
Setelah Minho menyelesaikan pesanan tersebut,
" Berikan aku minuman yang lain, "
pinta Yunna.
" ok...aku akan buatkan Cocktail yang lain" balas Minho.
" tidak,aku mau wine saja, satu botol"
" apa...? satu botol kau bisa mabuk nanti"
ucap minho melarang.
"Tidak akaaan, cepat berikan! ini kan hari ulang tahunku, aku bahkan tidak memintamu mentraktirku, aku akan membayarnya. cepat berikan!" balas Yunna membantah.
" baiklah... baiklah...!" Minho pun akhirnya memberikan sebotol wine kepadanya.
Kembali dengan Jihyun dan Yunmi;
"Aku pesan tiramisu kesukaanmu, makanlah !" ucap Jihyun.
"Terimakasih, jawab Yunmi dengan senyum menawan.
ia pun mulai menyendok cake tersebut dan menyuapkan ke dalam mulutnya.
Tiba tiba… Yunmi merasa telah menggigit sebuah benda keras, ia pun memasukkan jari kedalam mulutnya dan mengambil benda tersebut. dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui benda apa itu.
" Apa ini ...?" tanya ini dengan mata berbinar menatap cintin itu lalu berganti menatap Jihyun yang tersenyum.
" Kau suka ...?" tanya Jihyun seraya mengambil cincin itu dari tangan yunmi,lalu membersihkan sisa sisa cake yang menempel pada cincin itu. Jihyun tangan Yunmi lalu memakaikannya pada jari manisnya. " Cantik sekali dijarimu" ucap Jihyun.
" Ini indah sekali Jihyun, aku tidak menyangka kau bisa seromantis ini !" balas Yunmi dengan senyumnya seraya memandangi cincin itu.
" Apa kau suka?" tanya Jihyun. Yunmi pun mengangguk dan tersenyum, dan mereka pun terlihat asik mengobrol.
Akan tetapi berbeda dengan Yunna yang lagi lagi harus menyaksikan pemandangan yang tak seharusnya ia saksikan lagi. semakin ingin melupakan, justru ia semakin sakit. namun apalah daya seorang Yunna, wanita yang tidak pernah ada dalam hatinya. Ia pun terus menenggak wine yang ia tuangkan dalam sebuah gelas kaca, gelas demi gelas serta setenggak demi setenggak hingga tetes terkahir tertuang dari botol itu.
"Ada sebenarnya denganmu hari ini Yunna?, apa pekerjaanmu sungguh membuatmu stress?" tanya Minho yang terlihat kasian pada temannya itu.
" Sudah lah, kau sudah habis satu botol, pulang lah !, aku pesankan taxi saja. aku tidak tetap tidak tega melihatmu seperti ini. kau tetap terlihat mabuk " perintah minho.
__ADS_1
" aku tidak terlalu mabuk, aku bisa pulang sendiri" balas yunna sambil mengelurkan dompetnya dan membayar minuman itu pada Minho.
" Tidak perlu , hari ini aku yang traktir.!" ucap Minho menolak bayaran Yunna.
" ambil saja, aku sudah bilang aku akan bayar!" balas Yunna dengan wajah yang semakin lesu. ia pun turun dari kursinya namun tak sengaja ia pun tersimpung kakinya sendiri, Lalu "brakk" ia hampir terjatuh namun seseorang telah lebih dulu menangkapnya.
" Yunna!" ucap Minho kaget melihat Yunna yang hampir jatuh dan menabrak seseorang,lantas segera menghampiri Yunna dan akan membantunya.
" Maaf Tuan, dia tidak sengaja, temanku sedikit mabuk!" ucap Minho seraya memegang Yunna. " lepas minho, aku bisa berdiri sendiri ! sahut Yunna.
ia pun juga meminta maaf pada pria itu.
"Maaf Tuan,!".
" Kau disini ? inspektur Park." balas pria itu.
Mendengar suara yang tak asing ,Yunna pun mendongakkan kepalanya.
" Letnan Kim !,
ternyata adalah Jihyun yang saat itu akan menuju kamar kecil.
"aah ya.... Aku mampir sebentar kesini.!" jawab Yunna.
" Apa kau mabuk ? " tanya Jihyun.
"tidak !" jawab Yunna menggelengkan kepalanya sambil menunduk.
" Maaf Tuan, biar aku antar dia dulu ke depan" sahut Minho.
" ya silahkan !" balas Jihyun.
Minho pun menggandeng Yunna dan mengantarkannya keluar .
" Jadi dia pria itu? ketua Timmu?" tanya Minho. Yunna pun hanya mengangguk.
"Ommoo... jadi karena itu kau lantas mengbiskan sebotol Wine?
Houhh , seharusnya kau katakan lebih awal padaku. Aku akan menggangti cincin itu denhan batu !" tutur Minho.
" Kau ini apa apaan…! ternyata kau jahat juga" balas Yunna.
__ADS_1
" Aku tidak jahat, tapi setidaknya agar kau bisa sedikit tertawa menyaksikan mereka.! dengar Yunna, aku tau kau sangat sakit. tapi aku tidak ingin kau terus menerua berlarut dalam kesedihan , lupakan dia ya...! sekarang pulanglah." ucap Minho sambil memegang pundak Yunna.
" aku tau... ! aku pulang, bye!" seraya melambaikan tangannya. Yunna pun akhirnya kembali ke rumah. semsampainya di rumah , iapun sudah disambut oleh ibunya yang telah menunggunya pulang sejak lama.
"Aku pulang.....!" sapa Yunna yang baru aja masuk.
" anak ibu sudah datang? " sambut ibunya.
" Ommoo, Yunna kau terluka ?"
"Hanya luka kecil bu,… bukan apa apa bagi seorang polisi " balas Yunna.
" hmm... kau sombong sekali. !
kemari!" pinta ibunya seraya mendudukkan Yunna diatas sofa. Lantas ibunya membuka sebuah kotak berisi gelang benang merah dengan manik manik berwarna biru bergaris emas.
" pakai ini," ucap ibunya seraya memakaikan gelang tersebut . " ini indah sekali ibu, dari mana ibu dapat gelang ini?" tanya Yunna sambil tersenyum melihat keindahan gelang tersebut.
" Ibu dapat dari seseorang nenek nenek yang tidak sengaja bertemu dijalan , ibu mengantarkan dia pulang ke rumahnya karena terlihat keberatan membawa barang barangnya.
sesampainya ibu di tempat tinggalnya, tak terasa kami malah keasyikan mengobrol. hingga akhirnya dia memberikan gelang ini pada ibu, dia bilang gelang ini gelang keberuntungan dan bisa melindungimu" tutur ibunya
menceritakan.
"benarkah? apa ibu percaya tentang hal hal seperti ini?"
" em... percaya tidak percaya, karena terkadang memang ada banyak hal yang tidak bisa dijelaskan secara logis didunia ini. tapi itu memang benar adanya, meskipun kita tidak pernah melihat atau mengalaminya sendiri!" balas ibunya.
" jadi begitu,..?" jawab Yunna .
"kurang lebihnya seperti itu, tapi kau harus ingat.hidup dan mati kita itu Tuhan yang megaturnya, namun jika Tuhan sudah berkehendak, maka tidak ada sesuatu yang tidak mungkin didunia ini. termasuk cinta, kita juga diberi hak untuk mencintai tapi belum tentu berhak untuk memilikinya." tutur kembali ibunya.
" ooh, jadi... jika aku mencintai seseorang dan aku tidak bisa memilikinya, berarti aku harus menganggap bahwa itu bukan hakku" gumam Yunna sambil berfikir.
" begitu juga boleh, ! mengiyakan kata kata Yunna." kenapa... apa yang kau maksud itu Letnan Kim?" tanya ibunya. " begitulah...! aku mau mandi dan tidur bu. selamat malam ibuku " balas Yunna sambil mencium pipi ibunya.
" selamat malam putriku .!"
Yunna pun lantas merendamkan tubuhnya ke dalam bak mandi, dengan sabun beraroma tetapi yang menenangkan, hingga tak terasa ia pun memejamkan matanya. awalnya ia merasa tenang dan damai dalam tidurnya, namun setelah beberapa saat ia terlihat gelisah dalam tidurnya.
Tiba tiba , " Dorrr....!! " suara tembakan yang memecah keheningan malam, yang membuyarkan burung burung yang hinggap pada ranting dan dahan pohon. Tembakan yang melesatkan peluru tajam pada dadanya.
__ADS_1
" aaaaa....!" teriak yunna. ia pun terbangun dengan nafas terengah engah. Mimpi yang sama, namun kali ini semakin terlihat jelas. ia bahkan merasa itu seperti nyata, rasa sakit oleh tembusan peluru pun bisa ia rasakan. hingga ia pun meraba dan melihat dadanya. " Ya Tuhan , aku mimpi itu lagi" gumam Yunna ketakutan. iapun segera membilas tubuhnya,serta beranjak kembali ke kamar lalu menenggak sebotol air putih. mengingat mimpi itu , lantas iapun tak berani memejamkan matanya.