membawa jiwanya pergi " balas sang malaikat.


" Benarkah ? kalau begitu kau juga akan membawaku pergi? .Jika memang begitu, lalu kenapa aku bisa melihatmu waktu itu saat aku masih hidup?"


" itu karena jiwamu terpilih untuk memilih " jawab malaikat .


" terpilih untuk memilih ? aku tidak mengerti" balas Yunna semakin bingung.


"jiwamu saat ini telah diberikan suatu pilihan, kau ingin pergi atau kau ingin tetap tinggal!"


"Apa boleh seperti itu? apa semua jiwa seseorang diberikan pilihan seperti ini?. tapi jika aku tetap tinggal itu artinya jiwaku tetap disini dan menjadi arwah gentayangan!" ucap Yunna berfikir keras.


" tidak seperti yang kau fikirkan …!


hanya kau yang di berikan pilihan.


dengar…! mungkin ada sebagian kecil yang sepertimu. namun sebagian besar , mereka akan di jemput malaikatnya sesaat setelah mereka menghembuskan nafas terakhirnya."


jawabnya menjelaskan.


" jika bukan menjadi arwah gentayangan lalu apa?


" tentu saja kau kan terlahir kembali, namun dengan raga yang berbeda. mungkin dengan itu kau bisa menyelesaikan urusan yang belum kau selesaikan dikehidupanmu sebelumnya " jawab malaikat itu yang juga mengetahui jika Yunna masih belum faham aka kata kata yang ia sampaikan.


" sudahlah... nanti suatu saat jika jiwa serta ragamu yang baru sudah menyatu sempurna, kau akan mengerti dan faham seiring berjalannya waktu. itupun jika kau memilih untuk tinggal" tutur sang malaikat.


Yunna yang masih berfikir itu pun terlihat masih tidak mengerti. namun ia teringat akan peristiwa yang menyebabkan ia tewas, sepertinya memang dia harus menyelesaikan semua ini.


"Sekarang katakan pilihanmu, !" tanya sang malaikat.


" Aku ingin, tetap tinggal !" jawab Yunna.


" Kau Yakin.!"


" Aku yakin...! jawab kembali Yunna dengan tegas.


*****************************

__ADS_1


__ADS_2