SEHANGAT KOPI SUSU

SEHANGAT KOPI SUSU
Dua


__ADS_3

Aku berguling-guling tidak jelas diatas tempat tidur. Aku gelisah, gelisah karena tidak ada pekerjaan. Padahal, padahal yah, dulu aku selalu mendambakan yang namanya liburan namun jarang bisa kulakukan. Tapi setelah masuk kedunia antah berantah ini aku merasa bosan diam terus didalam rumah gede ini.


Punya suami tapi cueknya minta ampun, tapi enggak deng. Beberapa hari ini ia sering kedapatan menatapku dimeja makan, itu aku tau karena tidak sengaja mata kami bertemu. Hmmm, apa dia sudah ada merasakan benih-benih cinta kepadaku?. Ah bodo.


Sekarang aku harus ngapain demi mengusir kebosanan ini. Duit banyak tanpa harus bekerja, tapi bingung gimana ngabisinnya. Pasalnya nih yah, suami si Yasmin ini beuhhh kayanya war biassah.


Kartu kredit ada banyak macamannya didalam dompetku. Mulai dari warna hitam, kuning, merah, bahkan ijo. Tapi sayang aku belum tau mana yang lebih paten dari ke empat warna ini.


Oke! hari ini aku memutuskan untuk jalan-jalan dulu, nge mall kek atau apa kek. Sambil bersenandung aku mencari outfit untuk kupakai hari ini.


Merana kini aku merana...


Kekasih tercinta entah dimana....


Sendiri kiniku dibalut sepi...


Tiada tempat tuk bercurah lagi..


Akhirnya outfitku selesai. Celana longgar pendek sepaha warna putih dan atasan blouse lengan panjang warna pink baby. Jangan lupakan sneakers warna putih juga rambut sebahu yang sengaja aku buat bergelombang.


Hmmm, cantik begini kenapa kau tidak tertarik denganku Agarish?.


Sebelum keluar dari kamar aku mengambil tas kecil berwarna pink senanda dengan blouse yang aku pakai.


Sampainya dilantai satu aku mengernyit kala melihat Agarish memasuki rumah beserta sekretaris aka kekasihnya. Tapi tak kupedulikan, aku udah fix mau jalan-jalan hari ini.


"Mau kemana kamu berpenampilan seperti itu?" tanya nya dengan sinis.


"Hmmm jalan-jalan kali yah. Bosan tau didalam rumah terus" ucapku santai.


"Apa harus berpakaian seperti itu?" dia melirik pakaian yang aku pakai.


"Emang kenapa dengan pakaian yang aku kenakan?"


"Eheemm, terlalu peminim" ucapnya lalu membuang muka.


Aku tersenyum sinis melihat tingkahnya. Oke tuan Agarish, kita lihat sampai kapan kau tahan dengan pesonaku.


"Kenapa?, kau tidak sudi orang lain melihat bodyku yang aduhai ini tuan suami?" bisikku ditelinganya.


Aku melirik sebentar kearah sekretaris, bisa aku lihat dia bergerak gelisah. Aku tersenyum devil didalam hati.


"Okelah aku mau jalan-jalan dulu. Bubay tuan suami dan sekretaris" aku menjauh lalu memberikan kiss bay pada keduanya.

__ADS_1


"Oh ya, jangan ***-*** dirumah gue yak!" peringatku sebelum memasuki mobil.


"Kita mau kemana nyonya?" tanya sopir.


"Kemana yah pak, apa ke mall aja yah?"


"Baik nyonya, saya akan mengantarkan anda ke mall paling besar di negara ini"


Sekitar dua puluh menitan akhirnya kami sampai di sebuah mall. Ya Tuhan.... sangat besar dan sangat berkelas. Sedari tadi aku udah kayak anak kampung yang baru pertama kali ke kota.


Bayangkan guys, dimana negara atau kota yang menurut kalian paling gila soal gedungnya, Dubai?. No, ini bahkan melebihi kota Dubai. This is amazing you know?.


Kali ini aku memasuki toko baju. Sudah kuputuskan akan mengganti beberapa koleksi Yasmin didalam lemari. Selera kami benar-benar tidak sama.


Kalau Yasmin adalah gadis yang polos dan pendiam, maka aku adalah kebalikannya. Jangan lupakan aku udah berkecambung di dunia entertainment selama lima tahun lebih. Otomatis gaya berpakaian juga sifatku akan berbanding terbalik dengan Yasmin.


Aku suka baju yang peminim dan agak terbuka, juga jangan lupakan aku yang sedikit cerewet dan petakilan.


Hmmm okelah, mari kita buat Yasmin yang jadul ini menjadi Yasmin yang modren. Oke lets go!.


Sibuk memilih baju, tak sengaja aku bertabrakan dengan seseorang.


"Ah maaf" ucap kami bersamaan. Dan booomm. Seperti disambar petir, kami berdua membeku ditempat masing-masing.


"Ta-tania?" ucapnya terbata.


Tanpa ada kata lagi kami berpelukan, bahkan sambil menangis haru.


"Gue kira gak bakalan bisa ketemu elo lagi kampret!" Allen meraung didalam pelukanku.


Jadi Allen itu adalah manager aku yang paling cerewet sedunia. Kami berada didalam mobil pasca kecelakaan dahulu. Aku tidak menyangka kalau kami bakal dipertemukan kembali disini.


"Ya Tuhan Tania, gue senang bangat bisa ketemu lo lagi. Lo apa kabar kampret?"


"Seperti yang lo liat lah" jawabku tersenyum. Syukurlah, aku kira bakal sendirian didunia asing ini.


"Jadi coba lo ceritakan apa yang terjadi sama jiwa lo" tanyaku. Kini kami sedang berada di sebuah restorant yang masih ada didalam mall.


Jadi ternyata Allen juga masuk kedalam tubuh seseorang yang sudah dinyatakan tidak ada harapan untuk hidup lagi lantaran sebuah kecelakaan maut juga. Dan ternyata Tuhan masih memberikan kesempatan dengan mengganti jiwa mereka.


Di dunia ini, Allen tetap mempunyai nama yang sama. Hanya saja, disini dia anak orang kaya juga, dan bahkan menjadi lebih muda. Bayangkan saja Allen yang dulunya berusia 26 tahun kini menjadi 22 tahun, seorang mahasiswi yang baru saja lulus.


"Terus bagaimana dengan keadaan lo " tanya Allen balik padaku.

__ADS_1


"Gue disini menjadi wanita paling miris All" ucapku mengusap wajah kasar.


"Eamang gimana?"


"Gue jadi istri seorang yang punya kelainan sex"


"What the hell" teriak Allen, membuat semua mata di restoran menatap kami. Belum lagi kami sejak tadi memakai bahasa yang tidak ada orang paha satupun.


"Mulut kau itu njirr!" Allen spontan menutup mulutnya.


"Hehehe sorry sorry, gue kelepasan. Terus gimana lagi?" Akupun menceritakan semuanya kepada Allen.


Wajahnya benar-benar menggambarkan bahw ia sungguh tidak percaya dengan yang ia dengar barusan.


"Suami lo ganteng ga Tan?"


"Ganteng bangat anjir. Gue aja pas bangun hampir pingsan lagi waktu liat wajah dia yang tampan dan menggoda itu" ucapku berdecak.


"Widiiihh sayang sekali dia melambay Tan" aku mengguk setuju.


Jadi disini tidak ada yang namanya rasis. Kulit orang disini bercampur, ada yang putih, sawo matang dll, tapi lebih dominan sawo matang. Jadilah aku tidak terlalu diapandang buruk oleh orang lain.


"Ngomong-ngomong gue bosan All diam mulu, kita ngapain yah biar ada kerjaan?" tanyaku bingung.


"Gue juga bingung Tan, padahal dulu kita sibuknya minta ampun yekan?"


Lagi-lagi aku menganggukkan kepala setuju.


"Emmm ngomong-ngomong ko gue pengen makan bakso yah All?"


"Eh gila, disini mana ada bakso" ucap Allen geleng kepala. Namun sedetik kemudian kami terdiam saling pandang.


"Apa lo mikirin yang sama All?" tanyaku dengan mata berbinar.


"Gue rasa juga mikir yang sama kayak lo"


Kami beros lalu tertawa bersama.


"Lets go, kita buat manusia disini menikmati makanan terenak di dunia" teriak Allen lantang. Mengabaikan pengunjung restoran yang kembali melihat kami.


"Welcome to my new job" ucapku tersenyum.


Janga lupa tinggalkan jejak berupa komen atau vote

__ADS_1


Terima kasih


NurDyh :)


__ADS_2