SEHANGAT KOPI SUSU

SEHANGAT KOPI SUSU
Enam


__ADS_3

Nyatanya aku sempat baper akan kata-kata Agarish pagi itu sewaktu di taman. Beberapa hari ini juga dia lebih sering negur aku dibanding biasanya.


Oke aku anggap itu sebagai usaha dia untuk menjadi normal kembali. Jelas aku hargai.


Aku juga sekarang sudah mulai disibukkan dengan pembukaan cafe. Sebelum resmi dibuka, aku masih harus mengajari beberapa koki untuk memasak makanan khas negaraku di dunia dahulu.


Hingga saat ini semua berjalan lancar. Semoga saja hingga seterusnya begitu.


"Selamat pagi" sapaku pada Agarish dan juga para pelayan yang sedang berada diruang makan.


"Selamat pagi" jawab Agarish dengan sedikit senyuman. Gapapa, besok-besok semoga dia lebih lebar memberikan senyum padaku.


Baru juga hendak memakan sarapan seseorang muncul di ruang makan.


"Selamat pagi pak dan juga nyonya" aku memutar kepala hendak melihat sumber suara. Seketika nafsu makanku hilang.


"Ayo duduk Bram, kita sarapan bersama"


Iya, itu Agarish yang ngomong. Dan kampretnya dia memberikan Bram senyuman yang begitu manis beda dengan senyuman yang hanya segaris ia berikan padaku.


Aku menggeram. Kesal sekali. Kalau bisa aku ingin menangis sekarang saking kesalnya.


"Aku sudah selesai" dorongku menjauhkan piring.


"Loh kamu kan belum makan Yas" tanya Agarish.


"Iya nih keburu kenyang melihat ke romantisan kalian!" Ucapku sinis.


Para pelayan yang mendengar itu seketika berbisik. Sudahlah, moodku sekarang sedang terjun bebas. Buruk sekali.


"Jaga ucapanmu Yasmin!"


"Ha ha ha" aku tertawa meremehkan lalu merubah wajah menjadi datar seketika. " aku duluan. Hari ini aku opening Cafe. Terima kasih"


Aku undur diri dari meja makan, lalu melaju ke tempat kerjaku.


Sekarang aku sudah menyetir sendiri. Setelah bolak-balik diantar supir, kini aku sudah hapal jalanan kota.


Aku tidak menghiraukan panggilan Agarish tadi sebelum benar-benar meninggalkan rumah.


Kalian tau?, aku sangat buruk pagi ini.


Bagaimana tidak buruk coba. Aku mengira dia sudah mulai belajar untuk meninggalkan kebiasaan yang sedang ia lakoni sekarang. Nyatanya?, bulshit!.


Apa-apaan senyum dia tadi?. Senyumnya terlihat sekali memuja Bram yang ikut bergabung di meja makan.


Sialan!.


Aku membanting stir. Air mataku perlahan mengalir. Kenapa aku harus terjebak didalam lingkaran setan ini.


Yasmin, gue mau lo balik kesini. Gue gak sanggup ngadapin laki lo. Lebih baik gue aja yang disana, gue gapapa kerja mati-matian tanpa pernah merasakan namanya jatuh cinta.


Daripada gue disini, nyesek bangat Yas. Gue... gue rasa mulai menaruh hati pada suami bajingan lo itu.


Setelah dirasa tenang, aku kembali melajukan mobil setelah berhenti sebentar di pinggir jalan.


Tiba di cafe, sudah mulai rame pengunjung. Syukurlah. Aku memang tidak ikut hadir tadi pas opening, sengaja karena suasana hatiku lagi buruk.


"Datang juga lo nyet, gue kira lo udah..., mata lo kenapa? habis nangis lo?"


Allen bertubi-tubi memberikan aku pertanyaan.


"Udah yah All, nanti aja gue cerita. Mood gue lagi gak baik nih"


"Oh oke" memilih mengalah. Allen menggandeng tanganku agar masuk kedalam cafe.


Dilantai satu udah ada beberapa orang yang sedang menikmati kopi dan mungkin lagi nyobain beberapa menu yang aku buat.


Jadi cafe ini terdiri dari 3 lantai. Lantai satu ada live musik nya, dilantai dua untuk private room, dan lantai tiga rooftop, disana juga kami sediakan live musik.


Berhubung disini dekat kampus, jadi ada beberapa band mahasiswa yang kami kontrak untuk mengisi di cafe ini. Lumayan lah untuk nambah uang jajan mereka.

__ADS_1


🐣🐣


Malam ini untuk menghikangkan stres, aku memutuskan menyanyi. Aku bekerja sama dengan anak band untuk memahami lagu yang aku akan bawa.


Aku mau menyanyikan lagu Putri Delina/ Menahan rasa sakit.


Tenang saja, aku udah mengubah liriknya kedalam bahasa yang dipahami mereka disini.


"Selamat malam buat para pengunjung yang saya cintai. Saya Yasmin Mauretta mau menyanyikan sebuah lagu untuk kalian semua. Semoga kalian suka."


Aku memetik senar gitar dan untuk beberapa detik saja mata pengunjung sudah menoleh ke arahku.


Bahagiaku


Mengingat masa indah kita


Apa kabarmu di sana?


Ingatkah denganku?


Aku di sini


Masih seperti yang dulu


Mengharapkan kau hadir


Walaupun semua tak mungkin lagi


Hancur semua mimpiku denganmu


Bahagialah bersamanya


Ku akan s'lalu ada untukmu


Walau kau bersama dengannya


Aku 'kan menahan rasa sakit ini


Ku akan s'lalu ada untukmu


Walau kau bersama dengannya


Ku bahagia melihat kau bahagia


Takkan kusesali akan sikapmu


Yang tak mencintaiku sepenuh hati


Kumaafkan salahmu


Mencintaiku


Ku akan s'lalu ada untukmu


Walau kau bersama dengannya


Aku 'kan menahan rasa sakit ini


Ku akan s'lalu ada untukmu


Walau kau bersama dengannya


Ku bahagia melihat kau bahagia


Dengannya


Aku menghentikan senar gitar kala lagu yang aku bawakan tadi habis.


Prok prok prok


Suara tepuk tangan menggema dilantai satu. Aku sangat terharu akan respon mereka yang sangat baik. Bahkan ada yang sudah memegang kamera sedari aku mulai bernyanyi.

__ADS_1


Ah tanpa terasa air mataku berlinang. Aku merindukan saat-saat aku manggung dahulu. Aku merindukan suasana riuh diatas panggung, aku merindukan suara penonton yang ikut bernyai kala aku berdiri diatas panggung. Aku merindukan itu semua.


Aku terisak, entahlah tiba-tiba saja dadaku menjadi sesak. Seakan paham dengan keadaanku, Allen naik keatas panggung lalu merengkuhku dengan erat.


"Lagu ini aku persembahkan untuk aku dan juga kalian yang ada disini. Semoga rasa sesak yang kalian alami selama ini menguap seiring lirik lagu yang tadi aku nyanyikan. Kita kuat, kita bisa. Buktikan kalau kita juga bisa bahagia meski tanpa kehadiran dia yang selalu tidak mengharapkan kita"


Suara tepuk tangan kembali riuh. Aku menyapu pandangan keseluruh penjuru cafe.


Deg


Mataku bertemu dengan mata beriris kelabu yang ada dimeja paling ujung ruangan ini. Dia Agarish.


Sejak kapan dia ada disini?. Aku buru-buru turun dari panggung dengan menarik lengan Allen.


"Pelan-pelan elahh" protes Allen kala aku menyeretnya ke dapur.


"Lu ngapa dah nyet!"


"Ck, berisik bangat sih lo. Gue tadi ngeliat si Agarish didalam sana" bisikku.


"Serius lo?, mana mana?" Allen malah celingukan.


"Diam bego!" Aku menjitak kepalanya hingga ia meringis.


"Lo tu yah Tan, gak ada sopan-soapannya lo ama gue"


"Heh!, gue itu lebih tua dari lo y.... ya" aku membeku ketika melihat Agarish kini mendekat kearah kami.


"Ngapa lu nyet?" Aku memutar badan Allen agar menghadap Agarish.


"Laki lo Tan?" Tanya Allen masih menatap Agarish tanpa kedip.


"Ho oh itu laki gue. Gak usah ganjen lo, gue aja yang bohai kagak bisa ngidupin burung dia"


"Anjirrr mulut lo Tan" Allen buru-buru menutup mulut aku dengan tangannya.


Kali ini untuk pertama kalinya dalam satu hari ini aku tertawa lepas, kaya gak ada beban.


Agarish yang hendak ngomong aja mendadak bungkam. Entahlah, dia tiba-tiba mematung dihadapnku.


"Ekheem. Ada apa?" Tanyaku setelah mengatur ekspresi.


"Eh?, gak ada. Cuman tadi iseng aja mampir kesini" jawabnya kikuk.


"Sama siapa kesini?, sama Bram?" Aku yang nanyak aku juga yang jawab. Memang wanita.


"Sendiri ko" jawabnya sungkan.


"Udah makan gak, ayo aku bawain kamu makan"


Aku berjalan melewati dia. Dia juga memilih ngekor dibelakang tanpa bertanya.


Aku membawa Agarish kedalam rangan privat. Sengaja, biar aku yang ngelayani. Bagaimana pun aku itu istrinya. Aku ingat betul pesan ibu dulu, kalau nanti udah menikah suami itu harus dialayani dengan baik.


"Mau makan apa biar aku ambilin"


"Apa aja" jawabnya.


"Oke, tunggu bentar yah biar aku ambilkan"


Setelah mengambil makanan untuknya, aku tetap diam menemani disana. Menungguinya hingga beres makan.


Tidak ada percakapan diantara kami. Aku juga memlih sibuk dengan handphone.


"Maaf yah, kayaknya aku bakalan sering pulang malam. Ini kan cafe nya baru buka, jadi aku sama Allen musti harus pantau dulu untuk sementara waktu"


"Gapapa, gimana baiknya aja, yang penting kamu tetap jaga kesehatan "


Aku mengangguk. Entahlah, rasanya masih canggung mengobrol dengannya setelah apa yang aku lihat tadi pagi.


Terima kasih udah mampir

__ADS_1


Jangan lupa kasih vote atau komen yah :)


NurDyh


__ADS_2