SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)

SECOND LIFE (Kehidupan Ke Dua)
Bab35. Mawar berduri


__ADS_3

" Kita bertemu lagi, nona Lee Serin" balas Jihyun.


  "Tuan Kim, bagaimana anda bisa di.... sini ?" Ucap Serin yang kemudian perlahan terhenti saat ia sudah bisa menebak siapa Jihyun.


" ini rumah ibuku,, jadi aku disini untuk menemaninya!


dan kau... ternyata kau putri paman Lee Songjun !" ucap Jihyun.


"Ya, anda benar !" mereka berdua seraya tersenyum.


" sedang apa kau disini? kenapa tidak ikut bergabung bersama  mereka didalam? "


"Aku hanya, jenuh saja mendengar para orang tua membicarakan tentang perjodohan. aku rasa karena aku kurang menyambung tentang hal hal seperti itu. jadi aku keluar untuk melihat lihat halaman rumahmu tuan Kim.


dan ternyata disini indah sekali.... ada banyak bunga mawar" ucap Serin kagum.


   " perjodohan siapa yang mereka bicarakan ?"


",tentu saja perjodohanmu tuan.


apa anda tidak tau?" tanya Serin heran.


",aaah,  itu ! sebenarnya ...!"


"Tidak apa apa tuan, tidak perlu malu."


balas Serin menahan tawanya.


    " kenapa ? apa kau meledekku" tanya Jihyun.


"tidak, bukan begitu...!


em... tapi... sebenarnya aku hanya sedikit heran. kenapa pria setampan dirimu harus dijodohkan? apa tuan Kim tidak punya pacar ?" ucap Serin dengan pertanyaan.


" tidak punya! "


"apa menurutmu aku tampan ?"


" tentu saja, kau ini tampan sekali tuan Kim! bagaimana mungkin kau tak sedikit pun menyadarinya?" tanya Serin blak blakan .


   Melihat ucapan Serin dengan ekspresi polosnya itu membuat Jihyun seketika tersenyum.


"nona Serin... !"


" ya !"


berapa umurmu? " tanya Jihyun.


" umurku? tahun ini aku genap 23 tahun. memangnya kenapa ?"


" tidak,...! aku hanya teringat seseorang. mirip sekali sepertimu, cara bicaramu yang singkat padat dan jelas." balas Jihyun.


   Entah mengapa ia melihat sosok Yunna dalam diri Serin. Matanya pun seperti mata milik Yunna,,yang ia sadari sejak pertama kali bertemu dengannya di bandara beberapa waktu lalu. memikirkan hal itu, tak terasa Jihyun berlarut dalam sebuah lamunan sesaat. " Letnan Kim " panggilan yang selalu Yunna ucapkan padanya.


hingga suara Serin tiba tiba  membuyarkannya. 


" Tuan Kim,.." panggilan Serin seraya melambaikan tangannya tepat di depan mata Jihyun.


"ya...!" balas Jihyun.


" ada apa? kau terlihat melamun ? apa mungkin aku mengingatkanmu pada seseorang yang sangat penting bagimu ?


hahh ommooo... jangan jangaaan! "


" em... temanku. dia temanku yang sudah lama kami tidak berjumpa !" timpal Jihyun.


    dan kemudian mereka pun menjadi asik mengobrol. mereka bercerita tentang sepenggal profesi mereka masing masing. dan tak jarang sebuah tawa ringan terjadi antara mereka. 


   "Oh iya tuan Kim, apa aku boleh memetik beberapa tangkai mawar itu untuk aku bawa pulang?"


" tentu saja, kau bahkan boleh mengangkut semuanya. aku rasa ibuku akan mengizinkannya "


" memangnya aku ini pengangkut barang? " balas Serin mencibir.8


Jihyun mengangguk dan berkata,


" setidaknya mawar itu bisa menambah suasana romantis bagimu, mungkin kau akan sangat menjadi merindukan kekasihmu, ehm " sambil mengalihkan pandangannya ke lain arah.


" kekasih... aku tidak punya !"


" benarkah...? zaman sekarang para gadis remaja saja punya kekasih, kenapa kau tidak ?"


Mendengar ucapan Jihyun yang meledaknya itu, lantas membuat Serin sedikit kesal.

__ADS_1


" ooooh,.. lalu bagaimana denganmu tuan Kim, kau bahkan sudah terlihat dewasa, tapi kenapa tidak punya pacar ? pemuda remaja saja punya pacar!" balas Serin sambil meliriknya.


" Hei... kau!"


" apa... apa...? kau yang mulai duluan".


Hingga mereka berdua terlibat aksi saling mencibir.


Kemudian tanpa menunggu lama, Serin segera kembali berjongkok untuk  memmilih tangkai mawar yang akan ia petik .


" Hei,.. apa yang kau lakukan? ada banyak duri di tangkainya.


biar aku ambilkan gunting tanaman "


ucap Jihyun.


" Tenang saja, aku akan berhati hati!"balas Serin.


saat Jihyun baru saja akan beranjak ,


tiba tiba saja " Auw...!" pekik Serin dan seketika berdiri sambil memegang jarinya yang tertusuk sebuah diri mawar.


"Benar kan...!" timpal Jihyun


seraya berbalik badan menghampirinya.


" kau lihat ini...! baru saja aku katakan, kenapa kau ini tidak sabaran  sekali" omel Jihyun yang sepontan meraih tangan Serin lalu menekan  darah yang keluar dari jari telunjuknya itu dengan ujung t-shirtnya.


    Dan saat itulah, kedua gelang benang merah yang mereka berdua miliki itu masing masing mengeluarkan kilau cahaya secara bersamaan tanpa mereka ketahui.


  


" kau ini ceroboh sekali ! memotong tangkai mawar itu, harus menggunakan gunting tanaman agar tidak meluakai tangan. apa kau tidak tau itu ?" tanya Jihyun.


" maaf tuan Kim, " balas Serin salah tingkah dengan sikap Jihyun. 


Ia hanya menunduk dan tak berani menatapnya.


   Dari sudut lain, Ny. Sihe yang telah selesai dengan pembahasan bersama Songjun tentang foto foto calon istri untuk Jihyun itu, memutuskan untuk memanggil Serin kembali kedalam karena saatnya makan malam.


   Namun tak disangka, ia disuguhkan oleh sebuah pemandangan yang membuatnya seketika menyunggingkan sebuah senyum.


  Menyaksikan kebersamaan putranya dengan Serin itu, terlintas sebuah ide cemerlang dibenaknya.


kemudian ia menghampiri mereka berdua,  "ehm... kalian disini rupanya !" ucap Ny. Sihe.


Serin dan Jihyun sontak menoleh pada sumber suara.


" ibu...!" sahut Jihyun.


" Kalian seperti terlihat sudah saling kenal sebelumnya, benarkan ?" tanya Sihe menelisik.


" iya bi, kami pernah bertemu dan berkenalan beberapa hari yang lalu di restoran ibu.


" oh ya... baguslah kalau begitu!


Serin tanganmu kenapa? "


Jihyun yang baru menyadari jika ia masih memegang tangan Serin itu lantas dengan segera melepaskannya.


" tidak apa apa bi, hanya tertusuk duri. lalu tuan Kim membantuku " jawab Serin sedikit malu malu.


" houh, kenapa tidak hati hati !. "


" dia memang ceroboh bu, sudah aku katakan akan mengambilkannya gunting tapi dia tidak sabar" imbuh Jihyun.


" dia kan hanya lalai sedikit saja Jihyun... ! kalau begitu ayo, kita masuk dan makan malam. bibi sudah sangat lapar.


Dan kemudian mereka masuk kedalam, lalu dilanjut dengan makan bersama. obrolan obrolan hangat juga terjadi diantara mereka berlima.


Panggilan Tuan pada Jihyun pun masih tetap dilontarkan oleh Serin.


  " Serin, kenapa masih memanggilnya tuan? itu terlihat formal dan canggung sekali. mulai sekarang kau harus panggil dia oppa!" pinta Ny. Sihe.


" ibu... ! ibu ini apa apaan, jangan memaksanya. biarkan dia memanggilku apa saja yang dia sukai. benarkan nona Serin ?" timpal Juhyun.


Serin menjawabnya dengan senyuman canggung.


"memangnya kenapa? panggilan oppa itu tidak ada buruknya. Kau juga bisa memanggilnya dengan namanya saja, karena usiamu lebih tua darinya, benarkan Serin?" sahut kembali Ny. Sihe.


" iya bi... ! kalau bigitu baiklah, aku akan panggil tuan Kim dengan panggilan Oppa" ucap Serin.


" naaah,,begitu baru terlihat akrab dan enak didengar" ucap Sihe.

__ADS_1


Serin yang adalah gadis periang itu kini nampak tak lagi canggung, terhadap Ny. Sihe maupun Jihyun.


Cara bicara yang ceplas ceplos dengan ekspresi santai namun berkelas itu membuat ibu Jihyun sangat menyukainya.


Setelah Songjun beserta keluarganya pulang, Ny.Sihe yang masih terus memikirkan calon istri untuk putranya itu , akhirnya dia yakin untuk menjodohkannya dengan Serin.


Namun niat itu belum ia sampaikan pada Songjun,


" Besok aku akan bicara berdua dulu dengan Lee Songjun. mudah mudahan dia menyetujuinya. " batinnya dalam hati.


Sementara Jihyun yang kini tengah merebahkan tubuhnya di atas ranjang, juga nampak menyunggingkan Senyum sekilas sambil memandangi gelang yang melingkar ditangannya.


"Saat berbincang dengan Serin, kenapa aku merasa seperti sedang berbincang denganmu Yunna. sedalam itukah rasa bersalahku padamu, atau mungkin... aku merindukanmu ? maafkan aku, Yunna ! "


Ucapnya dalam kesendirian.


Namun disisi lain, ucapan itu tiba tiba terdengar di telinga Serin yang saat itu tengah berada di kamar mandi dibawah kucuran air yang mengguyur kepala hingga tubuhnya.


" Maafkan aku, Yunna !"


Suara yang terdengar lirih dengan ketulusan namun sanggup menusuk hatinya itu sontak membuatnya terperanjat. seperti suara pria yang baru saja ia temui, ia lantas mematikan aliran air tersebut.


" Siapa...? celetuknya yang seketika bingung dan melihat berbagai sudut kamar mandi.


" ada apa lagi denganku ini ? kenapa semakin lama aku seperti berhalusinasi ? bagaimana jika ternyata aku ini bukan hilang ingatan, tapi gangguan kejiawaan!


houhh ya Tuhaan...!" ucapnya panik serta takut, Ia juga mulai berfikir hal yang tidak tidak.


Lantas Serin teringat bahwa ia baru saja bertukar nomor ponsel dengan Jihyun , lalu dengan segera ia meraih ponselnya dan menekan nomor tersebut.


"Tunggu dulu, apa yang harus aku katakan padanya? houhh, aku malu sekali. tapi aku penasaran !


baiklah,.. tarik nafas , tenang , huffft."


Kemudian ia memberanikan diri menghubunginya, hanya untuk memastikan sesuatu.


" Tuuut.. tuuut... tuuut.."


panggilan diangkat.


[ hallo...!]


"Ha.. hallo...Tuan Kim, ah.. maksudku Oppa..!"


[ kau... Serin! kalian sudah sampai dirumah?]


"em... yaa! kami sudah sampai sejak tadi.


eeh...... maaf oppa ! aku hanya ingin... ! em... minta izin memetik semua bunga mawarmu seperti yang kau katakan padaku saat di taman tadi. " ucapnya begitu saja saat bingung harus berkata apa.


Lalu terdengar suara gelak tawa Jihyun dari dalam sambungan telephone itu.


[ jadi itu...? baiklah, ambil semua yang kau inginkan]


" ooh, terimakasih oppa. kalau begitu sudah dulu ya, bye oppa!"


dengan segera Serin menutup telephonenya.


" memalukaaan, aku menghubunginya hanya untuk membicarakan bunga mawar! emmmmmm... " rengeknya mengumpati dirinya sendiri.


"Tapi benar, suara itu! suara yang sama.


ada apa sebenarnya antara aku dan Jihyun?. aku tidak bisa hanya mengabaikannya saja, aku harus mencari tahu sesuatu. jika tidak, mungkin aku akan benar benar gila karena rasa penasaranku ini selama ini." tekat Serin.


Tak berbeda jauh dengannya,


Jihyun yang merasa sedikit heran itu juga menggumam.


" ada apa dengan gadis ini...? aneh sekali, tapi lumayan menggemaskan."


sambil tersenyum memandangi layar ponselnya.


...----------------...


...****************...


\*Jihyun Oppaa\*😁🥰


Hayuuk, siapa yang mau bantu nyuci seragamnya?😁😁



...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2