SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)

SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)
Bab 12. Meringkus pelaku


__ADS_3

Yunna pun keluar dari ruangan Ketua Timnya dengan wajah datar namun penuh gejolak. Rekan rekan timnya yang memperhatikan ekspresi wajah Yunna pun diam tak berani bertanya apapun.


Hingga inspektur Ahn pun menghampirinya.


"Apa yang terjadi sebenarnya Yunna? apa kau melakukan kesalahan ?" tanyanya pada Yunna.


" Aku rasa tidak ! namun dialah yang menganggap apa yang aku lakukan ini salah.


bagaimana menurutmu oppaa? jika aku mencurigai seseorang tak peduli entah itu teman,saudara,bahkan kekasih sekalipun, apa aku salah ?"


Tanya Yunna.


" Tentu saja itu sah sah saja, itu baru kecurigaan , dan kau harus membuktikannya. ! jawab Inspektur Ahn.


" Memangnya siapa yang kau curigai hingga ia membentakmu ?"Tanya Inspektur Ahn lagi.


" Apa oppa janji untuk tidak mengatakan pada siapapun sebelum aku membuktikannya ?"


"Tentu saja ... katakan!" balas Inspektur Ahn memelankan suaranya sambil menoleh kanan kiri .


" Dr.Oh Yunmi." Jawab Yunna.


"Apa... ? Hei Yunna, bagaimana kau bisa …?"


" Benarkan ? kau juga tidak terima aku mencurigai wanita itu! hahh.. sudah aku duga, sudahlah lupakan saja oppa, aku akan cari bukti sendiri !" Tutur Yunna kesal.


" Bukan begitu maksudku Yunna.. tunggu dulu ! Yunna...!" panggil Inspektur Ahn yang tidak digubris oleh Yunna.


Ia pun keluar dari kantor tersebut dan pergi mengendarai mobilnya.


" houh ... ya Tuhan gadis itu!" gumam Inspektur Ahn.


Saat di perjalanan , Yunna pun mendapat sebuah panggilan telephone dari Tn.Kang .


" Halo Tn.kang, apa ada informasi penting ?"


[ Inspektur Park, dengar! saat ini aku sedang berada di rumah sakit, Aku melihat seorang pria turun dari mobilnya membawa sebuah paket dan naik menuju lantai atas, namun aku tidak bisa mengejarnya karena aku sedang menurunkan barang barangku]


"Apa kau melihat jelas orangnya? "


[Ya , Dia memakai jaket warna hitam serta topi hitam dan menutupi mulutnya dengan masker ,aku akan segera mencari tahu ]

__ADS_1


" Baik lah, sebentar lagi aku akan sampai.!"


setelah selesai dengan barang barangnya,Tn. Kang pun mencari keberadaan pria tersebut. Hingga ia pun melihatnya telah sampai didepan pintu lift lantai delapan, tempat dimana ruangan Dr. Oh berada.


namun Tn.Kang tidak bisa memastikan pada siapa paket itu diberikan. kerena tidak bisa mengikutinya lebih awal serta bukan hanya Dr.Oh seorang yang berada dilantai tersebut , bahkan ada sekitar enam ruangan dokter disitu. Tn.Kang pun mengejarnya ,namun pria itu sudah lebih dulu masuk kedalam lift.


Tn.Kang yang tak ingin kehilangan jejak akhirnya memilih turun melalui tangga darurat.


Lantas ia pun kembali menghubungi Yunna.


[ Inspektur, dia hampir sampai di tempat parkir lantai B1 ]


"Baik ...!" jawab Yunna ,


sedangkan Tn.Kang yang kini sudah sampai di lantai B1 atau lantai bawah tanah tempat pria itu memarkirkan kendaraannya. mereka berdua pun secara bersamaan telah sampai di depan pintu lift B1F.


Tn.Kang yang tak ingin gagal menangkapnya itu pun terus mengejarnya, hingga ia berhasil menarik jaket pria tersebut.


Namun sialnya , pria tersebut lumayan pandai bela diri dan berhasil menangkis serta memukul Tn.kang hingga tersungkur. dengan cepat kurir itu pun lari menuju tempat mobilnya berada dan segera melajukan mobilnya tersebut. sayangnya Tn.kang tertinggal karena tak sanggup mengejar laju kendaraan tersebut.


akhinya Yunna juga telah sampai didepan pintu parkir bawah tanah rumah sakit tersebut sambil terus stanbay dengan earphone yang menempel pada telinganya.


[ Inspektur , dia keluar! sebuah mobil van berwarna putih ]


" Baik...!" balas Yunna.


Tak lama mobil itu pun keluar dengan jarak sekitar seratus meter dari posisi mobil Yunna. akhirnya terjadilah aksi kerja kejaran antara kedua mobil tersebut. karena melintasi jalan raya penuh dengan banyak kendaraan yang berlalu lalang, keduanya pun saling bersalipan tak beraturan hingga terdengar suara nyaring klakson mobil yang saling bersahutan. dan tak jarang Yunna pun hampir bertabrakan dengan mobil lain, namun dengan keahlian menyetirnya, Yunna pun dengan lihai berhasil menghindarinya.


saat itu bertepatan ada satu unit mobil polisi yang sedang berpatroli yang sempat melihat aksi tersebut, lantas dua anggota polisi itu pun mengejar kedua mobil tersebut.


Yunna juga sempat tertinggal jauh saat tepat berada di sebuah perempatan lampu merah, ia terpaksa menghentikan laju mobilnya, sedangkan mobil Van putih itu berhasil melaju jauh darinya. Namun tak berhenti sampai disitu, Yunna tak ingin menyerah secepat itu, iapun kembali melaju dengan kecepatan tinggi untuk menyusul targetnya itu.


Hanya tinggal sedikit lagi, namun tak disangka sebuah mobil truk terlihat melaju dari arah kiri sebuah perempatan jalan.


Dan Ciiiittt …! brakk …!


suara decitan rem dari mobil Yunna yang ia injak sedalam mungkin untuk menghindari tabrakan tersebut. Namun ternyata truk itu telah menghantam sedikit bagian depan mobil milik Yunna hingga mobilnya beputar lalu menghantam pembatas jalan. kepala Yunna sempat terbentur kaca mobilnya, tetapi Beruntung lah ia hanya mengalami cidera di keningnya yang tidak terlalu serius.


lantas iapun melihat keadaan mobil van itu yang ternyata sudah terbalik. tak ingin kehilangan pria itu, ia pun segera bergegas menghampirnya. dan hampir saja pria itu kabur setelah berhasil keluar dari dalam mobilnya yang sudah terbalik itu, dengan luka di kepala dan tangan serta kakinya yang terlihat pincang.


Dengan cepat Yunna menubruknya hingga mereka bedua terguling di badan jalan . mereka pun kini terlibat aksi perkelahian.

__ADS_1


meski terluka, namun pria itu masih bisa melawan dan memukul Yunna beberapa kali.


Beruntunglah setelah beberapa saat perkelahian sengit itu terjadi, Yunna berhasil melumpuhkannya. Ia pun memuntir kedua tangan pria itu lantas memborgolnya.


Dan bertepatan setelah itu , mobil polisi patrolipun telah sampai .


Sementara para anggota Tim Yunna yang mendengar kabar ini, mereka juga telah sampai , termasuk Jihyun sang ketua Tim.


Beberapa dari mereka memeriksa mobil tersebut dan mengambil semua barang barang yang ada untuk dijadikan bukti.


Kim Jihyun yang melihat Yunna sedang duduk dengan luka di kening serta hidung dan ujung bibir yang berdarah itu pun menghampirinya.


" Kau baik baik saja ?" tanya Jihyun.


" ya letnan, Aku tidak apa apa!" jawab Yunna sambil mengelap bibir serta keningnya yang berdarah.


" tapi kau terluka ,kita kerumah sakit sekarang untuk memastikan tidak ada cidera serius " ajak Jihyun.


" Tidak perlu, ini hanya luka ringan.


aku tidak akan mati hanya karena luka ini!" jawab Yunna lalu pergi begitu saja.


Nampaknya Yunna masih sedikit kesal dengan Ketua Timnya itu.


Hingga Inspektur Ahn pun datang melapor.


" Letnan ... kami menemukan beberapa paket!"


" Apa isinya...!" tanya Jihyun.


ia lantas melihat sendiri isi paket tersebut , sebuah bungkusan serbuk berwarna putih seperti cristal, iapun lantas mencicipi dengan ujung jari. ternyata adalah obat terlarang jenis shabu atau methamphtamine sebanyak sekitar 500 gram per kotak dengan total terdapat tiga buah kotak ,serta satu unit ponsel milik pria itu.


mereka pun mengamankan barang bukti tersebut serta meringkus pelaku untuk dimintai keterangan.


Sesampainya di kantor, pria itu lantas di tempatkan pada ruang interogasi. Kim Jihyun yang selaku ketua Tim tersebut masuk untuk memberikan pertanyaan lisan pada pelaku. dengan kamera pengawas pada sisi pojok atas ruangan. Para tim lain termasuk Yunna pun bertugas mengawasi dan serta merekam semua pembicaraan mereka dari kaca pengawas pada sisi depan ruangan tersebut.


...****************...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2