SEHANGAT KOPI SUSU

SEHANGAT KOPI SUSU
Sepuluh


__ADS_3

Hay hay apa kabar?


Semoga kita dalam keadaan yang bagus :)


Happy reading guys


____________________________________


Setiap pagi aku akan selalu masuk ke area dapur untuk mengecek keadaan. Semua orang sudah pada sibuk dengan kegiatan masing-masing. Memang cafe biasanya buka pukul sebelasan gitu. Tunggu rampung dulu semua baru buka.


"Gimana Thur aman?" Tanyaku pada Arthur yang sibuk dengan kerjaannya.


"Aman boss" dia menatapku sekilas lalu kembali fokus pada kerjaannya.


Aku menyandarkan badan di dinding, mengamati setiap gerak-gerik Arthur dalam meracik bumbu.


"Gak usah diperhatikan kali Tan, gue tau ko kalau Arthur itu ganteng" Allen ikut bergabung denganku di dapur.


"Justru karena ganteng All makanya diliatin, kalau buriq gue juga ogah" aku terkekeh lalu ikut bergabung dengan Allen duduk kursi.


"Kamprer lu Tan" aku dan Allen tertawa. Para karyawan disini udah gak heran lagi kalau kami ngomong pake bahasa lain. Mereka udah mulai terbiasa, walau awalnya kaget. Namun lama kelamaan menjadi biasa aja.


"Lo gebet aja tuh sia Arthur mumpung masih lajang die" aku ikut mebatap arah mata Allen.


"Gila lo, Arthur itu jauh lebih muda dari gue" iya usia kami terpaut tiga tahun. Aku 27 dan Arthur 24 tahun.


"Alahh beda tiga taun doang, masih bisa ditoleran juga lah" aku mengernyit.


"Ngapa lo sibuk ngejodohin gua sama Arthur sih? lo aja sono yang gebet, kayaknya lo yang lebih cocok sama dia"


"Gak!, gue gak suka cowok modelan Arthur" Allen menggidikkan bahu.


"Lo mah dari dulu gak berubah, masih aja suka yang udah om om" ucapku geleng kepala.


"Karena om-om itu lebih menggoda Tan" Allen memejamkan matanya lalu berdecak.


"Dih si bego malah mikirin yang aneh-aneh" aku menoyor kepala Allen.


"Bukan aneh-aneh Tan, tapi enah enah"


"Anjing lo!" Aku melempar bawang merah kearahnya, sayang bukan Allen yang kena tapi Arthur.


"Aduh maaf Thur gak sengaja sumpah" aku buru-buru mengambil bawang yang tadi menimpuk kepala Arthur.


"Kalian kalau mau main itu diluar aja jangan disini" dengus Arthur gak suka.


"Heh!, kita itu bos kamu tau. Jadi suka hati dong mau duduk dimana" sewot Allen tidak terima.


"Yah kalau bos yang ngerugiin sih sama aja gak guna" Allen hampir saja menimpuk Arthur dengan piso dapur kalau aku gak langsung ngehadang dia.


Wah kalau Allen marah mah kudu ati-ati, nih cewek bar-bar nya minta ampun. Mana si Arthur juga mulutnya lemes amat.


"Udah All udah, kita keluar aja yok" aku menarik paksa tangan Allen.


"Lepasin gue Tan, tuh anak memang harus dibacok dulu biar bisa sopan mulutnya" Allen lagi-lagi berontak hendak menghakar Arthur.


"Iya nanti gue yang gantiin lo ngehajar dia oke?"

__ADS_1


"Itu mah mau lo Kampret!" Aku terkekeh mendengar omelan Allen.


🐣🐣


Mungkin hari ini hari esok atau nanti


Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini


Mungkin hari ini hari esok atau nanti


Tak lagi saling menyapa


Meski ku masih harapkanmu


Sesungguhnya hatiku tak sanggup menerima


Dan lupakan s'galanya


Mungkin hari ini hari esok atau nanti


Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini


Mungkin hari ini hari esok atau nanti


Tak lagi saling menyapa


Meski ku masih harapkanmu, ooh (harapkanmu)


Meski ku masih harapkanmu, ooh


Kurelakanmu


Sesekali aku memang menyumbangkan suara, baik itu secara suka rela atau memang ada permintaan dari pelanggan.


"Lagi-lagi suara indah Yasmin membuat kita terhipnotis, setuju tidak?" Tanya Samuel sang vokalis band yang manggung hari ini.


"Hahaha kalian terlalu berlebihan. Aku tidak sebagus itu dalam bernyanyi" jawabku malu-malu.


"Kalau seorang Yasmin saja mengatakan kalau penampilan dia yang tadi belum bagus bagaimana dengan penampilan yang bagusnya?, pasti sangat luar biasa. Aku yakin sekali itu" teriak Samuel bersemangat, dan lagi-lagi disetujui pengunjung.


Yah jelas baguslah, wong ini Tania Putrisya Manopo si penyanyi populer ko.


"Ahahaha terima kasih pujiannya"


Ketika turun dari panggung mataku menangkap siluet Agarish yang baru saja memasuki area cafe.


"Ngapain lagi lah tu orang kemari" batinku. Tapi kaki ku tetap melangkah untuk menyambut kedatangannya.


"Selamat malam tuan suami, sudah makan?" Agarish tersenyum tipis kala aku menghampirinya lebih dulu.


"Belum, makanya aku kemari"


"Kamu tuh yah harusnya pulang lalu makan dirumah, jangan main kesini lagi" aku mengomel sepanjang jalan menuju lantai dua.


"Tapi aku pengen liat dan dengerin omelan istri aku gimana dong?" jawabnya santai lalu mendudukkan diri setelah sampai kedalam satu ruangan private.


Sialannya pipi ku langsung blushing mendengar alasan tidak masuk akal Agarish.

__ADS_1


"Mau makan apa?" Tanyaku mengalihkan.


"Mau makan kamu" jawabnya rersenyum miring.


"Aku nanya serius Agarish!" Kupukuli lengannya yang lumayan kekar itu.


"Ahahaha habisnya kamu lucu kalau lagi salting gini"


"Dasar suami gila!" Aku buru-buru keluar dari ruangan miliknya. Bisa-bisa jantung meledak kalau berduaan terus bareng dia.


"Nih dimakan!" Aku meletakkan seporsi sate dan tak lupa juga lontongnya.


"Mau kemana?" Tanya dia kala aku hendak keluar.


"Mau keluar lah!" jawabku ketus.


"Jangan keluar, disini aja temanin aku makan. Ya?" Aku menghela napas lalu menyetujui permintaannya.


Selesai makan dan bersantai sebentar, aku dan Agarish memutuskan pamit pulang terlebih.


"Oh iya Yas, aku lupa menghubungi tukang AC tadi, jadinya kamar kamu masih sama kayak tadi malam" langkahku yang hendak membuka pintu kamar berhenti.


"Ko gitu sih?, terus aku tidurnya gimana Agarish" rengekku padanya.


"Emmm tidur dikamar aku aja lagi" ucapnya sambil menggaruk tengkuk.


"Beneran nih gapapa?" Tanyaku penuh selidik.


"Ya-ya gapapa. Tapi kalau kamu gak mau juga gapapa"


"Oke aku tidur disana!" Jawabku cepat.


"Yasudah mandi sana udah malam" aku mengangguk lalu masuk kedalam kamarku.


Setelah kegiatan malamku beres aku berjalan kearah kamar Agarish.


Tok tok tok


"Masuk aja Yas gak dikunci" aku langsung membuka pintu kamar Agarish tanpa ada rasa canggung sedikit pun.


"Besok jangan lupa perbaiki AC kamar aku yah Ga" ucapku dengan mata yang sudah mulai terpejam.


"Emmm"


Disaat aku mulai memejamkan mata, Agrish masih sibuk dengan hp nya. Mungkin lagi sibuk chatingan sama cowoknya.


Hey kalian gak usah geli, ini tuh kenyataan. Si Agrish sialan ini tetap belum bisa menerima aku.


"Selamat tidur dan moga mimpi indah Yas. Jangan pernah pergi dari aku. Aku akan berusaha untuk membuka hati untukmu, dan tolong kasih aku waktu"


Sebelum kesadaranku sepenuhnya hilang, aku masih bisa mendengar ucapan seseorang walaupun samar. Aku tidak tau ini mimpi atau tidak, kalau bukan mimpi aku harap yang ngomong barusan adalah Agarish.


Cupp


Sebuah ciuman mendarat dikeningku, rasanya hangat dan sesikit basah.


Terima kasih sudah membaca part ini :)

__ADS_1


Jangan lupa kasih vote atau komen oke?


Nur dyh


__ADS_2