
Yunna dan Jihyun pun telah sampai didepan rumah Yunna.
" Terima kasih Letnan!"
ucap Yunna seraya turun dari dalam mobil.
Bertepatan sekali saat itu ibu Yunna yang baru saja kembali dari suatu tempat. Melihat putrinya diantar seseorang, iapun menghampiri mereka.
" Yunna, kau sudah kembali ?"
" Iya bu ... !"
Jihyun pun juga memberi salam kepada Ibu Yunna.
" Emm ... anda ini ...?" tanya ibunya.
" oh ... ini atasanku bu , Letnan Kim Jihyun" jawab Yunna memperkenalkan .
"Selamat malam Bibi ,,senang bertemu denganmu... !" balas Jihyun.
" Selamat malam Letnan.... !"
Yunna kenapa kau tidak ajak kapten Kim mampir dulu untuk makan malam bersama kita . hari ini kebetulan ibu masak makan malam yang enak. !"
" ahh Terima kasih bi ... mungkin lain kali ..."
" haioo... tidak usah sungkan ..! aku masak cukup banyak, bantu kami menghabiskannya ya ... !" pinta ibu Yunna.
" emm ... baiklah bi .!" karena merasa tidak enak menolak ajakan Ibu Yunna, Jihyuh pun mengiyakannya.
" Masuklah Letnan Kim , anggap saja rumah sendiri !" Ucap ibu Yaraa.
Mereka bertiga pun duduk dan menikmati makan malam yang ibu Yunna siapkan.
Saat mencicipi makanan tersebut , Jihyun pun merasa ini adalah masakan yang paling nikmat.
Mengingat dirinya yang saat ini tinggal sendiri disebuah apartmen mewah dan tidak pernah ada seorangpun yang memasakkan makanan untuknya.
Ia terbiasa makan makanan cepat saji atau memanggil Jasa delivery makanan.
Sebenarnya Jihyun adalah putra seorang pengusaha wanita sukses, serta ayahnya yang berprofesi sebagai seorang detektif swasta.
Keduanya bercerai sejak Jihyuh baru berusia 15tahun.
karena kesibukan sang ibu mengurus perusahaan , Ia pun tak sempat mengurus rumah serta anaknya.
Sedari kecil Jihyun diurus oleh sorang pengasuh.
Jihyun lebih menyukai profesi menjadi seorang polisi karena terinspirasi oleh pekerjaan sang ayah yang menyelidiki berbagai kasus dan menangkap para penjahat , ketimbang ia harus menjadi pengusaha seperti ibunya.
Meski sang ibu tidak setuju jika Jihyun menjadi seorang polisi , namun Jihyun tetap bersikeras hingga akhirnya sang ibu tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginan putranya.
Setelah berhasil menggapai cita citanya sebagai seorang polisi , ia pun memutuskan untuk tinggal sendiri disebuah apartmen miliknya .
Ia berfikir dengan tetap tinggal di rumahpun serasa sama dengan tinggal seorang diri karena ia pun jarang sekali bisa bersama sang ibu.
Malam ini saat ia makan malam bersama pasangan ibu dan anak yang terlihat sangat akrab itu, ia pun merasa iri akan kehangatan mereka berdua.
" Letnan ... bagaimana makanannya ?
apa anda suka?" tanya ibu Yunna.
"Iya bi ... masakan anda sangat lezat ,!"
jawab nya sambil malu malu .
" Benarkah ...? kalau begitu makanlah yang banyak !" imbuh ibu lagi sambil mengmbilkan lauk dan meletakkanny pada mangkuk Jihyun .
Jihyun pun dengan lahap memakannya.
__ADS_1
Hingga ibu Yunna pun memulai obrolan mereka kembali.
" Apa ibumu juga setiap hari memasakkan makanan untukmu,,!"
" aah... tidak bi , aku sudah tidak tinggal bersama ibuku.
saat ini aku tinggal sendiri.!" jawab Tae yeon sembari mengunyah makanannya.
" houuh benarkah ... tidak apa apa , kau tetap bisa mengunjunginya jika kau rindu kan ?"
Jihyun pun hanya mengangguk.
"Oh iya Letnan Kim ... apa Yunna bekerja dengan baik selama ini ? kalau dia bermalas malasan jangan sungkan memarahinya. !"
" aah ibu ... jangan ajak Kapten bicara terus , biarkan dia makan dulu ibu.
ibu ini cerewet sekali !" sambung Yaraa kesal.
" Aku ingin Letnan mengajarimu agar kau bisa menjadi polisi yang baik , itu saja .
benar kan kapten?" tanya lagi ibu Yunna.
"Benar bi ....!
Hanya terkadang dia sering bergosip dengan rekannya , tapi aku memakluminya karena kebanyakan wanita melakukan hal itu " !
jawab Jihyun sambil tersenyum meledek.
" Letnan Kim... jangan memfitnahku , kapan aku melakukan itu?" balasnya kesal.
" Benarkah ...?
hey..! dasar gadis comel, kenapa membawa kebiasaan burukmu dikantor polisi ?" sahut ibunya sambil memukulkan sumpit pada dahi Yunna.
" Tidak ibu, sungguh... !"
akhirnya merekapun terlarut dalam gurauan dan candaan.
Setelah mereka selesai makan malam
Jihyun pamit undur diri .
Ibu Yunna pun memberikan beberapa kotak berisi makanan.
" Letnan Kim ... terimakasih sudah mau mampir dan mencicipi masakan ibuku.
maaf jika ibuku terlalu banyak bicara !" ungkap Yunna saat mengantarkan Jihyun keluar.
" Sama sama , Tidak apa apa ... justru ibumu sangat baik ,!"
Tiba tiba ibu Yunna pun keluar menyusul mereka . Ia membawakan beberapa kotak berisi makanan untuk Jihyun.
" Letnan Kim ... bawalah ini, kau bisa menyimpannya di kulkas dan memakannya sewaktu waktu kau ingin."! seraya mengulurkan kotak tersebut.
" Tapi Bibi... ini banyak sekali, anda tidak perlu repot repot.!" balas Jihyun .
" Tidak apa apa kapten,ambillah ..!
Ibuku setiap hari memasak banyak makanan !" sambung Yunna.
Jihyun pun menerimanya , lantas ia pun beranjak pergi.
Saat Yunna sampai didapur untuk membantu ibunya berberes , iapun melihat bungkusan yang ibunya bawa beberapa waktu lalu.
Bungkusan itu berisi obat tekanan darah tinggi serta kolesterol yang sudah lama ibunya derita.
setiap tiga bulan sekali ibunya cekup ke dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit Yesang.
__ADS_1
Saat melihat obat tersebut , iapun melihat secarik resep dengan tanda tangan yang sepertinya tidak asing.
iapun mengingat ingat dimana ia pernah melihat tanda tangan tersbut.
Setelah beberapa saat Yunna pun teringat sebuah kertas yang ia temukan dilokasi mobil yang baru saja mereka periksa beberapa saat lalu.
Iapun segera beranjak ke kamar dan menggabungkan potongan kertas yang telah robek menjadi empat bagian tersebut.
ia mencocokkan kedua tanda tangan tersebut , dan ternyata hasilnya 99,9% itu adalah tanda tangan yang sama dan dari orang yang sama pula.
Pada resep obat milik ibunya itu tertulis nama dokter yang meresepkan obat tersebut, Yaitu dokter Oh Yunmi.
" Oh Yunmi , spesialis penyakit dalam.!kenapa seorang dokter menerima sebuah paket dari jasa pengiriman tanpa identitas jelas? barang apa itu?
apa hanya kebetulan saja ? "
Gumamnya penasaran.
Ia pun memutuskan akan mencari tahu esok.
sementara di tempat lain, Oh Yunmi yang sedang berada ruang kerja pribadi milik seorang.
ponselnya pun berdering , sebuah panggilan masuk dari Jihyun. segera ia mengangkat panggilan tersebut .
" Hallo... Jihyun !"
[ Hallo Yunmi... apa kau masih bekerja?]
" Yaa ... Jihyun , aku masih berada di rumah sakit. !" jawabnya berbohong.
[ ooh... kau pasti sangat sibuk !]
" Yaa begitu lah ... ! maaf yang tadi siang, aku terpaksa meninggalkanmu. !"
[ Tidak apa apa , aku faham akan profesimu. kau pasti juga sangat lelah.
jangan lupa makan tepat waktu dan sempatkan beristirahat. ]
Pesan Jihyun penuh perhatian.
Saat mereka masih bicara ditelfone, tiba tiba sang pemilik ruangan itu pun datang dan membuka pintu.
Seorang pria yang mengenakan seragam kepolisian dengan lambang pangkat tertinggi dalam jajaran perwira menengah.
" Aah Jihyun ... nanti aku akan menghubungimu lagi, aku sedang ada pasien !" balasnya sambil menutup panggilan telephone.
" Sepertinya kau dekat dengan Letnan Kim Jihyun ?"
tanya pria tersebut.
" ah.. iya paman , kami sudah berteman sejak masa SMA dulu.!"
" emm ... tapi ingat, kau harus tetap berhati hati padanya.
dia bisa saja berbahaya bagi kita!" ungkapnya memberi peringatan.
" Baik paman. !" balas Yunmi
" Apa kau sudah menyimpan barang itu ?"
" Sudah paman ...!"
" bagus... ! Rumah sakit itu lebih aman,
tidak banyak yang akan curiga kecuali orang dalam yang mengetahuinya.
pastikan jangan sampai ada seorangpun yang masuk kecuali dirimu.!"
" Baik paman, aku pastikan semuanya akan aman !" balas Yunmi meyakinkan pria yang ia panggil paman tersebut.
__ADS_1
...****************...